Selasa, 23 Maret 2021

 nawadir 1

Muqaddimah kitab An-Nawadir.


(لقد كان في قصصهم عبرة لأولي الألباب ) سورة يوسف : ۱۱۱ )


"Sesungguhnya pada kisah² mereka itu terdapat pengajaran bagi orang² yang mempunyai akal." (QS. Yusuf [12]: 111.


Segala puji bagi Allah swt. Yang menjadikan hambaNya memperoleh petunjuk sebagai penasihat bagi dirinya sendiri dan menyalurkan rasa manisnya kerinduan dari mangkuk² minumanNya kepada hamba tersebut.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada poros peradaban nama dan sifat, junjungan dan tuan kita, Muhammad dengan sifat²nya yang sempurna. Bagitu juga kepada keluarga, sahabat, golongan, mertua dan penolongnya, yang dengan mengikutinya, mereka menampakkan pengetahuan dan permata berharga. Dengan mengikutinya, mereka juga menampakkan hal² yang lembut dan bermanfaat. Bagitu juga kepada para tabi'in.


Amma ba'du. Ini adalah kitab kecil yang mudah dipahami, namun tidak mengurai banyak ilmu. Pancaran kebaikannya mengalir dari lembaran²nya. Matahari menerangi semua tempat munculnya. Kitab ini mengandung cerita² ringkas yang bermanfaat, ungkapan² indah yang tinggi lagi semerbak, kisah² langka yang menakjubkan, faedah² yang berlimpah, dan catatan² yang asing dan berharga.

Kitab ini ditulis oleh "al-'Aalim, al-'Aamil, al-'Allaamah, penulis yang mendalami ilmunya, yang sempurna pemahamannya, yang mengumpulkan semua keutamaan, dan yang menampakkan uraian² masalah sulit, yaitu junjungan kita Syihabuddin Ahmad bin Salamah al-Hufi al-Qalyubi al-Misri.

Ia telah menuangkan kelebihan yang tidak terhitung, termasuk juga penjelasan dan kemanfaatan yang tidak ada ujungnya. Semoga Allah swt melanggengkan kebaikannya dan menempatkannya di surga yang luas. Semoga Allah swt mengucurkan keberkahannya kepada kita di ujung tutupnya yang indah. Dia-lah Dzat sebaik² wakil. Kepadanya tempat kita kembali. Dan Dia-lah yang mengetahui kebenarannya.

HIKAYAH YANG PERTAMA: "KEUTAMAAN BASMALAH"


Dikisahkan: seorang perempuan mempunyai suami munafik. Perempuan itu di setiap pekerjaan yang dilakukannya, baik perkataan atau perbuatan, ia selalu membaca basmalah. Melihat ini, si suami berkata dalam hati, "Aku akan melakukan sesuatu yang membuatnya malu."

Pada waktu yang direncanakan, si suami memberikan kantong kepada istrinya, dan suami berkata: "Jagalah kantong ini". istrinya pun meletakkan kantong itu disuatu tempat, dan menutupnya rapat². Kemudian si suami sengaja membuatnya lupa. Ia mengambil kantong itu dan mengambil isinya. Lalu si suami membuangnya disumur rumahnya.

Setelah itu, si suami meminta kantongnya dari istrinya. Sang istri itu pun mendatangi tempat penyimpanan kantong tadi seraya membaca: "Bismillah."

Allah Swt memerintahkan malaikat Jibril agar turun dengan cepat supaya mengembalikan kantong ke tempat penyimpanannya. Si istri mengulurkan tangannya ke dalam untuk mengambil kantong tersebut, dan ia menemukannya kantong itu sebagaimana semula.

Si suami pun kaget dengan peristiwa yang dilihatnya. Lalu si suami pun bertobat kepada Allah Swt.

📚[An-Nawadir. Hal. 13_14]

Hikayah yang kedua:
"Keutamaan mendirikan shalat malam."

Diceritakan seorang laki² membeli budak. Setelah pembelian selesai, si budak berkata kepada tuannya: "Wahai Tuanku, aku meminta darimu tiga syarat:
1) engkau tidak melarangku shalat ketika waktunya telah tiba.
2) engkau mempekerjakan aku pada siang hari, dan jangan menyibukkanku pada malam hari.
3) engkau memberikan aku sebuah rumah yang tidak dimasuki oleh siapa pun, kecuali aku. Tuannya berkata: "Engkau memperoleh hak itu. Lihatlah pada rumah² ini." Si budak berkeliling memilih rumah untuk tempat tinggalnya. Ia memilih rumah yang rusak dan hampir roboh. "Mengapa engkau memilih rumah roboh ini?" tanya tuannya. "Wahai Tuanku, ketahuilah bahwa rumah roboh yang bersama Allah, maka sejatinya berdiri tegak dengan kebun indah." Tuannya diam mendengar jawaban itu. Pada malam harinya, si budak tinggal di tempat itu. Suatu malam, tuannya mengundang teman²nya untuk minum dan bersenang² bersama. Ketika tengah malam, dan teman²nya telah pulang, ia berkeliling di antara rumah²nya. Pandangannya jatuh pada ruang si budak. Tiba² di sana terdapat pelita dari cahaya yang bergantungan di langit. Sementara itu, si budak sedang sujud bermunajat kepada Tuhannya, dan berkata: "Tuhanku, aku harus melayani tuanku pada siang hari. Seandainya tidak ada ia, maka akan aku gunakan waktuku bagiMu, baik siang maupun malam. Maka, ampuni aku!"
Tanpa beranjak dari tempatnya, majikan itu terus memandang budaknya dengan rasa takjub sampai terbit fajar. Kemudian pelita itu hilang dan yang tampak adalah atap rumah. Setelah itu ia datang kepada istrinya memberitahu peristiwa yang baru saja dilihatnya.
Pada malam berikutnya, ia dan istrinya sengaja melihat ruangan si budak dari luar, mereka melihat pelita yang bergantungan di langit itu menyinari si budak. Sementara si budak bersujud dan bermunajat hingga terbit fajar.
Keesokan harinya mereka memanggil si budak.
"Engkau merdeka karena Allah Swt semata. Sehingga engkau boleh menggunakan waktumu untuk mengabdi kepada orang yang mengizinkan beberapa waktu untukmu," ucap mereka.
Setelah itu mereka memberi tahu periatiwa yang mereka lihat tentang karamah Allah Swt. Mendengar ucapan itu, sang budak pun langsung menganngkat tangannya ke langit:
"Tuhanku, aku memintaMu agar tidak membuka tutupku dan tidak menampakkan keadaanku. Apabila engkau telah membukanya, maka ambillah aku kembali kepadaMu."
Tiba² budak itu pun meninggal dunia.
Semoga Allah Swt merahmatinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 14]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE TIGA: {"MENUNAIKAN HAK 'IBADAH"}

Diceritakan; Seorang hamba mengerjakan shalat. Ketika sampai pada ayat; "Iyyaaka Na'budu wa Iyyaaka Nasta'iin" (Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta pertolongan), terlintas di dalam benaknya bahwa ia adalah seorang hamba hakiki, Maka, sebuah suara rahasia berteriak; “Bohong, Engkau hanya menyembah makhluk!" Setelah itu, ia bertobat dan melepaskan diri dari berhubungan dengan orang². Kemudian ia melaksanakan shalat . Ketika sampai pada ayat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; "Bohong, Engkau hanya menyembah istrimu," Kemudian, ia menceraikan istrinya. Ia menjalankan shalat seperti biasanya. Ketika sampai pada kalimat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; “Bohong, Engkau hanya menyembah hartamu," Setelah itu, ia menyedekahkan semua hartanya. Ia kembali melaksanakan shalat. Ketika sampai pada ayat yang sama, sebuah suara rahasia berteriak; “Benar, Engkau benar² ahli ibadah."
📚[An-Nawadir. Hal. 14_15]

HIKAYAH YANG KE EMPAT: {"IBADAH ORANG SHALEH"}

Dihikayahkan: Isham bin Yusuf datang di suatu majelis Hatim al-Asham. Saat itu, Hatim al-Asham hendak menutup majelisnya, Namun ia bertanya: "Wahai Abu Abdirrahman, bagaimana shalatmu..?? "Hatim al-Asham memalingkan wajahnya kepada Isham bin Yusuf, dan berkata: “Apabila waktu shalat datang, aku bersiap², berwudhu lahir dan batin, lalu shalat."
“Bagaimana wudhu batin..??"
"Adapun wudhu lahir adalah membasuh anggota dengan air, Adapun wudhu batin adalah membasuhnya dengan tujuh hal, yaitu: taubat, penyesalan, meninggalkan cinta dunia, pujian makhluk, jabatan, khianat, dan hasud. Kemudian aku pergi ke masjid, Aku menegakkan anggota tubuh, Maka aku melihat Ka'bah, Kemudian aku berdiri diantara kebutuhanku dan takutku. Allah melihatku, Surga di samping kananku, dan neraka di samping kiriku. Sementara itu malaikat kematian berada di belakangku Seolah² aku meletakkan telapak kakiku di atas shirat dan menyangka bahwa ini adalah shalat terakhir yang aku lakukan. Kemudian, aku berniat membaca takbir dengan baik, membaca Faatihah dengan tafakur, ruku' dengan tawadhu', sujud dengan doa sungguh², tasyahud dengan penuh harap, dan salam dengan ikhlas. Ini adalah shalatku selama tiga puluh tahun.” Mendengar penjelasan itu, Isham bin Yusuf berkata: “Ini adalah sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh siapa pun, selain kamu.." Isham bin Yusuf pun menangis dengan tersedu².

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE LIMA: {"ISTIQAMAH SANGATLAH BAIK"}

Dihikayahkan: sesungguhnya seorang raja muda memerintah sebuah kerajaan, walopun demikian ia tidak mendapatkan kelezatan, ia berkata kepada teman² duduknya: "Apakah orang² seperti aku dalam masalah ini atau tidak..??"
"Mereka istiqamah, jawab mereka."
"Apa yang membuat aku tegak..??" tanya raja.
"Ulama bisa membuatmu tegak," jawab mereka. Kemudian raja muda itu pun memanggil ulama negaranya dan orang² shaleh yang ada di sana, Ia berkata kepada mereka: "Tinggallah kalian bersamaku, Apa yang kalian lihat dariku suatu ketaatan, maka perintahkanlah. Dan apa yang kalian lihat dariku suatu kemaksiatan, maka laranglah."
Mereka melakukan itu Dan raja secara istiqamah memimpin kerajaan selama empat ratus tahun. Lalu suatu waktu iblis la'natullah datang kepada raja, "Siapa kamu..??" tanya raja.
"Aku Iblis, Akan tetapi beri tahu aku siapa kamu..??"
"Aku seorang laki² keturunan anak Adam," jawab raja.
“Apabila engkau keturunan anak Adam maka engkau akan mati sebagaimana anak Adam. Engkau tidak lain adalah Tuhan. Ajaklah orang² agar menyembahmu," kata iblis.
Kata² itu ternyata membuat raja takluk, Ia naik ke atas mimbar dan berkata: "Wahai manusia, aku menyembunyikan sesuatu kepada kalian. Sekarang waktu pemberitahuan telah tiba, Kalian mengetahui bahwa aku adalah raja kalian selama empat ratus tahun.  Seandainya aku dari keturunan Adam, niscaya aku sudah mati seperti anak Adam lain. Akan tetapi aku adalah Tuhan.  Maka, sembahlah aku.
Maka waktu itu Allah Swt Menurunkan wahyu kepada salah seorang Nabi pada zamannya agar memberi tahunya,” Aku akan teguh padanya, selama ia teguh padaKu. Ketika ia berpaling dengan melakukan maksiat kepadaKu, maka demi keagungan dan kebesaranKu, maka aku kuasakan Bakhtanshar menaklukkan dirinya."
"Beberapa waktu kemudian, Bakhtanshar mengalahkannya.  Ia dipenggal kepalanya, Lalu Bakhtanshar meretakkan gudangnya yang menyimpan tujuh puluh perahu emas.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE ENAM: {"PENDAPAT YANG BAGUS"}

Harun Ar-Rasyid mempunyai seorang budak hitam lagi jelek ketika dipandang, suatu hari Harun Ar-Rasyid menyebarkan banyak dinar di hadapan budak² perempuannya, mereka pun berebutan dinar itu sementara budak hitam tersebut hanya berhenti melihat wajah Harun Ar-Rasyid, lalu dikatakan kepada budak hitam itu:
"Kenapa engkau tidak mengambil dinar..??"
"Sesungguhnya yang mereka cari adalah dinar, sedangkan yang aku cari adalah pemilik dinar," jawab budak itu.
Mendengar ucapan seperti itu, Harun Ar-Rasyid takjub, lalu mendekatinya dan memujinya. Akhirnya, tersebarlah berita kepada para raja bahwa Harun Ar-Rasyid jatuh cinta kepada seorang budak perempuan hitam, Ketika hal itu didengar olehnya, Harun Ar-Rasyid mengutus utusan agar mengumpulkan semua raja di istananya, Harun Ar-Rasyid juga memerintahkan mendatangkan semua budak dan masing² diberi satu mangkuk dari permata. Setelah itu Harun Ar-Rasyid memerintahkan mereka agar membanting mangkuk tersebut, Semua menolaknya. Hanya ada satu yang melakukan, yaitu budak perempuan hitam yang jelek itu, Ia melemparnya dan memecahkannya. Kemudian, Harun Ar-Rasyid berkata: lihat lah budak ini, wajahnya memang buruk akan tetapi, perilakunya mulia. selanjutnya sang khalifah bertanya kepada budak perempuan hitam itu, "Kenapa engkau melakukan itu..??"
Budak perempuan hitam itu pun menjawab, Engkau telah memerintahkanku memecahkanya, Aku melihat bahwa pecahnya mangkuk menyebabkan gudang harta khalifah berkurang. Sementara tidak memecahkannya berarti telah menentang perintah khalifah, Kekurangan pertama lebih utama, untuk terus melestarikan kehormatan khalifah. Dan aku melihat bahwa memecahkannya menjadikan diriku di anggap gila Sementara membiarkannya berarti aku di anggap menentang khalifah, Maka telah jelaskan bahwa yang pertama lebih aku sukai daripada yang kedua.
Jawaban itu membuat para raja memujinya, dan Akhirnya mereka mengetahui alasan khalifah mencintainya.
Wallaahu A'lam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH: {"KEMULIAAN"}

Diceritakan: ada seorang lelaki tidur di masjid dan bersamanya ada tali celana yang berisikan dinar, ketika bangun lelaki itu tidak menemukan tali celananya dan ia melihat Ja'far As-Shadiq sedang shalat, ia mengira ini ada hubungannya dengan Ja'far As-Shadiq. Setelah selesai shalat Ja'far As-Shadiq langsung bertanya:
“Ada apa..??"
"Tali celanaku hilang dan disisiku tidak ada orang lain selain engkau."
"Berapa uang di dalam tali celanamu..?" "Seribu dinar" Setelah itu Ja'far As-Shadiq pulang ke rumah lalu membawa seribu dinar bagi laki² yang telah kehilangan tali celananya, laki² itu pun pergi ke teman²nya, Mereka pun berkata: "Tali celanamu ada di tangan kami dan kami sengaja mengerjaimu." "Mengetahui hal itu , laki² itu kembali ke rumah dan mencari dinar yang telah diberikan Ja'far As-Shadiq, Sebelum pergi , teman² laki² itu mengatakan bahwa Ja'far As-Shadiq adalah anak paman Rasulullah ﷺ. Kemudian laki² itu pergi kepada Ja'far As-Shadiq hendak mengembalikan dinar yang diberikannya tadi, namun Ja'far As-Shadiq tidak menerimanya.
“ Ketika kami telah mengeluarkan sesuatu dari milik kami, maka tidak akan kembali lagi kepada kami," ucap Ja'far As-Shadiq, Radhiyallahu 'Anhum.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN: {"KEUTAMAAN TAAT"}

Seorang anak laki² dari Bani Israil sedang mengalami sakit parah, ibunya bernadzar: apabila Allah Swt menyembuhkan anaknya maka ia akan keluar dari dunia selama tujuh hari.  Kemudian, Allah Swt.  menyembuhkan sakitnya.  Akan tetapi, si ibu belum memenuhi nadzarnya.  Suatu malam, saat tidur, ia bermimpi didatangi seseorang dan berkata: "Penuhilah nadzarmu agar engkau tidak tertimpa musibah besar dari Allah Swt."  Keesokan harinya ia memanggil anaknya dan menceritakan kisahnya. Si ibu memerintahkan anaknya agar menggali kuburan untuknya dan memendamkan disana. Anaknya melaksanakan itu.  Ketika hendak masuk liang kubur, si ibu berkata, “Tuhanku, junjunganku, dan Tuanku!  Aku melakukan usahaku dan kekuatanku.  Dan aku akan memenuhi nadzarku.  Maka jagalah aku di kubur ini dari segala kejelekan.  "Setelah itu, anaknya memasukkan tanah ke dalam kubur hingga tertutup rapat. Kemudian, anak itu pergi. Di dalam kubur dari arah kepala si ibu melihat cahaya yang memancar dan sebuah lubang, Ia mengintip ke dalam dan melihat taman yang di dalamnya terdapat dua orang perempuan “Wahai perempuan, keluarlah dari tempatmu dan duduklah bersama kami,” ajak dua perempuan yang berada di taman tersebut, Tiba² lubang itu melebar sehingga si ibu itu bisa masuk ke taman tersebut. Di dalam taman itu terdapat telaga yang sangat bersih, Mereka duduk di sana, Lantas si ibu itu duduk di samping mereka dan mengucapkan salam kepada mereka, Mereka tidak menjawabnya. "Mengapa kalian tidak menjawab salamku..?? Padahal kalian mampu mengucapkannya..??" tanya si ibu kepada mereka. "Salam adalah ketaatan. Sementara kami dilarang melakukan itu," jawab mereka. Ketika si ibu itu sedang asyik duduk bersama mereka, tiba² seekor burung hinggap di kepala salah satu perempuan itu. Burung tersebut melingkupkan kedua sayapnya pada kepala perempuan itu. Lalu seekor burung lagi turun, hinggap di kepala perempuan yang lain, Namun burung ini mematuk kepala perempuan tersebut dengan paruhnya. Si ibu itu bertanya kepada yang pertama:
"Dengan apa engkau memperoleh karamah ini..??"
"Sewaktu di dunia, aku mempunyai suami, Aku taat kepadanya, Ketika aku keluar dari dunia, ia ridha terhadapku. Maka Allah Swt memberikan kemuliaan ini." Kemudian si ibu bertanya kepada perempuan kedua:
"Mengapa engkau mendapat siksa ini..??"
"Aku sebenarnya perempuan shalihah, Sewaktu di dunia aku mempunyai suami, tetapi aku bermaksiat kepadanya. Aku meninggal sedangkan ia membenciku. Maka Allah menjadikan kuburku sebagai taman karena kebaikanku. Akan tetapi Allah Swt menyiksaku seperti ini sebab bencinya suamiku kepadaku. Maka aku meminta kepadamu, apabila engkau kembali ke dunia tolonglah aku dengan datang kepada suamiku. Barangkali ia ridha kepadaku."
Ketika tujuh hari telah lewat, dua orang perempuan itu berkata kepada si ibu: "Berdirilah! Masuklah ke dalam kuburmu. Sebab anakmu datang mencarimu." Si ibu itu pun masuk ke dalam kuburnya dan menemukan anaknya sedang menggali kuburnya. Anak itu mengeluarkan ibunya dari kubur dan membawa pulang. Maka kabar tentang si ibu itu pun menjadi gempar, ia telah memenuhi nadzarnya. Orang² berdatangan untuk mengunjunginya. Suami perempuan yang disiksa di suatu taman datang kepadanya. Si ibu menceritakan perihal istri orang itu. Akhirnya suami perempuan itu memaafkannya. Pada malam harinya ia bermimpi bertemu dengan perempuan itu dan berkata: "Aku selamat dari siksaan karena kamu. Semoga Allah Swt memberikan balasan kebaikan dan memaafkan kesalahanmu."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN: {"KARAMAH"}

Diceritakan: 'Abdullah bin Al-Mubarak berkata: aku pernah tinggal di Makkah, saat itu Makkah tertimpa krisis pangan sangat parah. Orang² berkumpul meminta diturunkan hujan di tanah Arafah. Akan tetapi yang ada hanyalah suhu panas yang semakin meningkat. Mereka tinggal di sana selama satu Jum'at, sampai Jum'at berikutnya. Kemudian mereka keluar dari tempat itu.
Di antara mereka aku melihat seorang laki² hitam yang lemah tubuhnya, Ia mendirikan shalat dua rakaat lalu berdoa kepada Tuhannya kemudian bersujud dan berkata: “Demi keagunganMu, aku tidak mengangkat kepalaku dari sujud sehingga Engkau menurunkan hujan kepada hamba²Mu."
Beberapa saat kemudian aku melihat segumpal awan mendung yang tampak. Kemudian segumpal mendung lain yang menyatu dengannya. Setelah itu langit menurunkan hujan seperti sumur yang menumpahkan air. Ia memuji Allah dan pergi. Aku mengikutinya hingga melihatnya masuk ke dalam rumah perdagangan budak. Setelah mengetahui persis tempatnya, aku pun pulang. Keesokan harinya aku membawa beberapa dirham dan dinar. Aku datang ke rumah penjualan budak itu dan Aku berkata kepada pemiliknya: "Aku butuh seorang budak yang hendak aku beli." Pemilik rumah itu mengeluarkan sekitar tiga puluh budak.
"Apakah masih ada yang lain..??" tanyaku. "Masih ada satu orang yang menghindar dari tidak mau berbicara kepada siapa pun." "Perlihatkan ia kepadaku."
Pemilik rumah tersebut mengeluarkan budak itu. Benar, yang dibawa adalah budak yang aku lihat kemarin.
Aku berkata kepadanya, "Berapa engkau menjualnya..??"
"Dua puluh dinar. Tetapi untukmu aku menjualnya sepuluh dinar," timpal pemilik rumah.
"Tidak, aku akan menambahkan harga itu menjadi dua puluh tujuh dinar."
Ia menerimanya. Lalu aku mengambil tangan si budak dan kembali ke rumah.
Setelah itu budak itu berkata kepadaku: "Wahai Tuan, mengapa engkau membeliku..?? Padahal aku tidak mampu mengabdi kepadamu..??"
"Aku membelimu agar engkau menjadi Tuanku dan aku mengabdi kepadamu."
"Mengapa engkau melakukan demikian..??" "Sebab kemarin aku melihat engkau berdoa kepada Allah dan doamu dikabulkan. Aku mengetahui karamahmu."
"Apakah engkau melihatnya..??"
"Ya."
"Apakah engkau akan memerdekakan aku..??" "Engkau merdeka karena Allah semata."
Selanjutnya aku mendengar sebuah suara yang tidak aku ketahui fisiknya, "Wahai Ibnu Mubarak, bergembiralah! Sebab Allah telah mengampuni dosamu." Kemudian Ibnu Mubarak mengambil wudhu dengan sempurna dan melaksanakan shalat dua rakaat, dan berkata: "Segala puji bagi Allah Swt. Ini adalah pemerdekaan Tuanku yang kecil. Bagaimana dengan pemerdekaan Tuanku Yang Besar..??"
Si budak juga berwudhu dan melaksanakan shalat dua rakaat, lalu mengangkat tangannya: "Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa aku telah menyembah kepadaMu selama tiga puluh tahun. Dan perjanjian antara aku dan Enkau adalah Engkau tidak membuka tutupku. Apabila Engkau telah membukanya, maka ambillah aku kembali kepadaMu."
Setelah mengucapkan doa itu, ia jatuh dan Mendadak ia mati. Aku mengafaninya, namun tidak begitu bagus. Aku menyalatkannya dan menguburkannya. Ketika tidur aku bermimpi melihat seorang laki² tampan dengan pakaian bagus bersama seorang laki² besar dengan penampilan sama dengannya. Mereka meletakkan tangannya di atas yang lain. Ia berkata kepadaku: "Wahai Ibnu Mubarak, apakah engkau tidak malu kepada Allah Swt.!"
Selanjutnya ia berjalan. Aku menjawabnya, "Siapa kamu..??"
"Aku Muhammad Rasulullah. Dan ini adalah Abu Ibrahim."
"Bagaimana aku tidak malu sebab aku memperbanyak shalat!"
"Seorang wali meninggal dunia, Akan tetapi engkau tidak mengafaninya dengan baik."
Keesokan harinya aku mengeluarkan jenazah wali itu dan mengafaninya dengan kafan yang bersih. Aku menyalatkan dan menguburnya. Semoga Allah merahmatinya.

Abu al-Qasim al-Hakim pernah ditanya: "Mana yang lebih utama, seorang yang bermaksiat kemudian bertaubat atas maksiatnya, atau seorang kafir yang kembali kepada iman..??"
Abu al-Qasim al-Hakim menjawab: "Orang yang bermaksiat yang bertobat atas maksiatnya itu lebih utama. Sebab orang kafir pada saat kafirnya adalah orang lain. Sedangkan orang yang bermaksiat pada saat maksiat, ia mengetahui Tuhannya. Dan sesungguhnya orang kafir ketika masuk Islam, ia berpindah dari derajat orang lain kepada derajat al-'arif (orang yang mengetahui Tuhan). Sedangkan orang yang maksiat berpindah dari derajat al- 'arif kepada derajat kekasih.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt.:

إِنَّ الله يُحِبُّ التوابين وَيُحِبُّ المتطهرين

"...Sesungguhnya Allah menyukai orang² yang bertobat dan menyukai orang² yang menyucikan diri."
(QS. al-Baqarah [2]: 222).

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEPULUH: {"MASIH TENTANG KARAMAH"}

Diceritakan: Seorang lelaki berkata:
Kami bersama para pedagang di sebuah kapal. Angin dan ombak mengguncangkan kapal kami. Kapal semakin tidak seimbang. Kami semua takut. Saat itu di pojok kapal terdapat seorang laki² yang memakai pakaian dari kulit unta. Ombak selalu menghantam kapal dengan keras. Bahkan air laut masuk ke dalam kapal. Maka kapal tersebut bertambah bebannya. Kami semua putus asa atas jiwa dan harta.
Selanjutnya laki² itu keluar dari kapal dan berdiri melaksanakan shalat dua rakaat di atas air. Kami berkata: "Wahai kekasih Allah selamatkan kami!" Setelah panggilan itu laki² yang memakai pakaian dari kulit onta itu tidak menoleh kepada kami.
Kami berkata lagi: "Dengan kebenaran kekuatanmu dalam beribadah kepadaNya, tolonglah kami dan selamatkan kami." Ia menoleh kepada kami dan berkata: "Bagaimana kalian ini..?? Padahal Dia tidak ada dari semua musibah ini." Kami berkata: "Lihatlah perahu ini, ombak dan angin yang menghantamnya." "Mendekatlah kepada Allah!" ucapnya.
"Dengan apa kami mendekatkan diri kepadaNya..??"
"Dengan meninggalkan dunia."
"Kami melakukannya." Setelah itu wali Allah itu berkata: "Keluarlah kalian dengan nama Allah."
Kami keluar dari perahu itu satu per satu berjalan di atas air sampai berkumpul semua di sampingnya. Kami berdiri di atas air, Jumlah kami pada waktu itu adalah dua ratus orang atau lebih. Kemudian kapal yang kami naiki tenggelam dengan semua harta yang diangkutnya. Wali Allah itu berkata kepada kami: “Adapun dari kesusahan dunia, kalian telah selamat. Maka keluarlah!"
Kami berkata kepadanya: "Kami bertanya kepadamu dengan nama Allah Swt., siapa kamu..??"
"Aku Uwais al-Qarni."
"Di dalam kapal itu terdapat harta orang fakir Madinah. Seseorang dari Mesir mengirimnya untuk mereka."
Apabila Allah Swt mengembalikan harta itu kepada kalian, apakah kalian akan membagi harta itu kepada orang² fakir Madinah..??" tanyanya.
"Ya," jawab kami.
Kemudian wali tersebut melaksanakan shalat dua rakaat di atas air, lalu bermunajat dengan doa pelan. Tiba² perahu yang sudah tenggelam itu muncul kembali dengan semua harta yang diangkutnya. Kami senang dan menaiki perahu itu kembali. Setelah berlabuh kami segera ke Madinah dan membagikan harta itu kepada mereka. Maka tidak ada seorang pun yang fakir di kota tesebut selamanya.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEBELAS: {"KEUTAMAAN MENYERAHKAN DIRI PADA PENGADILAN"}

Diceritakan: Thariq Ash-Shadiq mendapat julukan Shadiq disebabkan peristiwa yang dialaminya, Yaitu ketika jatuh di sumur Mu'atthalah, Setelah ia di dalam sumur, rombongan haji melintas di samping sumur, mereka berkata: "Sebaiknya kita menutup bibir sumur ini supaya tidak ada seorang pun yang jatuh ke sana," ujar mereka. Dalam batin Thariq berkata: "Apabila engkau benar, maka diamlah!" Thariq pun diam.
Kemudian rombongan haji itu menutup bibir sumur dan berpaling dari tempat tersebut. Thariq merasakan gelap yang amat sangat. Tiba² ada dua lampu di sampingnya. Ia mengamati dua cahaya itu. Betapa kagetnya ternyata mata ular yang sangat besar. Ular itu menghadap kepada Thariq, di dalam hati ia berkata: "Dengan demikian, tampak jelas antara orang yang benar dan yang suka bohong."
Ketika ular itu sudah begitu dekat dengan Thariq, ia menyangka bahwa hewan melata tersebut akan memakannya. Akan tetapi ular tersebut malah naik sampai bibir sumur. Kemudian ular itu menjadikan ekornya mengikat leher Thariq dan membuat lingkaran di bawahnya, Lalu ular itu membawa Thariq ke atas seperti bayi, Ular itu menghilangkan segala sesuatu yang menutupi sumur dan mendorongnya ke tanah. Kemudian ular itu mendorongkan ekornya mengeluarkan Thariq. Masya Allah.
Setelah itu Thariq dikagetkan oleh suara: "Ini adalah kasih Tuhanmu yang telah menyelamatkanmu dari musuhmu dengan musuhmu." Maka ini lah sebabnya Thariq dijuluki Shadiq.
📚[An-Nawadir. Hal. 20_21]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA BELAS: {"KEUTAMAAN BERPENDIRIAN TEGUH"}

