Selasa, 23 Maret 2021

 HIKAYAH YANG KE-SERATUS EMPAT PULUH DELAPAN: "MAKNA FIRMAN ALLAH SWT: "BARANG SIAPA BERBUAT KEBAIKAN SEBESAR BIJI DZARRAH, MAKA IA AKAN MELIHATNYA..."


Nasihat yang bagus: disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa dua malaikat bertemu di langit keempat. Maka salah satu dari malaikat tersebut betanya:

"Ke mana engkau akan pergi..??"

"Untuk suatu perkara yang menakjubkan" Yaitu; disebuah negeri terdapat seorang Yahudi yang hampir meninggal, dan ia mengharapkan dapat makan ikan menjelang kematiannya. Dicarikan di laut, tetapi ikan itu tidak ditemukan. Kemudian Tuhan memerintahkan aku untuk menggiring dua ikan kepadanya melalui orang² yang sedang mencari ikan di sana. Hal ini terjadi karena amal kebaikan pasti akan dibalas oleh Allah Swt di dunia. Amal kebaikan orang itu tinggal satu. Maka Allah Swt hendak memenuhi keinginannya memakan ikan, supaya tidak ada kebaikan lagi setelah dia keluar dari dunia."

Malaikat lain berkata:

"Tuhan telah mengutusku untuk urusan yang sangat menakjubkan juga. Yaitu; di sebuah negeri terdapat seorang laki² shalih yang tidak melakukan satu kejelekan kecuali dihapus oleh Allah Swt melalui kebaikannya. Sekarang dia akan meninggal dunia. Dia menginginkan minyak zaitun, sementara dia masih tersisa satu dosa. Tuhan memerintahkan aku untuk menyodorkan minyak tersebut sehingga dia mengetahuinya, namun tidak diberikan langsung sebab dosa yang masih ditinggalkannya. Akhirnya dia bertaubat setelah mengetahui dosanya. Allah Swt menghapus dosa tersebut, dan ia bertemu dengan Allah Swt tanpa membawa dosa sama sekali."


Muhammad bin Ka'ab berkata: Ini adalah makna ayat:


{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ}


"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. al-Zalzalah [99]: 7).


Maksudnya, seorang kafir apabila melakukan suatu kebaikan seberat biji dzarrah, maka ia akan melihat pahalanya di dunia. Sedangkan orang mukmin yang melakukan kejelekan seberat biji dzarrah, maka ia akan melihat balasannya di dunia, sebelum di akhirat." Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 126_127]


💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS EMPAT PULUH SEMBILAN: "PERISTIWA YANG TERJADI ANTARA NABI SULAIMAN 'ALAIHIS SALAM BERSAMA SEMUT"


(Kisah yang bagus namun aneh) Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika melewati suatu jalan yang terdapat rumah semut, Nabi Sulaiman ﷺ mendengar seekor semut berkata kepada teman²nya dengan rasa takut:

"Wahai para semut, masuklah ke rumah kalian."

Lalu Nabi Sulaiman mengucapkan salam kepadanya.

Ia menjawab, "Alaikas salaam wahai seorang yang sibuk dengan kerajaan! Demi Allah, aku hanyalah semut yang lemah. Aku mempunyai empat puluh ribu pengawal, setiap pengawal itu mempunyai empat puluh baris, setiap baris membentang seperti di antara timur dan barat."

"Kenapa kalian memakai pakaian hitam..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab dunia adalah tempat musibah, dan hitam adalah pakaian orang² yang tertimpa musibah," jawab semut.

"Apa arti bangunan yang ada di antara kalian..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Itu adalah tempat pengabdian untuk beribadah," jawab semut.

"Bagaimana keadaan kalian yang menjauhkan diri dari makhluk..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab mereka terlampau lalai. Maka menjauhi mereka lebih utama!"

"Mengapa kalian telanjang..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Seperti inilah kami berada di dunia, dan seperti inilah kami akan keluar darinya!" jawab semut.

"Berapa banyak makanan yang ditelan masing² dari kalian..??"

"Satu biji atau dua biji."

"Mengapa..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab kami dalam perjalanan. Seorang musafir apabila bawaannya ringan, maka akan ringan tubuhnya."

"Apakah engkau mempunyai keinginan..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Engkau lemah, dan meminta dari orang yang lemah tidak diperbolehkan," jawab semut.

"Meskipun demikian, engkau harus meminta sesuatu kepadaku," pinta Nabi Sulaiman.

"Baiklah, tambahkan rezekiku atau umurku," pinta semut.

"Pintalah sesuatu yang aku punya," ucap Nabi Sulaiman.

"Sesungguhnya penunaian kebutuhan hanya berasal dari Allah Swt." jawab semut.

"Siapa namamu..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Mundzirah (orang yang memberikan peringatan). Karena saya selalu memperingatkan teman²ku yang dilalaikan oleh dunia."

Setelah pertanyaan² itu ditujukan kepada semut, semut ganti bertanya kepada Nabi Sulaiman:

"Wahai Sulaiman, apa yang paling menyenangkan dari kekuasaan yang diberikan kepadamu..??"

"Sebuah cincin, karena ia berasal dari surga," jawab Nabi Sulaiman.

"Apakah engkau mengetahui maknanya..??" tanya semut lagi.

"Tidak," jawab Nabi Sulaiman.

"Maknanya adalah dunia yang engkau kuasai hanyalah seukuran lingkaran cincin itu. Apakah ada harta lain yang engkau sukai..??" tanya semut.

"Ya, sebuah alas dari surga yang bisa terbang di atas angin," jawab Nabi Sulaiman.

"Ini juga bukti bahwa semua yang ada bersamamu hanya seperti angin pada hari ini, dan besok tidak bersamamu," jelas semut.

"Tapi perjalanan pada waktu pagi dengan alas itu sama seperti satu bulan, dan perjalanan pada waktu sore dengan alas itu sama seperti satu bulan," kata Nabi Sulaiman.

"Ini adalah bukti bahwa umurmu sangat pendek, dan engkau tergesa² melakukan perjalanan," jelas semut.

"Engkau mengetahui ucapan burung..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sibukkan dirimu dengan bermunajat kepada Allah Swt, jangan berbicara dengan yang lain!" jawab semut.

"Jin dan manusia mengabdi kepadaku!" kata Nabi Sulaiman.

"Itu adalah isyarat bahwa Allah Swt berkata: "Engkau membuat sibuk makhluk dengan mengabdi kepadamu. Maka sibukkan dirimu dengan mengabdi kepada-Ku," jelas semut.

"Aku senang dengan cincin ini, sebab tertulis nama Allah Swt," kata Nabi Sulaiman.

"Bergembiralah dengan sesuatu yang dinamai, bukan nama," jelas semut.

📚[An-Nawadir. Hal. 127_128]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI 'ARSY


Wahab berkata:

"Allah Swt menciptakan 'Arsy sebelum Kursi dengan jarak waktu dua ribu tahun. Allah Swt juga menciptakan 'Arsy tiga ratus menara. Setiap dua menara berjarak tiga ratus tahun perjalanan, dan panjang setiap satu menara seribu tahun perjalanan. Di antara kedua menara tersebut terdapat malaikat seperti manusia dan jin yang memintakan ampunan untuk umat Muhammad ﷺ."

An-Nasafi berkata:

"Allah Swt menciptakan 'Arsy tiga ratus enam puluh tiang. Setiap tiang, sebesar dunia. Di antara dua tiang terdapat jarak lima ratus tahun perjalanan. Dalam sebuah riwayat menyatakan: Allah Swt menciptakan Al-Lauh di antara Kursi dan 'Arsy. Allah Swt juga menciptakan cahaya untuknya sebanyak empat cahaya. Dari masing² cahaya, Allah Swt menciptakan 'Arsy. Al-Lauh tersebut mempunyai tiga ratus enam puluh ribu tiang. Panjang masing² tiang adalah dua belas ribu tahun perjalanan. Di antara dua tiang terdapat tujuh puluh ribu kota. Masing² kota terdapat tujuh puluh ribu gedung. Setiap gedung mempunyai tujuh puluh ribu kumpulan malaikat. Panjang dan lebarnya tidak mempunyai batas akhir. Ia diberi pakaian setiap hari sebanyak tujuh puluh ribu pakaian dari cahaya yang seorang pun tidak kuasa melihatnya. Ia seperti kubah menyelimuti alam. Di dalam lingkarannya terdapat sapu tangan yang digantungkan, yang tidak mengetahui jumlah bilangannya kecuali Allah Swt. Di dalamnya terdapat gambaran semua makhluk, baik hewan, maupun yang lainnya. 'Arsy di alam dunia dipikul empat malaikat, dan di alam akhirat dipikul delapan malaikat."

Dalam sebuah riwayat disebutkan: 'Arsy mempunyai tujuh puluh ribu lisan yang bertasbih kepada Allah Swt dengan segala macam bahasa. Dalam riwayat yang lain: 'Arsy terbuat dari batu permata merah. Dalam riwayat lain menyebutkan: 'Arsy terbuat dari permata hijau. Jarak antara telinga dengan leher dari malaikat pemikul 'Arsy adalah perjalanan lima ratus tahun, ada yang bilang tujuh ratus tahun.

Dalam sebuah riwayat disebutkan: bahwa salah satu malaikat berbentuk manusia, yang kedua berbentuk banteng, yang ketiga berbentuk elang, dan yang keempat berbentuk singa.

Sebuah riwayat menyebutkan: ketika Allah Swt menciptakan 'Arsy, ia sombong, dan bergoncang seraya berkata: "Allah Swt tidak pernah menciptakan makhluk sebesar aku." Kemudian Allah Swt melilitnya dengan ular yang mempunyai tujuh puluh ribu sayap. Masing² sayap terdapat tujuh puluh ribu bulu. Setiap bulu, terdapat seribu wajah. Masing² wajah terdapat tujuh puluh ribu mulut. Masing² mulut terdapat tujuh puluh lidah, yang darinya keluar tasbih berjumlah tetesan air hujan, daun pohon, kerikil, tanah, hari² dunia, dan jumlah malaikat. Lalu ular tersebut melihat ke arah 'Arsy, sedangkan 'Arsy berada setengahnya ular.


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI Al-LAUH


Al-Lauh terbuat dari mutiara putih yang dilapisi dengan yaqut merah dan zamrud hijau. Lebarnya selebar langit dan bumi, panjangnya tidak mempunyai batas akhir, yaitu antara 'Arsy dan Kursi. Sebuah riwayat menyatakan bahwa Allah Swt melihat Lauh setiap hari sebanyak tiga ratus enam puluh kali, mencipta, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, melepas, mengganti, menghinakan, memuliakan, menghapus, menetapkan, dan seterusnya.

Sebagian orang sufi berkata: "Panjang Lauh adalah antara langit dan bumi. Lebarnya sebagaimana antara timur dan barat. Dan sesungguhnya pada Lauh hanya tertulis sepuluh baris catatan. Allah Swt menciptakan Qalam sebelum Lauh dari sebuah cahaya yang panjangnya seperti antara langit dan bumi. Kemudian Allah Swt melihatnya dengan pandangan wibawa. Maka ia terbelah dan meneteskan tetesan kepada Lauh. Kemudian Qalam pun menjadi lunak. Allah Swt berkata kepadanya: Tulislah! la menjawab: "Apa yang aku tulis..??" Allah Swt memerintah: Tulislah apa yang telah lalu dan yang akan datang hingga hari kiamat!"


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI KURSI


Kursi terbuat dari mutiara putih. Tidak ada yang mengetahui panjangnya kecuali Allah Swt. Ia mempunyai tiga ratus enam puluh tiang. Panjang masing² tiang adalah dua belas ribu tahun perjalanan, sedangkan atapnya sepanjang sepuluh ribu tahun perjalanan. Dalam sebuah hadits dinyatakan: "Sesungguhnya langit tujuh dan bumi tujuh berada di dalam Kursi ibarat hamparan gurun pasir."

📚[An-Nawadir. Hal. 129]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI BAITUL MAKMUR


Baitul Makmur terbuat dari emas merah dengan tujuh ratus pintu. Di antara dua pintu, terpisah jarak perjalanan seribu tahun. Sedangkan lebar masing² pintu adalah perjalanan lima ratus tahun, sebagaimana pula panjangnya. Malaikat mengelilinginya dan memintakan ampun bagi anak Adam. Mereka menangis karena maksiat yang dilakukan oleh anak Adam.

Di atasnya terdapat atap yang tinggi, dan di atasnya lagi terdapat laut dengan air yang berlimpah. Tempat ini dipenuhi oleh malaikat yang diwakili oleh seorang malaikat bernama Kalkayail. Di atas itu terdapat tujuh puluh ribu tutup dari besi yang tidak mempunyai batas karena saking panjang dan lebarnya tutup tersebut. Jarak tempuhnya adalah seribu tahun perjalanan. Di atas itu terdapat tujuh puluh ribu hijab yang terbuat dari permata merah. Di atas itu juga terdapat tujuh puluh ribu hijab yang terbuat dari permata merah. Diatas itu juga terdapat tujuh puluh ribu hijab dari perhiasan. Dan semua hijab tersebut dipenuhi dengan malaikat berwujud seperti anak Adam yang bertasbih kepada Allah Swt dengan tidak pernah lelah.