Dikisahkan: Bahwasanya Mubaraz yang berasal dari Romawi menahan jamaah orang islam pada masa Khalifah 'Umar bin Khatthab.
Kemudian disifatkan kepada Raja Kalbu ar-Rum (Naqfur) bahwa di antara mereka jamaah orang islam itu ada seorang laki² kuat dan berwibawa, kemudian raja memanggil laki² tersebut dan ingin mengetahui tentangnya. Di depan raja terdapat tali panjang yang terbentang sehingga tidak ada seorang pun masuk bertemu raja kecuali dalam keadaan ruku'. Tatkala melihat tali tersebut, laki² itu enggan masuk ke dalam, dan ia berkata:
"Sesungguhnya aku malu kepada Muhammad ﷺ, kerana masuk ke rumah seorang kafir dalam keadaan ruku'," tegasnya.
Selanjutnya raja memerintahkan pasukan memindahkan tali penghalang agar laki² itu bisa masuk. Kemudian laki² tersebut pun memasukinya, Di sana raja berbicara dengan laki² kuat itu cukup lama, Beberapa saat kemudian raja memberikan tawaran kepadanya:
"Masuklah ke dalam agama kami, Nanti aku akan memasangkan sendiri cincinku di tanganmu,Lalu aku akan memberikan jabatan di Romawi. Dan kamu dapat melakukan apa saja terserah kamu," ucap raja.
"Berapa kekayaan dunia yang dimiliki Romawi..??" tanya laki² kuat itu.
"Sepertiga atau seperempat dunia," jawab raja. "Seandainya dunia berisi penuh emas serta perhiasan² dan pemiliknya memberikan semua kepadaku sebagai pengganti dari mendengarkan adzan selama sehari, niscaya aku tidak akan menerimanya.
"Apa itu adzan..??"
"Adzan adalah aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah."
"Sesungguhnya cinta kepada Muhammad telah teguh dalam hatinya, Maka tidak mungkin ia menarik agamanya pada saat ini," kata raja kepada punggawa. Kemudian raja memerintahkan agar menyiapkan periuk besar di atas api, lalu periuk besar tersebut diisi air. "Apabila airnya mendidih, lemparkan ia ke sana," perintah raja.
Ketika laki² kuat itu dilemparkan ke dalam periuk besar itu, ia membaca: "Bismillahir Rahmaanir Rahiim." Tiba² ia mampu menembus periuk besar tersebut dari satu sisi menuju sisi yang lain. Semua itu semata² karena kekuasaan Allah Swt. Pihak kerajaan pun kagum melihat kejadian ini, Raja yang juga menyaksikan peristiwa tersebut memerintahkan pasukan mendudukkan laki² kuat tersebut ke dalam rumah gelap dan membiarkannya tanpa makan dan minum, Raja juga memerintahkan para punggawanya agar memberikan daging babi dan khamar selama empat puluh hari, dan mereka melaksanakan perintah raja. Setelah empat puluh hari, pintu tahanan dibuka, Namun betapa mengejutkan, semua hidangan masih seperti semula di depan laki² kuat tersebut. Di rumah itu ia tidak makan dan minum sedikit pun.
"Mengapa kamu tidak memakannya..?? Padahal saat mudharat, memakannya diperbolehkan dalam agama Muhammad..??, tanya Raja.
"Apabila aku memakannya, kalian pasti senang. Sedangkan aku ingin kalian marah," ujar laki² kuat itu.
"Karena kamu tidak mau memakannya, maka sujudlah kepadaku Sehingga aku melepaskanmu dan orang² tawanan yang bersamamu," bentak raja.
"Dalam agama Muhammad sujud tidak diperkenankan kecuali kepada Allah Swt."
"Kalo begitu cium tanganku, aku akan membebaskanmu dan orang² tawanan yang bersamamu," bentak raja lagi.
"Ini juga tidak boleh kecuali kepada bapak, raja yang adil, atau guru," katanya.
"Kalo begitu cium keningku!"
"Aku akan melakukan ini dengan satu syarat." "Lakukan sesuka hatimu."
Selanjutnya laki² kuat itu meletakkan lengan bajunya di atas kening raja dan ia mencium kening raja dengan niat mencium lengan bajunya. Raja pun melepaskan laki² itu beserta orang² tawanan bersamanya. Tidak hanya itu, raja memberikan banyak harta dan menitipkan sepucuk surat untuk 'Umar bin Khatthab.
"Seandainya laki² ini hidup di negeri kami dan memeluk agama kami, maka sungguh kami mempercayai ibadahnya." Ketika surat tersebut sampai kepada 'Umar bin Khatthab, ia berkata:
"Jangan mengkhususkan memberikan harta kepada seorang saja, Akan tetapi sertakan juga kepada penduduk Madinah kota Rasulullah ﷺ." Akhirnya raja pun melakukan itu.
📚[An-Nawadir. Hal. 21_22]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA BELAS: {"KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA'BAN"}

Diceritakan: suatu ketika Nabi Isa ﷺ di dalam perjalanan, ditengah perjalanan ia melihat sebuah gunung yang tinggi, ia pun ingin mendakinya. Setelah mencapai puncak, ia dikagetkan oleh sebuah batu besar berwarna putih, Lebih putih daripada susu. Ia berjalan di sekeliling batu tersebut. Ia terkagum² dengan keelokan batu tersebut. Kemudian Allah Swt. menurunkan wahyu untuk Nabi Isa:
"Wahai 'Isa..apakah kamu senang Aku pertunjukan sesuatu lebih mengagumkan daripada pemandangan yang kamu lihat yang saat ini..??"
"Ya, wahai Tuhanku," jawab Nabi Isa.
Kemudian batu tersebut terbelah oleh seorang tua yang sebagian kepalanya berambut putih. Ia berada di atasnya sambil memegang tongkat berwarna biru. Di depan kedua matanya terdapat hidangan buah anggur. Ia berdiri melaksanakan shalat. Nabi Isa ﷺ takjub melihat pemandangan ini. "Wahai syekh, apa yang aku lihat ini..??" tanya Nabi Isa.
"Ini adalah rezekiku setiap hari," jawab orang tua tersebut.
"Selama berapa tahun engkau beribadah kepada Allah di atas batu ini..??" tanya Nabi Isa.
"Empat ratus tahun," jawab kakek itu. Nabi Isa berkata:
"Wahai Tuhan dan Junjunganku, aku tidak mengatakan Engkau menciptakan seseorang yang lebih utama dari ia."
Kemudian Allah Swt menurunkan wahyu kepada Nabi Isa ﷺ:
"Sesungguhnya seseorang dari umat Muhammad ﷺ yang menemui bulan Sya'ban dan melaksanakan shalat pada malam pertengahan bulan Sya’ban. BagiKu itu lebih utama daripada ibadah selama empat ratus tahun ini."
"Seandainya saja aku menjadi umat Nabi Muhammad ﷺ," kata Nabi Isa ﷺ setelah mendengar keutamaan malam pertengahan bulan Sya'ban bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT BELAS: {"MACAM² HUKUM"}

Diceritakan: Sesungguhnya penetapan hukum pada zaman Ibrahim al-Khalil ﷺ adalah dengan api, orang yang benar, yaitu apabila tangannya dimasukkan ke api, maka tidak terbakar. Sedangkan orang yang salah adalah jika tangannya dimasukkan ke api maka terbakar.
Pada zaman Nabi Musa 'Alaihissalam, hukum ditetapkan dengan tongkat. Artinya: tongkat akan diam dan tidak bergerak bagi orang yang benar. Sedangkan terhadap orang yang salah, tongkat bergerak² dan tidak tenang.
Hukum pada masa Nabi Sulaiman 'Alaihissalam ditetapkan dengan menggunakan angin. Bagi orang yang benar, maka angin menjadi tenang. Akan tetapi bagi orang yang salah, angin bertiup kencang, kemudian menerbangkan, dan menjatuhkannya ke tanah.
Hukum pada masa Dzu al-Qarnain ditegakkan dengan menggunakan air. Bagi orang yang benar, maka air menjadi keras saat ia duduk di atasnya. Dan bagi orang yang salah, air akan mencair pada waktu ia duduk di atasnya.
Pada masa Nabi Daud 'Alaihissalam, hukum ditegakkan dengan menggunakan rantai yang digantungkan. Apabila seseorang benar, maka ia dapat meraihnya. Namun apabila ia salah, maka ia tidak mampu menjangkau rantai tersebut.
Adapun hukum pada masa Muhammad ﷺ, ditegakkan berdasarkan sumpah atau dengan saksi. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt.:

{يُرِيدُ الله بِكُمُ اليسر وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ العسر}

"...Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu...." (QS. al-Baqarah [2]: 185).

Dalam sebuah hadits, diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi menyatakan: "Sesungguhnya: "al-Yusru" adalah nama surga, karena semua kemudahan ada di dalamnya. Sedangkan "al-'Usru" adalah nama neraka, Sebab semua kesukaran ada di sana." Meskipun demikian, ada pendapat lain yang tidak searah dengan hadits tersebut.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA BELAS: {"KEUTAMAAN PUASA"}

Diceritakan dari Sufyan Ats-Tsauri Radhiyallahu 'anh, beliau berkata:
Aku tinggal di Makkah selama tiga tahun. Ada seorang laki² penduduk kota tersebut setiap siang hari mengunjungi masjid. Di sana ia melakukan thawaf, shalat dua rakaat, dan mengucapkan salam kepadaku, Setelah itu ia kembali ke rumahnya. Lalu aku dan laki² itu menjadi teman dan mahabbah. Maka aku sering berkunjung ke tempatnya.
Pada suatu hari laki² itu sakit dan ia memanggil aku:
"Apabila aku mati, maka mandikan oleh kamu sendiri, shalatkan aku, dan kuburkan aku. Dan pada malam itu, jangan engkau tinggal aku sendirian di dalam kubur, tuntunlah aku untuk meng~esakan Tuhan tatkala pertanyaan Munkar dan Nakir," pinta laki² itu kepadaku.
Aku memegang teguh pesannya.
Ketika laki² itu meninggal, aku melakukan perintah yang ia titipkan kepadaku. Pada malam itu aku tidur di samping kuburnya di antara sadar dan tidak, aku mendengar sebuah suara dari atasku:
"Wahai Sufyan, ia tidak memerlukan engkau sebagai penjaga, penuntun, dan penghibur. Sebab kamilah yang menghibur dan menuntunnya."
"Dengan apa..??" tanyaku.
"Dengan puasa Ramadhan dan selah 'ied dilanjutkan enam hari puasa bulan Syawwal," jawab suara itu.
Setelah itu aku pun sadar dan aku tidak menemukan seorang pun. Kemudian aku berwudhu dan melaksanakan shalat hingga aku tertidur kembali. Aku kembali bermimpi seperti mimpi yang pertama hingga terhitung tiga kali. Maka aku berkesimpulan bahwa ini berasal dari Allah Yang Maha Pengasih, bukan dari setan. Setelah itu aku pergi dari kubur dan berkata:
"Ya Allah, berikanlah aku taufiq untuk menjalankan puasa itu atas anugerah dan kemuliaanMu.

HIKAYAH YANG KE-ENAM BELAS: {"MEMBAKTIKAN DIRI UNTUK IBADAH"}

Diceritakan: ada seorang laki² ahli ibadah yang beribadah kepada Allah Swt selama seratus tahun di tempat pertapaannya. Pada suatu ketika setan membuat was² ahli ibadah tersebut sehingga ahli ibadah itu pun turun dari tempat pertapaannya, dan pergi ke kota untuk mengunjungi kerabat² serta teman²nya karena Allah Ta'ala. Kemudian ia diajak oleh salah seorang teman di antara mereka untuk singgah ke rumahnya. Si teman itu pun membuat ahli ibadah tersebut bersumpah kepada Allah Swt agar memberikan pertolongan atas apa yang terjadi padanya. Ia pun menolongnya selama tujuh bulan.
Pada suatu sahur di antara malam² yang dilewati bersama teman itu, ahli ibadah tersebut menjerit dengan suara yang mencemaskan, kemudian pemilik rumah itu bangun dari tempat tidurnya dalam keadaan cemas, dan ia bertanya:
"Apa yang terjadi padamu..??"
"Sebuah lampu dinyalakan untukku dan juga kepadanya," jawab ahli ibadah tersebut. Kemudian ia melanjutkan perkataannya:
"Aku bermimpi bertemu seorang laki² berwajah tampan dan berpakaian bersih, dan ia berkata kepadaku: "Aku adalah Rasulullah." Cacat apa yang engkau lihat pada Allah Swt dan rasulNya sehingga engkau meninggalkan ibadah kepadaNya..?? Kembalilah ke tempat pertapaanmu sebelum engkau meninggal dunia."
Setelah menceritakan mimpi itu kepada temannya, seketika itu juga laki² ahli ibadah itu keluar dari rumah tersebut dan Ia berkeliling di padang Sahara, ia minum dari air hujan serta makan dari daun² pohon, kemudian ia menyeru:
"Wahai Tuhanku.. tubuhku penuh cacat, hatiku sedih, dan lisanku mengiqrar dengan dosa. Maka ampunilah aku wahai Maha Pengampun, wahai Maha Penutup aib, wahai Maha Mengetahui alam ghaib."
Kemudian laki² ahli ibadah itu sampai di tempat pertapaannya, dan di sana teman²nya berada di dalam ruangan pertapaan. Ketika ia melangkahkan salah satu kaki ke dalam rumah, ia melihat suatu tulisan, dan Ia berpikir tentang tulisan tersebut, lalu Ia melihat ada empat baris kalimat yang berbunyi:
1) Engkau bertawakkal kepada Kami  maka Kami memberikan kecukupan kepadamu, dan engkau mengalahkan Kami, maka Kami meninggalkanmu.
2) Engkau menghadap kepada Kami, maka Kami menerimamu.
3) Engkau melepaskan dosa², maka Kami mengampuni dan mengasihimu.
4) Engkau menginginkan sesuatu yang Kami miliki, maka Kami memberimu."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH BELAS: {"KEUTAMAAN IKHLAS"}

Diceritakan Suatu hari Asy-Syibli menyampaikan suatu ceramah dengan penuh wibawa tentang Allah Swt, di suatu majelis. Seorang pemuda yang mendengar ceramah itu berteriak kencang hingga mati, para kerabatnya mengadukan hal tersebut kepada penguasa setempat. Mereka mengaku bahwa anaknya terbunuh.
"Apa yang kamu katakan..??" tanya penguasa kepada pemuda yang sudah meninggal tersebut.
"Wahai Amirul Mukminin..sebuah ruh yang rindu, menangis, kemudian diajak, dan memenuhi panggilan. Maka apa salahku..??"
Jawab mayat itu.
Amirul Mukminin pun menangis dan berkata kepada para kerabat pemuda yang telah meninggal tersebut:
"Lepaskanlah jalannya, Ia tidak mempunyai dosa!"
Wallaahu a'lam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN BELAS: {"KEUTAMAAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH"}

Diceritakan: Bahwasanya Dzun Nun Al-Mishri berburu di laut dan anak perempuannya yang kecil ikut bersamanya, Dzun Nun melemparkan jala ke laut dan berhasil menangkap seekor ikan. Setelah mengetahui hasil tangkapannya, ikan itu hendak diambil dari jala. Namun anak perempuannya yang kecil itu melihat bahwa ikan dalam jala tersebut menggerak²an mulutnya. Lalu anak itu mengambil ikan dari jala dan melemparkannya lagi ke laut.
"Mengapa engkau melakukan itu..??" tanya Dzun Nun al-Mishri kepada anaknya.
"Ayah,, aku tidak rela seekor makhluk yang berdzikir kepada Allah Swt, dimakan," jawab si anak.
"Terus apa yang akan kita kerjakan..??"
"Kita bertawakkal kepada Allah Swt, dan Allah akan memberikan rezeki kepada kita dari hewan yang tidak disebutkan oleh Allah Swt," jelas si anak.
Sang ayah pun meninggalkan perburuan ikan. Mereka berdua berdiam diri dan bertawakkal kepada Allah Swt Sampai sore, namun tidak ada sesuatu pun rezeki yang datang kepada mereka berdua. Ketika 'Isya tiba, Allah Swt menurunkan berbagai makanan dari langit dan bermacam² warnanya kepada mereka berdua. Setiap malam makanan itu diturunkan oleh Allah Swt hingga berlangsung selama sekitar dua belas tahun. Dzun Nun menyangka bahwa pemberian makanan² tersebut sebab shalat, puasa, dan ibadahnya. Kemudian anak perempuannya Dzun Nun Al-Mishri pun meninggal dunia. Setelah anaknya meninggal dunia tidak ada makanan yang turun kepada Dzun Nun Al-Mishri. Maka ia meyakini bahwa makanan tersebut diberikan karena anaknya bukan karenanya. Pada akhirnya Dzun Nun Al-Mishri kembali kepada persangkaan semula (pemberian makanan² tersebut sebab shalat, puasa, dan ibadahnya).
📚[An-Nawadir. Hal. 25]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN BELAS: {"BELAS KASIHAN"}

Diceritakan: Pada suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ keluar untuk shalat 'ied. Sementara itu anak² bermain di sana, salah seorang di antara mereka terdapat seorang anak yang duduk di pojok sambil menangis, Ia memakai baju yang halus. Nabi Muhammad ﷺ yang mengetahui keberadaannya menyapa:
"Wahai anak kecil,, mengapa engkau menangis, dan tidak bermain bersama anak² yang lain..??" "Pergilah dariku wahai orang laki², ayahku telah meninggal pada suatu peperangan bersama Nabi Muhammad ﷺ, dan ibuku menikah dengan lelaki lain, Ia menghabiskan hartaku dan mengeluarkanku dari rumahnya. Aku tidak mempunyai makanan, minuman, pakaian, dan rumah tempat aku berteduh, Ketika aku melihat anak² yang mempunyai ayah sedang bermain² dan mereka mengenakan pakaian baru, aku sedih, seperti menerima musibah, Maka aku menangis," ujar anak itu dan ia tidak mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Mendengar pengaduan anak itu, Nabi Muhammad ﷺ langsung memegang tangan anak kecil itu seraya berkata:
"Relakah engkau jika aku menjadi ayahmu, 'Aisyah menjadi ibumu, Fatimah sebagai saudarimu, 'Ali sebagai pamanmu, dan Hasan serta Husain sebagai saudaramu..??"
"Bagaimana aku tidak rela wahai Rasulullah," jawab si anak dengan senang setelah mengetahui ternyata lawan bicaranya adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Nabi Muhammad ﷺ membawa anak kecil itu ke rumah, memakaikan pakaian bagus, menghiasi, memberikan makanan, dan membuatnya senang. Anak itu pun keluar rumah dalam keadaan senang dan pergi bermain bersama teman²nya. Teman² yang melihatnya tampak senang bertanya:
"Engkau sekarang begitu senang, Padahal kemarin engkau masih menangis.
Apa yang menyebabkan demikian..??"
"Aku lapar, lalu kenyang. Aku telanjang, lalu memakai pakaian. Aku seorang yatim, kemudian Nabi Muhammad ﷺ menjadi ayahku, 'Aisyah ibuku, Fathimah saudariku, dan 'Ali pamanku," papar anak tersebut.
"Andai saja ayah² kami meninggal dunia pada peperangan itu," sahut anak² yang lain.
Anak tersebut tinggal bersama Nabi Muhammad ﷺ hingga beliau wafat. Setelah beliau wafat, si anak keluar rumah dalam keadaan menangis, dan menaburkan pasir ke atas kepalanya, dan berkata:
"Sekarang aku seorang yatim, dan sekarang aku seorang asing.
Kemudian Abu Bakar mengajak anak itu untuk tinggal bersamanya.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH: {"KEUTAMAAN KEMBALI KEPADA ALLAH"}

Diceritakan: ada seorang raja kafir yang zalim pada zaman Nabi Daud 'Alahissalam, karena kezaliman raja kafir tersebut,
orang² meminta tolong kepada Nabi Daud 'Alaihissalam.
"Wahai Nabi Allah,, berikanlah keadilan kepada kami, Sebab ia membunuh dan menawan kami," keluh mereka.
Nabi Daud 'Alaihissalam menerima permintaan mereka, kemudian raja zalim tersebut disalib di atas gunung sampai malam hari, dan orang² telah pulang ke rumah masing². Dalam keadaan sendirian, raja yang berada di atas kayu mengadu kepada Tuhannya, namun sama sekali tidak dipenuhi. Kemudian ia mengadu kepada matahari dan bulan, dan berkata:
"Aku menyembah kalian agar kalian menolongku ketika aku tertimpa musibah, Maka tolonglah aku," Akan tetapi matahari dan bulan sama sekali tidak memberikan pertolongan. Selanjutnya raja itu mengadu kepada Allah Swt. dengan menyebut nama²Nya, seraya berdoa dengan sepenuh hati:
"Wahai Tuhanku,, aku ingkar kepadaMu dan menyembah selainMu. Aku tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun darinya. Sekarang aku datang kepadaMu, Dzat Yang Benar agar Engkau memberikan pertolongan kepadaku. Maka tolonglah aku dengan kasihMu!", kemudian Allah Swt berfirman:
"Ini adalah seorang hamba yang menyembah Tuhan²nya sekian lama, Ia tidak dapat mengambil manfaat dari mereka. Dan sekarang ia dengan susah mengadu dan berdoa kepadaKU, Maka Aku menerimanya. Sungguh Aku mengabulkan doa orang yang terpaksa, apabila ia berdoa kepadaKu. Turunkanlah hambaKu ini wahai Jibril, dan letakkan ia di tanah dalam keadaan selamat." Dan Jibril melaksanakan perintahNya.
Saat subuh tiba, orang² pergi kepada Nabi Daud 'Alaihissalam dan berkata:
"Wahai Daud,, izinkan aku membuangnya dari kayu tempat salib kemarin." Mereka menyangka bahwa pagi itu si raja zhalim sudah tewas, Nabi Daud 'Alaihissalam memberikan izin kepada mereka. Ketika sampai di tempat penyaliban, mereka menemukannya di atas tanah dalam keadaan selamat. Lalu mereka menceritakan apa yang mereka lihat kepada Nabi Daud. Tidak menunggu lama Nabi Daud pun pergi kepada raja itu. Sungguh benar yang mereka katakan, Nabi Daud menemukan raja itu dalam selamat. Setelah itu Nabi Daud melaksanakan shalat dua rakaat, dan berkata:
"Wahai Tuhanku,, beri tahu aku tentang keajaiban yang aku benar yang lihat ini!" Kemudian turun wahyu kepada Daud:
"Wahai Daud,, sesungguhnya hamba ini meminta dengan penuh harap kepadaKu, Aku mengabulkannya. Sungguh seandainya Aku tidak mengabulkannya sebagaimana Tuhan²nya, apa bedanya Aku dengan mereka..?? Demikianlah Aku melakukan sesuatu terhadap orang yang kembali kepadaKu. Wahai Daud,, beri tahu ia tentang iman, Sebab sekarang ia beriman dan baik dalam imannya. Aku berkata dengan benar dan memberikan petunjuk ke jalan yang lurus."
📚[An-Nawadir. Hal. 26_27]

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH SATU: {"ZUHUD"}

Diceritakan dari sebagian orang zuhud, ia berkata: Suatu hari aku pergi berhaji. Aku melihat seorang perempuan berjalan tanpa membawa bekal dan kendaraan, dalam perjalanan Ia berdzikir kepada Allah Swt, dan memujiNya. Maka aku mendekat kepadanya:
"Wahai hamba Allah, ke mana engkau pergi..??" tanyaku.
"Aku hendak ke Baitullah al-Haram," jawab perempuan itu. Lalu aku berkata:
"Aku tidak melihat engkau membawa bekal dan juga kendaraan..??"
"Seandainya salah seorang di antara kalian membuat jamuan dan memanggil orang² untuk menyantapnya, apakah baik bagi setiap tamu datang dengan membawa makanannya..??" Tanya wanita itu. Lalu aku pun menjawab: "Tidak."
"Maka jamuan Allah Swt lebih berhak dengan perlakuan seperti ini," jelas perempuan itu.
Kemudian perempuan itu pergi bersama rombongan kami hingga turun di suatu tempat berkerikil, seraya berkata:
"Di mana rumah Tuhanku, di mana rumah Tuhanku!" Kemudian dikatakan kepada perempuan itu:
"Engkau sekarang melihatnya." Perempuan itu pun menemukan masjid di sana, lalu dikatakan lagi kepadanya: "Ini adalah rumah Tuhanmu." Perempuan itu mendatangi masjid seperti yang telah ditunjukkan dan meletakkan kepalanya di atas ambang pintu Ka'bah seraya berkata: "Ini adalah rumah Tuhanku." Perempuan tersebut terus mengulang² kalimat itu sampai suaranya terdengar samar. Maka kami memperhatikannya, Tiba² ia telah meninggal dunia. Semoga Allah Swt merahmatinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 27]

💧والله اعلم💧


Definisi ZUHUD:

Versi kitab at-Ta'rifat ZUHUD menurut isthilah ahli hakikat ialah: "Benci terhadap dunia dan berpaling daripadanya."
HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH DUA: "KEUTAMAAN CINTA TULUS"

Diceritakan ada seorang perempuan datang ke masjid Rasulullah ﷺ untuk mendengarkan penjelasan² beliau. Di tengah
perjalanan ia bertemu dengan seorang pemuda yang kemudian mengajaknya bercakap².
"Ke mana kamu pergi..??" tanya pemuda tersebut.
"Ke Rasulullah ﷺ," jawab si perempuan,
"Apakah engkau mencintainya..??" Tanya pemuda itu.
"Ya," jawab si perempuan.
"Demi hak beliau atasmu, lepaskan niqabmu!" Kata si pemuda.
Maka si perempuan itu pun melepaskan niqabnya sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah  ﷺ. Si pemuda memegang dagunya seraya berkata: "engkau benar"
Setelah itu si perempuan menyesal atas peristiwa tersebut, dan menceritakannya kepada sang suami, lalu sang suami pergi kepada Rasulullah  ﷺ untuk mengadukan kisah istrinya. Kemudian Rasulullah  ﷺ memerintahkan:
"Nyalakan api di atas tungku, demi hak Nabi ﷺ
suruh ia masuk ke dalamnya." Sang suami melaksanakan perintah Rasulullah  ﷺ, Si istri diperintahkan memasuki kobaran api, akan tetapi si istri enggan melakukannya. Selanjutnya sang suami berkata:
"Demi hak Nabi Muhammad  ﷺ." Lalu istrinya berkata:
"Suatu keselamatan dan kemuliaan."
Sang istri itu pun memasuki kobaran api, dan suami menutupi tungku itu dengan sebuah penutup. Kemudian sang suami kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk menceritakannya.
"Pulanglah dan lihatlah keadaan istrimu," perintah Rasulullah ﷺ kepada laki² itu.
Lelaki itu pun kembali kepada istrinya, dan ia melihat si istri duduk di tengah² tungku. Lalu si suami mengeluarkannya dalam keadaan selamat, tidak tertimpa rasa sakit sedikit pun dari nyala api dengan izin Allah Swt.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH TIGA: {"LUPA DZIKIR KEPADA ALLAH SWT"}

Diceritakan: ada seorang laki² yang tinggal selama tiga puluh tahun tidak berdzikir kepada Allah Swt sama sekali. Kemudian malaikat berkata:
"Wahai Tuhan, sesungguhnya seorang hamba tidak berdzikir kepadaMu selama sekian."
"Ia tidak berdzikir kepadaKu karena memperoleh nikmat dariKu. Seandainya ia tertimpa musibah, niscaya ia mengingatKu," kata Allah Swt kepada Jibril.
Selanjutnya Allah Swt memerintahkan Jibril untuk menjadikan keringat laki² tersebut bisa merusak tubuhnya sendiri, lalu malaikat Jibril melakukan itu. Kemudian laki² tersebut mengeluh:
"Tuhanku... Tuhanku...!"
"Aku mendengar keluhmu, hambaKu di mana saja kamu selama beberapa waktu yang lalu..??" ujar Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 28]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH EMPAT: {"KEUTAMAAN BERLINDUNG KEPADA ALLAH TA'ALA"}

Diceritakan: Beberapa orang pengikut Harun ar-Rasyid memberitahu kepadanya bahwa mereka ditahan oleh sepuluh orang pembegal.
"Bagaimana pendapatmu..?? Apa yang engkau perintahkan kepada kami untuk mereka..??" tanya beberapa pejabat istana kepada khalifah.
Harun ar-Rasyid mengutus beberapa pasukan untuk pergi kepada pembegal. Lalu mereka berhasil menangkap dan menggiring para pembegal menuju khalifah. Dan ternyata salah seorang di antara pembegal melarikan diri di tengah perjalanan, dan mereka tidak bisa menangkapnya, karena perjalanan panjang dan para pasukan merasa kelelahan
"Apabila kita pergi bersama sembilan orang ini kepada khalifah, niscaya khalifah berkata: Kalian telah mengambil harta salah seorang di antara mereka dan melepaskannya di tengah perjalanan, maka kita akan mendapatkan hukuman. Akan tetapi sebaiknya kita mengambil salah seorang dari musafir sebagai penggantinya saja," usul mereka.
Tidak lama kemudian, tiba² salah seorang yang hendak berhaji lewat, para prajurit khalifah itu mengambil dan menjadikan calon haji itu sebagai ganti pembegal yang melarikan diri. Ketika mereka sampai di istana, khalifah memerintahkan agar para pembegal di penjara. selama beberapa waktu mereka berada di sana. Kemudian pengawal penjara berkata:
"Wahai para tahanan, apakah kalian mempunyai kerabat atau kawan yang dapat menolong kalian."
"Ya," jawab mereka.
Khalifah pun memerintahkan prajuritnya untuk menemui kerabat atau kawan para pembegal itu. Kerabat dan kawan datang menyerahkan uang sepuluh ribu dirham untuk setiap tawanan kepada khalifah. Maka mereka bebas dari tahanan dan keluar dari istana kecuali seorang yang masih tinggal di sana, yaitu si calon haji yang diikutkan bersama para pembegal itu.
"Wahai tawanan, apakah engkau mempunyai penolong..??" tanya pengawal.
"Tidak," ujar si calon haji. Kemudian ia melanjutkan, "Akan tetapi apabila aku menulis sepucuk surat, apakah kamu akan menyampaikannya kepada khalifah..??"
"Ya," jawab pengawal.
"Berikan aku tinta dan kertas," pinta si haji. Pengawal memenuhi permintaannya, calon haji itu pun menulis sepucuk surat yang berisi:

"Bismillaahirrahmaanirrahim. Dari seorang hamba yang hina kepada Tuhan Yang Agung. Amma ba'du. Sesungguhnya semua makhluk mempunyai penolong dalam kesalahan dan kriminal. Mereka mendapatkan itu di sisi khalifah dan mereka dibebaskan. Sementara aku masih ditahan dalam penjara sendirian. Dan engkau wahai Tuhanku adalah Saksi dan Penolongku. Sedangkan aku adalah seorang hamba yang tidak bersalah."
"Wahai tahanan, aku tidak bisa menyampaikan surat ini kepada khalifah. Aku akan meletakkannya di suatu tempat, menurutmu di mana..??" tanya pengawal.
"Ya sudah, letak di atap penjara saja," jawab si calon haji.
Setelah diletakkan oleh pemanah dengan senjatanya yang dilepaskan dari busur ke tempat yang diminta si haji, tiba² surat tersebut terbang ke udara.
Pada malam itu Harun ar-Rasyid bermimpi malaikat² turun dari langit, lalu mengambilnya dan mengangkatnya ke langit. Kemudian malaikat² tersebut berkata:
"Wahai Harun, sesungguhnya makhluk² berjumlah sembilan orang mendapatkan pertolongan di sisimu. Engkau melepaskan mereka dari tahanan. Sementara Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Luhur, menolong seseorang yang ada di sisimu. Lepaskanlah ia. Apabila tidak, kamu akan hancur!" Khalifah bangun dari tidurnya dengan perasaan takut. Kemudian ia memanggil pengawal penjara:
"Siapa orang yang ada di dalam penjara..??" tanya khalifah. Lalu pengawal penjara menceritakan kisahnya.
"Datangkan ia kepadaku!" perintah khalifah. Sesampainya di depan khalifah, Khalifah Harun ar-Rasyid memberikan sesuatu kepada si calon haji itu berupa buah²an manis. Tahanan tersebut memakannya sampai kenyang. Setelah itu, khalifah memerintahkan pengawal membawanya pergi ke kamar mandi agar membersihkan diri. Lalu khalifah juga memerintahkan pengawal agar memberinya pakaian yang bagus sekaligus tujuh puluh hewan tunggangan, tujuh puluh pembantu laki² dan perempuan. Khalifah juga memerintahkan seorang orator agar berkata:
"Barang siapa meminta pertolongan makhluk, khalifah akan memberikan sepuluh ribu kepadanya, dan ia akan selamat. Dan barang siapa meminta pertolongan kepada Tuhan Maha Pencipta, maka seperti inilah balasannya dari Harun ar-Rasyid."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH LIMA: {"KEYAKINAN YANG BAIK"}