💧والله اعلم💧


CIRI-CIRI AL-KAUTSAR


Al-Kautsar berasal dari surga 'Adn. Lebarnya adalah seratus tahun perjalanan, sedangkan panjangnya tiga ribu tahun perjalan. Airnya mengalir tanpa henti²nya di bawah istana. Pemiliknya adalah Nabi Muhammad ﷺ.

Telaga ini mempunyai empat tiang. Salah satu tiang tertulis

"Abu Bakar, aku untuk orang² yang benar dan taat." Tiang kedua tertulis "Umar, aku untuk orang² yang mati syahid dan shalih." Tiang ketiga tertulis "Utsman, aku untuk orang² fakir yang taat sepanjang malam dan siang. Mereka adalah penghuni surga dan penduduk istimewanya." Tiang keempat tertulis "Ali, aku untuk para pejuang dan penolong Allah Swt."

Tanahnya terbuat dari misik yang sangat harum. Baunya yang semerbak memenuhi jagat langit. Dan di pinggirnya terdapat gelas dari mutiara dan permata.

📚[An-Nawadir. Hal. 130]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI TEROMPET YANG DISERAHKAN KEPADA MALAIKAT ISRAFIL


Abu Hurairah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah Swt menciptakan terompet yang mempunyai mulut seperti pipa selebar dunia. Terompet tersebut mempunyai banyak cabang, cabang pertama berada di timur, kedua berada di barat, ketiga berada di bawah bumi yang ketujuh, dan keempat di atas langit yang ketujuh. Di dalam terompet itu terdapat pintu bagi sejumlah ruh; satu pintu untuk ruh para nabi, satu pintu untuk ruh malaikat, satu pintu untuk ruh jin, satu pintu untuk ruh manusia, begitu seterusnya untuk ruh setan, hewan buas, hewan galak, hewan melata, bahkan sampai semut dan kutu busuk, hingga mencapai tujuh puluh bagian dengan sempurna."

Allah Swt menyerahkan terompet itu kepada Malaikat Israfil, dan ia meletakkannya di mulut, menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya. Pada waktunya nanti, Malaikat Israfil diperintahkan meniup sebanyak tiga kali; Tiupan pertama adalah tiupan peringatan. Maka pada saat itu semua makhluk langit dan bumi gempar, kecuali orang yang dikehendaki Allah Swt. Allah Swt memerintahkan agar tiupan itu dipanjangkan hingga gunung terguncang, langit tercerai berai, bumi bergetar keras seperti kapal di lautan, seorang hamil langsung melahirkan, ibu² yang menyusui kebingungan, dan anak² menjadi beruban.

Setan² berlarian sampai ujung dunia. Di sana setan² bertemu malaikat. Mereka dipukul wajahnya dan kembali lagi ke tempat semula.


يَوْمَ التَّنَادِ {٣٢} يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ


"...Hari panggil-memanggil. (Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang..." (QS. al-Mukmin [40]: 32-33).


Pada saat itu, bumi terbelah. Ketika manusia melihat ke langit, bintang² berjatuhan. Matahari dan bulan lenyap. Langit juga jatuh satu per satu. Orang² yang mati saat itu adalah mereka yang lalai. Dan hal itu berlangsung terus selama empat puluh tahun atau lebih, sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Kemudian Allah Swt memerintahkan Malaikat Israfil melakukan tiupan kematian, dan berkata: "Wahai para ruh yang telanjang dan jasad yang rusak, keluarlah dengan perintah Allah Swt." Seketika itu, semua penduduk langit dan bumi mati, kecuali orang yang  dan dikehendaki Allah Swt, mereka adalah para saksi yang berjumlah dua belas, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, 'Izrail, dan delapan malaikat pembawa 'Arsy. Pada waktu itu, dunia diam tanpa kehidupan sama sekali, baik manusia, jin, maupun hewan. Pemandangan seperti inilah yang diperlihatkan oleh Allah Swt kepada iblis laknatullah.

Lalu Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut: "Aku yang menciptakan pembantu untukmu sejumlah penduduk dahulu dan terakhir. Aku menjadikan pada dirimu kekuatan penduduk bumi dan langit. Aku memakaikan pakaian marah pada hari ini. Maka turunlah dengan kemarahan-Ku dan kekuatan-Ku kepada iblis. Rasakanlah pada mereka kematian, dan bawalah dalam kematian, seperti pahitnya orang² sebelumnya dan orang² belakangan, baik dari jin maupun manusia. Lipatkanlah siksa itu hingga berlipat². Bawalah bersamamu Zabaniah (malaikat penjaga neraka) sebanyak tujuh puluh ribu, yang masing² membawa rantai dari neraka."

Malaikat Maut meminta izin kepada Malik agar dibukakan pintu neraka. Setelah pintu neraka terbuka, Malaikat Maut turun kepadanya dalam rupa yang seandainya turun kepada penduduk bumi dan langit, niscaya mereka mati semua. Malaikat Maut ini turun kepada iblis, dan langsung memukulnya. Seketika itu pula, iblis langsung pingsan. Seandainya suara rintihan iblis didengar oleh penduduk langit dan bumi, maka mereka akan pingsan.

Malaikat Maut berkata kepada iblis: "Diamlah makhluk jelek! Aku akan membuat engkau merasakan kematian. Berapa banyak umur yang diberikan kepadamu..?? Berapa banyak waktu yang engkau gunakan untuk menyesatkan..??"

Iblis langsung lari ke timur. Namun Malaikat Maut tiba² berada di depan matanya. Iblis kemudian lari ke barat. Di depan matanya, iblis kembali melihat Malaikat Maut. Ia hendak menyelam ke lautan, tetapi lautan tidak menerimanya. Ia terus lari, padahal tidak ada tempat lari baginya. Hingga di tengah dunia, di atas kubur Adam, iblis berkata:

"Wahai Adam, karena engkau, aku dikutuk dan dilaknat!"

Kemudian iblis berkata kepada Malaikat Maut:

"Dengan wadah apa engkau akan memberiku air..?? Dengan azab bagaimana engkau akan mencabut ruhku..??"

"Dengan tempat siksa neraka Sa'ir!" jawab Malaikat Maut.

Lalu iblis terhempas ke tanah sesekali. Terkadang iblis berteriak atau lari kencang. Hingga ia sampai di tempat dahulu diturunkan dan dilaknat. Di sana malaikat penunggu neraka siap dengan rantai. Bumi terasa seperti api yang membara. Mereka mengikatnya dengan rantai² itu sehingga kematian dan pencabutan nyawa begitu terasa menyakitkan.

Kemudian Allah Swt memerintahkan lautan agar mengering karena masanya telah habis. Lautan berkata: "Aku sangat sedih, di mana ombak dan keajaiban²ku?!" Maka Malaikat Maut berteriak dengan keras kepadanya. Air²nya langsung berantakan seolah tidak ada.

Setelah itu, Allah Swt memerintahkan agar gunung² dihancurkan sebab masanya telah habis. Gunung berkata: "Aku sangat sedih, di mana keluasan dan kebesaranku..??!" Maka Malaikat Maut berteriak keras hingga gunung itu hancur.

Lalu Allah Swt memerintahkan bumi agar hancur sebab masanya telah habis. Bumi berkata: "Aku sedih, di mana kerajaan, pohon, dan sungaiku..??" Malaikat Maut berteriak keras kepadanya hingga gundukan² tanah itu hancur berjatuhan dan airnya mengering. Setelah itu, Malaikat Maut naik ke langit. Di sana ia berteriak keras hingga matahari dan bulan menjadi redup, dan bintang² tidak bersinar kembali. Kemudian Allah Swt berkata:

"Wahai Malaikat Maut, siapa yang tersisa dari makhluk-Ku..??"

"Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail," jawab Malaikat Maut.

"Cabutlah nyawa Jibril" perintah Allah Swt.

Malaikat Maut lalu mencabut nyawa Jibril. Seketika itu, Jibril jatuh seperti onggokan tanah yang sangat besar. Kemudian Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut "Cabutlah nyawa Mikail."

Malaikat Maut segera mencabut nyawa Mikail. Dan seterusnya. Kemudian Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut:

"Cabutlah nyawa Israfil." Malaikat Maut menjalankan perintah-Nya. Dan seterusnya.

Kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Malaikat Maut: "Wahai Malaikat Maut, pergilah dan matilah di antara surga dan neraka."

Malaikat Maut pergi ke tempat yang dikehendaki Allah Swt, dan di sana ia mati. Kemudian dengan kebesaran-Nya, Allah Swt berkata:

"Siapakah yang mempunyai kekuasaan hari ini..??"

Tidak ada satu makhluk pun yang menjawab itu. Allah Swt berkata untuk kedua dan ketiga kalinya. Namun tidak ada satu makhluk pun yang menjawab. Lalu Allah Swt berkata:

"Kekuasaan itu milik Allah Yang Maha Memaksa!"

Kemudian Allah Swt berkata: "Di mana para raja dunia..?? Di mana para diktator..??"

Lalu Allah Swt membuat gunung seperti kapas yang beterbangan, melipat bumi yang penuh kemaksiatan, dan memasang Jahannam di atasnya. Setelah itu, Allah Swt menggantikannya dengan bumi yang putih, mendirikan di atasnya surga, yang kemudian semua makhluk digiring di atasnya.

Kemudian Allah Swt memerintahkan agar Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail hidup kembali. Yang pertama kali hidup adalah Israfil, lalu mengambil terompet dari 'Arsy. Setelah itu, ia pergi kepada Malaikat Ridwan, dan berkata kepadanya: "Hiasilah surga untuk Muhammad dan umatnya!"

Jibril datang dengan buraq yang dipelana dan dikendalikan dari surga, serta membawa "Bendera Pujian" dan dua pakaian dari surga.

Mereka (para malaikat) pergi mencari kuburan Nabi Muhammad ﷺ. Mereka saling bertanya satu sama lain, tetapi tidak mengetahuinya. Kemudian dari kuburnya, keluar cahaya terang menuju langit. Jibril berkata:

"Wahai Israfil, panggillah Muhammad. Sebab semua makhluk akan tergiring dengan panggilanmu."

"Engkau saja, wahai Jibril! Engkau adalah kekasihnya di dunia. Panggillah!" jawab Israfil.

"Aku malu kepada Muhammad," jawab Jibril.

"Panggillah Muhammad!" kata Israfil.

Akhirnya, Jibril memanggil:

"Wahai ruh yang baik, bangunlah menuju tempat penentuan nasib dan penghitungan amal, dan agar engkau bertemu dengan Allah Yang Maha Rahman!"

Setelah itu, kubur Nabi Muhammad ﷺ terbelah. Dan beliau terlihat sedang duduk dengan rambut dan jenggot kotor bercampur debu. Jibril menghadap kepada beliau, dan memberikan dua pakaian dari surga itu. Nabi Muhammad ﷺ bertanya kepada Jibril:

"Wahai Jibril, hari apa ini..??"

"Ini adalah hari kiamat, Hari Kebangkitan, dan Hari Penyesalan," jawab Jibril.

"Wahai Jibril, beri aku kabar gembira," kata Nabi Muhammad ﷺ.

"Aku membawa buraq dengan bendera Al-hamd dan mahkota."

"Aku tidak meminta itu," jawab Nabi Muhammad ﷺ.

"Surga telah disiapkan dan pintu neraka ditutup, karena kedatanganmu!" ungkap Jibril.

"Bukan itu pintaku! Aku bertanya tentang umatku yang berbuat dosa. Maka semoga engkau meninggalkan mereka di ash- Shirat," kata Nabi Muhammad ﷺ.

Israfil berkata: "Demi kemuliaan Tuhan, wahai Muhammad, aku belum meniup terompet!"

"Kalau begitu, aku senang dan tenang," kata Nabi Muhammad ﷺ.

Kemudian Nabi Muhammad ﷺ mengambil mahkota dan mendekat kepada buraq. Buraq itu berkata:

"Demi keagungan Tuhanku, aku tidak akan dinaiki siapa pun, kecuali Muhammad putra Abdullah at-Tihami, pemegang al-Qur'an."

"Hai buraq, aku adalah Muhammad," sahut Nabi Muhammad ﷺ.

Lalu Nabi Muhammad ﷺ menaikinya dan melesat ke pintu surga. Di sana beliau langsung tersungkur bersujud. Namun ada suara yang memanggil:

"Angkatlah kepalamu. Hari ini bukan hari ruku' dan sujud, melainkan hari penghitungan amal dan azab. Maka angkatlah kepalamu. Dan mintalah, maka engkau akan diberi."