Diceritakan: pada suatu malam segerombolan pencuri keluar untuk membegal suatu kafilah, ketika malam mulai gelap, mereka mendatangi tenda rombongan dengan sikap yang menyenangkan, lalu mereka mengetuk pintu tenda dan berkata kepada penghuni tenda:
"Kami adalah pasukan perang, kami hendak bermalam di tenda kalian."
Kafilah itu pun membukakan pintu untuk para tamu tersebut, pemilik tenda berdiri untuk memberikan pelayanan kepada mereka, dan pemilik tenda melakukan itu berharap sebagai sebuah ibadah dan dapat mengambil barakah. Pemilik tenda tersebut mempunyai seorang anak yang lumpuh, kemudian ia mengambil sisa dan kelebihan air para pembegal, dan ia berkata kepada istrinya:
"Usapkan ini pada seluruh anggota tubuh anak kita. Semoga ia bisa sembuh berkat milik para pejuang tersebut."
Si istri pun melaksanakan perintah suaminya, tatkala subuh datang, gerombolan pencuri keluar menuju suatu daerah, dan mereka mengambil harta di sana. Lalu mereka kembali ke tenda tempat mereka bermalam, begitu sampai di tenda, mereka pun kaget, mereka melihat anak pemilik tenda berjalan dengan tegak.
"Apakah benar..ini anak yang tidak dapat berdiri yang kemarin aku lihat..??" Tanya salah seorang dari rombongan begal tersebut.
"Ya." Aku mengambil sisa air milik kalian, dan aku usapkan air itu kepadanya, kemudian Allah Swt memberikan kesembuhan padanya sebab kalian," jawab ayahnya.
Mendengar kisah yang dituturkan pemilik tenda, gerombolan pencuri tersebut menangis dan berkata:
“Ketahuilah wahai seorang laki², sungguh kami bukanlah pejuang, kami adalah rombongan pencuri, kami keluar untuk merampok. Hanya saja Allah Swt memberikan kesembuhan kepada anakmu karena baiknya niatmu. Sekarang kami benar² bertobat kepadaNya." Akhirnya mereka pun bertobat dan berjuang di jalan Allah Swt sampai meninggal dunia.
📚[An-Nawadir. Hal. 29_30]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH ENAM: {"TIPU DAYA IBLIS}

Diceritakan: suatu hari iblis la'nat Allah Swt kepadanya, masuk kerumah adh-Dhahak bin Alwan dalam wujud manusia, lalu iblis berkata kepadanya sang tuan rumah:
"Wahai raja..! Sesungguhnya aku adalah seorang laki² dermawan dan pandai memasak, Jadikan aku sebagai juru masakmu." Lalu raja menerima dan menyerahkan urusan masak kepada iblis yang menyamar tersebut. Dan adalah sebelumnya manusia tidak memakan daging. Makanan yang pertama kali dimakan oleh raja dari juru masak Iblis tersebut adalah telur, dan ia menikmati makanan itu.
"Seandainya engkau mengambil makanan yang keluar dari telur ini..??" Kata iblis kepada raja. "Baik," jawab raja.
Keesokan harinya, Iblis menyembelih seekor ayam sebagai hidangan, dan raja menikmatinya. Pada hari ketiga iblis menyembelih seekor kambing untuk raja. Hari keempat iblis menyembelih unta dan sapi untuk raja pula. Tujuan Iblis melakukan ini adalah agar nantinya sampai pada pembunuhan manusia. Hal demikian berjalan sampai beberapa waktu, semenjak itu raja terbiasa memakan daging. Setelah itu iblis berkata:
"Engkau telah memuliakan dan mengagungkan aku, izinkan aku mencium bahumu."
Raja pun mengizinkannya, iblis mendekat dan mencium kedua pundak raja. Tiba² dari kedua pundak raja muncul dua bisul remuk, seperti ular yang mempunyai mulut dan mata. Ketika raja melihat itu, raja mengetahui bahwa juru masak itu sebenarnya adalah iblis.
"Engkau telah membunuh kami, apa obatnya, wahai Iblis terlaknat..??" Tanya raja. "Otak manusia," jawab Iblis.
Kemudian Iblis berpaling dari hadapan raja hingga tidak terlihat lagi, setelah itu setiap hari raja memerintahkan menteri kerajaan membunuh empat orang laki² gemuk dan rupawan, lalu otak mereka diambil untuk makanan dua ular di bahu raja. Hal itu berlangsung selama tiga ratus tahun. Kemudian menteri kerajaan mati dan digantikan oleh menteri yang lain.
Menteri yang baru ini menghadirkan empat orang laki², memenuhi permintaan raja, dan ia membunuh dua orang dari mereka dan mengambil otaknya, kemudian otak dua orang tersebut ia campur dengan otak dua kambing gibas, lalu ia memberikan itu kepada dua ular di bahu raja.
Sementara itu, dua orang laki² yang tidak dibunuh diperintahkan pergi ke gunung agar tinggal di sana. Hal ini berlangsung selama tujuh ratus tahun. Akhirnya mereka yang tinggal di gunung tersebut menjadi banyak dan beranak sehingga menjadi kumpulan laki² dan perempuan², mereka hanya makan sedikit saja dari kambing dan sapi, dan makanan lain yang sejenis. Mereka adalah penduduk Kurdi.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH TUJUH: {"KEUTAMAAN BASMALAH"}

Diceritakan: ada seorang laki² Yahudi jatuh cinta kepada seorang perempuan Yahudi. Ia tergila² kepada perempuan tersebut sampai² ia tak sedap makan dan minum. Kemudian ia pergi kepada 'Atha al-Akbar, dan bertanya tentang keadaannya, lalu 'Atha al- Akbar menulis  basmalah di atas kertas dan berkata:
"Telanlah ini, Semoga Allah Swt menghibur dan memberikan rezeki kepadamu melalui ini," saran 'Atha al-Akbar kepada si laki².
Setelah laki² Yahudi itu menelannya, ia berkata:
"Wahai 'Atha, aku sungguh menemukan manisnya iman, dan telah jelas dalam hatiku suatu cahaya, aku melupakan perempuan itu. Beri tahu aku tentang Islam."
"Atha al-Akbar pun menjelaskan kepada laki² Yahudi itu tentang Islam, kemudian laki² Yahudi itu pun memeluk agama Islam dengan berkat basmalah.
Setelah si perempuan mendengar keislaman laki² yang dulu mencintainya, ia datang kepada 'Atha al-Akbar, dan berkata:
"Wahai pemimpin umat Islam, aku adalah perempuan yang diceritakan oleh si Yahudi yang telah masuk Islam itu. Semalam aku bermimpi bertemu dengan seseorang, dan berkata kepadaku:
"Apabila engkau hendak melihat tempatmu di surga, pergilah kepada 'Atha. Sebab ia akan memberitahumu tentangnya (si Yahudi). Sekarang aku datang kepadamu, katakan kepadaku di mana surga..??"
"Apabila engkau menginginkan surga, engkau harus membuka dulu pintunya, baru kemudian engkau bisa memasukinya," kata 'Atha al-Akbar.
"Bagaimana aku membukanya..??" tanya wanita itu.
"Ucapkan; Bismillaahir Rahmaanir Rahiim," ujar 'Atha al-Akbar.
Si perempuan pun mengucapkannya, dan berkata:
"Wahai 'Atha, aku menemukan dalam hatiku suatu cahaya, dan aku temukan kerajaan Allah Swt. Beri tahu aku tentang Islam."
Setelah memperoleh penjelasan dari 'Atha al-Akbar tentang Islam, si perempuan masuk Islam dengan berkat basmalah. Kemudian ia kembali ke rumah. Pada malam harinya, saat tidur, ia melihat bahwa dirinya masuk surga. Ia melihat gedung dan kubah² surga. Di antara salah satu kubah itu tertulis, Bismillaahir Rahmaanir Rahim Laa Ilaaha illallaahu Muhammadur Rasulullaah, Kemudian ia membacanya. Tiba² ada seseorang memanggil: "Wahai perempuan yang membaca,,! Demikianlah Allah Swt memberikan segala sesuatu yang engkau baca kepadamu."
Si perempuan sadar dari tidurnya, dan berkata, "Wahai Tuhan, aku masuk surga. Lalu Engkau mengeluarkanku darinya. Ya Allah, keluarkan aku dari kesusahan dunia dengan kekuasaanMu."
Selesai membaca doa, rumah yang dihuninya roboh menimpanya. Ia mati syahid. Jelas Allah Swt memberikan rahmat kepadanya berkat basmalah. Segala puji bagi Allah Swt, Tuhan Penguasa Alam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH DELAPAN: {"SABAR DALAM TAAT"}

Diceritakan dari orang shaleh:
Pada suatu ketika aku sedang berthawaf di Baitullah, tiba² aku melihat seseorang laki² sedang bersujud, dan ia berkata:
"Apa yang Engkau lakukan wahai Tuhanku tentang urusan hambaMu yang terhalang ini..??."
Tatkala aku melewatinya, aku mendengarnya berkata demikian. Setelah aku selesai thawaf dan ia juga selesai sujud, aku bertanya perihal itu kepadanya. "Ketahuilah, beberapa waktu lalu kami berada di kota Romawi hendak mengubah benteng mereka. Panglima mengumpulkan pasukan dalam jumlah besar, dan bersama mereka ia keluar ke negara Romawi. Lalu sang panglima memilih sepuluh orang penunggang kuda, dan aku termasuk bagian dari mereka. Kami mengutus seorang pengintai mendekati padang sahara yang tandus, dan di sana kami melihat sekitar enam puluh orang kafir. Kemudian kami melihat gurun lain, ternyata di sana kami juga melihat pasukan kafir sebanyak enam ratus orang. "Maka kami kembali kepada panglima, memberi tahu keadaan gurun itu. Ia memutuskan mengirim beberapa pasukan untuk dua kumpulan pasukan kafır tersebut. Namun ternyata mereka menahan pasukan muslim semuanya. Dalam situasi seperti ini, sang panglima berkata:
"Kalian pasukan yang diberkahi, keluarkanlah seorang pengintai setiap malam hari, kemudian kami pun keluar memenuhi perintah sang panglima hingga berada di antara seribu pasukan penunggang kuda. Mereka yang mengetahui keberadaan kami langsung menahan, dan membawa kami kepada raja Romawi. Raja memerintahkan pasukan pengawal memenjarakan kami di sana. Sementara itu pada saat yang sama, raja mendengar berita bahwa orang² Islam membunuh tahanan mereka, dan salah seorang dari mereka adalah anak paman raja Romawi itu. Pada ketika itu raja sedih, lalu melampiaskan kesedihannya dengan menurunkan perintah pembunuhan terhadap kami. Mereka pun menutup mata² kami.
"Hanya saja pada waktu itu, penasehat kerajaan menyampaikan suatu keberatan bahwa penutupan mata justru meringankan pelaksanaan hukuman ini, dan ia meminta raja membuka tutup mata sehingga kami bisa melihat siksa yang ditimpakan kepada yang lain, dan ini lebih memberatkan. Permintaan penasehat ini diterima oleh raja. Maka penutup mata pun dilepas.
Aku melihat jelas penasihat raja memakai sutra bermahkota emas, dulu ia seorang muslim yang tinggal bersama kami, lalu ia murtad dan pergi ke negara orang kafir. Aku tidak kuasa berbicara dengannya.
Kemudian kami memandang ke arah langit dan melihat di sana ada sepuluh gadis cantik (selir), dan masing² dari mereka membawa tempayan besar dan talam. Di atas gadis² cantik tersebut terdapat sepuluh pintu yang dibuka dari arah langit.
Kemudian algojo memulai membunuh kami satu per satu. Tatkala salah satu dari kami dibunuh, gadis cantik itu turun dari tempatnya mengambil ruh teman kami, lalu menutupnya ke dalam tempayan dan meletakkannya di atas talam. Kemudian si gadis cantik (selir) membawa naik ruh tersebut dari salah satu pintu yang ada. Sementara itu, aku berada pada giliran terakhir dari eksekusi ini, dan ketika sampai giliran aku, salah seorang gadis cantik itu datang kepadaku untuk mengambil ruh aku seperti yang dilakukan terhadap kawan² aku.
Ketika si algojo hendak membunuhku, penasihat kerajaan berkata:
"Wahai raja, apabila engkau membunuh mereka semua, siapa yang akan memberitahukan kabar kematian mereka kepada orang² Islam lain..??"
"Tinggalkan orang ini agar memberitahukan perihal terbunuhnya kawan² mereka di sini," perintah raja.
"Mereka membiarkan aku dari pembunuhan. Kemudian seorang gadis cantik tadi berpaling dariku dan berkata:
"Nasib buruk, Nasib buruk," Oleh sebab itu, aku memohon dengan sungguh² di sini:
"Wahai Tuhanku, apa yang Engkau lakukan tentang nasib buruk ini..??" tanyaku.
Lalu Allah Swt berfirman: "Janganlah engkau berputus asa, Keutamaan Allah Swt begitu besar."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DUA PULUH SEMBILAN: {"HILANGNYA RIDHA"}

Dikisahkan: seorang laki² memiliki pohon² kurma dan beberapa pohon dari jenis lainnya. Pada suatu hari, ia mendapatkan kabar bahwa musim dingin telah merusak pohon² yang dimilikinya.
Kemudian bisikan setan merasuk kepada laki² itu; "Sesungguhnya engkau menyembah dan taat kepada Allah Swt, Namun pohon kurma dan pohon² lain dari tanamanmu telah tumbang..??"
Laki² itu pun marah besar mendengar suara itu, kemudian ia keluar dan melemparkan kunci ke arah langit seraya berkata: “Engkau menumbangkan pohon² tanamanku. Sekarang, ambil kunci ini." Kunci yang dilemparkan lelaki itu pun melayang sesaat di udara. Akan tetapi kunci itu kembali kepadanya dan mengikat lehernya setelah berubah menjadi seekor ular hitam. Ular itu mengikat leher laki² tersebut selama empat puluh hari, sampai ia meninggal dunia. Tatkala orang² hendak memandikan jenazah laki² itu, ular tersebut pergi dari lehernya. Dan ketika mereka selesai menguburkannya, ular itu kembali lagi kepadanya.

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH: {"JIWA YANG BERSIH"}

Diceritakan: pada suatu hari Yazid bin Mu'awiyah melihat seorang perempuan cantik berdiri di (dekat) tembok, lalu Yazid bin Mu'awiyah pun jatuh cinta kepada perempuan itu. Perempuan tersebut adalah istri 'Adi bin Hatim. Ia yang bernama Ummu Khalid, seorang perempuan cantik dan sempurna. Kemudian Yazid bin Mu'awiyah menderita sakit karenanya, dan ia tergeletak di tempat tidur berhari² sehingga orang² mengunjunginya. Mereka sama sekali tidak mengetahui persis penyakit yang diderita Yazid bin Mu'awiyah sebab ia tidak menceritakan rahasianya kepada siapa pun.
"Masalah ini tidak bisa hanya bergantung kepadanya kecuali dari ibunya, dan ia bisa mendekati dan bertanya tentang keadaannya," kata 'Umar bin al-'Ash. Kemudian beberapa orang pergi mencari si ibu untuk melakukan saran 'Umar bin al-'Ash. Setelah mereka menemukannya, si ibu mendekat dan bertanya tentang keadaan anaknya. Berkali² si ibu berusaha mencari tahu penyakitnya, dan akhirnya Yazid bin Mu'awiyah menceritakan sesuatu yang disembunyikannya kepada ibunya. Lalu si ibu menceritakan itu kepada ayahnya, Khalifah Mu'awiyah.
"Bagaimana cara menyelesaikan masalah ini..??" tanya Mu'awiyah meminta cara yang akan ditempuh untuk merebut istri 'Adi bin Hatim.
"Berikanlah harta dan pakaian, sehingga suami si perempuan itu kembali kepada kami dari Madinah," jawab 'Umar al-'Ash. Mu'awiyah pun melakukan saran itu. Dengan demikian, 'Adi bin Hatim pergi dari Madinah ke Damaskus.
Tatkala 'Adi bin Hatim datang di rumah Mu'awiyah, sang khalifah sekaligus ayah pemuda yang sedang sakit rindu itu pun memberikan harta dan pakaian kepadanya.
Tatkala 'Adi bin Hatim keluar dari rumah, Mu'awiyah berkata kepada 'Umar al-'Ash:
"Trik apa yang bisa dilakukan sesudah ini..??"
"Apabila besok ia masuk ke rumahmu maka katakan: "Apakah engkau mempunyai seorang istri..??," Apabila ia berkata: "Ya," maka letakkan tanganmu pada wajahmu untuk menunjukkan suatu penyesalan dan jangan menjawabnya," jelas 'Umar al-'Ash.
Ketika 'Adi bin Hatim masuk ke rumah, Mu'awiyah bertanya kepadanya dan melakukan saran yang disampaikan oleh 'Umar al-'Ash. 'Adi bin Hatim keluar dari kerajaan, dan tiba² 'Umar al-'Ash berada di depan pintu. 'Adi bin Hatim bertanya kepada 'Umar al-'Ash tentang perbuatan khalifah (Mu'awiyah) baru saja itu. Lalu tampak dari diri 'Umar al-'Ash bahwa ia sebenarnya sedih seraya berkata: "Wahai 'Adi, sesungguhnya khalifah hendak menikahkan kamu dengan putrinya, dan memberikan kamu harta yang banyak. Dan engkau tahu bahwa menikah dengan putri² raja tidak memerlukan kebutuhan²."
"Bagaimana trik untuk hal ini..??" tanya 'Adi bin Hatim.
"Apabila engkau masuk ke rumahnya besok, dan ia bertanya kepadamu, maka katakan saja, "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak mempunyai seorang istri," jelas 'Umar al-'Ash.
Keesokan harinya, ketika 'Adi bin Hatim masuk ke dalam rumah Mu'awiyah, Mu'awiyah bertanya kepada 'Adi bin Hatim:
"Apakah engkau mempunyai seorang istri..??"
"Tidak," jawab 'Adi bin Hatim.
"Ucapkan: "Apabila aku mempunyai seorang istri, maka la ter~thalaq bain dariku," tegas Mu'awiyah.
Selanjutnya, 'Adi bin Hatim mengatakan demikian di hadapan Mu'awiyah.
"Tuliskan apa yang dikatakan 'Adi," perintah khalifah kepada sekretarisnya.
Dengan demikian, istri 'Adi bin Hatim seketika itu menjadi janda. Setelah 'iddah istri 'Adi habis, Mu'awiyah mengirim utusan kepada Abu Hurairah dan menyerahkan kepadanya sejumlah harta. Lalu Mu'awiyah juga mengutusnya agar pergi ke Madinah untuk melamar Ummu Khalid yang berstatus janda tersebut.
Ketika Abu Hurairah masuk kota Madinah, 'Abdullah bin 'Umar menemuinya dan bertanya tentang keadaan dan hajat kedatangannya di kota tersebut. Lalu Abu Hurairah menceritakan kisahnya.
"Apakah engkau mengingatkan aku tentang Ummu Khalid..??" kata 'Abdullah bin 'Umar sebagai bentuk permintaan lamaran secara samar.
"Ya," jawab Abu Hurairah.
Kemudian Abu Hurairah juga bertemu dengan 'Abdullah bin Zubair hingga terjadi perbincangan, dan cerita tentang diri Abu Hurairah pun sampai kepadanya.
"Apakah engkau mengingatkan aku tentang Ummu Khalid..??" tanya 'Abdullah bin Zubair dengan maksud suatu lamaran.
"Ya," jawab Abu Hurairah. Selanjutnya Abu Hurairah juga bertemu dengan Husain. Ia bercerita kepadanya tentang perjalanan dan kisahnya.
Husain pun meminta Abu Hurairah melamarkan Ummu Khalid untuknya.
Ketika masuk ke rumah Ummu Khalid, Abu Hurairah menyampaikan suatu kabar bahwa 'Adi bin Hatim (suaminya) telah menetapkan cerai kepadanya. Sementara Mu'awiyah memerintahkan dirinya melamar Ummu Khalid untuk putra sang khalifah, yakni: Yazid bin Mu'awiyah. Lalu ia juga memberi tahu bahwa 'Abdullah bin 'Umar, 'Abdullah bin Zubair, dan Husain bin 'Ali juga melamar kamu.
"Beri tahu aku tentang mereka," ujar Ummu Khalid.
"Salah seorang di antara mereka mempunyai harta, tetapi tidak memiliki agama, Ia adalah Yazid. Sementara dua yang lain mempunyai agama dan harta. Mereka adalah 'Abdullah bin 'Umar dan 'Abdullah bin Zubair. Sedangkan yang terakhir, yaitu Husain, ia mempunyai agama, tetapi tidak memiliki harta," jelas Abu Hurairah.
"Nikahkan aku dengan salah seorang di antara mereka, terserah engkau," serah Ummu Khalid.
"Terserah kamu," timpal Abu Hurairah.
"Seandainya engkau tidak datang kepadaku, niscaya aku akan mengirim seseorang untuk bermusyawarah kepadamu tentang masalah ini. Bagaimana, sedangkan sekarang engkau seorang utusan," tegas Ummu Khalid.
"Demi Allah, aku tidak menyerahkan kepada seorang pun mengalahkan seseorang yang diterima oleh Rasulullah, yaitu Husain," jawab Abu Hurairah.
Abu Hurairah pun mengawinkan Husain dengan Ummu Khalid, dan menyerahkan sejumlah harta kepadanya. Ia kembali kepada Mu'awiyah dan menyampaikan kabar baik kepadanya.
"Engkau menyerahkan harta kami kepada selain kami," kata Muawiyah.
"Engkau tidak memperoleh itu dari para pendahulumu. Akan tetapi itu semata² harta Allah Swt dan rasulNya. Dan aku telah menyerahkannya kepada keturunan beliau, yaitu Husain," tegas Abu Hurairah.
Kemudian ketika 'Adi bin Hatim belum juga menikahi putri khalifah, ia datang ke kota Madinah, bertamu ke rumah Husain sembari mengeluarkan napas panjang.
"Barangkali engkau ingat Ummu Khalid," kata Husain.
"Benar," tukas 'Adi bin Hatim. Lalu Husain memanggil Ummu Khalid dan berkata:
"Apakah aku telah menyentuhmu..??" kata Husain.
"Tidak," jawab Ummu Khalid.
"Engkau sekarang aku thalaq, dan menikahlah dengan 'Adi, Ketahuilah, sesungguhnya aku tidak mempunyai maksud apa² kepadanya. Aku melakukan ini semata² karena rahmat kepadamu, wahai 'Adi," tegas Husain.

(Faedah)
Zaid bin Aslam berkata: "Kunci Baitul Maqdis dipegang oleh Sulaiman bin Daud 'Alaihimas Salam. Ia tidak percaya kepada seorang pun untuk membawa kunci tersebut. Suatu malam, ia berdiri hendak membukanya. Namun ia menemukan kesulitan melakukan hal tersebut. Ia meminta tolong kepada jin. Sama saja, mereka tidak dapat membantu Sulaiman. Lalu ia meminta tolong kepada manusia. Demikian juga, mereka kesulitan membuka pintu Baitul Maqdis. Akhirnya, ia duduk dengan sedih, menyangka bahwa Tuhan menahan dirinya memasuki rumahNya. Tiba² muncul seorang berumur tua yang bersandar pada tongkat karena usianya. Ia termasuk salah satu teman akrab ayahnya, Daud.
"Wahai Nabi Allah, aku melihatmu sedih..??" tanya orang tua itu.
"Pintu ini sulit dibuka olehku, manusia, dan jin," jelas Sulaiman.
"Maukah kamu untuk aku ajari kalimat² yang diucapkan oleh ayahmu ketika ia susah, kemudian Allah Swt menghilangkan kesusahannya..??"
"Baik," jawab Sulaiman.
"Katakan: "Ya Allah, dengan cahayaMu, aku memperoleh petunjuk. Dengan karuniaMu, aku berkecukupan. DenganMu, aku menemui pagi dan sore. Dosa²ku terhampar di hadapanMu. Aku meminta ampunan dan bertaubat kepadaMu. Wahai Maha Pengasih dan Pemberi."
Setelah selesai mengucapkan kalimat ini, pintu Baitul Maqdis pun terbuka dengan izin Allah Swt. Wallaahu a'lam.

●Catatan Tambahan: tentang Sifat Kursi Nabi Sulaiman●
Suatu riwayat menyebutkan bahwa ketika Sulaiman hendak duduk memberikan keputusan hukum, ia memerintahkan setan² membuat sebuah kursi yang sangat indah. Sehingga, apabila ada salah seorang atau saksi bohong melihatnya, maka persendian²nya bergetar. Setan² pun membuatnya dari gading gajah. Mereka menghiasinya dengan intan, yakut, permata, dan potongan besi. Lalu mereka menanamkan pohon² di sekitarnya, seperti pohon anggur yang terbuat dari logam dan empat pohon kurma dari emas, sementara tangkai²nya terbuat dari perak.
Di ujung dua pohon kurma diletakkan dua burung merak terbuat dari emas, dan di ujung dua pohon kurma lain diletakkan dua burung rajawali terbuat dari emas. Selain itu, di setiap ujung pohon kurma tersebut terdapat tongkat panjang dari zamrud biru yang terikat di depannya dua harimau terbuat dari emas. Di bawahnya, dua batu besar terbuat dari emas sebagai alas pergerakan harimau tersebut.
Apabila Sulaiman melangkah pada tangga kursi paling bawah, kursi dengan segala perhiasan yang mengitarinya berputar, seperti berputarnya penggilingan. Lalu burung merak dan rajawali mengibas²kan sayapnya. Sementara harimau membentangkan kaki depannya dan memukul tanah dengan ekornya. Demikian, hal ini terjadi pada setiap langkah tangga kursi.
Setelah sampai pada tangga paling atas, dua burung rajawali itu meletakkan mahkota dan meniupkan minyak misik dan ambar kepada Sulaiman. Saat Sulaiman duduk, burung merpati yang terbuat dari emas mengambil kitab Zabur untuknya. Kemudian Sulaiman membacakan kitab tersebut kepada orang². Di samping kanannya, orang² alim Bani Israil duduk di atas kursi berbahan emas. Dan di sebelah kirinya, pembesar² jin duduk di atas kursi dari perak. Lalu Sulaiman maju untuk memberikan keputusan.
Tiba² ketika beberapa saksi datang untuk menyampaikan persaksian, kursi singgasana dengan segala perhiasan Sulaiman berputar seperti gilingan. Harimau, merak, dan rajawali bergerak² seperti yang diungkapkan sebelumnya. Maka saksi² terkejut, mereka pun tidak memberikan kesaksian kecuali dengan benar.
Ketika Sulaiman meninggal, Bakhtanshar dari Anthakiya mengambil singgasana tersebut. Namun saat ia hendak menaiki singgasana, salah satu harimau itu mencakar betis dan telapak kakinya dengan kaki depan bagian kanan. Ia tidak mampu meneruskan maksudnya. Ia menderita sakit hingga mati. Setelah itu, singgasana warisan Sulaiman tetap di kerajaan tersebut, yakni di Anthakiya. Hingga suatu saat, Karras bin Sudas menyerang Anthakiya. Kepemimpinan Bakhtanshar selesai. Dan singgasana tersebut dikembalikan ke Baitul Maqdis. Tidak ada seorang raja pun yang mampu menaikinya. Singgasana tersebut diletakkan di bawah batu besar. Beberapa waktu kemudian, batu tersebut melenyapkannya. Tidak ada kabar dan informasi yang memberitahukan keberadaannya. Dan tidak ada yang tahu ke mana hilangnya.
Wallaahu a'lam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH SATU: {"BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA"}

Dikisahkan: Sesungguhnya Nabi Sulaiman 'Alaihis salam terbang di antara langit dan bumi di atas angin, pada suatu hari, ia melewati laut yang sangat dalam. Di sana ia melihat ombak yang menakutkan karena tiupan angin. Kemudian ia memerintahkan angin itu untuk mengalir dengan tenang. Selain itu, ia memerintahkan setan² agar menyelam ke dalam air melihat sesuatu yang ada di dalamnya. Lalu mereka pun menyelam satu per satu. Ketika sampai di sana, mereka menemukan sebuah kubah dari zamrud putih yang tidak berpintu, kemudian mereka memberitahukan penemuan itu kepada Nabi Sulaiman. Lalu Nabi Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengeluarkan benda tersebut. Mereka mengeluarkan dan meletakkannya di depan Nabi Sulaiman. Ia kagum dan senang melihatnya. Kemudian ia berdoa kepada Allah Swt. Tiba² zamrud tersebut terbelah dan pintunya terbuka, dan di dalamnya terdapat seorang pemuda bersujud kepada Allah Swt.
"Apakah kamu dari bangsa malaikat atau dari bangsa jin..??" tanya Nabi Sulaiman 'Alaihis salam.
"Tidak," aku dari bangsa manusia," jawab pemuda itu.
"Dengan apa, kamu memperoleh kemuliaan ini..??," tanya Nabi Sulaiman.
"Dengan birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua), jawab si pemuda. Ia melanjutkan, aku mempunyai ibu yang sangat lemah. Aku menggendongnya di punggungku. Di antara doa yang di panjatkan oleh ibu aku adalah:
"Ya Allah, berilah ia anugerah kebahagiaan. Dan setelah wafatku, jadikanlah tempatnya nanti tidak di bumi dan tidak di langit." Ketika ibuku meninggal, aku berkeliling di pinggir pantai. Aku melihat sebuah kubah terbuat dari zamrud putih. Saat aku mendekatinya, pintu kubah tersebut terbuka untukku. Aku masuk ke dalamnya, dan pintu kubah itu tertutup kembali dengan Qudrah Allah Ta'ala. Aku tidak tahu, apakah aku di bumi, atau di udara, atau di langit. Di dalamnya, Allah Swt memberikan rezeki kepadaku," jelas si pemuda.
"Bagaimana rezekimu itu datang kepadamu..??" tanya Nabi Sulaiman 'Alaihis salam.
"Ketika aku lapar, keluarlah sebatang pohon dari sebuah batu. Dari pohon tersebut keluar buah yang kemudian darinya memancar air putih, lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, dan lebih dingin daripada salju. Aku makan dan minum darinya. Apabila lapar dan dahagaku telah hilang, hidangan itu lenyap," jawab si pemuda.
"Bagaimana kamu mengetahui siang dan malam..??," tanya Nabi Sulaiman 'Alaihis salam.
"Apabila fajar muncul, kubah menjadi putih dan bersinar. Dan apabila matahari tenggelam, kubah menjadi gelap. Dengan tanda² itu aku mengetahui siang dan malam," jelas si pemuda. Kemudian Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah Swt. Selang beberapa saat, kubah tertutup. Tiba² kubah tersebut berwarna putih seperti putih di dalam kegelapan, dan kembali ke tempat semula di dasar laut. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH DUA: {"KERAJAAN SULAIMAN 'ALAIHIS SALAM"}