"Tuhanku, apa yang Engkau janjikan kepada umatku..??" tanya Nabi Muhammad ﷺ.

"Aku akan memberikan sesuatu kepadamu yang membuatmu ridha."

Kemudian Allah Swt memerintahkan Israfil agar meniupkan terompet untuk tiupan kebangkitan. Israfil berkata:

"Wahai tulang² yang hancur, jasad² yang lebur, kulit² yang sobek, dan rambut² yang berguguran, bangkitlah kalian semua untuk pengadilan!"

Lalu mereka bangun dengan izin Allah Swt. Mereka melihat ke langit yang telah sobek, bumi telah diganti, matahari redup, unta² bunting telah ditinggalkan, timbangan ditegakkan, surga telah dihamparkan, dan seterusnya. Mereka berkata:

"Celakalah kami, siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami..??"

Orang² mukmin berkata:

"Ini adalah hari yang dijanjikan Tuhan dan dibenarkan oleh para rasul."

Mereka keluar dari kubur dalam keadaan lapar dan lesu. Lalu Allah Swt mengutus api agar menggiring mereka ke Mahsyar. Dan mereka menetap di sana selama tiga ratus tahun dalam keadaan semuanya menangis.


💧والله أعلم

MENARA FIR'AUN


Ketika Fir'aun takut jika kaumnya beriman kepada Musa, ia hendak melakukan sesuatu yang mampu menguatkan kekuasaan dan kerajaannya. Ia memerintahkan Menteri Haman untuk mendirikan menara. Lalu Haman memerintahkan membuat batu bata, perekat, dan segala hal yang dibutuhkan untuk membangun menara, seperti kayu dan lain sebagainya. Ia mengumpulkan para pekerja hingga mencapai lima puluh ribu, kecuali para pengikut dan pembantu yang dibayar. Ia membangunnya selama tujuh tahun dengan bentuk bangunan yang sangat tinggi dan tidak ada yang menyamainya selama diciptakan langit dan bumi. Ia melakukan itu berdasarkan hasrat dan kemauan Fir'aun.

Ketika menara itu selesai dibangun, Musa merasa cemas dan berat hati. Maka Allah Swt memerintahkan Musa agar meninggalkannya karena Allah Swt akan menghancurkannya dalam sekejap. Fir'aun dan beberapa orang penting kerajaan naik ke menara. Mereka membidik panah ke arah langit. Lalu panah tersebut kembali ke bawah berlumuran darah. Mereka berkata:

"Kami telah membunuh Tuhan Musa."

Kemudian Allah Swt memerintahkan Jibril agar menara tersebut dihancurkan menjadi tiga bagian. Satu bagian diletakkan di laut, satu bagian di India, dan satu bagian di Maghrib.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa satu potongan dari menara tersebut jatuh kepada kaum Fir'aun. Maka sebanyak satu juta orang mati terbunuh oleh potongan itu. Allah Swt menghancurkan itu saat terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. Ketika Fir'aun mengetahui hal itu, dan sadar bahwa dirinya gagal, ia menabuh genderang perang dengan Musa. Maka Allah Swt menguji Fir'aun dan kaumnya dengan sembilan hal, yaitu tongkat Musa, topan, belalang, kutu, katak, darah, kebutaan, dan terbelahnya lautan. Semuanya disebutkan dalam kitab² tafsir. Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 133_134]


💧والله اعلم💧

TIUPAN


Tiupan terbagi lima, yaitu:


1) Tiupan terompet Israfil pada hari kiamat


2) Tiupan ruh dari Jibril ke dalam rahim Maryam


3) Tiupan Isa pada tanah liat untuk menghidupkan burung


4) Tiupan Allah Swt kepada tanah liat Adam


5) Tiupan Dzul Qarnain pada besi untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj.

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧


FAEDAH: TENTANG KEBANGGAAN DUNIA


Terdapat sepuluh kebanggaan dunia yang tidak akan bermanfaat di akhirat kelak. Yaitu: harta, anak, kecantikan/kecakapan, kefasihan, kemuliaan, teman, pengikut, pangkat, pertolongan, dan rekayasa.

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: KESAMAAN PARA MAKHLUK


Terdapat sepuluh hal yang dilalui oleh para makhluk. Yaitu, kematian, pengumpulan, membaca buku catatan amal, hisab, timbangan, shirat, pertanyaan, balasan, kebangkitan, dan jeritan

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: PENYEBAB HANCURNYA NEGARA


Hancurnya Makkah oleh Habasyah, Madinah dan Bukhara oleh kelaparan, Kufah dan Irak oleh penjajahan Turki, Yaman oleh belalang, Hamdan oleh penjajahan Dailam. Armenia hancur oleh petir, Khalwan oleh angin, Balkh oleh air, Tirmidz oleh wabah, Mazmar oleh pasir, Hirah oleh hujan ikan yang memakan penduduknya.

Kirman hancur oleh tentara yang merobek² penduduknya, Sijistan dengan gunung, Kibrit dijatuhi api hingga semua penduduknya terbakar. Sind dan India hancur oleh penyerangan orang² kulit hitam, sebab penduduknya menjual orang² merdeka, Baitul Maqdis dan gunung Sinai terangkat. Adapun Samarkand, Syasy, Isbijab, dan Khawarizm dihancurkan oleh Banu Qanthura sehingga negara mereka menjadi seperti bangkai keledai.

📚[An-Nawadir. Hal. 134_135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: AWAL PENCIPTAAN ADAM


Dikatakan bahwa ketika Allah Swt menciptakan Adam dengan rupa tertentu, semua hewan buas, hewan galak, burung, dan ikan takjub melihatnya. Mereka berkata kepada yang lain:

"Berpisahlah, dan berpalinglah! Sebab seorang makhluk telah mengalahkan kalian."

Di antara mereka terdapat persahabatan. Sementara ikan² memberi tahu hewan² daratan tentang keajaiban lautan, begitu sebaliknya. Setelah itu, mereka memutus persahabatan tersebut. Hewan buas lari ke daratan, hewan galak lari ke gunung, hewan melata masuk ke tanah, burung² terbang ke sarang, dan ikan² berenang ke lautan.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

Faedah: Makna "Penciptaan manusia penuh keluh kesah"


Allah Swt berfirman:


ان الإنسان خلق هلوعا


"Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. al-Ma'aarij (70]: 19).


Ath-Thabari berkata: al-hulu' adalah hewan melata di belakang Gunung Qaf, yang setiap hari memakan rumput tujuh daratan dan meminum air sebanyak tujuh lautan. Pada malam hari, ia susah memikirkan rezeki yang akan dimakannya besok hari. Menurut pendapat lain; hewan tersebut memakan taman² seperti dunia dari timur ke barat setiap hari sebanyak tiga kali, dan minum seperti itu juga. Ketika waktu 'Isya tiba, salah satu bibirnya digigit karena lapar.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: ASAL MULA GARAM


Suatu pendapat menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim ﷺ hendak memberikan suguhan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ hingga hari kiamat. Allah Swt berkata: "Engkau tidak mampu melakukan itu"

"Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui keadaanku, dan Engkau kuasa mengabulkan permintaanku," ungkap Nabi Ibrahim.

Kemudian Allah Swt memerintahkan malaikat Jibril agar mendatangkan kepada Nabi Ibrahim satu genggam kapur surga. Lalu Nabi Ibrahim diperintahkan agar naik ke Gunung Abi Qubais dengan membawa garam tersebut, lalu ditiupkan ke angin. Nabi Ibrahim melakukan perintah tersebut. Maka kapur itu menyebar ke bumi. Setiap tempat yang kejatuhan kapur itu menjadi garam hingga hari kiamat. Dengan demikian, semua garam bumi adalah hidangan Nabi Ibrahim ﷺ.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: BERMACAM-MACAM REZEKI


Allah Swt menciptakan rezeki makhluk dan menentukan kadarnya sekaligus menjelaskan sebab²nya. Allah Swt memberikan sebagian rezeki di air, yang apabila dia keluar dari air itu maka akan mati. Allah Swt memberikan sebagian rezeki di daratan, yang apabila ia masuk ke dalam lautan niscaya akan mati.

Sebagian rezeki makhluk berasal dari madu, seperti semut. Sebagian rezeki berasal dari kotoran, seperti kumbang busuk. Sebagian rezeki dari cuka, seperti ulat cuka. Sebagian rezeki hanya dari bau, seperti jin yang hidup dengan bau sebagai makanannya, dan kendaraannya dari bau kotoran hewan. Sebagian rezeki terdapat pada badan manusia, seperti kutu dan nyamuk.

Sebagian rezeki masuk ke dalam tumbuh²an, seperti ulat tebu. Sebagian rezeki berasal dari api, seperti burung unta. Sebagian rezeki berasal dari kerikil, seperti burung Qatha. Sebagian rezeki berasal dari darah, seperti janin. Sebagian rezeki berasal dari rumput, seperti kuda.

Sebagian rezeki berasal dari cinta kepada Allah Swt, mereka adalah orang² yang makrifat. Sebagian rezeki berasal dari dzikir kepada Allah Swt, mereka adalah malaikat. Dan sebagian rezeki berasal dari ulat, seperti burung Hudhud. Maha Suci Allah, lagi Maha Bijaksana.

📚[An-Nawadir. Hal. 135_136]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: MENJAGA BASMALAH


Dikisahkan dari al-Qadhi Tajud Din Ibnu binti al-'Azzi, bahwasanya ia menulis sebuah kitab, yang mana ia memulainya dengan basmalah agar keberkahan melimpah kepada semua tulisannya. Kemudian ia menghiasi kitab itu, menjaga, dan memuliakannya.

📚[An-Nawadir. Hal. 136]

FAEDAH: KEUTAMAAN HARI 'ASYURA


Pertama kali Jibril turun kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah pada hari Asyura. Dan pada hari itu (hari 'Asyura) diciptakan langit, bumi, Lauh, Qalam, Jibril, malaikat, gunung, bintang, buraq, dan bidadari. Pada hari itu pula, pohon Tuba diciptakan dan rahmat dibagikan. Adam dan Hawa diciptakan, dan masuk surga pada hari itu juga. Penerimaan taubat Adam juga pada hari 'Asyura.

Nuh ﷺ Diangkat, tegaknya perahu Nuh di atas banjir besar, taubat Daud, diangkat rajanya Sulaiman, kelahiran Yunus, selamatnya dari kezhaliman, dan terbuka kaumnya dari cobaan, semuanya terjadi pada hari 'Asyura.

Ibrahim diangkat sebagai kekasih, selamatnya dari api, dan permulaan pembangunan Ka'bah terjadi pada hari 'Asyura. Kelahiran Ishaq, Ismail, tebusannya dengan seekor kambing kibas, ditolaknya Yusuf oleh Ya'qub, keluarnya Yusuf dari sumur dan dari penjara, pernikahannya dengan Zulaikha, serta kelahiran dan diangkatnya Isa, semuanya terjadi pada hari 'Asyura.

Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, pernikahannya dengan Khadijah, dan masuknya ke kota Madinah juga terjadi pada hari 'Asyura. Kelahiran Fathimah, Hasan, dan Husain, juga pada hari 'Asyura. Kelahiran Musa, perkataan Allah Swt kepadanya, pertemuannya dengan Allah Swt disebuah begawan, pernikahannya dengan binti Syu'aib, tenggelamnya Fir'aun, dan selamatnya Bani Israil terjadi pada hari 'Asyura. Informasi ini disampaikan oleh sebagian sejarawan. Hendaknya dicek kembali.

Adapun dimasaknya biji²an di Mesir, maka asal-mulanya adalah ketika selesai topan. Nuh mengeluarkan biji²an yang tersisa bersamanya sejumlah tujuh butir, yaitu kacang, gandum, beras, bawang merah, kedelai, jagung, dan beras. Semuanya dimasak, dan peristiwa itu terjadi pada hari 'Asyura.

Puasa, sedekah, mandi sunnah, bercelak, mengusap kepala anak yatim, mengunjungi ulama, shalat sunnah, memberikan keluasan kepada keluarga, memotong kuku, dan membaca surat al- Ikhlas sebanyak seribu kali disunnahkan pada hari 'Asyura.


Sebagaimana aku telah menyairkannya:


Berziarahlah kepada orang alim, berpuasa, bersedekah, dan bercelaklah

Berikan keluasan kepada keluarga, bershalatlah, dan basuhlah

Kepala anak yatim dan usaplah, potonglah kuku

Dan, bacalah surat al-Ikhlas sebanyak seribu kali


Nuh dan Musa menjalankan puasa pada hari itu. Sebagian ulama berkata: "Burung dan bintang² berpuasa pada hari itu." Dikisahkan bahwa seorang tawanan lari dari orang² kafır pada hari 'Asyura. Mereka menaiki tunggangan untuk menemukannya. Akhirnya mereka menemukannya. Akan tetapi malam menghalangi mereka. Ketika ia mengetahui hal ini, ia mengangkat kepala ke langit dan berdoa:

"Ya Allah, demi kemuliaan hari ini yang penuh berkah, selamatkan aku dari mereka."