Dikisahkan: Tujuh puluh ribu jenis burung dikumpulkan untuk Nabi Sulaiman 'Alaihis shalatu was salam. Masing² jenis burung mempunyai warna yang tidak sama satu sama lain. Burung² itu beredar di atas kepala Nabi Sulaiman seperti awan yang menaungi. Nabi Sulaiman bertanya kepada burung² tersebut tentang makan, tempat bertelur, dan tempat menetaskan telurnya..??
"Sebagian di antara kami ada yang bertelur di awan dan menetas di sana. Sebagian yang lain ada yang telurnya berada di sayapnya hingga menetas di sana. Sebagian lainnya lagi ada menyimpan telurnya pada paruhnya sampai menetas di sana. Lalu sebagian lain lagi ada yang tidak bersetubuh dan tidak bertelur. Dan keturunan kami terus berlangsung selamanya," jawab burung² itu.
As-Sadi berkata: "Permadani Nabi Sulaiman adalah hasil tenunan jin, dan Ia terbuat dari sutra dan emas. Pasukan hewan melata, kuda, unta, manusia, jin, binatang liar, dan burung membawa permadani itu. Pasukannya berbaris sepanjang satu juta farsakh, dan di belakangnya juga berbaris pasukan sepanjang satu juta farsakh. la berjalan di antara langit dan bumi, dan dekat dengan awan. Ia membawa permadani tersebut ke tempat yang ia inginkan dengan cepat atau pelan, sesuai keinginannya.
Angin yang mempunyai daya tiupan yang kuat tidak membahayakan pohon, tanaman, dan sebagainya. Apabila seseorang ingin berkata² dengan Nabi Sulaiman, angin itu membawa perkataannya kepada telinga orang tersebut. Nabi Sulaiman mempunyai sebuah kursi yang terbuat dari emas, melekat padanya yakut dan permata. Sementara itu, di sekitarnya terdapat tiga ribu kursi. Menurut satu pendapat; kursi tersebut berjumlah enam ratus ribu yang diperuntukkan bagi orang² 'alim, menteri, dan para pembesar Bani Israil. Pasukan Nabi Sulaiman terdiri atas seratus farsakh; dari bangsa manusia sepanjang dua puluh lima farsakh, dari bangsa jin sepanjang dua puluh lima farsakh, dari hewan liar sepanjang dua puluh lima farsakh, dan dari burung sepanjang dua puluh lima farsakh. Jin berusaha mengeluarkan intan dan permata dari laut untuknya. Setiap hari sembelihan²nya mencapai seratus ribu kambing dan empat puluh ribu sapi. Meskipun demikian, Nabi Sulaiman tidak makan, kecuali dari usaha tangannya sendiri, yaitu berupa roti yang terbuat dari gandum. Menurut satu pendapat; suatu hari ia naik di permadaninya, di tempat duduknya yang luas itu. Ia melihat sesuatu yang diberikan Allah Swt kepadanya, dan sesuatu yang ditundukkan oleh Allah Swt baginya. Ia terkagum² pada dirinya. Tiba² permadani tersebut berpaling kepadanya. Dua belas ribu pengawalnya tewas. Kemudian permadani mengambil tongkat yang dipegang Nabi Sulaiman untuk menghantam². Nabi Sulaiman berkata: “Tenanglah wahai permadani."
"Aku akan tenang, asal engkau juga tenang wahai Sulaiman." Nabi Sulaiman pun paham bahwa permadani ini diperintah. Ia sujud kepada Allah Swt untuk meminta maaf atas pikiran yang berada dalam dirinya.
Wallaahu a'lam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH TIGA: {"SIKAP MURAH HATI DAN MAAF DISERTAI ILMU"}

Diceritakan: Suatu hari Raja Bahram bin Jur pergi berburu, kemudian dalam perburuannya ia melihat seekor keledai liar. Ia mengikutinya hingga tidak tampak lagi oleh para pasukannya. Namun sang raja berhasil menangkapnya. Ia mengikat hewan buruan tersebut. Ia turun dari kudanya dan hendak menyembelihnya. Setelah itu, ia melihat seorang penggembala dari gurun menghadap kepadanya.
"Wahai seorang penggembala, tolong jaga kudaku ini hingga aku akan menyembelih keledai ini," pinta raja.
Kemudian si penggembala menjaga kuda milik raja tersebut. Setelah itu, raja hendak menyembelih keledai. Tiba² saja raja tidak lagi berselera terhadap keledai hasil tangkapannya. Si penggembala melihat raja memotong permata di tali kudanya. Kemudian raja berpaling dari penggembala. Sehingga penggembala mengambil permata tersebut.
Ia berkata: “Melihat suatu cacat termasuk cacat." Kemudian sang raja menaiki kudanya dan menjumpai pasukan pengawalnya. Si menteri berkata kepada raja: "Wahai raja yang beruntung, di mana permata pada tali ikat kudamu..??" Raja tersenyum dan berkata: "Telah diambil oleh orang yang tidak akan mengembalikannya. Ia akan dilihat oleh orang yang tidak akan menceritakan keburukannya sehingga menimbulkan fitnah. Maka barang siapa melihat permata itu dibawa oleh seseorang. maka jangan mengambilnya dengan suatu alasan, karena peristiwa bersamaku itu."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH EMPAT: {"ZUHUD, JUJUR DAN ADIL}

Diceritakan: Sesungguhnya Raja Kisra adalah raja yang paling adil. Menurut suatu pendapat bahwa pada suatu saat, terdapat seseorang membeli sebuah rumah dari seseorang lainnya. Pembeli itu menemukan peti di dalamnya. la pun pergi kepada penjual, dan menceritakan penemuannya di rumah yang baru dibelinya.
"Aku menjual rumah kepadamu, dan aku tidak tahu di dalamnya terdapat sebuah peti. Itu adalah milikmu," kata penjual.
Pembeli berkata: "Engkau harus mengambilnya. Sebab peti itu tidak termasuk dalam pembelianku."
Perdebatan antara keduanya berlangsung cukup lama. Kemudian mereka meminta Raja Kisra memberikan keputusan terbaik kepada mereka. Ketika mereka sampai di depan raja dan menceritakan masalah peti, raja terdiam cukup lama. Lalu raja bertanya kepada mereka berdua:
"Apakah kalian mempunyai anak..??"
“Aku mempunyai seorang anak laki² yang udah baligh," jawab penjual.
"Aku mempunyai seorang anak perempuan yang udah baligh," jawab pembeli.
"Aku memerintahkan kalian untuk mengawinkan anak laki² dengan anak perempuan, agar terdapat hubungan silaturrahim dan kekerabatan antara kedua anak tersebut, dan nafkahkan peti itu untuk kemaslahatan mereka berdua," jelas raja. Penjual dan pembeli itu pun melakukan perintah raja.
Menurut suatu pendapat: raja mengambil pekerja di beberapa daerah. Pekerja menyerahkan tambahan pada penghasilan kebiasaannya setiap tahun kepada raja. Ketika itu sampai di tangan raja, raja memerintahkan mengembalikan tambahan tersebut kepada pemiliknya. Raja juga memerintahkan agar pekerja tersebut ditahan. "Setiap raja yang mengambil sesuatu secara zhalim dari rakyatnya, maka tidak akan bahagia selamanya. Serta barakah dari tanahnya diangkat, dan ia akan sengsara. Kerajaan bergantung rajanya. Raja dijaga oleh pengawal. Pengawal dapat bertahan dengan harta. Harta diperoleh dengan membangun negara. Dan membangun negara terwujud dengan adil terhadap rakyat. Wassalam." Ketika ditanya: mana yang lebih utama bagi seorang raja, berani atau adil..?? Sebagian ahli hikmah berkata: “Apabila seorang raja adil, maka tidak dibutuhkan lagi keberanian."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH LIMA: {"KEUTAMAAN MANDI PADA HARI JUM'AT"}

Pada suatu ketika, 'Isa bin Maryam 'Alaihis salam bertemu dengan seorang pemburu di daratan, dan pemburu itu membentangkan jerat perangkap hewan buruan. Akhirnya sang pemburu pun menangkap kijang dengan jerat itu. Ketika kijang tersebut melihat 'Isa bin Maryam, Allah Swt memberikan kemampuan berbicara kepada kijang. "Wahai Ruh Allah ('Isa), sesungguhnya aku mempunyai anak² yang masih kecil. Sementara aku terikat oleh jerat ini selama tiga hari. Maka pintakanlah kepada pemburu untukku agar aku menyusui anak²ku dan kembali kepada mereka." 'Isa bin Maryam memberi tahu hal tersebut kepada si pemburu. Pemburu berkata: "Pasti kijang tersebut tidak kembali."
'Isa bin Maryam memberi tahu pernyataan pemburu kepada kijang. Lalu kijang berkata: "Apabila aku tidak kembali, maka aku lebih jelek daripada orang² yang menemukan air pada hari Jum'at, sementara mereka tidak mandi."
Maka perjanjian ditetapkan untuk kijang tersebut. Kijang itu pergi kepada anak²nya dan kembali lagi kepada pemburu karena takut terjadi perusakan janji, ia pun pergi kepada pemburu. Kemudian 'Isa bin Maryam 'Alaihis salam menemukan sebuah bata dari emas merah. Allah Swt memerintahkan 'Isa bin Maryam agar memberikan bata tersebut kepada pemburu sebagai pengganti dari kijang. 'Isa bin Maryam pun pergi ke tempat pemburu membawa bata emas. Akan tetapi sebelum 'Isa bin Maryam sampai di rumah pemburu, ia mengetahui bahwa pemburu itu telah menyembelih kijang tersebut. Lalu 'Isa bin Maryam meminta kepada Allah Swt, "Semoga Allah Swt menghilangkan keberkahan dari pekerjaannya." Dan memang kenyataannya demikian.
📚[An-Nawadir. Hal. 39]

💧والله اعلم💧
🌹🌹🌹

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH ENAM: {"KEUTAMAAN SEDEKAH PADA HARI JUM'AT DAN KEPADA MAYIT"}

Diceritakan: Seorang laki² tinggal di Samarkand, lalu ia sakit. Kemudian ia bernadzar, apabila Allah Swt memberikan kesembuhan kepadanya, maka ia bersedekah semua pekerjaannya pada hari Jum'at untuk kedua orang tuanya. Ia hidup pada waktu yang panjang, dan melakukan hal yang demikian. Pada suatu hari ia berkeliling dari pagi sampai sore, namun ia tidak menghasilkan apa pun untuk disedekahkan. Kemudian ia meminta fatwa kepada sebagian ulama. Dan ulama berkata:
"Keluarlah dan carilah kulit semangka, cuci dengan air, lalu bawalah ke jalan daerah penduduk Rasaniq. Lemparkan kulit tersebut di depan keledai mereka dan jadikan pahala itu untuk kedua orang tuamu. Dengan demikian engkau keluar dari nadzarmu."
Kemudian lelaki itu pun melakukan perintah ulama tersebut. Pada suatu malam, yakni malam Sabtu, ia bermimpi bahwa kedua orang tuanya memeluknya dan berkata:
"Wahai anakku, engkau melakukan segala sesuatu kepada kami dengan segala bentuk kebaikan. Sampai engkau memberikan kami makanan dari semangka, dan kami pun menikmatinya. Sungguh Allah Swt meridhaimu."
Pemimpin Khurasan bermimpi bertemu ayahnya, dan berkata:
"Wahai pemimpin."
"Jangan engkau panggil wahai pemimpin, karena kepemimpinan telah pergi. Akan tetapi, katakanlah; "wahai tawanan". Sesungguhnya kata "wahai" diucapkan ketika engkau makan daging, lalu kalian memberikan daging itu dengan melemparkannya di depan kucing dan anjing. Dan jadikanlah pahalanya untukku. Maka aku menyukainya.
Oleh sebab itu, dikatakan bahwa ruh² akan berkumpul pada setiap malam Jum'at di rumah² mereka, mereka berharap doa dan sedekah dari orang² yang masih hidup."
📚[An-Nawadir. Hal. 39_40]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH TUJUH: {"BERSINARNYA BASHIRAH DAN BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT"}

Diceritakan: Pada zaman Malik bin Dinar terdapat dua orang Majusi (penyembah api). Mereka bersaudara. Salah satu di antara keduanya telah menyembah api selama tujuh puluh tiga tahun, sedangkan yang lain menyembahnya selama tiga puluh lima tahun.
Sang adik berkata kepada kakaknya: "Kemari,! Kita akan mencoba, apakah api ini memuliakan kita atau malah membakar kita, sebagaimana ia membakar orang yang tidak menyembahnya. Apabila ia memuliakan, kita akan tetap menyembahnya. Dan apabila tidak memuliakan, maka kita tidak akan menyembahnya lagi."
Kakaknya menjawab:
"Ya." Setelah itu mereka menyalakan api.
"Apakah engkau yang akan meletakkan tanganmu atau tanganku..??" Tanya sang adik.
"Tidak, engkau saja."
Mendengar jawaban itu, sang adik pun meletakkan tangannya di atas api. Ternyata api itu membakar jari²nya. "Aaah..." jerit sang adik.
Selanjutnya sang adik menarik tangannya dari api tersebut, dan berkata:
"Aku menyembahmu selama tiga puluh lima tahun. Akan tetapi engkau malah menyakitiku."
Sang adik kembali berkata: "Wahai saudaraku, mari kita membicarakan masalah ini sehingga kita menyembah Tuhan Yang Esa. Seandainya kita berbuat salah dan meninggalkan urusannya selama lima ratus tahun sekalipun, ia akan mengampuni dan memaafkan kita meskipun hanya dengan satu ketaatan dan satu istighfar."
Sang kakak pun memenuhi permintaannya, dan berkata:
"Mari,! Kita pergi kepada orang yang dapat menunjukkan kita jalan yang lurus dan mengajari kita ajaran tauhid."
Mereka pun bermusyawarah untuk pergi ke tempat Malik bin Dinar agar mengerti Islam. Maka mereka mewujudkan rencana tersebut dan mendatangi Malik bin Dinar. Sesampainya di sana, mereka menemukan Malik bin Dinar di tanah Basrah, ia sedang duduk bersama orang² dan memberikan nasehat kepada mereka.
Ketika pandangan dua orang Majusi itu tertuju kepada Malik bin Dinar, saudara tertua berkata kepada adiknya: "Telah tampak bagiku, sesungguhnya aku tidak akan masuk Islam. Sebagian besar umurku telah habis untuk menyembah api. Seandainya aku masuk Islam, niscaya keluarga dan tetanggaku akan menghinaku. Dengan demikian, neraka lebih aku sukai daripada hinaan mereka."
Mendengar keluhan itu, sang adik pun berkata: "Wahai kakak, janganlah engkau demikian! Sebab hinaan mereka pasti akan hilang. Sementara neraka menyiksamu selamanya, dan tidak akan hilang."
Namun si kakak tidak mengindahkan kata² adiknya dengan menjawab: "Engkau dan keadaanmu wahai orang celaka putra orang celaka, wahai orang yang jelek di dunia dan akhirat." Lantas si kakak kembali ke rumah dan tidak masuk Islam.
Setelah sang kakak tidak berkenan masuk Islam, sang adik pun akhirnya datang bersama istri dan anak²nya yang masih kecil. Mereka masuk di antara kerumunan orang² di dalam majelis itu. Mereka duduk mendengarkan nasehat Malik bin Dinar hingga selesai. Tiba² pemuda Majusi tersebut berdiri menghadap Malik bin Dinar dan menyampaikan suatu kisah. Pemuda itu meminta Malik bin Dinar menjelaskan kepadanya dan keluarganya tentang Islam. Malik bin Dinar menjelaskan kepada mereka, dan mereka semua akhirnya masuk Islam. Semua orang menangis karena senang melihatnya.
Ketika pemuda tersebut hendak pulang, Malik bin Dinar berkata kepadanya: "Duduklah,! Aku akan mengumpulkan harta bagimu dari teman²ku."
Pemuda itu berkata: "Aku tidak ingin menjual agama dengan dunia."
Selanjutnya pemuda itu berpaling pergi ke suatu tempat yang terdapat reruntuhan bangunan. Ia menjadikannya sebagai tempat tinggal. Sebab di sana terdapat beberapa perabot yang masih bisa digunakan.
Keesokan harinya, si istri berkata: "Pergilah ke pasar, cari pekerjaan dan beli sesuatu dari upah pekerjaanmu itu. Kita akan makan dengan itu."
Pemuda itu pun berdiri, dan pergi ke pasar. Namun tidak ada seorang pun yang mempekerjakannya. Dalam hati, ia bergumam,
"Aku akan mencarinya sampai aku bekerja karena Allah Swt semata."
Pemuda itu masuk ke masjid yang tidak ada jamaahnya. Di sana, ia menjalankan shalat karena Allah Swt semata sampai larut malam. Kemudian ia kembali ke rumahnya dengan tangan kosong. Istrinya berkata:
"Tidakkah engkau menemukan sesuatu pada hari ini..??"
"Wahai istriku, hari ini aku bekerja kepada raja, dan ia belum memberikan aku sesuatu. Semoga besok, raja memberikan aku sesuatu," jawabnya.
Malam itu mereka pun tidur dalam keadaan lapar.
Keesokan harinya, pemuda itu pergi ke pasar. Ia tidak menemukan pekerjaan sama sekali. Ia pergi ke masjid untuk menjalankan shalat karena Allah Swt semata sampai larut malam. Kemudian ia kembali ke rumahnya dengan tangan kosong.
Istrinya berkata; "Apakah hari ini engkau juga tidak menemukan sesuatu..??"
"Hari ini aku bekerja kepada raja yang kemarin aku bekerja di sana. Aku berharap besok, yaitu hari Jum'at, Dia akan memberiku sesuatu."
Malam itu pun mereka lalui dalam keadaan lapar.
Keesokan harinya, pemuda itu pergi ke pasar. Ia tidak memperoleh pekerjaan. Kemudian ia pergi ke masjid, menjalankan shalat dua rakaat, dan mengangkat kedua tangannya berdoa: "Tuhanku, Tuhanku, dan Junjunganku, Engkau memuliakanku dengan Islam, Engkau memakaikan mahkota kepadaku dengan mahkota Islam, Engkau memberiku petunjuk dengan mahkota petunjuk. Maka dengan kemuliaan agama yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan dengan kemuliaan hari penuh berkah yang kadarnya di sisiMu agung, yaitu hari Jum'at, aku meminta kepadaMu untuk mengangkat kesulitan nafkah keluargaku dari hatiku, dan Engkau beri aku rezeki dari arah yang tidak aku sangka². Sungguh, demi Allah, aku malu kepada istri dan keluargaku. Aku takut mereka berubah pikiran karena situasi mereka yang baru dalam Islam."
Selanjutnya, ia berdiri dan sibuk menjalankan shalat wajib dan dua rakaat (sunnah). Ketika pertengahan siang datang, pemuda itu keluar untuk persiapan menjalankan shalat Jum'at.
Lapar telah menerpa anak²nya. Namun tiba², seorang laki² yang tidak diketahui identitasnya datang ke rumah pemuda tersebut yang waktu itu masih berada di dalam masjid. Laki² misterius itu mengetuk pintu rumah. Istri pemuda itu keluar. Dengan penuh kekagetan, ia melihat seseorang yang berwajah tampan. Di tangannya terdapat talam dari emas yang jumlahnya sangat banyak dan ditutupi dengan kain bersepuhkan emas. "Ambillah talam ini. Dan katakan kepada suamimu, ini adalah upah dari kerja selama dua hari. Tambahkan amalmu, maka kami akan memberi tambah upah kepadamu khusus hari ini, yaitu hari Jum'at. Sebab amal sedikit pada hari ini, di sisiNya adalah banyak," ujar tamu misterius tersebut. Perempuan itu pun mengambil talam tersebut. Dalam talam itu terdapat seribu dinar. Ia mengambil satu dinar, dan pergi kepada penukar uang yang beragama Nasrani. Lantas penukar uang tersebut menimbangnya, menambah satu mitsqal sampai dua mitsqal, sampai kadarnya sama. Ia melihat cetakan dinar tersebut dan mengetahui itu adalah sebagian hadiah dari akhirat.
Pedagang itu berkata kepada perempuan tersebut: "Dari mana engkau mendapatkan ini..??" Perempuan tersebut menceritakan kisahnya. Penukar uang bertanya kembali: "Beri tahu aku tentang Islam..??" Akhirnya perempuan tersebut menjelaskan Islam. Dan pedagang itu memeluk agama Islam. Kemudian penukar uang tersebut memberikan seribu dirham kepada perempuan itu sebagai pengganti satu dinar itu.
"Sedekahkan uang itu. Apabila engkau kehabisan bekal, beri tahu aku."
Ketika si pemuda (suami perempuan) selesai melaksanakan shalat Jum'at, ia pulang ke rumah, seperti hari² sebelumnya, yaitu dengan tangan kosong. Namun ia tak kuasa pulang dengan keadaan seperti ini. Ia pun mengambil sapu tangan dan memenuhinya dengan pasir. Ia berkata dalam hati: "Seandainya ia (istrinya) berkata: "Apa ini..??" Aku akan berkata kepadanya: "Aku membawa sesuatu yang halus."
Tatkala pemuda itu masuk ke bangunan yang menjadi rumahnya, ia kaget, di rumahnya tersedia karpet dan ditemukan aroma makanan. Ia meletakkan sapu tangan di depan pintu, agar istrinya tidak mengetahui. Ia bertanya kepada istrinya tentang apa yang ia lihat di rumah. Sang istri pun menceritakan kisahnya. Mendengar kisah tersebut, sang suami bersujud mengucapkan syukur kepada Allah Swt.
Lalu si istri bertanya: "Apa yang engkau bawa di dalam sapu tangan itu..??" Suami menjawab; "Jangan bertanya kepadaku."
Sang istri pun pergi dan membuka sapu tangan. Dalam sapu tangan tersebut, tiba² yang semula debu berubah menjadi gandum dengan izin Allah Swt. Pemuda tersebut bersujud syukur dan menyembah Allah Swt. Pada hari² selanjutnya, ia taat menjalankan ibadah dan meninggal dunia sebagai hamba yang taat. Semoga Allah Swt merahmatinya.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH DELAPAN: {"BERDAGANG BERSAMA ALLAH SWT"}

Termasuk dalam sebuah kisah: Di dalam rumah Sayyidina 'Ali Radhiyaallhu 'anh, terdapat lima orang, yaitu Fathimah, Hasan, Husain, dan Harits. Mereka menetap selama tiga hari tanpa makan. Fathimah mempunyai sebuah selendang, yang kemudian diberikan kepada 'Ali r.a, agar dijual. Kemudian suami Fathimah itu pun menjual selendang dengan harga enam dirham, akan tetapi ia menyedekahkan uang itu kepada orang² fakir. Beberapa saat kemudian, Jibril menemui 'Ali dalam wujud manusia yang membawa unta surga.
"Wahai ayah Hasan, belilah unta ini dariku," kata Jibril.
"Aku tidak mempunyai uang untuk membelinya nya," kata 'Ali.
"Dengan tempo," kata Jibril
"Berapa engkau menjualnya..??" tanya 'Ali.
"Seratus dirham," kata Jibril.
'Ali membeli unta tersebut darinya, kemudian ia memegang tali pengikat unta dan membawanya pergi. Di tengah perjalanan, Mikail datang dengan wujud seorang Badui.
"Apakah engkau menjual unta ini, wahai Ayah Hasan..??" tanya Mikail.
"Ya," jawab 'Ali.
"Berapa aku membelinya..??" tanya Mikail.
"Seratus dirham," kata 'Ali.
"Aku membelinya dengan keuntungan bagimu, enam puluh dirham," kata Mikail.
Maka 'Ali menjualnya kepada lelaki tersebut (Mikail) dan ia menerima uang dari orang itu (Mikail) sejumlah seratus enam puluh dirham. Setelah menjual, 'Ali mengambil uang tersebut dan ia pergi hendak menemui penjual unta yang pertama. Sampai di suatu tempat, 'Ali bertemu dengannya (Jibril).
"Apakah engkau telah menjual unta itu, wahai Ayah Hasan..??" tanya Jibril.
"Ya," jawab 'Ali.
"Baik, kalau begitu, berikan hakku," ujar Jibril.
'Ali memberikan seratus dirham kepadanya, dan tersisa enam puluh dirham. 'Ali membawa uang tersebut ke rumah untuk Fathimah, dan menggenggamnya dengan kedua tangan.
"Dari mana engkau mendapatkan ini, wahai suamiku..??" tanya Fathimah.
"Aku telah berdagang bersama Allah Swt, dengan enam dirham (uang yang diberikan Fathimah hasil penjualan selendang). Kemudian Dia memberikan enam puluh dirham kepadaku, setiap satu dirham berlipat sepuluh," jelas 'Ali.
Setelah itu, 'Ali pergi menjumpai Nabi Muhammad ﷺ, dan menceritakan kisahnya kepada beliau.
"Wahai 'Ali, penjual itu adalah Jibril, sedangkan pembelinya adalah Mikail. Dan unta tersebut adalah kendaraan Fatimah kelak pada hari kiamat," ucap Nabi Muhammad ﷺ.
"Wahai 'Ali, engkau diberikan tiga hal yang tidak pernah diberikan kepada selain kamu, yaitu: seorang istri pemimpin perempuan surga, dua orang anak pemimpin pemuda surga, dan mertua pemimpin para rasul. Maka bersyukurlah kepada Allah Swt atas pemberian itu. Dan pujilah Dia atas sesuatu yang dikuasakan kepadamu," lanjut Nabi Muhammad ﷺ.
Wallaahu a'lam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TIGA PULUH SEMBILAN: {"FAEDAH SHADAQAH YANG KEMBALI KEPADA ORANG² YANG TELAH MENINGGAL DUNIA"}

Dikisahkan dari Abu Qilabah: beliau menyebutkan bahwa pada suatu ketika, ia bermimpi melihat pemakaman. Seolah² makam²nya terbelah, mayat²nya keluar dan duduk di ujung pemakaman.
Masing² mayat membawa talam dari cahaya. Kecuali salah seorang di antara mereka yang berada di samping mereka, tidak terlihat cahaya yang muncul dari kedua tangannya. Abu Qilabah pun bertanya kepada laki² tersebut:
"Apakah ada yang salah denganku sehingga aku tidak melihat cahaya dari kedua tanganmu..??"
"Mereka mempunyai anak dan saudara yang berdoa dan bersedekah untuk mereka, dan cahaya itu berasal dari apa yang mereka kirimkan untuk para mayat.
Sedangkan aku mempunyai seorang anak yang tidak shaleh, tidak berdoa dan tidak bersedekah kepadaku. Maka tidak ada cahaya bagiku, dan sungguh aku merasa malu kepada tetangga²ku," Jelas laki² tersebut.
Tatkala Abu Qilabah sadar, ia memanggil putra laki² yang telah ditemui dalam mimpi tersebut, dan menceritakan kabar ayahnya di alam kubur.
Anak laki² yang ditemui di dalam mimpinya itu pun berkata:
"Mulai sekarang, aku bertaubat dan aku tidak akan mengulangi perbuatan yang biasa aku lakukan."
Setelah itu, anak laki² itu pun melakukan ketaatan. Ia berdoa bagi ayahnya, dan mengulurkan sedekah juga diperuntukkan orang tuanya tersebut. Beberapa waktu kemudian, Abu Qilabah melihat makam tersebut seperti sedia kala. Ia melihat kedua tangan si laki² dalam mimpinya mengeluarkan cahaya besar, lebih putih daripada matahari dan lebih sempurna daripada cahaya lainnya.
"Wahai Abu Qilabah, semoga Allah Swt memberikan balasan kebaikan kepadamu dengan sebab menolongku. Melalui perkataanmu, anakku selamat dari neraka, dan aku selamat dari rasa malu terhadap tetangga²ku. Walhamdulillah."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH: {"MENERIMA SESUATU YANG SEDIKIT"}

Diceritakan: Uwais al-Yamani berkata:
"Ada seorang laki² yang mempunyai empat anak. Suatu saat, sang ayah menderita sakit. Salah seorang di antara mereka berkata kepada saudara²nya. Bisa saja kalian mengurusnya. Dan tidak ada warisan sama sekali yang kalian terima (sebab warisan digunakan sebagai biaya perawatan). Atau bisa saja aku yang mengurusnya. Maka tidak ada warisan sama sekali yang aku terima."
Setelah mendengar perkataan salah satu saudaranya, mereka enggan untuk mengurus ayahnya. Sehingga ia sendiri yang mengurus ayahnya sampai meninggal dunia, dan ia sama sekali tidak mengambil bagian warisannya. Pada saat tidur, terdengar suara berkata kepadanya: "Pergilah ke tempat ini, Ambillah uang sejumlah seratus dirham, tetapi tidak ada keberkahan dalam uang tersebut."
Ketika pagi, laki² itu menceritakan mimpinya kepada istrinya.
"Ambil saja," kata istri.
Namun ia tidak mau melakukannya.
Pada malam kedua, datang lagi sebuah suara: "Pergilah ke tempat ini, Ambil uang sejumlah sepuluh dinar, tetapi tidak ada keberkahan dalam uang tersebut."
Ia bermusyawarah dengan istrinya, dan istrinya menyuruhnya untuk mengambil dinar tersebut, namun ia tetap menolaknya.
Pada malam ketiga, sebuah suara kembali berkata: "Pergilah ke tempat ini, Ambil satu dinar dari sana, dan terdapat keberkahan dalam uang tersebut." Kemudian lelaki tersebut pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh mimpinya. Setelah mengambil uang, ia melihat seseorang menjual dua ekor ikan.
"Berapa engkau menjual dua ikan tersebut..??" tanya lelaki itu.
"Satu dinar," jawab penjual ikan.
Lelaki itu pun membelinya dengan harga tersebut, kemudian ia pulang ke rumah membawa dua ikan yang telah dibelinya dari seseorang yang tidak ia kenal. Tiba² kedua perut ikan itu terbelah. Masing² ikan menyimpan mutiara yang sangat berharga. Ia membawa salah satu mutiara kepada raja penguasa negeri. Sang raja pun membayarnya dengan jumlah yang besar.
"Mutiara ini tidak pantas kecuali disandingkan dengan pasangannya. Datangkanlah kepadaku, Aku akan memberikan engkau harta seperti yang pertama," kata raja.
Lelaki itu pun pergi menuruti kata² raja, dan menghadirkan mutiara yang satunya kepada raja. Raja pun memenuhi janjinya, raja memberikan harta yang sama seperti pemberian pertama. Dengan demikian, lelaki itu memperoleh keberkahan dari ayahnya. Semoga Allah Swt merahmatinya.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH SATU: {"BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA DAN TERCELANYA 'UJUB"}

Diceritakan: Bahwasanya suatu hari Nabi Daud 'Alaihis salam membaca kitab Zabur. Kemudian hatinya menjadi lembut pada saat membaca kitab suci itu. Dalam hati ia berkata: "Di dunia tidak ada seorang pun lebih baik ibadahnya daripadaku." Setelah itu, Allah Swt mewahyukan kepadanya: "Naiklah ke gunung itu agar engkau melihat seorang petani yang menyembahKu selama tujuh ratus tahun. Ia melakukan itu karena suatu kesalahan yang telah dilakukan. Namun menurutKu itu bukan kesalahan (dosa). Pada suatu hari, ia menaiki atap rumah, sedangkan ibu orang tersebut berada di bawahnya. Lalu secara tidak sengaja, si ibu kejatuhan debu karena langkah kakinya yang berada di atas atap. Sungguh laki² ini lebih baik ibadahnya daripada engkau. Maka pergilah untuk menemuinya, dan beri tahukan bahwa ia memperoleh ampunan dariKu."
Selanjutnya, Daud pergi ke gunung yang ditunjukkan itu, dan di sana ia melihat seorang laki² yang sangat bersih, begitu tampak kebesaran ibadahnya. Saat itu Daud melihat laki² tersebut sedang takbiratul ihram melaksanakan shalat. Setelah selesai shalat, mengucapkan salam kepadanya. Laki² itu pun menjawab salamnya Daud.
"Siapa engkau..??" tanya ahli ibadah.
"Aku Daud," jawab Daud.
"Apabila aku tahu bahwa engkau Daud, maka aku tidak akan menjawab salammu karena kesalahan yang engkau lakukan, dan meluangkan waktu untuk naik ke gunung ini. Akan tetapi engkau tidak beristighfar kepada Allah Swt. Demi Allah, pada suatu waktu aku berjalan di atas atap. Dan bersamaan dengan itu, ibuku berada di bawah atap. Kemudian sedikit dari debu atap jatuh mengenainya sebab langkahku tadi. Lalu aku keluar selama tujuh ratus tahun. Aku tidak tahu, apakah ibuku marah kepadaku atau ridha..?? Meskipun demikian, aku tetap beristighfar kepada Allah Swt, Karena aku menyangka bahwa ibuku marah kepadaku. Hal ini aku lakukan supaya Tuhan meridhaiku, dan ibuku juga meridhaiku. Itu aku lakukan selama tujuh ratus tahun. Tidak aku luangkan waktuku untuk makan dan minum, sebab takut adzab Allah Swt. Menjauhlah dariku, Engkau mencegahku melakukan ibadah," tegas ahli ibadah.
"Sesungguhnya aku diperintah Allah Swt untuk memberi tahu bahwa Dia mengampunimu. Dia ridha kepadamu, dan orang tuamu yang telah meninggal dunia juga ridha kepadamu. Orang tuamu tidak berada di bawah atap yang engkau injak, dan tidak tertimpa debu," kata Daud.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, si ahli ibadah berkata: "Demi Allah, aku tidak menyukai hidup sesudah ini."
Lelaki yang ahli ibadah itu bersujud, dan berkata: "Tuhanku, ambillah nyawaku." Dan Ahli ibadah tersebut meninggal dunia seketika itu juga. Semoga Allah Swt merahmatinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 44_45]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH DUA: {"MENCEGAH DURHAKA KEPADA ORANG TUA"}