Maka seketika itu mata mereka menjadi buta sehingga ia selamat dari kejaran mereka. Pada hari itu ia sedang berpuasa, namun ia tidak menemukan sesuatu untuk berbuka. Dalam keadaan demikian, ia pun memilih tidur. Tiba² malaikat datang mengunjunginya, dan memberikan seteguk air. Setelah itu, ia hidup selama dua puluh tahun tanpa membutuhkan makanan dan minuman.

📚[An-Nawadir. Hal. 136_137]


Faedah: Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ pada Hari Jum'at


Diriwayatkan dari Anas R.a bahwasanya ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa membaca shalawat kepadaku pada hari Jum'at sebanyak seratus kali, maka Allah Swt menunaikan kebutuhannya sebanyak seratus kebutuhan; tujuh puluh kebutuhan adalah kebutuhan akhirat, dan tiga puluh kebutuhan adalah kebutuhan dunia. Dengan bacaan shalawatnya kepadaku, Allah Swt mewakilkan seorang malaikat yang kemudian membawa shalawat tersebut masuk ke dalam kuburku, sebagaimana suatu hadiah datang kepada salah seorang di antara kalian. Lalu ia memberi tahu kepadaku tentang namanya, maka ia menetapkannya di sampingku dalam sebuah tulisan putih, yang mana aku akan membekalinya kelak pada hari kiamat."

📚[An-Nawadir. Hal. 137]

 

💧والله اعلم💧


FAEDAH: KEUTAMAAN ULAMA


Diriwayatkan dalam suatu hadits bahwa pada hari kiamat nanti, didatangkan seorang alim dari umat Nabi Muhammad ﷺ. Ia didirikan di hadapan Allah Swt. Kemudian Allah Swt berkata:

"Wahai Jibril, ambillah tangannya dan pergilah dengan membawanya kepada Muhammad!"

Maka Jibril membawa orang alim itu kepada Nabi Muhammad yang sedang berada di pinggir telaga yang memberikan air kepada orang² dengan wadah mereka. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berdiri dan memberikan air kepada orang itu (orang alim) dengan tangan beliau sendiri. Lalu orang² berkata:

"Wahai Rasulullah, engkau memberikan air kepada orang² dengan wadah. Sementara engkau memberikan air kepada ini (orang alim) dengan tanganmu sendiri."

"Benar. Sebab orang² sibuk dengan dunia melalui berdagang. Sedangkan orang ini sibuk dengan ilmu," jawab Nabi Muhammad ﷺ.

Kemudian orang yang sibuk dengan ilmu itu diperintahkan berjalan di atas Shirat. Tiba² seorang di bawah Shirat memanggilnya:

"Wahai seorang, tolonglah aku!"

Orang alim berkata; "Siapa kamu..??"

"Aku adalah salah seorang temanmu!" jawabnya.

"Wahai Tuhanku, tolonglah temanku!" pinta orang alim itu.

Kemudian teman orang alim itu pun diangkat dari bawah shirat. Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 137_138]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: BERZIARAH DALAM SURGA


Abu Muhammad al-Harwi berkata:

"Sesungguhnya penduduk surga saling berkunjung antara satu dengan yang lain selama seminggu. Pada hari Sabtu, anak² berkunjung kepada orang tua mereka. Pada hari Ahad, orang tua mengunjungi anak² mereka. Pada hari Senin, murid² mengunjungi ulama. Pada hari Selasa, ulama mengunjungi murid²nya. Pada hari Rabu, umat mengunjungi nabi²nya. Pada hari Kamis, para nabi mengunjungi umatnya. Pada hari Jum'at, semua makhluk mengunjungi Tuhan mereka dan menyucikan-Nya."

📚[An-Nawadir. Hal. 138]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: JASAD YANG TIDAK HANCUR


Disebutkan bahwa ada sepuluh orang yang jasadnya tidak hancur, yaitu: seorang yang berperang di jalan Allah Swt, orang alim, muadzin, pembawa al-Qur'an, nabi, orang yang mati syahid, perempuan yang mati pada saat nifas, orang yang menjalankan sunnah, orang yang terbunuh dengan zhalim, dan orang yang mati pada hari Jum'at.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa: "Allah Swt memuliakan syuhada dengan lima hal, yang mana Allah Swt tidak memuliakan seorang pun dari para nabi. Yaitu: ruh² mereka dalam genggaman-Nya, mereka tidak dimandikan dan dishalati, mereka dikafani dengan pakaian akhirat, disebutkan sebagai orang² yang masih hidup (meskipun sudah meninggal) di kuburan mereka, dan mereka mendapat syafaat dalam setiap harinya. Dan hal itu tidak diberikan kepada yang lain.

📚[An-Nawadir. Hal. 138]


💧والله اعلم💧

Faedah: Menganggap Baik Empat Hal dari Segala Sesuatu


Orang² bijak berkata:


1) Allah Swt menjadikan bulan yang dimuliakan sejumlah empat, sebagaimana malaikat pilihan berjumlah empat, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.


2) Kitab² pilihan sebanyak empat, yaitu: Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur'an.


3) Fardhu wudhu sebanyak empat, yaitu: membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki.


4) Kalimat tasbih ada empat, yaitu: subhanallah, walhamdu lillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.


5) Ilmu berhitung berjumlah empat, yaitu: tunggal, puluhan, ratusan, dan ribuan


6) Waktu berjumlah empat, yaitu: jam, hari, bulan, dan tahun.


7) Musim berjumlah empat, yaitu: musim semi, gugur, panas, dan dingin.


8) Tabiat berjumlah empat, yaitu: panas, dingin, basah, dan kering.


9) Percampuran berjumlah empat, yaitu: kuning, hitam, balgham, dan darah.


10) Unsur berjumlah empat, yaitu: udara, api, air dan debu.


11) Khulafaur Rasyidin berjumlah empat, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.


12) Gunung besar berjumlah empat, yaitu: Sina, Lebanon, Uhud, dan Judi.


13) Perhiasan para nabi ada empat, yaitu: khalil (kekasih), kalim (nabi yang diajak bicara), ruh, dan habib (kekasih).


14) Perhiasan langit berjumlah empat, yaitu: Arsy, Kursi, surga, dan malaikat.