Diceritakan dari Atha' bin Yasar: bahwasanya ada sekelompok orang melakukan perjalanan dan mereka singgah di suatu tempat. Kemudian mereka mendengar suara keledai meringkik terus-menerus, dan membuat mereka tidak dapat tidur. Lalu mereka pun pergi melihatnya. Tiba² mereka melihat sebuah rumah dari kemah yang dalamnya terdapat perempuan lanjut usia.
"Kami mendengar suara keledai hingga kami tidak dapat tidur, namun kami tidak melihat seekor keledai pun di sekitar sini," kata mereka.
"Itu adalah suara anakku. Sebelumnya, ia memanggilku dengan panggilan: "Wahai keledai, kemari..!, Wahai keledai, pergilah..! Demikianlah! Maka aku berdoa kepada Allah Swt agar ia dijadikan keledai. Ia selalu bersuara seperti keledai setiap malam sampai pagi," ungkap si ibu.
"Ajaklah kami untuk melihatnya," pinta mereka. Si ibu mengajak mereka pergi ke suatu tempat. Ia berada di kuburan dan lehernya seperti leher keledai. Tiada daya dan kekuatan, kecuali milik Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH TIGA: {"QANAAH"}

Diceritakan: Di Bani Israil terdapat seorang ahli ibadah yang mengalami kesempitan masalah penghidupan, kemudian ia keluar menuju padang pasir untuk menyembah Allah Swt dan memintaNya diberikan sesuatu. Pada hari tersebut datang sebuah panggilan:
"Wahai ahli ibadah, bentangkan tanganmu, dan ambillah."
Kemudian Ahli ibadah itu membentangkan tangannya. Setelah itu, dua permata yang warnanya seperti dua bintang yang bercahaya diletakkan di tangannya. Lalu ia pulang ke rumah membawa kedua permata tersebut.
"Kita selamat dari kefakiran," kata ahli ibadah kepada istrinya.
Suatu malam, ahli ibadah itu bermimpi bahwa dirinya berada di surga, dan di dalam surga ia melihat sebuah istana. Kemudian datang sebuah suara: "Ini adalah istanamu."
Di dalam surga itu ahli ibadah tersebut melihat dua singgasana yang berhadapan. Yang satu terbuat dari emas merah dan yang lain terbuat dari perak. Atapnya berasal dari mutiara. Kemudian dikatakan kepadanya:
"Singgasana yang satu bagimu, dan singgasana yang lain diperuntukkan istrimu."
Lalu Ahli ibadah itu melihat ke bagian atapnya. Tiba² terdapat satu tempat berlubang seukuran dua permata. Ia berkata:
"Apa yang terjadi dengan bagian yang berlubang ini..??"
"Sebenarnya itu tidak berlubang. Hanya saja engkau tergesa² memperoleh dua permata itu di dunia. Dua tempat yang berlubang tersebut adalah tempatnya," tutur sebuah suara. Ahli ibadah itu sadar dari tidurnya, dan menangis, dan ia langsung memberi tahu istrinya.
"Berdoalah kepada Allah Swt, dan mintalah kepadaNya agar dua permata itu dikembalikan ke tempatnya, yaitu ke padang pasir," kata si istri.
Dengan kedua permata yang berada dalam genggamannya, ia berdoa penuh harapan dan sungguh² kepada Allah Swt, agar kedua permata itu dikembalikan ke tempat asalnya. Ia selalu melakukan demikian hingga kedua permata tersebut diambil dari genggamannya. Setelah itu, datang sebuah panggilan:
"Kami telah mengembalikan kedua permata itu ke tempatnya." Atas terkabulnya doa itu, ahli ibadah itu memuji Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 45_46]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH EMPAT: {"DUNIA TIDAK BERSIH BAGI SETIAP ORANG"}

Diceritakan: Yazid bin Walid berkata kepada teman²nya:
"Tidak ada seorang pun dalam sehari semalam melewatinya tanpa suatu hal yang dibenci dan kesedihan. Dan sesungguhnya aku hendak menjadikan satu hari tanpa mengalami dua hal itu." Oleh karena itu, Yazid bin Walid menyiapkan pertemuan yang akan dipenuhi kesenangan². Ia mengambil tumbuh²an berbau wangi dan berbagai hal lain, sebagaimana yang dilakukan para raja. Ia mempunyai seorang selir bernama Hannanah yang begitu disukai oleh orang². Hannanah adalah wanita cantik, dan bersuara merdu. Selir ini berada di belakang raja dengan suatu kain penutup. Lalu raja menempatkan teman minum di depannya.
Begitu persiapan selesai, raja melihat dan mengamati terus si selir, ia memintanya mendendangkan lagu². Terkadang ia bermain² dengannya. Dan di kesempatan lain, ia bersenang² dengan teman minumnya. Hal itu terus ia lakukan sampai waktu Ashar.
Selanjutnya para pelayan menghidangkan buah kurma bagi raja. Ia mengambil sebuah biji kurma dengan kedua tangannya. Lalu ia mengulurkan buah kurma tersebut kepada si selir. Si selir menerimanya dengan senang, dan memakannya. Namun tiba² biji kurma yang diberikan itu tertelan oleh si selir. Dan dengan seketika si selir mati. Setelah itu, raja merasakan kesedihan yang luar biasa. Bahkan perasaan tersebut berlangsung selama empat hari. Dan pada akhirnya raja pun mati dalam keadaan maksiat.
Wallaahu 'alam.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH LIMA: {"SABAGIAN MU'JIZAT NABI MUHAMMAD ﷺ"}

Diceritakan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anh, beliau mengatakan: bahwa suatu hari Nabi Muhammad ﷺ masuk ke dalam rumah Fathimah Radhiyallahu 'anha. Kemudian Fathimah mengadu: "Wahai ayahku, selama tiga hari kami belum merasakan makanan." Mendengar itu, Nabi Muhammad ﷺ membuka pakaian yang menutup perutnya. Pada perut Nabi yang mulia tersebut, Fathimah melihat sebuah batu diikatkan dengannya. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berkata:
"Wahai Fathimah, apabila kalian belum makan selama tiga hari, maka ayahmu ini belum makan selama empat hari."
Setelah itu, Nabi Muhammad ﷺ keluar dari rumah Fathimah dan berkata: "Alangkah sedihnya Hasan dan Husain kelaparan."
Nabi Muhammad ﷺ terus berjalan sampai di Madinah. Di salah satu jalan, beliau bertemu dengan seorang Badui yang hendak mengambil air di samping sumur. Nabi Muhammad ﷺ berhenti di sana. Si Badui tidak mengetahui bahwa seseorang yang mampir di sampingnya itu adalah Nabi.
"Wahai tuan, apakah engkau mempunyai pekerjaan yang dapat aku lakukan..??" tanya Nabi Muhammad ﷺ.
"Ya," jawab Badui itu.
"Apa pekerjaan untukku..??" tanya Nabi lagi.
"Mengambil air dari sumur ini," jawab si Badui.
Si Badui memberikan ember kepada beliau, dan beliau mengambil air dengan ember tersebut. Beliau mendapatkan upah tiga biji kurma dari pekerjaan ini. Lalu beliau memakannya. Setelah itu, beliau meneruskan kembali pekerjaannya hingga delapan ember. Ketika beliau hendak mengambil air untuk yang ke sembilan, tali ember itu putus. Dan ember yang digunakan untuk mengambil air tersebut jatuh ke dalam sumur. Beliau berhenti dengan sedikit cemas. Kemudian datang Si Badui dalam keadaan marah dan menampar wajah beliau. Setelah itu, si Badui memberikan dua puluh empat kurma kepada beliau, dan beliau pun mengambilnya.
Kemudian Nabi Muhammad ﷺ mengambil ember dari dalam sumur dengan tangan beliau, dan memberikannya kepada si Badui. Setelah itu, beliau pun pergi meninggalkan si Badui.
Melihat peristiwa ini, si Badui berpikir sembari bergumam: "Orang ini pasti nabi."
Setelah mengetahui hal itu, si Badui mengambil sebilah pisau besar, lalu memotong tangan kanan yang digunakan untuk menampar Nabi Muhammad ﷺ dengan pisau tersebut. Tidak sanggup menahan sakit, ia pun pingsan.
Beberapa waktu kemudian, suatu rombongan melewati sumur tersebut. Mendapati seorang Badui tergeletak di pinggir sumur, mereka memercikkan air kepadanya, dan akhirnya si Badui pun sadar.
"Apa yang menimpamu..??" tanya rombongan itu.
"Aku menampar wajah seseorang dan aku menyangka bahwa orang itu adalah Muhammad ﷺ. Aku takut akan tertimpa suatu siksa, lalu aku memotong tangan yang aku gunakan untuk menamparnya itu," kata Badui tersebut.
Selanjutnya, si Badui pergi membawa potongan tangannya dengan tangan kiri menuju masjid. Dengan suara keras, ia memanggil:
"Wahai teman² Muhammad, di mana Muhammad..??"
Ketika itu, Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiyallahu 'anhum duduk di sana.
"Mengapa engkau mencari Muhammad..??" tanya mereka.
"Aku mempunyai keperluan dengannya," jawab si Badui.
Salman datang menggandeng tangan Badui, dan membawanya ke rumah Fathimah Radhiyallahu 'anha, sebab Salman mengetahui bahwa setelah Nabi Muhammad ﷺ mengambil kurma, beliau membawanya ke rumah Fathimah, dan Nabi Muhammad ﷺ mendudukkan Hasan di atas paha sebelah kanan, dan Husain di atas paha sebelah kiri. Beliau menyuapi mereka dengan biji² kurma tersebut.
Bagitu tiba di rumah Fathimah, si Badui berkata: "Wahai Muhammad," Mendengar panggilan ini, Nabi Muhammad ﷺ berkata:
"Wahai Fathimah, lihatlah ke depan!"
Kemudian Fathimah pun keluar, dan mengetahui bahwa ada seorang Badui yang datang. Ia melihat si Badui memegang potongan tangannya yang mengalirkan darah. Fathimah kembali ke dalam dan memberitahukan hal itu kepada Nabi Muhammad ﷺ, Beliau bergegas menuju ke depan rumah:
Setelah Nabi Muhammad ﷺ datang, si Badui berkata: "Wahai Muhammad, maafkanlah aku. Sungguh, aku tidak mengenalmu."
"Tapi mengapa engkau memotong tanganmu..??" tanya Nabi Muhammad ﷺ.
"Wahai Muhammad, tidak mungkin aku membiarkan tangan yang aku gunakan untuk menamparmu ini tetap ada," kata si Badui.
"Masuklah Islam, maka engkau akan selamat," kata Nabi Muhammad ﷺ.
"Wahai Muhammad, apabila engkau seorang Nabi, kembalikan tanganku seperti sedia kala," pinta si Badui.
Nabi Muhammad ﷺ mengambil potongan tangan si Badui dan meletakkannya pada tempat semula. Nabi menyambungnya dan mengusapnya dengan tangan beliau. Dengan izin Allan Swt, tangan tersebut menyatu. Dan pada akhirnya, si Badui pun masuk Islam.
Alhamdulillah

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH ENAM: {"MEMAKAN HAK ORANG LAIN TANPA ALASAN YANG DIBENARKAN DAN AKIBAT DARI MEMAKAN HARTA ORANG LAIN"}

Diceritakan dari Abu Yazid al-Busthami: Sesungguhnya ia beribadah kepada Allah Swt selama bertahun². Namun ia tidak menemukan kenikmatan dan kelezatan ibadah. Kemudian ia pergi ke tempat ibunya:
"Wahai Ibu,,sesungguhnya aku tidak menemukan manisnya ibadah dan taat selamanya. Lihatlah ke belakang, apakah engkau pernah memakan makanan haram pada saat aku masih dalam perutmu, atau pada saat aku dalam susuanmu..??" tanya Abu Yazid al-Busthami.
Si ibu pun berpikir lama, kemudian si ibu berkata:
"Wahai anakku,,ketika engkau berada dalam perutku, aku naik di atas atap, lalu aku melihat sepotong keju berada di dalam sebuah wadah. Aku berselera. Maka aku pun memakannya seukuran semut tanpa izin pemiliknya."
"Tidak lain, inilah alasannya wahai Ibu, pergilah kepada pemilik keju tersebut, dan beri tahu masalah itu kepadanya," kata Abu Yazid al-Busthami.
Kemudian si ibu pergi dan menceritakan hal tersebut kepada pemilik keju.
Pemilik keju berkata: "Sekarang engkau memperoleh halalnya keju itu."
Selanjutnya, si ibu menyampaikan pertemuannya dengan pemilik keju kepada anaknya, yakni Abu Yazid al-Busthami. Setelah itu, Abu Yazid al-Busthami baru dapat merasakan manisnya taat.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH TUJUH: {"WARA' DAN TIDAK MELAKUKAN TIPUAN DALAM BERDAGANG"}

Diceritakan: Sesungguhnya Abu Hanifah Radhiyallahu 'anh dan seseorang lelaki dari kota Bashrah terdapat serikat dagang di antara keduanya, kemudian Abu Hanifah mengirim tujuh puluh pakaian berbahan sutra kepada teman bisnisnya tersebut, dan ia menyelipkan sepucuk surat yang isinya:
“Sesungguhnya pada salah satu pakaian terdapat cacat, yaitu pakaian ini. Maka juallah dan jelaskan cacatnya."
Laki² dari kota Bashrah itu pun menjual semua pakaiannya dengan harga tiga puluh ribu dirham, dan membawanya kepada Abu Hanifah.
"Apakah engkau menjelaskan cacatnya..??" tanya Abu Hanifah.
"Sungguh aku lupa,!" kata laki² dari kota Bashrah itu.
Mendengar jawaban tersebut, Abu Hanifah menyedekahkan semua penjualannya.
📚[An-Nawadir. Hal. 48]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH DELAPAN: {"KEUTAMAAN KETURUNAN"}

Diceritakan: Bahwasanya seorang Qadhi meninggal dunia, dan ia meninggalkan istrinya yang dalam keadaan hamil. Ketika tiba saatnya, istri hakim melahirkan anak laki². Tatkala si anak bertambah besar, sang ibu mengutusnya untuk belajar kepada seorang pengarang. Bersama gurunya, ia diajari membaca basmalah. Karena alasan ini, Allah Swt mencabut siksa atas ayahnya dan berkata:
"Wahai Jibril, sesungguhnya tidak pantas bagiKu meng~adzab seseorang yang anaknya menyebutKu. Pergilah kepadanya dan berilah kabar gembira!" Kemudian Jibril pun pergi, dan memberikan kabar gembira kepadanya. Hal itu semata² karena rahmat Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 48]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-EMPAT PULUH SEMBILAN: {"MENCURAHKAN ILMU UNTUK SUATU MAKSUD DAN BERDISKUSI DENGAN BAIK"}

Diceritakan: Hatim al-Asham masuk ke kota Baghdad. Ia mendapat kabar bahwa di sana terdapat seorang Yahudi yang mengalahkan ulama.
"Aku akan berbicara dengannya," kata Hatim al-Asham.
Ketika Yahudi itu datang, ia bertanya kepada Hatim al-Asham tentang:
apa yang tidak diketahui Allah Swt..??
Apa yang tidak ditemukan di sisi Allah Swt..??
Apa yang tidak ada dalam gedung Allah Swt..??
Apa yang diminta Allah Swt dari hamba..??
Apa yang diikatkan oleh Allah Swt..?? Dan
apa yang dilepaskan oleh Allah Swt..??
"Apabila aku menjawabmu, apakah engkau mengakui kebenaran Islam..??"
"Ya," jawab orang Yahudi tersebut.
Kemudian Hatim al-Asham menjawab:
"Sesuatu yang tidak diketahui Allah Swt adalah sekutu atau anakNya. Allah Swt tidak mengetahui kalau diriNya mempunyai sekutu dan anak.
Sesuatu yang tidak ada di sisi Allah Swt adalah zhalim. Sebagaimana firmanNya: "Sesungguhnya Allah Swt tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikit pun." (QS. Yunus [10]: 44).
Sesuatu yang tidak ada di dalam gedung Allah Swt adalah fakir. Sebagaimana firmanNya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah Swt, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah Swt.)." (QS. Al-Baqarah [2]: 245).
Sesuatu yang diikatkan oleh Allah Swt adalah tali pengikat bagi orang² kafir. Dan
sesuatu yang dilepaskan oleh Allah Swt adalah ikatan tersebut bagi para kekasihNya."
Setelah itu, orang Yahudi itu pun masuk Islam dengan izin Allah Swt.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH: {"BERTAFAKKUR TENTANG KEADAAN DI AKHIRAT"}

Diceritakan dari Abu Yazid al-Busthami:
Pada suatu hari Abu Yazid al-Busthami keluar, dan di wajahnya tampak bekas tangisan. Kemudian dikatakan kepadanya: "Apa yang terjadi..??"
Abu Yazid al-Busthami menjawab: "Suatu kabar telah sampai kepadaku bahwa pada hari kiamat kelak, seorang hamba mendatangi tempat hisab bersama musuhnya. Lalu hamba itu berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku adalah seorang pembantai.
"Setelah itu ia datang kepada musuhnya dan mengusap daging milikku. Ia meletakkan jari²nya di atas dagingku sampai membekas. Ia tidak membeli daging, sedangkan aku membutuhkan ukuran itu. Allah Swt memerintahkan agar ia memberikan kebaikannya seukuran haknya. Ukuran orang itu telah berkurang sekitar satu biji dzarrah. Maka ukuran tersebut diletakkan pada musuhnya itu. Sehingga si musuh unggul dan ia diperintahkan masuk surga. Kemudian timbangan musuhnya berkurang dengan ukuran itu, maka ia diperintahkan ke neraka. Aku tidak tahu keadaanku pada hari itu."
📚[An-Nawadir. Hal. 49]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH SATU: {"BERUSAHA MENGHINDARI MAKANAN SYUBHAT DAN HARAM"}

Diceritakan dari Ibrahim bin Adham Radhiyallahu 'anh: Bahwasanya ia berada di kota Makkah, dan di sana ia membeli kurma dari seseorang. Namun di bawah kakinya, ia menemukan dua biji kurma. Ia menyangka bahwa dua biji kurma tersebut adalah bagian dari pembeliannya. Ia mengambil dan memakannya. Kemudian ia keluar pergi ke Baitul Maqdis. Ia masuk ke dalam Qubbah as-Shakrah untuk berkhalwat (menyendiri).
Di tempat tersebut tertulis:
"Hendaknya orang yang berada di tempat ini keluar." Ia mengerjakan itu untuk dapat bertemu dengan malaikat pada sore hari.
Para penjaga Qubbah as-Shakrah mengeluarkan semua orang yang ada di dalamnya. Namun Ibrahim bin Adham tertutup dan tidak diketahui oleh para penjaga sehingga ia masih saja berada di sana. Kemudian malaikat masuk ke dalam ruangan.
"Apakah yang tinggal ini dari jenis manusia..??" tanya salah satu malaikat.
"Dia adalah Ibrahim bin Adham, ahli ibadah dari kota Khurasan," jawab salah satu malaikat yang lain.
"Benar," jawab malaikat lain.
"Setiap hari amal orang ini naik ke langit dan diterima," jawab malaikat lain lagi.
"Benar," Hanya saja ketaatannya terhenti selama satu tahun ini, doanya tidak terkabulkan sebab adanya dua biji kurma dalam dirinya," kata malaikat lain.
Selanjutnya, malaikat sibuk beribadah sampai fajar. Penjaga Qubbah as-Shakrah datang dan membukakan pintu. Ibrahim bin Adham keluar dan pergi ke kota Makkah. Ia berhenti di pintu sebuah kedai. Di sana ia melihat seorang pemuda menjual kurma.
"Apakah di sini terdapat seorang tua yang menjual kurma pada awal tahun..??' tanya Ibrahim bin Adham.
Si pemuda menceritakan bahwa itu adalah ayahnya yang sudah meninggal dunia. Lalu Ibrahim bin Adham menceritakan kisahnya kepada si pemuda.
"Sekarang engkau mendapatkan halalnya dua biji kurma itu. Aku mempunyai seorang saudari dan ibu," ucap si pemuda.
"Di mana mereka..??" tanya Ibrahim bin Adham.
"Di dalam rumah," jawab si pemuda.
Ibrahim bin Adham bergegas menuju rumah pemuda itu, lalu mengetuk pintu, Seorang nenek tua bertelekan tongkat keluar. Ibrahim bin Adham mengucapkan salam kepadanya. Si nenek yang diketahui sebagai ibu pemuda itu menjawab salam Ibrahim bin Adham.
"Apa keperluan Anda..??" tanya si nenek.
Ibrahim bin Adham pun menceritakan kisahnya.
"Engkau mendapatkan halalnya bagianku dari kedua kurma tersebut," ungkap si nenek kepada Ibrahim bin Adham.
Ibrahim bin Adham juga melakukan hal demikian kepada saudari si pemuda. Sama seperti saudara dan ibunya, perempuan tersebut merelakan dua kurma yang dimakan Ibrahim bin Adham.
Setelah bertemu dengan orang² itu, Ibrahim bin Adham menghadap ke Baitul Maqdis. Ia masuk ke Qubbah as-Shakrah. Malaikat masuk ke dalam ruangan dan berkata antara satu dengan lainnya:
"Ini adalah Ibrahim bin Adham yang amal² ibadahnya terhenti dan doanya tidak diterima selama satu tahun. Akan tetapi setelah ia melakukan tanggungannya berupa permintaan halal atas dua kurma yang dimakannya, amal²nya diterima kembali, doanya dikabulkan, dan Allah Swt mengembalikan derajatnya." Ibrahim bin Adham menangis karena senang mendengar berita tersebut. Setelah itu ia tidak lalai. Ia makan hanya sekali dalam seminggu, dan makanannya pun adalah makanan halal.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH DUA: {"ORANG YANG MENGIKUTI HAWA NAFSU DAN SETAN"}

Diceritakan: Terdapat seorang ahli ibadah dari kaum Bani Israil yang bernama Barshisha. Ia terkenal karena bertapanya yang lama. Pada masa kehidupannya, raja negeri tempat tinggalnya mempunyai anak perempuan, ketika itu raja takut bila kelak orang² menyentuhnya. Kemudian raja mengirim putrinya secara rahasia kepada ahli ibadah tersebut, sehingga tidak ada seorang pun yang yang mengetahui keberadaan putri raja.
Setelah itu, putri raja tersebut tinggal bersama Barshisha hingga dewasa. Kemudian pada suatu hari iblis la'nat Allah diatasnya datang berwujud seorang tua, dan ia menipu Barshisha melalui putri raja, sehingga Barshisha berzina dengan putri raja yang kemudian diketahui bahwa putri raja telah hamil. Ketika perutnya semakin membesar, iblis yang menyerupai orang tua tersebut datang lagi kepada Barshisha:
"Engkau adalah seorang zuhud, dan apabila perempuan itu melahirkan, maka perbuatan zinamu akan diketahui oleh orang². Bunuh saja ia sebelum melahirkan, dan katakan kepada orang tuanya bahwa putrinya meninggal. Orang tuanya akan membenarkanmu, lalu engkau menguburnya, dan orang² tidak mengetahui perbuatanmu sama sekali."
Pada akhirnya, Barshisha pun membunuh putri raja tersebut. Setelah itu Barshisha memberi tahu perihal kematian putri raja itu kepada ayahnya, dan meminta izin untuk menguburnya. Raja pun mengizinkannya.
Kemudian iblis yang berbentuk seorang alim datang kepada raja, dan menceritakan kisah Barshisha bersama putri raja itu.
"Gali kuburannya dan bedah perutnya, apabila engkau melihat dalam perutnya terdapat janin, maka aku benar. Dan apabila tidak, engkau boleh membunuhku," kata Iblis.
Raja bersama pengawalnya datang ke tempat pemakaman putrinya, lalu ia menggali kuburan putrinya. Ia mengeluarkan mayat, dan membelah perutnya. Ternyata benar, raja menemukan putrinya sama seperti yang diceritakan seorang alim yang mengunjunginya itu. Setelah itu raja mengambil Barshisha dan menaikkan di atas unta, lalu membawanya ke kerajaan untuk disalib.
Selanjutnya iblis datang kepada Barshisha yang dalam keadaan disalib.
"Engkau berzina atas perintahku. Engkau membunuh seseorang atas perintahku. Maka berimanlah kepadaku, niscaya aku akan menyelamatkanmu dari siksa raja," kata iblis.
Karena Barshisha mempercaya iblis, ia menemukan kesengsaraan. Setelah Barshisha beriman kepada iblis, iblis pun menjauh dari Barshisha.
"Mengapa engkau tidak menyelamatkanku..??" tanya Barshisha.
"Aku takut kepada Allah Penguasa Alam," jawab Iblis.
Iblis meninggalkan dan membiarkan Barshisha seperti itu. Maka tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah Swt semata.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH TIGA: {"KEADAAN ORANG YANG MEMILIH ALLAH SWT. DAN RIDHA KEPADANYA"}

Diceritakan dari Dzun Nun al-Mishri Rahimahullah Ta'ala:
Suatu ketika ia masuk ke dalam Masjidil Haram. Disana ia melihat seorang telanjang yang terluka dan tergeletak di bawah tiang. Orang itu menyebut nama Allah Swt dengan hati yang sedih. Kemudian Dzun Nun al-Mishri mendekat, dan mengucapkan salam kepadanya:
"Siapa kamu..??," tanya Dzun Nun al-Mishri.
"Aku orang asing," jawab orang yang tergeletak itu.
"Siapa namamu..??," tanya Dzun Nun al-Mishri.
"Aku adalah orang yang dicari oleh orang yang mana aku lari darinya." Jawab orang itu.
"Apa yang kamu katakan..??," tanya Dzun Nun al-Mishri.
Setelah itu, orang yang tergeletak itu menangis, begitu juga Dzun Nun al-Mishri. Ia dan Dzun Nun al-Mishri terus menerus menangis hingga akhirnya orang itu mati. Maka Dzun Nun al-Mishri melemparkan selendang untuk menutupinya. Lalu Dzun Nun al-Mishri pergi mencari kain kafan. Setelah mendapatkannya, ia pulang, namun alangkah kagetnya, ia tidak menemukan jenazah orang asing itu.
"Wahai Allah Yang Maha Suci, siapa yang mendahuluiku..,?? ambil saja nyawaku pada hari ini," ucap Dzun Nun al-Mishri.
Tiba² datang sebuah suara, "Wahai Dzun Nun, inilah orang yang dicari setan di dunia, namun ia tidak dapat melihatnya. Ia juga dicari malaikat penjaga neraka, akan tetapi malaikat tidak melihatnya. la juga dicari malaikat Ridwan di surga. Sama saja, malaikat tidak menemukannya."
"Lalu di mana ia setelah kematian ini..??" tanya Dzun Nun al-Mishri.
"Di tempat yang disenangi, yaitu di sisi Tuhan Yang Kuasa," jawab suara itu.
Oleh sebab itu, manusia dalam ibadahnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1) RUHBANI
2) HAYAWANI dan
3) RABBANI.
Yang dimaksud RUHBANI adalah orang yang menyembah Allah Swt karena takut.
Yang dimaksud HAYAWANI adalah orang yang menyembah Allah Swt berharap rahmat dan ampunanNya.
Dan yang dimaksud RABBANI adalah orang yang menyembah Allah Swt, yang tidak mengetahui dunia dan akhirat, surga dan neraka, dan jiwa dan ruh.
Bagi orang pertama, kelak pada hari kiamat ketika dibangkitkan dari kuburnya, dikatakan: "Engkau selamat dari api neraka." Kemudian untuk orang kedua, dikatakan: "Masuklah surga." Dan untuk orang ketiga, dikatakan: "Ini adalah kekasihmu dan orang yang engkau cari. Ini adalah tujuanmu. Demi keagungan dan kemuliaanKu, Aku tidak menciptakan surga kecuali karena ada orang sepertimu.
📚[An-Nawadir. Hal. 51_52]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH EMPAT: {"MENYAMPAIKAN DAN MENERIMA NASEHAT TERHADAP ORANG YANG DIKEHENDAKI"}

Diceritakan: Terdapat seorang raja kafır yang mempunyai menteri shaleh, dan menteri tersebut menanti suatu kesempatan yang tepat untuk menyampaikan nasehat kepada raja. Suatu malam, raja berkata kepada menterinya: "Bangun, Kita akan berkendara dan melihat keadaan rakyat."
Mereka pergi dengan tunggangan mereka untuk tujuan tersebut. Tiba² mereka berada di tempat seperti gunung, dan disana terdapat cahaya api. Lalu mereka mendekati cahaya tersebut, dan disana mereka melihat ada sebuah rumah yang penuh dengan suara nyanyian dan musik. Mereka juga melihat seorang laki² berpakaian jelek di tempat sampah yang bersandar di atas tumpukan sampah. Laki² itu memegang kendi yang terbuat dari tanah liat. Di dalam rumah itu juga terdapat kandang. Istri laki² itu berada di depan suaminya, memberikan suatu penghormatan kepada raja. Raja pun memberikan penghormatan kepadanya, layaknya penghormatan kepada pemimpin perempuan.
"Seandainya mereka melakukan itu setiap malam," kata raja.
Pada saat itulah, si menteri mengambil kesempatan.
"Wahai Raja, kami khawatir engkau tertipu melihat mereka (seorang laki² dan istrinya)," kata si menteri.
"Bagaimana bisa..??" tanya raja. "Sesungguhnya, kerajaanmu bagi orang yang mengetahui kerajaan langit, seperti tempat sampah dalam penglihatanmu ini. Demikian juga sandaran dan gedungmu. Dan sesungguhnya jasad dan pakaianmu bagi orang yang mengetahui kebersihan dan keindahan seperti dua orang ini dalam penglihatanmu."
Siapa orang² yang mempunyai sifat ini..??"
"Mereka adalah orang² yang menganggap bahwa kota penuh dengan kebahagiaan bukan kesusahan, penuh dengan cahaya bukan kegelapan, dan penuh dengan keamanan bukan ketakutan."
"Apa yang menyebabkan engkau enggan menjelaskan ini sebelumnya..??"
"Kewibawaanmu."
"Apabila sesuatu yang engkau sifati itu benar, maka sebaiknya kita menjadikan malam dan siang seperti itu."
"Apakah engkau menyuruhku mencarikan itu untukmu..??"
"Ya."
Beberapa hari kemudian, si menteri berkata:
"Wahai Raja, aku menemukan sesuatu yang engkau cari dalam beberapa bait puisi di atas kubur nenek moyangmu."
"Apa itu..??" tanya raja.
Lalu si menteri pun membaca puisi tersebut:
"Apakah engkau buta dari dunia • padahal engkau melihat."
"Apakah engkau bodoh darinya • padahal engkau mengetahui."
"Sejak dini engkau membangunnya seolah engkau kekal • Sementara besok engkau akan meninggalkan bangunan itu."
"Di dunia engkau menjulangkan gedung mewah • Lalu tempat kembalimu kelak hanya sebidang tanah kecil di kubur."
"Maka carilah dan lakukan itu semaumu • Akan tetapi tempat tinggal mayat hanyalah kubur."
Setelah mendengar puisi itu, raja pun bertaubat kepada Allah Swt. Ia masuk Islam dan menjalankan ajaran agama itu dengan baik. Dan inilah yang menjadi sebab keselamatannya.
📚[An-Nawadir. Hal. 52_53]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH LIMA: {"TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT. DAN SABAR TERHADAP KETENTUANNYA"}

Diceritakan dari Malik bin Dinar Radhiyallahu 'anh, ia berkata:
Suatu hari aku pergi menjalankan ibadah haji. Ketika aku melewati hutan, aku melihat seekor gagak yang pada paruhnya terdapat roti.
"Gagak ini terbang membawa sepotong roti di paruhnya. Pasti ada sesuatu padanya," kataku dalam hati.
Aku pun mengikutinya hingga gagak itu menuju sebuah gua. Kemudian aku pergi ke sana. Di dalam gua yang gelap, aku melihat seorang laki² terikat kedua tangan dan kakinya dengan telentang, dan gagak tersebut menyuapkan roti kepadanya sedikit demi sedikit. Setelah itu, gagak terbang dan tidak kelihatan lagi.
Aku bertanya laki² itu:
“Dari mana engkau..??"
"Aku hendak menjalankan ibadah haji, namun di tengah perjalanan, para pencuri mengambil seluruh hartaku. Lalu mereka mengikat dan melemparkan aku di sini. Dan aku sabar atas lapar yang menimpaku selama lima hari. Kemudian aku berkata:
"Wahai Dzat yang berfirman dalam kitabNya:
{``Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya...``} (QS. an-Naml [27]: 62). Sekarang ini aku dalam kesulitan. Maka kasihanilah aku." Lalu gagak itu diutus untukku. Ia memberikan makanan dan minuman kepadaku setiap hari," jelas orang asing ini.
Kemudian aku melepaskan ikatan talinya, kami keluar dari gua dan pergi meninggalkan tempat itu. Di tengah perjalanan, kami kehausan, dan tidak ada air sama sekali. Kami melihat ke arah padang pasir, dan disana kami melihat sebuah kolam yang di atasnya terdapat sejumlah hewan kijang. Kami mengucapkan Alhamdulillah karena telah menemukan sumur dan kolam. Ketika kami mendekati sumur tersebut, kijang² berlarian. Setelah sampai di kolam, tiba² air kolam itu meresap ke liang tanah. Kami berusaha meminum sisa² resapannya, dan kami mendapatkan itu.
Setelah itu kami berkata: "Wahai Tuhanku, kijang² itu tidak ruku' dan bersujud, akan tetapi Engkau memberikan minum mereka di atas tanah ini. Dan kami saat ini membutuhkan perjalanan sejauh seratus dzira'."
Kemudian datang sebuah suara:
“Wahai Malik,, kijang² itu bertawakkal kepada Kami. Maka Kami memberikan minum. Sedangkan engkau bertawakkal kepada bawaan dan embermu."

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH ENAM: {"KEADAAN PARA PENGUNJUNG ALLAH SWT"}

Diceritakan dari Dzun Nun al-Mishri, ia berkata:
Aku mempunyai keponakan perempuan, anak saudariku yang begitu dekat dengan Allah Swt. Suatu saat aku kehilangan dirinya selama satu bulan, ia tidak diketahui tempatnya. Aku berdoa sungguh² kepada Allah Swt, siang dan malam dengan puasa dan mendirikan shalat malam. Dalam mimpi aku didatangi suatu suara yang berkata kepadaku: "Perempuan yang engkau cari berada di padang pasir."
Maha Suci Allah, bagaimana bisa ia berada di sana. Aku membawa air dan beberapa bekal baginya. Selama sepuluh hari aku tidak menemukannya hingga aku merasa putus asa. Padahal air dan bekal itu cukup membebaniku. Aku berniat besok kembali saja ke rumah. Tatkala aku tidur, tiba² seseorang menendangku hingga aku terbangun dari tidur. Betapa kagetnya, ternyata keponakanku berdiri di sampingku sambil tertawa.
"Wahai tamu hati, mengapa engkau tertidur di sini..??" Tanya ponakan itu.
“Aku kehilanganmu selama satu bulan," jawabku.
"Wahai Paman,, demi Allah, ketika aku berada di tempat ibadahku, terlintas dalam batinku bahwa Tuhan penguasa bumi, langit, daratan, lautan, tempat sepi, dan tempat ramai adalah Esa. Kemudian aku berkata: "Aku akan menyembahNya selama satu bulan di tempat sepi, dan selama satu bulan di tempat ramai. Sehingga aku mengetahui pengaruh kemuliaan dan kekuasaanNya." Maka aku masuk ke padang pasir ini sejak empat puluh hari yang lalu. Di sini aku melihat tempat ibadahku dengan keyakinan sesungguhnya. Dia mencukupkan aku dari semua makhluk," jelasnya.
Setelah itu ia menangis beberapa saat, dan terdiam. Saat itu aku dalam keadaan sangat lapar. Aku hendak bertanya kepadanya tentang bagaimana ia memperoleh makanan. Namun aku belum bertanya, ia melihatku, dan berkata:
"Sepertinya engkau lapar, wahai pamanku..??"
"Benar, keponakanku."
Sambil menengadah ke langit, ia berkata: "Wahai Tuhanku, pamanku lapar. Dan, ia senang melihat keadaanku berada di sisiMu."
Demi Allah, belum selesai ia berdoa, aku melihat langit menurunkan manna (makanan manis bagaikan madu), putih seputih salju. Aku pun memakannya.
"Wahai keponakanku, ini adalah manna, dan di mana as-salwa (sejenis burung yang berjatuhan kepada mereka, lalu mereka mengambilnya sesuai dengan keperluan mereka)..??" tanyaku.
"As-salwa setelah manna," jawabnya.
Beberapa waktu kemudian, aku melihat as-salwa yang jumlahnya sangat banyak, jatuh di hadapan kami. Demi Allah, ia tidak meninggalkan aku sampai aku benar² kembali kuat. Semoga Allah Swt meridhainya.
📚[An-Nawadir. Hal. 54]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH TUJUH: {"KEUTAMAAN ILMU DAN MENCINTAI ORANG ALIM"}

Diceritakan: Ka'ab bin al-Ahbar Radhiyallahu 'anh mengatakan: bahwa sesungguhnya Allah Swt akan menghisab amal hamba. Apabila kejelekan²nya lebih unggul daripada kebaikannya, maka ia diperintahkan ke neraka. Ketika para malaikat menggiring mereka ke sana, Allah Swt berkata kepada Jibril:
"Susul hambaKu. Bertanyalah kepadanya, apakah pernah duduk dalam majelis orang alim tatkala di dunia. Bila benar, Aku mengampuninya dengan pertolongan orang alim tersebut."
Kemudian Jibril bertanya kepada hamba tersebut. Namun ia menjawab "Tidak."
Jibril berkata: "Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui keadaan hambaMu yang berkata; "tidak."
Allah Swt berkata: "Bertanyalah kepadanya, apakah ia mencintai orang alim..??"
Ia menjawab; "Tidak."
Allah Swt berkata lagi: "Bertanyalah kepadanya lagi, apakah ia pernah duduk makan bersama orang alim." Ia menjawab; "Tidak."
Allah Swt berkata lagi: "Bertanyalah kepadanya, apakah namanya sama dengan nama orang alim, atau nasabnya berasal dari nasab orang alim..??"
Ia menjawab; "Tidak".
Allah Swt berkata lagi: "Bertanyalah kepadanya lagi, apakah ia mencintai seseorang yang mencintai orang alim..??"
la menjawab; "Ya".
Allah Swt berkata kepada Jibril: "Ambillah tangannya. Masukkan ia ke surga. Aku mengampuni dosanya sebab itu."
📚[An-Nawadir. Hal. 55]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-LIMA PULUH DELAPAN: {"KEUTAMAAN MENGUCAPKAN; LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (HAUQALAH)"}

Diceritakan: suatu hari Khalifah Al-Makmun merampas harta sejumlah lima ratus dirham dari tangan seorang Nasrani. Kemudian sang khalifah mengirim seorang utusan penunggang kuda untuk memanggil si Nasrani tersebut. Di tengah perjalanan, saat membawa si Nasrani menuju istana, utusan khalifah melihat seseorang yang memikul rumput. Ia melihat rumput yang dibawa orang itu dalam posisi miring. Sehingga ia membantu meluruskan dari satu sisi. Akan tetapi satu pikul rumput tersebut miring ke arah yang lain. Sambil memperbaiki kembali, utusan khalifah berkata: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah."
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut utusan khalifah yang menjemputnya, si Nasrani mengagungkan kalimat tersebut, lalu utusan khalifah berkata:
"Sekiranya engkau mengagungkan kalimat itu, tapi mengapa engkau tidak beriman kepada Allah Swt..??" tanya utusan khalifah.
"Aku mempelajarinya dari malaikat langit," jawab si Nasrani. Utusan khalifah kagum mendengar jawabannya. Ketika utusan bersama si Nasrani sampai di istana dan menemui khalifah, utusan itu menceritakan peristiwa yang mereka alami di tengah perjalanan, yaitu kejadian yang dilihat pada si Nasrani. Lalu khalifah bertanya:
"Bagaimana engkau belajar kalimat tersebut dari malaikat..??"
"Aku mempunyai seorang paman yang kaya, dan ia mempunyai anak perempuan yang cantik jelita. Aku melamarnya, namun paman tidak menikahkannya denganku, malah dengan yang lain. Lalu pada malam pertama dari pernikahan tersebut suaminya mati.
Kemudian aku melamarnya lagi sama seperti yang pertama, paman tidak menikahkannya dengan aku, akan tetapi menikahkannya dengan yang lain. Lalu pada malam pertama suaminya kedua mati. Kemudian paman tetap melakukan itu kepada laki² ketiga, akan tetapi kematian suami ketiga juga terjadi. Untuk keempat kalinya, aku datang melamar putri pamanku. Akhirnya paman menikahkan putrinya kepadaku, itu pun karena bencinya orang² selain diriku menikahinya. Ketika aku bersamanya di dalam kamar, setan datang kepadaku seperti satu potong gunung, dan berteriak sangat keras. Ia berkata:
"Dari mana sehingga engkau masuk..??".
Aku menjawab: "Aku suaminya, masuk ke dalam ruangan ini karena ia istriku. Setan itu melanjutkan, Tidakkah engkau mengetahui apa yang aku lakukan kepada orang² sebelummu..??".
Aku menjawab: "Ya", aku mengetahuinya.
la berkata lagi: "Apabila engkau rela, perempuan ini menjadi milikku pada malam hari dan menjadi milikmu pada siang hari, dan engkau tidak apa². Namun apabila engkau menolaknya, aku akan membunuhmu. Aku menjawab: "Ya" aku rela. Akhirnya hal ini berjalan dalam beberapa waktu.
"Pada suatu malam, setan tersebut berkata kepadaku: "Pada malam ini, aku hendak pergi ke langit untuk mencuri informasi. Ini adalah kesempatanku. Apakah engkau setuju ikut bersamaku naik ke langit..??" Aku menjawab; "Ya". Kemudian setan tersebut berubah menjadi seekor unta dan berkata; "Naiklah dan pegangan yang erat," lalu aku menaikinya dan terbang ke langit bersamanya. Di langit aku mendengar malaikat membaca: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Tatkala setan mendengar kalimat tersebut, ia memalingkan tubuhnya dan terjatuh seolah mati. Demikian juga aku terjatuh dekat dengannya. Beberapa waktu kemudian, ia sadar dan berkata: "Pejamkan matamu, Aku pun memejamkan mataku. Tiba² aku berada di depan rumah. Ketika aku bersama istriku, aku berkata kepadanya: "Tutuplah semua lubang di rumah ini". Setelah semua lubang tertutup, setan yang biasa datang pada malam hari itu datang ke rumahku pada waktu 'isya dan ia masuk ke dalam rumah. Aku mengunci pintu rumah dan meletakkan mulutku pada pintu tersebut. Lalu aku berkata: "Laa haula walaa quwwata illaa billaah". Setelah ucapan tersebut, aku mendengar suara gemuruh di dalam rumah. Aku mengucapkan kalimat tersebut untuk kedua dan ketiga. Kemudian istriku memanggil; "Masuklah ke dalam".
"Di dalam rumah, istriku berkata: "Ketika engkau mengucapkan kalimat itu pertama, setan bingung mencari lubang untuk melarikan diri, akan tetapi ia tidak menemukannya. Ketika engkau mengucapkan kalimat itu kedua, sebuah api turun dari langit mengelilinginya. Ketika engkau mengucapkan kalimat itu ketiga, api tersebut membakarnya hingga menjadi debu. Allah Swt membebaskan kita dari setan terlaknat itu."
Selesai mendengar penjelasan si Nasrani, khalifah pun melepaskannya dan memberikan kembali harta yang telah dirampas darinya.
Wallaahu 'alam.

💧والله اعلم💧

HIKAHAH YANG KE-LIMA PULUH SEMBILAN: {"KEUTAMAAN CINTA MELIHAT ALLAH SWT"}

Diceritakan: Harits bin Abi Aufa mempunyai seorang tetangga Nasrani. suatu hari orang Nasrani itu sakit keras, lalu Harits bin Abi Aufa menjenguk tetangganya itu.
"Masuklah ke dalam agama Islam, dan aku berani menanggung surga bagimu. Sesungguhnya surga itu tidak ada persamaan. Di sana terdapat bidadari cantik dan juga terdapat istana² mewah."
Orang Nasrani itu berkata: “Aku menginginkan lebih dari ini."
"Masuklah ke dalam agama Islam. Aku jamin kamu dapat melihat Allah Swt di surga," kata Harits bin Abi Aufa.
"Sekarang aku memeluk agama islam, sebab tidak ada sesuatu pun yang lebih utama daripada melihat Allah Swt."
Setelah masuk islam, orang Nasrani itu meninggal dunia. Kemudian Harits bin Abi Aufa bermimpi bertemu dengannya menaiki suatu kendaraan di surga.
"Apakah kamu si fulan..??" tanya Harits bin Abi Aufa.
"Benar," jawabnya.
"Apa yang dilakukan Allah Swt kepadamu..??".
"Tatkala ruhku keluar dari jasadku, Allah Swt membawanya ke 'Arasy. Kemudian Allah Swt berkata kepadaku: "Engkau beriman kepadaKu karena rindu bertemu denganKu. Maka engkau mendapat ridha dan pertemuan denganKu," jelasnya. "Alhamdulillah, atas segala pemberianNya kepadamu," ujar Harits bin Abi Aufa.
📚[An-Nawadir. Hal. 56_57

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH: {"MENJADIKAN ALLAH SWT SEBAGAI PENASEHAT BAGI DIRINYA"}

Diceritakan: seseorang lelaki yang berumur enam puluh tahun bermuhasabah terhadap segala perbuatan selama hidupnya. Setelah dihitung, ia mengetahui bahwa hari yang telah dilewatinya adalah: 1.521 hari.
Lalu ia berteriak: "Alangkah celakanya aku, Apabila setiap hari terdapat satu dosa, bagaimana aku bertemu Allah Swt dengan jumlah kesalahan ini..??".
Ia pun pingsan seketika itu. Tatkala sadar ia berpikir lagi tentang dirinya, lalu ia pingsan lagi. Kemudian orang² yang melihatnya mencoba menggerakkan tubuhnya. Namun alangkah mengejutkan, ternyata ia telah meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya.
Bila ia saja seperti itu, bagaimana dengan orang yang setiap hari melakukan sepuluh ribu dosa..??
📚[An-Nawadir. Hal. 57]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH SATU: "HINANYA ORANG YANG TIDAK MENERIMA PERMINTAAN MAAF"

Diceritakan: Suatu hari iblis masuk ke dalam istana Fir'aun, dan berkata:
"Apakah engkau mengenalku..??"
"Ya," jawab Fir'aun.
"Engkau membuatku tertarik dalam satu hal,"
"Apa itu..??"
"Kelancanganmu kepada Allah Swt, karena mengaku sebagai Tuhan. Sebab aku lebih tua, lebih mengetahui, dan lebih kuat daripada kamu. Akan tetapi aku tidak berani mengaku menjadi Tuhan."
"Engkau benar, akan tetapi aku akan bertaubat."
"Jangan tergesa² dan jangan engkau lakukan hal demikian, karena orang² Mesir menerimamu sebagai Tuhan. Apabila engkau menarik kembali sikapmu, niscaya mereka akan berpaling darimu dan menganggapmu sebagai musuh. Tidak hanya itu, mereka akan menyalibmu, begitu juga kerajaanmu. Hingga engkau menjadi orang yang hina."
"Engkau benar. Apakah engkau mengetahui siapa orang yang lebih hina daripada kita di muka bumi ini..??"
"Ya", yaitu orang yang meminta maaf kepada seseorang, akan tetapi ia tidak menerimanya, maka ia lebih jelek daripada kita."
Selanjutnya, iblis keluar dari istana Fir'aun. Laknat Allah Swt bagi mereka.
📚[An-Nawadir. Hal. 57]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH DUA: "JAWABAN YANG BAGUS SERTA SPONTANITAS DALAM MENJAWAB"

Diceritakan: Sesungguhnya Hisyam bin Abdul Malik naik di atas mimbar di Damsyik (Ibu kota syria) dan berkata: "Wahai penduduk Syam, sesungguhnya Allah Swt mengangkat wabah penyakit dari kalian dengan sebab aku menjadi khalifah bagi kalian."
Salah seorang lelaki berdiri dan berkata:
"Sesungguhnya Allah Swt lebih mengasihi kita untuk mengumpulkan engkau dan wabah penyakit kepada kita. Tidakkah engkau melihat seorang lelaki yang mempunyai harta dan anak..?? Ketika ia dalam sekarat, ia berkata kepada anaknya: "Wahai anak²ku, bagaimana pendapatmu tentang aku..??. Mereka menjawab: "Engkau adalah sebaik² ayah. Kemudian si ayah berkata: "Apabila aku mati, bakarlah aku, Lalu tumbuklah dengan lesung. Setelah itu sebar debunya pada hari yang berangin kencang. Mudah²an Allah Swt tidak akan mengetahui tempatku berada."
Ketika mati, anak itu melakukan sesuai yang dipesankan ayahnya. Kemudian Allah Swt mengumpulkannya dan berkata:
"Wahai hambaKu, kenapa engkau melakukan ini..??"
"Karena aku takut kepadaMu wahai Tuhanku, Engkau tidak akan menyiksa hambaMu sebanyak dua kali, di dunia dan akhirat," jawab si laki². Ini adalah perkara yang sangat, maka renungkanlah.
📚[An-Nawadir. Hal. 57_58]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH TIGA: "PERISTIWA YANG TERJADI PADA KHIDHIR 'ALAIHIS SALAM"

Diceritakan: Pada suatu ketika, Khidhir 'Alaihis Salam sedang duduk di tepi pantai, tiba² didatangi oleh seseorang:
"Aku meminta kepada Allah Swt agar engkau memberikan aku sesuatu," kata orang itu. Mendengar ucapan itu, Tiba² Khidhir pingsan. Tatkala sadar, Khidhir berkata pada orang itu: "Aku tidak mempunyai apa² kecuali jiwaku ini. Sedangkan engkau memintaku dengan nama Allah Yang Maha Benar. Sungguh aku serahkan jiwaku kepadamu. Maka juallah aku dan ambil manfaat dari hasil penjualan tersebut."
Setelah itu si laki² tersebut pergi membawa Khidhir ke pasar, dan menjualnya kepada seseorang yang bernama Sahim bin Arqam. Kemudian Sahim bin Arqam membawa Khidhir ke rumahnya. Di belakang rumahnya terdapat sebidang taman. Ia memberikan tali kepada Khidhir dan memerintahkan budaknya itu (khidhir) agar melubangi gunung yang kemudian di lemparkan di taman tersebut. Jarak gunung dari rumahnya adalah sejauh satu farsakh. Kemudian Sahim bin Arqam pergi dari rumah untuk suatu keperluan. Khidhir pun siap untuk membuat lubang dan melemparkannya ke taman.
Ketika Sahim bin Arqam pulang ke rumah, ia bertanya kepada istrinya: “Apakah engkau sudah memberikan makanan kepadanya..??"
"Kepada siapa..??, Aku tidak mengetahui siapa pun," jawab si istri.
Maka Sahim bin Arqam bergegas mengambil makanan sendiri, dan masuk ke taman menemuinya. Di sana Sahim bin Arqam melihat pemandangan yang menakjubkan, ternyata Khidhir telah menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan ia sedang mengerjakan shalat.
Hampir saja Sahim bin Arqam dibuat pingsan oleh pemandangan tersebut.
"Beri tahu aku, siapa sebenarnya engkau..??," tanya Sahim bin Arqam.
"Aku adalah hamba Allah Swt, dan budakmu," jawab Khidhir.
"Aku meminta kepadamu dengan nama Allah al-Haq agar memberitahu kepadaku siapa kamu..??"
Khidhir pun pingsan beberapa saat mendengar pertanyaan tersebut. Setelah sadar, Khidhir berkata:
"Aku adalah Khidhir."
Tiba² Sahim bin Arqam pingsan. Ketika sadar, ia bertaubat kepada Allah Swt, dan meminta ampunan dariNya,
"Wahai Tuhanku, jangan Engkau bebankan dosa kepadaku sebab masalah ini. Aku tidak mengetahui ia sebelumnya."
Sementara itu, Khidhir sedang bersujud dan berdoa kepada Allah Swt: "Demi kebenaranMu, aku menjadi budak. Dan demi kebenaranMu, aku menjadi merdeka."
Setelah itu, Khidhir meminta izin kepada Sahim bin Arqam pergi dari rumahnya. Sahim bin Arqam pun memberikan izin kepadanya. Khidhir pergi menuju pinggir pantai. Di sana Khidhir melihat seseorang berdiri di atas laut dan berkata:
"Wahai Tuhanku, bebaskan Khidhir dari menjadi budak, dan ampunilah ia."
Mendengar ucapan itu, Khidhir berkata: "Siapa kamu..??"
"Aku adalah Syadun." ucap orang itu. "Aku adalah Khidhir," kata Khidhir.
"Wahai Khidhir, apakah engkau mencari dunia..??, Aku akan memberimu sebuah rumah untukmu," kata orang tersebut. Hal ini disampaikan, sebab ia tahu bahwa Khidhir mempunyai tempat ibadah yang terletak di pantai. Ketika keluar ke daratan, Khidhir menyembah Allah Swt di tempat tersebut. Maka di sana ada sebatang pohon yang ditanam agar Khidhir dapat berteduh di bawahnya. Kemudian sebuah suara datang memanggil:
"Wahai Khidhir, ketika engkau bersujud, engkau lebih mementingkan dunia daripada akhirat. Maka demi keagungan dan kemuliaanKu, Aku tidak ridha."
Setelah itu, Khidhir berkata: "Wahai Syadun, berdoalah kepada Allah Swt agar Dia menerima taubatku." Syadun pun berdoa hingga Allah Swt menerima taubatnya.
Wallaahu a'lam.

Sebuah Catatan; Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah Swt.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pada hari kiamat kelak, hamba akan dihisab. Apabila kejelekan²nya unggul, maka ia diperintahkan masuk ke dalam neraka. Namun tiba² selembar rambut matanya berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ bersabda: "Barang siapa menangis karena takut kepada Allah Swt, maka Allah Swt mengharamkan mata itu masuk neraka. Lepaskanlah aku dari matanya. Kemudian lemparkanlah ia kesana."
Allah Swt berkata: "Mengapa engkau tidak memberikan ia kepadaKu..??"
"Aku takut kepadaMu wahai Tuhanku," jawab rambut mata.
Allah Swt berkata: "Sungguh, Aku memuliakannya karenamu, dan sekarang pergilah ke surga bersamanya."
📚[An-Nawadir. Hal. 58_59]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH EMPAT: "MENDAHULUKAN TAAT daripada DUNIA"

Diceritakan: Bahwasanya Hamid al-Lafaf Radhiyallahu 'anh hendak pergi melaksanakan shalat Jum'at, akan tetapi keledai tunggangannya hilang. Bukan hanya itu, tepung yang berada di tempat penggilingannya juga hilang. Setelah kehilangan harta itu, ia mau menyirami tanahnya, namun di dalam hatinya berkata: "Apabila aku pergi menunaikan shalat Jum'at, maka pekerjaan² ini pasti luput. Akan tetapi amal akhirat lebih utama daripada yang lainnya."
Akhirnnya Hamid al-Lafaf pergi shalat Jum'at. Tatkala sampainya di rumah setelah shalat Jum'at, ia mengetahui tanahnya telah disirami air, keledainya berada di kandang, dan istrinya selesai membuat roti. Kemudian ia pun bertanya kepada istrinya. Si istri menjawab: "Adapun keledai, aku mendengar dari ketukan pintu. Lalu aku keluar dan mendapati keledai dari kejaran harimau. Maka aku buka pintu hingga keledai masuk ke dalam rumah. Sedangkan tanah, pohon nangka yang berada di sekitar tanah kita menginginkan tanahnya disirami. Setelah itu, pohon itu memancarkan air hingga membasahi tanah kita.
Dan adapun tepung, tetangga kita mempunyai tepung yang ditaruh juga di penggilingan. Ia pergi membawanya. Akan tetapi ia salah mengambil karung kita. Ketika sampai di rumah, ia tahu bahwa ia salah mengambil. Lalu ia mengembalikannya kepada kita."
Mendengar penjelasan si istri, Hamid al-Lafaf menengadah ke langit dan berkata: "Wahai Tuhanku, aku telah menunaikan kewajiban kepadaMu, dan Engkau memberikan aku tiga kebutuhan. Hanya bagiMu segala puji."
📚[An-Nawadir. Hal. 59]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH LIMA: "KEMULIAAN ORANG YANG BERTAUBAT KEPADA ALLAH SWT"

Dikisahkan: di Bani Israil terdapat seorang laki² yang berzina. Tatkala selesai melakukan zina, ia pergi ke laut untuk mandi. Sebelum mandi, tiba² ia menginginkan melakukan zina lagi. Ketika itu, air berkata kepadanya:
"Wahai orang miskin, zina adalah perbuatan tercela yang dilakukan oleh batu. Bagaimana itu dilakukan oleh manusia..?? Tidakkah engkau malu wahai orang miskin, sebelum engkau mandi dari zina pertama, engkau sudah berangan² zina lagi."
Mendengar kata² dari air, orang itu ketakutan dan ia masuk ke dalam gunung dalam keadaan menyesali perbuatannya. Ia beribadah kepada Allah Swt bersama hamba² yang lain. Pada suatu hari hamba² Allah Swt tersebut datang ke laut itu. Akan tetapi orang yang sudah bertaubat itu tidak datang bersama mereka. Ia memberikan alasan bahwa di sana terdapat seseorang yang mengetahui dosanya. Maka ia malu untuk pergi ke sana. Ketika orang² itu sampai di pinggir lautan, air bertanya kepada mereka:
"Di mana teman² kalian..??"
"Ia tidak pergi bersama kami, karena malu dengan orang yang mengetahui dosanya," jawab mereka.
"Akan tetapi katakan kepadanya supaya datang ke sini agar menyembah Allah Swt di sampingku," kata air.
Setelah itu, orang tersebut menyembah Allah Swt di samping lautan sampai meninggal dunia, dan ia juga dimakamkan di sana.
Setelah dimakamkan, kemudian di atas kuburnya tumbuh tujuh batang pohon dari satu anak pohon yang belum pernah tumbuh sebelumnya.
📚[An-Nawadir. Hal. 59_60]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH ENAM: "KEUTAMAAN SEBAGIAN DARI NAMA² ALLAH SWT"

Diceritakan: Tatkala Nabi Nuh ﷺ menaiki kapal laut, tiba² kapal laut itu naik ke atas di antara langit dan bumi. Kemudian ombak menggoyang²kan kapal tersebut. Air ombak itu sangat panas sehingga mencairkan aspal penambal kapal, dan hampir saja kapal tersebut tertelan dan tenggelam ke dalam air.
Kemudian Allah Swt mengajarkan satu nama di antara nama²Nya kepada Nabi Nuh. Nabi Nuh berdoa dengan nama tersebut sehingga aspal penambal kapal menjadi keras dengan berkat nama Allah Swt itu. Nama tersebut adalah: "AHYA SYARAHAYA", maknanya: "YAA HAYYUN YAA QAYYUUM" (Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Wahai Rabb Yang Maha Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu), kalimat ini sebagaimana disebutkan di dalam Taurat. Berkat doa ini, kapal tersebut selamat dari guncangan ombak.
Allah Swt juga mengajarkan nama ini kepada Nabi Ibrahim pada saat ia dilemparkan ke dalam api. Lalu api itu menjadi dingin, dan Nabi Ibrahim pun selamat. Ketika Nabi Ibrahim membawa anaknya (Ismail) ke tanah Haram, kemudian menempatkannya di sana sendirian, Nabi Ibrahim mengajarkan ia nama tersebut Agar ia membacanya apabila dibutuhkan. Ketika ia dan ibunya kehausan serta kesulitan, Ismail berdoa dengan nama itu. Maka Allah Swt memancarkan mata air Zamzam. Lalu nama ini menjadi kekal di mulut anak Ismail hingga hari kiamat, dan di mulut para pelaut.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH TUJUH: "KERAMAT ORANG SYAHID"