15) Perhiasan makhluk ada empat, yaitu ulama, syuhada, para wali, dan orang² yang bertakwa.


16) Perhiasan jiwa ada empat, yaitu: wudhu, shalat, puasa, dan haji.


17) Perhiasan hati ada empat, yaitu: ma'rifah, ilmu, akal, dan tauhid.


18) Perhiasan anggota ada empat, yaitu: mata, telinga, tangan, dan kaki.


Allah Swt mengutus empat malaikat saat jenazah hamba diangkat menuju kubur. Salah satu malaikat berkata: "Ajal telah datang, dan amal telah terputus." Malaikat kedua berkata: “Harta telah pergi, dan yang tersisa hanyalah amal." Malaikat ketiga berkata: "Kesibukan telah hilang, dan bencana akan datang." Malaikat keempat berkata: "Beruntunglah bagi orang yang makanannya adalah halal dan selalu sibuk mengabdi kepada Dzat yang mempunyai keagungan."

📚[An-Nawadir. Hal. 138_139]


💧والله اعلم💧

Faedah: Menganggap Baik Lima Hal pada Setiap Sesuatu


"Ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt menyembunyikan lima hal dalam lima hal:


1) Allah Swt menyembunyikan ridha-Nya dalam suatu ketaatan, agar orang² bersungguh² melakukan ketaatan dan berharap kepada ridha-Nya.


2) Allah Swt menyembunyikan kemarahan-Nya dalam suatu maksiat dilakukan manusia, agar mereka bersungguh² menjauhinya karena takut terjatuh ke dalamnya.


3) Allah Swt menyembunyikan Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan dari manusia, agar mereka bersungguh² menghidupkan malam²nya dan berharap tepat mengenai Lailatul Qadar.


4) Allah Swt menyembunyikan nama-Nya yang Yang Agung pada semua nama-Nya, agar manusia mau bersungguh² berdoa untuk semua nama-Nya dan berharap bertepatan dengannya.


5) Allah Swt menyembunyikan kekasih²-Nya dalam kumpulan manusia sehingga mereka tidak menghina seorang pun, dan orang² tidak meminta doa kepada para kekasih itu karena adanya berkah dari doanya.


Sebagian menambahkan bahwa Allah Swt menyembunyikan waktu dikabulkannya doa pada hari Jum'at, agar orang² berusaha berdoa pada hari itu. Allah Swt. juga menyembunyikan ash-shalat al-wustha pada hari Kamis, agar orang² menjaganya secara keseluruhan.

📚[An-Nawadir. Hal. 139]


💧والله أعلم💧

FAEDAH: PEMBAGIAN REZEKI


Serigala memakan musang, musang memakan landak, landak memakan ular, ular memakan burung pipit, burung pipit memakan belalang, belalang memakan lalat, lalat memakan nyamuk, nyamuk memakan semut, semut hidup dengan menghirup segala sesuatu yang membuat mereka hidup.

📚[An-Nawadir. Hal. 140]


💧والله اعلم💧

Faedah: Belalang Menyerupai Sepuluh Binatang Kuat


Para ulama berkata: bentuk belalang menyerupai sepuluh binatang kuat, yaitu: mulutnya seperti kuda, matanya seperti gajah, lehernya seperti banteng, tanduknya seperti rusa, dadanya seperti harimau, perutnya seperti ular, sayapnya seperti garuda, pahanya seperti unta, kakinya seperti burung unta, dan telinganya seperti kalajengking.


Mengenai hal ini, suatu syair berbunyi:


Paha belalang seperti paha unta, betisnya seperti betis burung unta ¤ Dua sayapnya seperti dua sayap burung garuda

Dadanya seperti dada singa

Perutnya seperti ular tanah, aku menikmatinya ¤ Seperti kuda pada wajah dan mulutnya

Matanya mengingatkanku pada mata gajah, kemudian tanduknya ¤ Menyerupai tanduk unta wahai orang yang pandai memahami!

Suatu leher yang seperti leher banteng, begitu tampak bagi yang mengamati ¤ Dan suatu ekor yang seperti ekor kalajengking hidup, maka ketahuilah!


Sebagian lagi bersyair:


Zaman rusak, sementara riya terus menyebar ¤ Di tengah makhluk, maka semua orang pamer

Seperti belalang yang merasa paling kaya ¤

la makan makanan yang diberikan kepada fakir

📚[An-Nawadir. Hal. 140]

Faedah: Manusia Mempunyai Benteng


Sebagian orang 'Arif berkata:

Allah Swt menjadikan tujuh benteng kepada manusia, yang mana manusia berada di dalamnya. Sementara setan berada di luarnya, dan melongok seperti anjing. Apabila manusia merobek salah satu benteng tersebut, maka setan akan masuk ke dalamnya. Oleh sebab itu, benteng tersebut harus dijaga dan diberikan perhatian, khususnya benteng pertama, dan yang keenam selalu utuh, maka tidak apa².

Benteng pertama terbuat dari permata basah, yaitu adab jiwa. Di dalam permata itu, terdapat benteng dari zamrud, yaitu jujur dan ikhlas. Di dalam permata, terdapat benteng dari benda mewah, yaitu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Di dalam benda itu, terdapat benteng dari batu, yaitu syukur dan ridha. Di dalam batu, terdapat benteng dari besi, yaitu tawakkal. Di dalam besi terdapat benteng dari perak, yaitu iman. Di dalam perak terdapat benteng dari emas, yaitu makrifah(mengetahui) Allah Swt.


Allah Swt berfirman:


إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ


"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang² yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS. an-Nahl [16]: 99).

📚[An-Nawadir. Hal. 140_141]


💧والله اعلم💧

Faedah: Hinanya Perempuan Berakhlak Buruk


Disebutkan bahwa seekor kuda dengan keelokan yang disembunyikan menampakkan diri kepada Abu Muslim al- Khaulani. Abu Muslim al-Khaulani bertanya kepada pemiliknya:

"Mengapa kuda ini begitu bagus..?? Apakah untuk berjihad di jalan Allah Swt..??"

"Tidak," jawab pemilik kuda.

Kemudian orang² ikut bertanya:

"Apakah untuk bertemu musuh..??"

"Tidak," jawab pemilik kuda.

"Lalu mengapa kuda ini bagus, semoga Allah memberikan kebagusan kepadamu..??" tanya orang².

"Sebaiknya seorang laki² menaikinya untuk lari dari perempuan yang berakhlak buruk, dan tetangga yang buruk pula," jawab pemilik kuda.

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله اعلم💧


Tidak ada komentar:

Posting Komentar