Diceritakan: Bahwasanya Harun ar-Rasyid meminta Muhammad al-Batthal mencari peristiwa yang paling mengagumkan yang terjadi di negeri Romawi.
Kemudian Muhammad al-Batthal bercerita kepada Harun ar- Rasyid sebagai berikut:
Suatu hari, aku berjalan di padang rumput dengan topi di kepalaku. Dari arah belakang aku mendengar gesekan kuku hewan yang berjalan. Merasa penasaran, aku pun berpaling. Aku melihat seorang penunggang kuda yang membawa sebilah pedang sambil membawa tongkat. Ia mendekatiku dan mengucapkan salam. Aku menjawab salamnya.
"Apakah engkau melihat seorang laki² bernama Batthal..??" tanyanya padaku.
"Ya, akulah Batthal," jawabku.
Kemudian penunggang kuda itu turun dari tunggannya, memelukku, dan mencium kakiku. Merasa tidak tahu penyebabnya, aku bertanya:
"Mengapa engkau melakukan ini..??"
"Aku ingin mengabdi kepadamu," jawabnya. Meskipun aku tidak mengetahui persis alasannya, aku mengiyakan. Saat itu tiba² empat penunggang kuda datang menghampiri kami. Lalu temanku berkata kepadaku:
"Apakah engkau memberiku izin untuk mengeluarkan mereka..??"
"Ya," jawabku.
Seketika mereka mengusir dan membunuh temanku itu. Kemudian mereka membawa mayatnya kepadaku.
Aku berkata kepadanya: "Apabila kalian hendak memerangiku, maka tunggu sebentar, sampai aku menyarungkan pedang temanku padaku dan menaiki kudanya."
"Engkau mendapatkan hak itu," ujar mereka.
Aku memakai pedang dan menaiki kudanya. "Kalian empat orang, sedangkan aku hanya seorang saja, dan ini tidak imbang. Kalau berani keluarkan salah satu dari kalian untuk melawanku." Lalu salah seorang dari mereka maju, dan aku berhasil membunuhnya. Kemudian orang kedua dan ketiga, aku berhasil membunuhnya. Orang keempat juga maju untuk melawanku. Perkelahian pun begitu sengit terjadi, dengan menggunakan tombak, sampai tombakku dan tombaknya hancur. Kami turun dari kuda dan melanjutkan perkelahian dengan menggunakan perisai. Sampai perisaiku dan perisainya rusak, dan jambul pedangku serta pedangnya pecah dan jatuh di atas tanah. Perkelahian terus berlangsung hingga sore.
Aku sudah tidak kuasa lagi untuk melanjutkan pertempuran, sama seperti dia. Aku berkata kepadanya: "Aku kehilangan ibadah pada hari ini, menurut agamaku."
“Aku juga begitu," ujarnya.
Aku tahu bahwa ia seorang uskup. Aku berkata kepadanya:
"Apakah engkau akan pergi untuk menunaikan kewajiban² yang kita tinggalkan, lalu istirahat hingga besok subuh, dan kita bisa meneruskan perkelahian ini..??"
"Baik, Aku menerima itu," ujarnya.
Maka aku mengesakan Allah Swt, dan menunaikan shalat, sebagaimana ia juga melakukannya. Saat berbaring hendak tidur, ia berkata kepadaku: "Kalian wahai orang Arab, Pada kalian terdapat pengkhianatan, dan di kedua telingaku terdapat dua suara keras. Salah satunya aku gantungkan pada telingamu, dan engkau meletakkan kepalamu padaku. Apabila engkau bergerak, suara itu akan berdering."
Maka aku bangun, dan berkata kepadanya: "Lakukan itu."
Pada malam itu, kami bermalam dalam kondisi demikian. ketika waktu subuh tiba, aku mengesakan Allah Swt, dan melaksanakan shalat. Tiba² saja kami tergerak untuk berkelahi kembali. Aku menduduki dadanya dan hendak membunuhnya.
"Ampuni aku untuk kesempatan ini."
"Baiklah!" kataku.
Setelah itu perkelahian terjadi kembali. Kakiku tergelincir hingga aku pun terjatuh. Ia menduduki dadaku, dan hendak menyembelihku. Dengan cepat aku bereaksi.
"Aku telah mengampunimu, Tidakkah engkau mengampuniku..??"
"Baiklah," ujarnya.
Kemudian kami berkelahi kembali untuk yang ketiga kalinya. Ia memukul dadaku. Ia menguasai dan menduduki dadaku. 
Aku berkata kepadanya: "Satu dibalas dengan satu. Kali ini engkau melebihiku!"
"Baiklah," katanya.
Kemudian kami berkelahi kembali untuk yang keempat kalinya. Ia menguasaiku. Ia berkata kepadaku: "Sekarang aku tahu bahwa engkau adalah Batthal. Aku akan membunuhmu. Dan aku akan memperoleh tanah Romawi darimu."
"Tidak, Apabila Tuhanku berkehendak," ucapku.
"Mintalah kepada Tuhanmu agar tercegah dari pembunuhan ini," katanya.
Ia mengangkat pisau besar hendak menyembelihku. Tiba² temanku yang telah terbunuh itu berdiri kembali. Ia mengangkat pisau dan menebas kepala uskup itu.
Kemudian temanku itu membaca ayat:

{ وَلاَ تَحْسَبَنَّ الذين قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ الله أمواتا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبّهِمْ يُرْزَقُونَ }

"Janganlah kamu mengira bahwa orang² yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki." (QS. Ali 'Imran [3]: 169)

💧والله اعلم💧

HIKAYANG YANG KE-ENAM PULUH DELAPAN: "KEUTAMAAN PUASA PADA 10 DZULHIJJAH"

Diceritakan dari Abu Yusuf Ya'kub bin Yusuf. Ia berkata:
Aku mempunyai seorang teman yang wara' dan bertakwa. Hanya saja orang² menganggap bahwa dirinya sebagai orang fasik dan pendosa. Ia mempunyai pelita yang menyerupai seperti pelita, ia berthawaf di sekitar Ka'bah bersamaku selama sepuluh tahun. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari. Sedangkan aku puasa terus menerus.
"Engkau tidak melakukan kesalahan atas puasamu. Sebab engkau membiasakan itu," katanya padaku.
Pada 10 Dzulhijjah, ia berpuasa penuh. Padahal ia berada di padang sahara yang tandus. Kemudian ia masuk bersamaku ke kota Thurthus. Kami menetap di sana selama beberapa waktu. Namun alangkah mengagetkan, ia mati Saat itu, dan kami berada di reruntuhan bangunan yang tidak ada seorang pun selain kami. Aku mengeluarkan jenazahnya dari tempat itu ke keramaian, dan mendirikan shalat jenazah atasnya. Orang² berkata: seorang zuhud ahli ibadah telah mati. Ia termasuk kekasih² Allah Swt. Aku membelikan kain kafan untuknya. Tatkala aku pulang, aku tidak kuasa masuk ke tempat jenazah karena kerumunan orang².
Dalam hati aku berkata: "Maha Suci Allah Swt, siapa yang memberi tahu orang² tentang kematian orang ini sehingga mereka berdatangan ke jenazahnya, menshalatkan, dan menangisinya?"
Kemudian segerombolan lain dengan payah dan berat masuk ke dalam kerumunan. Mereka mengetahui kain kafan yang dipakaikan untuk orang itu begitu indah, tidak ada yang menyamainya, dan bertuliskan: "Ini adalah imbalan orang yang mendahulukan ridha Allah Swt, dan mengalahkan ridha dirinya. Ia begitu rindu bertemu kami, maka kami pun rindu untuk menemuinya."
Beberapa saat kemudian, kami melaksanakan shalat jenazah dan menguburkannya di pekuburan orang² islam. Saat orang² pulang, aku masih di sana. Aku tertidur dan bermimpi bahwa ia sedang naik kuda berwarna hijau, memakai pakaian berwarna hijau, sedang di tangannya memegang bendera. Di belakangnya terdapat seorang pemuda berwajah cakap dan berbau harum. Di belakang pemuda ini terdapat dua orang tua, dan di belakang mereka terdapat seorang tua dan pemuda.
Lalu aku berkata kepadanya: "Siapa mereka..??"
"Pemuda itu adalah Nabi Muhammad ﷺ. Sementara dua orang tua tersebut adalah Abu Bakar dan Umar. Sedangkan seorang tua dan pemuda adalah Utsman dan Ali. Kemudian aku adalah pemegang bendera, berada di depan mereka."
"Hendak ke mana mereka pergi..??" tanyaku.
"Mereka ingin berziarah kepadaku," jawabnya.
"Bagaimana engkau memperoleh keistimewaan ini..??" aku kembali bertanya.
"Sebab aku mendahulukan ridha Allah Swt, dan mengalahkan diriku sendiri, dan berpuasa tanggal sepuluh bulan Dzulhijjah, jawabnya. Sesaat kemudian, aku bangun. Setelah itu, aku tidak pernah meninggalkan puasa tersebut selama hidupku.
Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 62_63]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-ENAM PULUH SEMBILAN: {"KEUTAMAAN BASMALAH"}

Dikisahkan bahwasanya Abu Muslim al-Khaulani memiliki seorang budak perempuan yang membenci dirinya. Si budak itu selalu mencampurkan racun ke dalam minumannya. Akan tetapi sama sekali tidak berpengaruh terhadap Abu Muslim al-Khaulani.
Ketika ini berlangsung begitu lama, budak tersebut akhirnya berkata kepada tuannya:
"Sesungguhnya aku mencampuri racun ke dalam minumanmu, dan itu telah berlangsung lama. Namun hal tersebut tidak berpengaruh kepadamu."
"Mengapa engkau lakukan itu..??" tanya Abu Muslim al-Khaulani.
"Karena engkau adalah seorang tokoh," jawab si budak.
"Engkau harus tahu bahwa setiap kali aku makan dan minum, aku selalu membaca; "Bismillaahir rahmaanir rahiim." Kemudian Abu Muslim al-Khaulani pun memerdekakan budak tersebut.

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-70: "KEUTAMAAN BULAN RAJAB"

Dikisahkan dari Muqatil, ia menceritakan bahwa di belakang gunung Qaf terdapat tanah berwarna putih dan halus seperti perak, luasnya selebar tujuh kali dunia yang dipenuhi malaikat, sehingga seandainya satu jarum jatuh ke tanah tersebut, maka niscaya akan menjatuhi salah satu malaikat. Di setiap tangan malaikat terdapat bendera bertuliskan: "laa ilaaha illa allaahu muhammadar rasulullaahu." Setiap malam bulan Rajab, mereka berkumpul di sekitar gunung tersebut untuk memohon dengan sungguh² kepada Allah Swt, dan berdoa agar keselamatan dianugerahkan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Para malaikat berkata: "Wahai Tuhan kami, berikan rahmatMu kepada umat Muhammad ﷺ, dan jangan Engkau siksa mereka."
Mereka (malaikat) terus menangis, dan bersungguh² dalam berdoa. Kemudian Allah Swt berkata:
"Apa yang kalian kehendaki..??"
"Kami berharap agar Engkau mengampuni umat Muhammad ﷺ, pinta para malaikat.
"Aku mengampuni mereka," kata Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 63]

HIKAYAH YANG KE: TUJUH PULUH SATU: "PERISTIWA YANG DIALAMI RABIAH AL-ADAWIYAH"

Diceritakan: Pada Suatu ketika, seorang pencuri menyusup ke dalam rumah Rabiah al-Adawiyah, sementara tuan rumah itu lagi tidur. Pencuri tersebut mengumpulkan harta di dalam rumah dan hendak keluar melalui pintu. Namun tiba² saja pintu menjadi samar, tidak kelihatan. Pencuri itu duduk sebentar sembari melihat semua sudut rumah.
Lalu tiba² datang sebuah suara: "Letakkan pakaian² itu, dan keluarlah dari pintu."
Pencuri itu meletakkan pakaian sehingga pintu rumah tampak olehnya. Namun ia kembali mengambil pakaian tersebut, maka samarlah pintu rumah Rabiah al-Adawiyah. Demikian seterusnya hingga terulang tiga kali atau lebih.
Suara itu pun kembali menggema: "Apabila Rabiah tidur, maka sang kekasih tidak dan tidak mengantuk sama sekali."
Akhirnya pencuri itu pun meletakkan pakaian, dan keluar dari pintu.
📚[An-Nawadir. Hal. 63_64]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH DUA: "BERKAH KEINGINAN MENJALANKAN HUKUM² SYAREAT"

Diceritakan: Pada suatu ketika, sekelompok orang datang kepada 'Ali bin Abi Thalib r.a serta membawa seorang budak yang telah mencuri. Kemudian 'Ali bin Abi Thalib bertanya langsung kepada budak itu:
"Apakah engkau mencuri..??"
"Ya," jawab si budak.
'Ali bin Abi Thalib mengulangi pertanyaan serupa sebanyak tiga kali, dan si budak memberikan jawaban yang sama. Maka 'Ali bin Abi Thalib pun memerintahkan untuk memotong tangan budak yang telah mencuri tersebut, dan mengambil tangannya.
Selesai di potong tangan, si budak pergi dari tempat 'Ali bin Abi Thalib. Kemudian di tengah jalan, si budak itu bertemu dengan Salman al-Farisi.
"Siapa yang memotong tanganmu..??" tanya Salman al-Farisi.
"Tanganku dipotong oleh penolong agama, menantu Rasulullah ﷺ, suami Fathimah al-Batul, putra paman Rasulullah (Amirul Mukminin), yaitu 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anh," jawab budak itu.
"Ia memotong tanganmu, sedangkan engkau memujinya..??"
"Ya," dengan satu tangan yang hilang, menjadi tebusan atas keselamatanku dari adzab yang pedih."
Setelah itu, Salman al-Farisi memberitahukan itu kepada 'Ali bin Abi Thalib. Mendengar cerita Salman al-Farisi, 'Ali bin Abi Thalib merasa iba kepada budak yang telah terpotong tangannya tersebut. 'Ali bin Abi Thalib pun meminta beberapa orang untuk memanggilnya kembali. Setelah di hadapannya, 'Ali bin Abi Thalib meletakkan kembali potongan tangan budak itu pada di bagian semula. Lalu 'Ali bin Abi Thalib menutupnya dengan sebuah tempayan seraya berdoa kepada Allah Swt. Allah mengabulkan doanya, dan tangan budak itu kembali utuh dengan izin Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 64]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH TIGA: "SALAH DALAM BERTANYA DAN DIJAWAB DENGAN BAIK"

Dikisahkan: Bahwasanya Kaisar Romawi menulis surat untuk Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma:
"Apakah pantas bagi Tuan rumah mengeluarkan tamu dari rumahnya, yaitu dikeluarkannya Adam dan Hawa dari surga..??"
"Tuan rumah tidak mengeluarkannya. Akan tetapi, Dia berkata; Letakkan pakaian kalian dan pergilah untuk menunaikan hajat, seperti seorang tamu yang melepaskan pakaiannya dan pergi beristirahat untuk menunaikan hajatnya, kemudian kembali menyantap makanan," jawab Ibnu Abbas."
📚[An-Nawadir. Hal. 64]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH EMPAT: "MENGGANTUNGKAN CITA²  KEPADA ALLAH SWT, DAN TIDAK KEPADA SELAINNYA"

Diceritakan: Pada masa Bani Israil terdapat dua orang bersaudara, yang satu mukmin dan yang satu lagi kafir. Dua²nya bekerja sebagai nelayan. Yang kafir menyembah berhala terlebih dahulu, kemudian melemparkan jangkarnya ke laut hingga jangkar itu dipenuhi ikan, sampai² terasa berat baginya untuk mengangkatnya.
Sementara itu, si mukmin melemparkan jangkarnya ke laut. Namun setelah menunggu beberapa waktu, hanya seekor ikan saja yang masuk tertangkap oleh jangkarnya. Namun ikan tangkapannya itu memuji Allah Swt, bersyukur kepadaNya, dan sabar atas ketentuan dan kepastianNya.
Suatu hari istri si muslim naik ke atap rumah, dan dari sana, ia melihat istri tetangganya yang kafir berpakaian indah dan penuh perhiasan. Saat itulah setan datang membisikkan kata² dengki kepada istri si kafir.
"Katakan kepada suamimu agar menyembah Tuhan suamiku sehingga engkau bisa seperti aku ini, yaitu mempunyai harta banyak," bisik setan.
Dengan perasaan tidak menentu dan susah, istri si muslim turun dari rumah masuk ke dalam kamar dengan segera. Beberapa saat kemudian, si suami datang menemui istrinya yang diketahui mengalami perubahan sikap.
"Apa yang terjadi gerangan, istriku?" tanya si suami dengan lembut.
"Ceraikan aku atau engkau menyembah Tuhan tetangga kita," bentak istrinya.
"Wahai hamba Allah Swt, tidakkah engkau takut kepadaNya..?? Apakah engkau akan kafir setelah beriman..??" tanya sang suami.
"Tidak usah banyak omong, Aku bukanlah perempuan telanjang, padahal perempuan selain aku berhias dan berpakaian mewah," kata si istri emosi.
Melihat keseriusan istrinya dalam pengaduan itu, si suami berkata, "Ya sudah," Jangan mengeluh begitu. Besok insyaallah aku akan pergi mencari pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, dan setiap hari aku akan memberikan dua dirham kepadamu yang dapat engkau gunakan untuk keperluan²mu. Aku rela melakukan itu."
Keesokan harinya, masih pagi sekali, si suami pergi meninggalkan rumah, entah ke mana ia pergi untuk mencari pekerjaan. Di suatu tempat yang diketahui ada pekerjaan di sana, ia duduk dan menyapa mereka, sekaligus menawarkan diri agar dipekerjakan. Akan tetapi tidak ada satu pun yang mengambilnya sebagai pekerja. Demikian, dari satu tempat ke tempat lain, ia mencari pekerjaan, tetapi selalu saja ada penolakan.
Bosan dengan perlakuan ini, suami yang mukmin itu pergi ke pantai untuk menyembah Allah Swt sampai malam. Setelah itu ia kembali ke rumah. Dalam kondisi letih, dan ia disambut pahit oleh istrinya.
"Ke mana engkau pergi..??" tanya sang istri.
"Aku di samping raja. Ia berjanji akan memberikan pekerjaan kepadaku, memberikan syarat untuk menunggu tiga hari lagi."
"Berapa upah yang akan engkau terima..??"
"Sang raja amat mulia, hartanya melimpah. Hanya saja aku akan memperoleh upah setelah aku bekerja selama tiga puluh satu hari terlebih dahulu. Ia akan memberikan apa saja yang aku minta." Keterangan suaminya itu mampu meyakinkan si istri. Setiap hari ia pergi ke pantai untuk menyembah Allah Swt hingga malam ke tiga puluh hari pun datang.
Si istri datang menemui suami sambil berkata:
"Apabila besok engkau tidak memberikan uang kepadaku, ceraikan saja aku!" Si suami keluar dengan perasaan kacau dan takut atas perlakuan istrinya.
Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang Yahudi. Suami itu menanyai orang Yahud:
"Maukah engkau memperkerjakanku..??"
"Ya," jawab si Yahudi.
Setelah berbincang², si Yahudi mengatakan bahwa pekerjaan yang diberikannya adalah dengan syarat tidak makan dan minum sama sekali pada hari itu. Ia menurutinya dengan berpuasa. Kemudian Allah Swt memerintahkan Jibril memberikan dua puluh sembilan dinar kepada istri si laki² yang malang itu, ditaruh dalam sebuah tempayan terbuat dari cahaya.
"Pergilah dengan membawa dinar ini kepada istri si mukmin, sampaikan kepadanya bahwa engkau adalah utusan raja. Jelaskan juga bahwa suaminya telah bekerja kepadaku. Aku tidak akan meninggalkannya sampai dia meninggalkan aku. Sekarang ia bersama seorang Yahudi. Dinar yang sedikit ini adalah karena alasan itu. Seandainya dia menambah bekerja kepadaku, niscaya aku akan menambahnya."
Masih belum begitu percaya dengan peristiwa yang baru saja dialaminya, tiba² tamu asing tersebut pergi. Ia mengambil satu dinar dan dibawanya uang tersebut ke pasar. Tanpa disangka orang² berdatangan kepadanya memberikan uang seribu dirham. Hal ini karena dalam dinar itu tertulis: "laa ilaaha illa allaahu wahdahu la syariika lahu."
Ketika si suami datang di rumah, istrinya berkata:
“Dari mana saja engkau wahai laki²..??"
"Aku baru bekerja dengan seorang Yahudi."
"Wahai si miskin, bagaimana mungkin engkau meninggalkan pekerjaan bersama raja, dan mengambil pekerjaan yang lain."
Kemudian si istri menceritakan kisahnya. Si suami menangis hingga pingsan. Ketika sadar, ia berkata kepada istrinya:
"Aku akan mengabdi kepada raja dan selalu mengabdi dengan sungguh²."
Setelah itu, suami yang malang menceraikan istrinya, dan pergi ke bukit gunung untuk menyembah kepada Allah Swt sampai mati.
Semoga rahmat Allah Swt terlimpah kepadanya.
📚[An-Nawadir. Hal. 64_66]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH LIMA: "KEUTAMAAN HARI 'ASYURA"

Diceritakan: Suatu ketika, seorang fakir datang kepada hakim pada hari 'Asyura sambil berkata:
"Semoga Allah memuliakan hakim. Sesungguhnya aku hanyalah seorang fakir yang mempunyai keluarga, datang kepadamu berharap belas-kasihan darimu untuk memberi aku sepuluh kilo roti, daging, dan dua dirham. Itu semua aku berikan kepada anak²ku pada hari ini. Aku yakin Allah akan memberikan balasan setimpal kepadamu."
Dari pengaduan tersebut, hakim berjanji kepada si fakir akan memberikan permintaannya pada waktu dhuhur. Tatkala dhuhur datang, si fakir kembali kepada hakim menagih janjinya. Akan tetapi hakim malah menunda pemberian tersebut pada waktu 'ashar. Ketika ashar tiba, si fakir kembali menemui hakim. Sementara itu anak² si fakir di rumah dalam keadaan amat memprihatinkan, mereka kelaparan. Namun masih seperti sebelumnya, hakim hanya berjanji bahwa pemberiannya akan diserahkan pada waktu maghrib.
Ketika maghrib datang, dengan penuh harap si fakir pergi lagi menemui hakim. Sesampainya di sana, si fakir mendapat pernyataan yang kurang menyenangkan dari hakim; "Aku tidak mempunyai apa² yang bisa aku berikan kepadamu."
Kemudian si fakir kembali ke rumah dengan hati hancur, menangis sebab kecewa, dan takut bagaimana memberikan jawaban kepada anak²nya nanti. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan seorang Nasrani yang duduk di depan pintu rumahnya. Melihat seorang asing menangis, si Nasrani menyapanya:
"Apa yang menyebabkan engkau menangis..??"
"Jangan bertanya tentang keadaanku," sergah si fakir.
"Aku bertanya kepada kamu dengan nama Allah tentang keadaanmu," timpal si Nasrani.
Kemudian si fakir menceritakan peristiwa yang dialaminya bersama seorang hakim.
"Menurut agamamu, ini hari apa..??" tanya si Nasrani.
"Ini adalah hari 'Asyura," jawab si fakir.
Si fakir juga menjelaskan beberapa keistimewaan hari tersebut. Keterangan yang disampaikan si fakir itu membuat hati si Nasrani terketuk. Sehingga si Nasrani memberikan sesuatu kepada si fakir lebih dari yang diminta, yaitu berupa roti, daging, dan sekaligus dua puluh dirham, lebih dari dua dirham.
"Ambillah ini, Kamu dan keluargamu menjadi tanggung jawabku setiap bulan, karena menghormati hari ini, hari yang diagungkan Allah," ucap si Nasrani.
Dengan riang dan bahagia, si fakir kembali ke rumah menemui anak²nya. Mereka turut senang melihat ayahnya pulang membawa makanan dan bekal.
"Ya Allah, berikanlah kebahagiaan dengan segera kepada orang yang memberikan kesenangan kepada kami," teriak anak² si fakir.
Ketika malam tiba, dan hakim telah tidur, terdengar sebuah suara:
"Angkatlah kepalamu!"
Setelah hakim mengangkat kepala, tiba² ia melihat dua gedung besar, satu bangunan terbuat dari emas dan bangunan lain terbuat dari perak. Ia pun takjub.
"Tuhanku, siapa yang mempunyai dua gedung megah ini..??" ucap sang hakim.
"Dua gedung itu menjadi milikmu, seandainya engkau memenuhi kebutuhan si miskin. Karena engkau menolaknya, maka dua gedung itu menjadi milik seorang Nasrani.
Setelah itu, hakim bangun dengan perasaan takut, sambil berteriak penuh penyesalan. Lalu ia pergi ke tempat si Nasrani.
"Kebaikan apa yang kamu lakukan semalam..??" tanya si hakim.
"Mengapa engkau bertanya demikian..??" tanya pula si Nasrani.
Hakim menjelaskan mimpi yang dialaminya.
"Juallah kebaikan yang engkau lakukan kepada si fakir semalam dengan seribu dirham..??" pinta sang hakim.
"Aku tidak akan menjualnya, meskipun dengan emas seisi bumi. Akan tetapi engkau menjadi saksiku bahwa aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya," tegas si Nasrani.
Oleh karena itu, Allah Swt mengakhirinya dengan tambahan kebaikan dan mencabut nyawanya dengan kalimat syahadat. Semoga Allah Swt merahmati kuburnya dan menjadikan surga sebagai tempat kembalinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 66_67]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH ENAM: "MENYUCIKAN JIWA DAN KEADAAN ORANG² SHALIH"

Diceritakan: dari Ibrahim bin Adham Radhiyallahu 'anh. Ia mengisahkan:
Pada suatu waktu aku pergi menjalankan ibadah haji di Baitul Haram, dan udara yang sangat dingin menyertakan aku. Tak kuasa atas hawa ini, aku pergi ke gua yang terdapat di sebuah gunung. Tiba² seekor singa besar masuk ke dalam gua tersebut. Tatkala melihatku, singa tersebut berkata:
"Siapa yang memasukkan engkau ke dalam tempatku ini tanpa izinku..??"
"Aku hanyalah seorang asing yang tersesat. Aku datang kepadamu sebagai tamu pada malam ini," jawabku.
Maka ia pun berpaling dariku, dan tidur di sampingku. Pada malam itu, aku membaca al-Qur'an hingga waktu subuh. Ketika aku hendak keluar, singa berkata kepadaku: "Wahai Ibrahim, jauhilah sifat ujub. Engkau berkata: aku tidur di samping singa, dan selamat darinya. Demi Allah, sudah tiga hari ini aku belum makan apa pun sama sekali. Seandainya engkau bukan tamuku maka engkau pasti aku makan."
Aku memuji Allah Swt, dan berpaling darinya. Ketika selesai melaksanakan ibadah haji, dan menuju tempat ibadah di rumah, keinginanku untuk memakan buah delima datang, selama beberapa waktu, sekitar dua puluh tahun. Dan sengaja aku menundanya.
Suatu malam jiwaku berkata: "Demi Allah, apabila engkau tidak memenuhi syahwatku, niscaya aku akan malas melaksanakan ibadah."
Maka aku berkata kepada jiwaku: "Wahai jiwa, berjuanglah! Ketika aku masuk ke suatu tempat ramai, aku akan memenuhi syahwatmu." Tiba² tergerak hatiku untuk singgah di suatu daratan. Di sana aku menemukan pohon. Aku hendak memanfaatkannya. Ternyata pohon yang aku temukan tersebut adalah pohon delima. Pada dahan²nya bergelantungan buah delima. Aku mengambil satu buah delima dari pohon tersebut. Aneh, buah delima itu rasanya asam. Aku pun mencoba untuk kedua, ketiga, dan keempat. Pada saat itu, aku berkata dalam hati: "Engkau tidak akan tertarik, kecuali pada buah yang terasa manis."
Maka aku pergi ke suatu bangunan. Aku bertemu dengan seseorang di sana. Aku meminta buah delima darinya. Ia memberikan satu biji delima. Sama saja dengan sebelumnya, buah delima pemberian orang tersebut terasa asam. Aku menceritakan itu kepadanya.
"Wahai Ibrahim, engkau hanya mengikuti nafsumu sesuai dengan keinginanmu. Demi Allah, aku berada di kebun ini selama empat puluh tahun. Akan tetapi aku tidak mengetahui manis atau kecut."
Sikap orang asing tersebut membuat aku kaget. Kemudian aku kembali berjalan. Di tengah perjalanan, aku bertemu dengan seorang pemuda yang tertimpa musibah, burung² mematuki tubuhnya, dan ulat² bermunculan dari lekukan² tubuhnya.
"Alhamdulillah, Dia-lah Allah yang telah memberikan kesehatan kepadaku dari cobaan² yang ditimpakan kepada makhluk² lain."
Sungguh, betapa terkejutnya aku mendengar ucapan orang ini 
"Wahai lelaki, cobaan apa yang lebih besar dari yang menimpamu..??" tanyaku.
la terkejut melihatku.
Ibrahim, patukan burung² pada tubuhku lebih baik daripada keinginan memakan buah delima. Akan tetapi, Dia mengetahui engkau hanyalah hamba yang menentang. Maka Dia menggantikan rasa manis dengan asam," ucapnya.
Mendengar penjelasan orang itu, aku pingsan. Ketika sadar aku berkata kepadanya:
"Wahai laki² yang musibah, sekiranya engkau berada di maqam (derajat) ini, tidakkah engkau meminta Allah Swt agar disembuhkan dari penyakit yang menimpamu tersebut..??"
"Wahai Ibrahim, Dia-lah Dzat yang mengatur hamba, menghukumi mereka sekehendak-Nya, dan melakukan sesuatu untuk mereka sekehendak-Nya juga. Maka berapa banyak hamba yang sabar atas cobaan-Nya dan ridha atas ketentuan-Nya..?? Demi Allah, wahai Ibrahim, seandainya Dia memotong tubuhku sepotong², maka semakin saja aku mencintai-Nya."
Dengan penuh takjub, aku pun pergi darinya. Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 67_68]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH TUJUH: "PERISTIWA MENAKJUBKAN DARI ORANG² PILIHAN"

Diceritakan dari Ibrahim al-Khawas Radhiyallahu 'an mengatakan:
Sebagian tokoh bertanya kepadaku tentang peristiwa yang paling mengagumkan dalam pengembaraanku. Aku bercerita kepada mereka bahwa pada suatu waktu dari perjalananku, aku berada di sebuah pantai selama berhari² dan berbulan², entah aku sendiri tidak mengetahui secara persis berapa lamanya. Di sana aku membuat jaring yang kemudian aku lemparkan ke laut.
Suatu hari aku berpikir di mana kira² keberadaan jaring itu? Aku berjalan menyisir pantai hingga menemukan sebuah sungai. Secara mengejutkan, aku melihat seorang nenek tua menangis duduk di pinggir sungai.
"Mengapa engkau menangis, Nek..??" tanyaku.
"Aku mempunyai lima anak perempuan, ayah mereka telah mati. Sekarang aku sangat miskin dan tidak punya apa². Aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Aku menuju pinggir sungai. Tiba² aku menemukan jaring. Aku mengambil dan menjual isi dalam jaring tersebut. Lalu hasil penjualannya aku gunakan untuk membeli makanan untuk anak²ku. Kemudian ini menjadi kebiasaanku, yaitu mencari makanan dari penjualan hasil tangkapan jaring. Hingga hari ini, ketika engkau datang, aku hendak mengambil jaring di tempatnya, tetapi aku tidak melihat jaring itu. Padahal anak²ku menunggu kedatanganku."
Mendengar ungkapan si nenek itu, aku menangis.
"Wahai Tuhanku, seandainya aku mengetahui bahwa ia mempunyai lima anak, niscaya aku akan menambah pekerjaanku," kataku.
Aku mencoba menenangkan diriku, dan berkata: "Jangan sedih Nek! Akulah yang membuat jaring itu."
Aku berusaha menenangkannya dan membawa kerumahnya. Setelah itu aku pergi ke hutan, berpikir tentang ciptaan Allah Swt.
Akhirnya aku tertidur di bawah suatu pohon. Tiba² setan datang kepadaku.
"Bangun dari tempat ini!"
"Pergi dariku sebentar, aku hendak istirahat," timpalku kepadanya.
Wahai orang istimewa, barang siapa di belakangnya terdapat anak² lapar, bagaimana mungkin ia tidur?" kata setan.
Dari ungkapannya, aku mengetahui bahwa ia menasihatiku. Seketika rasa kantukku hilang, dan aku melompat dari tempat tidur.
"Wahai Ibrahim, aku mempunyai makanan halal dan makanan haram. Makanan yang halal adalah delima dari gunung ini, itu diperbolehkan. Sedangkan makanan haram adalah dua ikan besar yang dapat engkau rampas dari dua nelayan yang akan melewatimu. Salah satu dari mereka berkhianat terhadap yang lain. Maka ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram."
Aku mengambil delima dan kembali ke rumah si nenek. Namun setelah mencarinya siang dan malam, aku tidak menemukannya, aku kehilangan dirinya.
Suatu hari, saat aku berada di masjid, tiba² terdengar teriakan yang sangat keras. Aku keluar dari masjid menuju ujung gang yang terdapat suara mengerikan tersebut. Pelan² dan sedikit demi sedikit aku hendak pergi. Namun aku tidak kuasa. Malahan hatiku mendorong untuk kembali ke gang itu. Aku memasuki gang tersebut. Alangkah mengejutkan, di sana terdapat seekor anjing yang melolong mengarah kepadaku, dan berdiri menghadap wajahku. Dengan tergopoh, aku lari masuk masjid. Sesaat kemudian aku termenung, berpikir tentang peristiwa yang baru saja kualami.
Selanjutnya aku kembali ke gang itu. Aku melihat anjing tersebut menggerak²kan ekornya. Aku mendekat pintu rumah di sebelahku. Mendadak seorang pemuda yang berwajah tampan dan bertingkah mulia keluar dari rumah tersebut. Ia melihatku.
"Jangan terkejut dari lolongan anjing itu Tuan. Sebab itu adalah ajaran bagi orang yang memahaminya sampai engkau dapat menunaikan yang dituliskan untukku. Akan tetapi ambillah janji untuk tidak mengulangi perbuatan yang telah engkau lakukan," ucapnya. Selanjutnya aku memecah semua perangkat yang kupunya, dan bertaubat kepadaNya. Aku bertaubat baik, tidak senang kepada selain Allah Swt., tidak lari dari dzikir kepadaNya, tidak membatasi pengabdian kepadapNya hingga keyakinan datang kepadaku. Aku bertemu dengan Tuhan Penguasa Alam setelah menjadi wali Allah yang taat, dan menjadi kekasihNya yang ikhlas. Semoga Allah Swt meridhainya dan mereka sekalian
📚[An-Nawadir. Hal. 68_69]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH DELAPAN: "TIPU DAYA PELACUR TERHADAP HAMBA PILIHAN"

Diceritakan: di Bani Israil terdapat seorang ahli ibadah yang menyembah Allah Swt, dan sendirian di tempat pertapaannya. Kepala desa selalu mendatanginya setiap hari, baik pagi maupun sore. Akan tetapi penduduk desa iri melihat perlakuan kepala desa tersebut kepadanya. Sehingga mereka mempunyai rencana jelek terhadap ahli ibadah itu, yaitu dengan mengirim seorang wanita paling cantik di desa tersebut agar menggodanya.
Pada suatu malam wanita itu datang kepadanya. la memanggil dengan suara keras: "Wahai seseorang yang menyembah Dzat Pembalas amal manusia dan jin, aku meminta kepadamu dengan nama Tuhan Maha Esa lagi Pemurah, dengan nama Musa bin Imran, dan dengan nama Muhammad yang diutus pada akhir zaman, agar engkau menyelamatkanku pada malam ini dari semua setan. Malam ini begitu gelap, sedangkan desa masih jauh, Aku takut dari penjahat²."
Hamba yang taat itu pun membukakan pintu rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah, wanita tersebut tiba² melepaskan pakaiannya di depan ahli ibadah itu. Ia duduk dalam keadaan telanjang, tanpa pakaian sedikit pun. Dan dengan sengaja si wanita memperlihatkan dirinya kepada ahli ibadah. Akan tetapi sikap wanita yang demikian tidak meruntuhkan iman ahli ibadah, ia menutup mata dan menjaga dirinya dari si wanita.
"Tidakkah engkau malu tanpa berbusana di depan orang..?? Padahal, Dia mengetahui rahasia²mu.??"
"Tidak usah banyak bicara! Engkau harus bersenang² dengan keindahan dan kemolekan tubuhku," ucap wanita itu.
"Celakalah engkau, wahai Wanita! Akankah engkau tahan dengan pakaian lelehan timah dan api yang engkau sandangkan pada sekujur tubuhmu..?? Engkau telah menghilangkan ibadahku selama waktu² yang lalu? Tidakkah engkau takut dari api neraka yang tidak akan padam, dan adzab yang tidak akan sirna..??" Tanya ahli ibadah. 
Akan tetapi si wanita tersebut tetap saja merayunya berkali². Dengan sekuat tenaga mempertahankan iman, hamba ahli ibadah berkata: "Baiklah, aku tunjukkan kepadamu api kecil."
Selanjutnya si ahli ibadah mengisi lampu rumah dengan minyak dan menambahinya dengan sumbu². Si wanita melihat apa yang akan dilakukan oleh ahli ibadah itu. Dengan niat tulus ahli ibadah meletakkan ibu jarinya pada lampu tersebut dan dengan segera api membakarnya, dan terus menjalar ke jari telunjuknya. Begitu seterusnya, api itu hingga membakar tangannya.
"Ini adalah api dunia, lalu bagaimana dengan api akhirat..??" ungkap si ahli ibadah berkucuran keringat menahan sakit.
Si wanita pun berteriak keras sampai meninggal dunia. Ahli ibadah tersebut bingung melihat wanita yang semula merayunya malah mati. Lalu ia menutupi tubuhnya dan menshalatkannya.
Iblis berteriak keras kepada penduduk kota, "Sungguh seorang ahli ibadah telah berzina dengan seorang wanita! Kemudian ia membunuh perempuan itu di pertapaannya.
Pemimpin negeri itu mendengar berita yang sudah tersebar di masyarakat. Sebelum subuh tiba sang pemimpin sudah pergi ke tempat ahli ibadah, dan memanggilnya.
"Di mana wanita malang itu..??" tanya sang pemimpin.
"Ia berada di dalam rumah," jawab ahli ibadah.
"Katakan kepadanya, agar pergi bersama kami!" kata pemimpin.
"Ia sudah mati," balas ahli ibadah.
Dengan demikian, sang pemimpin menyangka bahwa ucapan si ahli ibadah benar.
"Wahai Tuan yang zuhud, engkau telah merusak ibadah² yang engkau lakukan. Sementara engkau tidak menutupinya dari alam ghaib maupun nyata.
Bagaimana engkau berani melakukan ini..?? Tidakkah engkau takut orang² akan membunuhmu..??
Tidakkah engkau menyembunyikan urusanmu ini dan engkau akan selamat dari akibatnya..??"
Ahli ibadah itu pun bingung, karena kewibawaan ucapan sang pemimpin. Ia tidak tahu apa jawaban yang akan ia sampaikan.
Maka sang pemimpin memerintahkan para prajurit merobohkan pertapaan ahli ibadah, mengikat lehernya, dan menyeretnya ke tempat penyiksaan. Sementara mayat perempuan di letakkan di atas papan kayu.
Selain itu sang pemimpin juga memerintahkan agar si ahli ibadah dibelenggu dengan kayu, sebagaimana kebiasaan pezina diperlakukan demikian di negeri tersebut. Dan tidak boleh ada seorang pun yang menolongnya dan mencegah hukuman itu.
Ketika kayu belenggu hendak diletakkan di kepalanya, si ahli ibadah mengeluh dengan lisan dan hatinya karena kayu tersebut.
"Wahai Dzat yang mengetahui rahasia²!" keluh si ahli ibadah.
Tiba² ia mendengar sebuah suara; "Kurangilah doamu, penduduk langit menangis melihatmu. Dan sungguh Aku mengetahui semua keadaan. Apabila engkau mengeluh lagi, maka langit akan guncang."
Allah Swt pun mengembalikan ruh si wanita, dan kemudian hidup berdiri di hadapan orang². Mereka takjub melihat keajaiban itu.
"Demi Allah, ia terzhalimi. Ia sama sekali tidak berzina denganku. Aku masih perawan, demi Dzat Yang Maha Hidup dan Berdiri."
Selanjutnya si wanita menceritakan yang dilakukan oleh si zahid. Kemudian mereka pun mengeluarkan tangan si zahid, dan mereka melihat sebagaimana yang diceritakan oleh si wanita.
Menyaksikan kejadian di hadapannya, sang pemimpin menyesal telah melakukan penyiksaan terhadap ahli ibadah.
"Ini adalah rekayasa terbesar!"
Beberapa saat kemudian, si zahid berteriak dan meninggal dunia. Mereka menguburnya bersama dengan si wanita, setelah si wanita kembali meninggal dunia. Maka tiada daya dan upaya melainkan dengan Allah Maha Agung dan Tinggi. Maha Suci Dzat Yang Mengetahui, Yang Azali, lagi Kekal.
📚[An-Nawadir. Hal. 69_71]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-TUJUH PULUH SEMBILAN: "MENGALAHKAN NAFSU KARENA MENCARI RIDHA ALLAH SWT"

Diceritakan: Seorang laki² fakir tinggal bersama istri dan anak²nya selama tiga hari tanpa makan sesuatu pun.
"Wahai Suamiku, tidakkah engkau melihat keadaan anak² kita..?? Wajah² mereka pucat, dan perut mereka nyeri menahan rasa lapar. Orang² tidak mampu sabar seperti kita," ucap sang istri.
"Demi Allah, aku telah berkeliling mencari pekerjaan dengan upah sepertiga dirham untuk membelikan makanan mereka. Akan tetapi aku tidak menemukan seorang pun yang mempekerjakanku. Sungguh perasaanku amat sedih melihat mereka," jelas sang suami.
"Kalau begitu, ambillah kerudung ini. Juallah sesuai harganya. Kemudian belikan makanan untuk mereka dari hasil penjualan tersebut."
Akhirnya sang suami pergi membawa kerudung istrinya untuk dijual. Ia menjual kerudung itu dengan harga dua dirham. Lalu ia pergi untuk membeli makanan. Di tengah perjalanan ia mendengar seorang laki² berkata: "Muliakan aku dengan wajah Allah Swt, dan cinta Rasulullah ﷺ. Wahai seseorang, yang mana Allah Swt mengutangi orang kaya. Demi Allah, aku tidak mempunyai apa²."
Si miskin yang membawa hasil penjualan kerudung itu berkata:
"Ambillah dua dirham ini, karena Allah Swt, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ." Sesaat setelah memberikan uang itu, si miskin merasa malu kepada istrinya apabila ia pulang ke rumah tanpa membawa makanan. Ia takut bila si istri akan marah kepadanya. Akhirnya ia pergi ke masjid dan berpikir sejenak tentang yang ia lakukan kepada orang asing itu.
Ketika malam tiba, ia pulang menemui istri dan anak²nya. Sementara waktu yang telah dijanjikan si suami telah habis.
"Apa yang engkau lakukan dengan kerudung itu..?? Engkau telah meninggalkan anak² kita, padahal mereka kelaparan," kata sang istri.
Selanjutnya si suami menceritakan yang ia lakukan, sekaligus menceritakan pertemuannya dengan peminta².
"Ya sudah, ambillah ini! Juallah dan belikan makanan dari hasil penjualannya," kata si istri agak kecewa.
Si suami berkeliling menjual barang lain dari istri. Namun tidak ada seorang pun yang membelinya. Hingga ia merasa sangat susah. Bahkan ia hendak kembali pulang. Tiba² ia bertemu dengan nelayan yang membawa ikan besar, dan menawarkannya kepada si miskin.
"Saudaraku, ambillah barang yang tidak laku ini untukmu. Dan berikan aku ikan yang tidak laku dan membebanimu itu kepadaku," kata si miskin.
Si nelayan menerima akad yang diucapkan si miskin. Ia memberikan ikan tangkapannya kepada si miskin seketika itu.
Kemudian si miskin datang kepada istrinya membawa ikan tersebut. Mengetahui suaminya membawa ikan, wajah si istri begitu ceria. Segera si istri membelah mulut ikan. Tiba² ia melihat sebuah batu indah yang tidak dikenalnya.
Si suami mengambilnya dan membawanya kepada pedagang.
Setelah mengamati batu yang dibawanya, para pedagang berkata bahwa itu bukan jenis batu, akan tetapi adalah permata mulia yang tidak bisa dihargai dengan harta dan tidak terjual dengan dirham. Para pedagang saling berebut menawarkan harga tinggi kepada si miskin hingga mencapai empat belas ribu dirham.
Akhirnya si miskin menjual dengan harga tersebut. Ia pergi kepada istri dan keluarganya sekaligus membeli rumah. Mereka sangat senang dan kesusahan² pun hilang.
Suatu hari, pengemis datang meminta, "Wahai keluarga Allah Swt, berilah aku harta yang diberikan Allah Swt kepada kalian."
Pemilik rumah mewah itu keluar dengan segera menemui pengemis dan berkata: "Semua harta ini separuh menjadi milik kami, dan engkau sendirian memperoleh separuh yang lain. Apabila itu membuat engkau rela, maka kami juga rela. Akan tetapi apabila engkau tidak rela, kami akan menambah dan memberikan kepada engkau."
"Aku rela," jawab pengemis.
Selanjutnya pengemis itu pergi mengambil unta untuk membawa harta yang diberikan kepadanya. Sementara pemilik rumah menunggu kedatangannya hingga tertidur. Di dalam tidur pemilik rumah bertemu dengan pengemis. Ia bertanya kepada pengemis dan dijawab: "Wahai saudaraku, aku bukanlah pengemis. Aku adalah malaikat yang diutus Allah Swt untuk mengetahui kesabaranmu atas pemberian-Nya. Aku memberi kabar gembira bahwa Allah Swt menerima dua dirham darimu. Dan Allah Swt mengganti dua dirham tersebut dengan berdirham². Dia juga menyediakan surga bagimu di akhirat, yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Sebab engkau telah bekerja dengan ikhlas karena Allah Swt semata."

Di dalam sebagian kitab yang diturunkan kepada nabi², Dia berkata: "Seandainya Aku tidak memberikan kuasa tiga hal kepada tiga orang, niscaya urusan dunia tidak akan tersusun. Aku memberikan kuasa sabar di hati orang² sabar. Jika saja tidak sabar, ia akan mati penuh penyesalan. Aku memberikan kuasa bau kepada mayat. Seandainya tidak ada bau, niscaya mayat itu tidak akan pernah dimakamkan. Aku memberikan kuasa tipu daya di bumi. Seandainya tidak ada tipu daya, niscaya para raja akan menguasai bumi layaknya emas dan perak. Maka Aku dapat melakukan apa saja yang Aku kehendaki. Aku adalah Raja Pengasih dan Agung." Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 71_72]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH: "MENJAGA DIRI DARI MEMANDANG YANG DIHARAMKAN"

Diceritakan dari seorang ulama: pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang perempuan, lalu pandangannya jatuh kepada perempuan itu. Setelah itu ulama tersebut jatuh sakit karena hal ini.
"Ya Allah, Engkau menjadikan mataku sebagai nikmat dari-Mu kepadaku. Aku takut mataku malah menjadi siksa atasku. Maka cabutlah mataku," ucap sang ulama.
Maka seketika itu mata ulama tersebut langsung buta.
Tatkala pergi ke masjid, keponakannya yang masih kecil menuntunnya. Suatu hari setelah mengantarkan paman ke masjid, keponakannya bermain² bersama anak kecil lain. Ia meninggalkan paman di masjid. Akan tetapi tiba² hajat datang pada paman, dan paman memanggil keponakannya. Dengan tergopoh keponakan memenuhi panggilan itu, dan membantu keperluan sang paman dengan perasaan kurang rela. Kemudian keponakan kembali bermain bersama teman²nya.
Suatu hari ulama tersebut berada di masjid, dan ia merasakan sesuatu berputar² di sekitarnya. Di tengah perasaan khawatir dan takut, ia memanggil keponakannya. Namun panggilan itu tidak direspons oleh keponakannya.
Lalu ia menengadah ke langit dan berkata:
"Ya Allah, Tuanku! Engkau telah memberiku penglihatan yang aku gunakan untuk melihat sebagai suatu kenikmatan dari-Mu kepadaku. Aku takut mataku hanya menjadi siksa bagiku. Maka aku meminta-Mu untuk mencabut mataku,dan Engkau mencabutnya.
Namun sekarang aku membutuhkannya. Ya Allah, Aku meminta kepada-Mu untuk mengembalikannya."
Setelah itu, ulama itu bisa melihat seperti sedia kala, dan pulang ke rumah sendirian. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
📚[An-Nawadir. Hal. 73]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH SATU: "AKIBAT PERBUATAN ZHALIM"

Diceritakan: Di Bani Israil terdapat seorang laki² yang mandul yang tidak mempunyai anak. Ketika keluar rumah dan melihat seorang anak, ia merayunya, mengajaknya ke rumah, dan membunuhnya. Setelah itu ia memasukkan mayat anak tersebut ke dalam lubang yang dibuat di samping rumahnya. Dan ia mempunyai seorang istri yang mencegah perbuatannya. Akan tetapi ia menolak larangan istrinya.
"Seandainya Allah menghukumku, niscaya Dia menghukumku pada saat aku melakukan itu," ucapnya.
"Allah Swt tidak meninggalkan hukuman itu kepadamu. Takaranmu sekarang belum penuh. Seandainya sudah penuh, niscaya Dia akan menghukummu," ucap istrinya.
Pada hari yang lain, laki² itu keluar rumah, dan ia melihat dua orang anak bersaudara memakai perhiasan. Kemudian ia membujuk, dan membawa mereka ke dalam rumah. Lalu ia membunuh, dan melemparkan mereka ke dalam lubang. Ayah kedua anak itu mencari² mereka karena sampai malam tidak kunjung pulang, namun si ayah itu tidak menemukan anaknya.
Akhirnya, orang tua kedua anak itu pergi ke salah satu nabi Bani Israil dan ia menceritakan kisahnya.
"Apakah mereka mempunyai permainan yang sering dimainkan..??" tanya sang nabi.
"Benar, mereka suka bermain anjing kecil milik kami," jawab sang ayah.
"Terus, ceritakan lagi!"
Ayah yang tampak sedih itu menceritakan dengan detail permainan anaknya bersama anjing. Lalu sang nabi meminta agar anjing piaraan orang itu dibawa ke hadapannya. Kemudian sang nabi meletakkan cincinnya di antara dua mata anjing dan melepaskannya.
"Ikutilah ke mana anjing itu pergi, dan perhatikan rumah yang dituju oleh anjing tersebut. Di sana ada keterangan tentang anakmu!"
Kemudian anjing itu pergi dari hadapan nabi, menyusuri jalan dan rumah². Ayah kedua anak yang hilang dan beberapa orang menguntit di belakangnya hingga anjing itu berhenti di sebuah rumah. Mereka masuk ke dalam rumah itu. Anjing tersebut terus melacak, dan menuju ke suatu tempat di samping rumah. Ia menggerak²an telinganya, dan menggali dengan kedua kakinya.
Sang ayah amat khawatir dengan petunjuk dari anjing tersebut. Orang² juga turut menggali tanah. Mereka kaget saat mengetahui dua anak yang dicarinya terbunuh bersama anak² lain di dalam lubang tersebut. Mereka kembali kepada sang nabi dengan sedih, dan memberi tahu masalah tersebut.
Kemudian mereka bersama² mendatangi laki² pemilik rumah itu. Sang nabi memerintahkan agar pelaku kejahatan tersebut disalib. Ketika hendak disalib, istrinya datang.
"Bukankah aku pernah mengingatkanmu dari perbuatan itu! Dan aku juga telah berkata kepadamu bahwa Allah tidak meninggalkanmu. Sesungguhnya takaran kamu sekarang telah penuh. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
📚[An-Nawadir. Hal. 73_74]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH DUA: "SEBAGIAN MU'JIZAT DAN SIKAP ADIL NABI MUHAMMAD ﷺ"

Diceritakan: Bahwasanya Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'anhuma berkata: pada suatu ketika aku bersama Nabi Muhammad ﷺ dalam suatu perjalanan, dan aku mengendarai unta milikku sendiri. Kemudian aku merasakan unta tungganganku itu telah payah. Lalu aku turun dan pergi mendatangi Nabi Muhammad ﷺ yang berada di depan. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berdoa. Setelah selesai berdoa beliau berkata padaku:
"Silakan menaiki untamu kembali."
Lalu aku menaikinya, dan ternyata untaku menjadi tunggangan paling kuat dari unta² sahabat lain.
"Bagaimana sekarang untamu..??" tanya Nabi Muhammad ﷺ.
"Ya Rasulullah, keberkahanmu telah memulihkannya," jawabku.
"Apakah engkau akan menjualnya kepadaku..??"
Aku merasa senang sekali, dan menjawab; "Ya."
Beliau lalu memberikan tambahan harga sembari berkata; "Semoga Allah Swt mengampunimu." Sampai² tambahan tersebut mencapai satu takar emas.
"Engkau boleh mengendarai unta itu sampai Madinah," kata beliau ﷺ.
Ketika kami sampai di sana, Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada Bilal: "Berikan ia harga unta itu dan tambahkan harganya, kemudian kembalikan kepadanya untanya."

Suhail berkata: "Hikmah pembelian, penambahan harga, dan pengembalian unta yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ adalah isyarah untuk menunjuk kepada firman Allah Swt:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ

"Sesungguhnya, Allah telah membeli dari orang² mukmin diri dan harta mereka..." (QS. at-Taubah [9]: 111).

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

"Bagi orang² yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya...." (QS. Yunus [10]: 26).

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا

"Janganlah kamu mengira bahwa orang² yang gugur di jalan Allah itu mati..." (QS. Ali 'Imran [3]: 169).

Semoga rahmat dan keselamatan dari Allah Swt terlimpahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga dan sahabat.

Amin Ya Rabbal 'Alamiin.

📚[An-Nawadir. Hal. 74]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH TIGA: "MU'JIZAT NABI ISA 'ALAIHISSALAM DAN PENGKHIANATAN SEORANG PEREMPUAN"

Diceritakan: Salah seorang lelaki penduduk Bani Israil mempunyai istri yang berwajah cantik, bahkan paling cantik di antara perempuan² negeri itu. Dan sang suami sangat mencintainya. Akan tetapi pada suatu hari si istri meninggal dunia. Sang suami amat sedih, dan ia lama sekali tinggal di kuburan istrinya.
Dalam masa kesedihan yang amat mendalam di kuburan istrinya tersebut, Nabi Isa As lewat di samping kuburan. Nabi Isa As melihat seorang laki² sedang menangis. Maka Nabi Isa pun menyapa: "Apa yang menyebabkan engkau menangis..??" tanya Nabi Isa.
Kemudian orang itu menceritakan kisahnya.
"Apakah engkau rela, jika istrimu aku hidupkan bagimu..??"
"Ya," jawab orang itu.
Nabi Isa pun berdoa bagi penghuni kubur di depannya. Tiba² seseorang berkulit hitam dengan api yang menjalar dari seluruh lubang² tubuhnya keluar dari kubur.
"Tiada Tuhan selain Allah, Isa adalah ruh Allah."
"Wahai nabi Allah, bukan kuburan ini. Akan tetapi kuburan itu," kata orang itu sambil menunjuk kepada kuburan lain.
Nabi Isa As Berkata kepada seseorang berkulit hitam itu: "Kembalilah ke tempatmu!"
Jasad yang bangkit itu pun kembali menjadi mayat, dan tanah² menutupinya. Kemudian Nabi Isa menoleh kepada kuburan lain yang ditunjukkan oleh orang itu.
"Wahai penghuni kubur, bangunlah dengan izin Allah Swt.!" Lalu kubur itu terbelah, dan seorang perempuan yang kepalanya tertutup debu keluar dari dalam kubur. Orang yang menangis di kubur pun berkata: "Ini adalah istriku wahai ruh Allah Swt."
"Ambillah ia!" Kata Nabi Isa.
Laki² itu membawa istrinya pulang, dan pergi dari hadapan Nabi Isa. Sesampainya di rumah, rasa kantuk yang luar biasa tidak mampu ia tahan. Ia berkata kepada istrinya: "Sungguh kantuk ini tidak mampu aku hindari, setelah beberapa hari di kuburan tanpa tidur. Sekarang aku ingin tidur."
"Silakan suamiku," jawab si istri.
Kemudian laki² itu meletakkan kepalanya di paha istrinya, dan tertidur dengan pulas. Saat si suami tidur di pangkuan istri, anak raja yang sangat tampan dan berwibawa dengan kuda gagah lewat di depan rumahnya. Perempuan itu mengetahui keberadaan putra raja. Ia pun terpesona. Lalu ia meletakkan kepala suaminya dan berdiri hendak melihat putra raja lebih dekat.
Tatkala putra raja melihat perempuan tersebut, putra yang mahkota itu juga terhanyut oleh kecantikan istri laki² itu.
"Ambillah aku," kata perempuan itu.
Putra raja menaikkannya di atas kuda istimewa tersebut, dan mereka pun pergi.
Beberapa waktu kemudian, si suami bangun. Ia tidak menemukan istrinya. Dengan cemas ia terus mencarinya. Ia menyusuri bekas tapal kuda yang lewat di depan rumah hingga ia menemukannya, dan mengetahui bahwa istrinya dibawa putra raja.
"Wahai putra raja, ia adalah istriku. Lepaskan ia!" kata laki² itu.
Namun si istri yang bersama putra raja tersebut malah mengingkari perkataan suaminya.
"Aku adalah budak anak raja," ujar sang istri.
"Apakah engkau hendak mengubah status budakku!" Tanya putra raja.
"Demi Allah, ia adalah istriku. Sesungguhnya Nabi Isa telah menghidupkannya untukku setelah ia mati," jawab laki² itu.
Ketika perdebatan terus berlangsung, tiba² Nabi Isa berada di antara mereka.
"Wahai ruh Allah Swt, bukankah ini istriku yang engkau hidupkan untukku..??"
"Benar," jawab Nabi Isa.
"Wahai ruh Allah Swt, ia bohong. Aku adalah budak putra raja," ungkap si perempuan.
"Ketahuilah, engkau adalah perempuan yang aku hidupkan dengan izin Allah," kata Nabi Isa.
"Tidak, wahai ruh Allah," tolak si perempuan.
"Kembalikan kepada kami sesuatu yang kami berikan kepadamu," kata Nabi Isa.
Beberapa saat kemudian, perempuan itu pun mati. Lalu Nabi Isa berkata: "Barang siapa hendak melihat seseorang mati kafir, kemudian aku hidupkan dan beriman, lalu mati mukmin, maka lihatlah pada orang hitam itu. Dan barang siapa yang hendak melihat seseorang mati mukmin, kemudian Allah menghidupkannya, lalu kafir dan mati kafir, maka lihatlah perempuan ini."
Akhirnya suami perempuan yang mati kafır tersebut bersumpah tidak akan beristri selamanya. Ia keluar ke hutan untuk menyembah Allah Swt sampai meninggal dunia. Semoga Allah Swt merahmatinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 74_75]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH EMPAT: "MENAMPAKKAN KEBENARAN KEPADA ORANG YANG CELAKA"

Diceritakan: Seorang lelaki berbangsa Kurdi berkumpul bersama seorang pemimpin dalam suatu perjamuan. Di hidangan itu terdapat dua burung merpati. Kemudian si Kurdi itu mengambil salah satu burung merpati tersebut sambil tertawa. Karena tidak mengerti maksud dari tawa si Kurdi, sang menteri bertanya tentang maksud tertawa orang Kurdi tersebut?
Sang Kurdi menjawab: "Aku pernah membegal seorang pedagang di suatu perjalanan. Ketika aku hendak membunuhnya, ia merengek² memohon ampun kepadaku. Aku tidak menerimanya. Ketika ia mengetahui bahwa aku benar² hendak membunuhnya, ia berpaling dan melihat dua burung merpati di atas gunung. Ia berkata kepada kedua burung merpati itu: "Saksikanlah bahwa orang ini akan membunuhku secara zhalim." Kemudian aku membunuhnya.
Ketika aku melihat dua burung merpati ini, aku menjadi ingat betapa bodohnya ia karena menjadikan kedua burung tersebut sebagai saksi. Dan aku pun tertawa."
Mendengar ucapan orang Kurdi itu, sang pemimpin berkata: "Demi Allah, dua burung itu kini menjadi saksi atas perbuatanmu, di samping orang yang akan mengambil balasan korbanmu."
Setelah itu, sang pemimpin memerintahkan anak buahnya agar ia diqishash. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah Swt semata.
📚[An-Nawadir. Hal. 75_76]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH LIMA: "PERUMPAMAAN BAGI ORANG YANG BERNALAR"

Dikisahkan: Bahwasanya harimau, anjing, dan musang berkawan di sebuah hutan. Pada suatu saat mereka hendak berburu. Dalam perburuan mereka mendapatkan himar, kijang, dan kelinci.
"Bagikan hewan perburuan ini untuk kita," kata harimau kepada anjing.
"Ini sudah jelas. Himar bagimu, kelinci bagi musang, dan kijang untukku," kata anjing.
Mendengar ucapan itu, si harimau mencakar serta menyerang kepala anjing.
"Bagikan hewan perburuan ini bagi kita," kata harimau kepada musang.
"Urusannya sudah jelas. Himar untuk sarapan pagi, kelinci untuk makan sore, dan kijang untuk siang hari," jawab si musang.
Mendengar pernyataan itu, si harimau berkata: "Semoga Allah Swt mematikanmu. Siapa yang memberitahumu tentang pembagian seperti ini? Aku tidak menginginkan cakaran lagi."
Seketika itu pula, si musang lari dengan cepat.
📚[An-Nawadir. Hal. 76]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH ENAM: "PERUMPAMAAN BAGI TIPU DAYA"

Dikisahkan: Ada seekor harimau menderita sakit, kemudian semua hewan menjenguknya, kecuali musang. Maka harimau itu pun marah kepada musang karena pengaduan seekor anjing.
Pada hari lain si musang datang kepada si harimau.
"Mengapa engkau tidak datang kepadaku..??" tanya harimau.
"Aku mencarikan obat bagimu," jawab si musang.
"Lalu apa yang engkau lihat..??" tanya harimau.
"Sebuah obat di betis anjing itu," tegas si musang.
Si harimau kemudian mencakar betis anjing, dan si musang pun bisa lepas dari ancaman harimau. Lalu anjing tersebut lewat di depan musang pada suatu hari, sementara darah betis anjing itu mengalir.
"Wahai pemilik sepatu merah, ketika engkau duduk di depan raja, perhatikanlah sesuatu yang keluar dari kepalamu," sindir si musang.
📚[An-Nawadir. Hal. 76]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH TUJUH: "MEMBUAT PERUMPAMAAN SEPERTI SEBELUMNYA"

Diceritakan perempumaan: terdapat seseorang yang bernama Syuraih yang lebih pintar daripada musang. Menurut suatu pendapat; Syuraih pergi ke suatu tempat untuk menyembah Allah Swt. Tatkala hendak shalat, si musang datang di depan Syuraih dan mengganggu shalatnya.
Ketika peristiwa itu terus berlangsung, Syuraih menjadikan pakaian²nya seperti bentuk sesosok orang dengan penyangga kayu yang sedang berdiri. Kemudian si musang datang mengganggunya seperti sebelumnya. Maka Syuraih datang dari belakang dan mengambilnya secara cepat, lalu membunuhnya. Hingga si musang menjadi contoh.
📚[An-Nawadir. Hal. 76_77]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH DELAPAN: "MENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT DALAM SETIAP KEADAAN DAN PERUSTIWA YANG TERJADI"

Diceritakan: Seorang laki² tinggal di suatu hutan, dan ia mempunyai ayam jantan yang membangunkannya untuk shalat, anjing yang menjaganya dari pencuri, dan himar yang membawa air dan hartanya. Pada suatu hari ia datang ke desa dekat hutan untuk bercerita dan bercengkerama dengan orang² kampung.
Tiba² datang sebuah kabar bahwa seekor musang telah memakan ayam jantannya. Ia berkata: "Itu adalah kebaikan, insyaallah."
Beberapa waktu kemudian, datang kabar lain bahwa anjing piaraannya telah mati. Ia berkara: "Itu adalah kebaikan, insya Allah."
Lalu datang lagi sebuah informasi bahwa musang yang memakan ayamnya juga merobek perut himarnya. Ia berkata: "Semoga itu adalah kebaikan, insya Allah."
Ketika malam datang, laki² itu melanjutkan perjalanannya, dan pada ketika subuh, ia menemukan desa² yang dilewatinya telah dihancurkan dan dirampok oleh musuh² yang diketahui lewat kokokan ayam jantan, lolongan anjing, dan ringkikan himar. Maka ia dapat meneruskan perjalanan dengan selamat.
📚[An-Nawadir. Hal. 77]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-DELAPAN PULUH SEMBILAN: "TIPU DAYA PEREMPUAN"

Diceritakan: Bahwasanya seorang laki² ahli ibadah dan zuhud di Bani Israil mempunyai seorang istri yang elok, mempesona, lagi cantik. Ia sangat mencintai istrinya dan takut akan fitnah menimpanya. Saat keluar masuk rumah, ia selalu menutup pintu. Namun perempuan itu malah mencintai seorang pemuda.
Oleh karena itu, pemuda yang dicintai perempuan tersebut membuat kunci palsu untuk membuka pintu rumah perempuan tersebut sehingga pemuda itu dapat masuk dan keluar rumah tersebut setiap saat yang dikehendakinya. Sementara itu si zahid tidak mengetahui sama sekali tentang yang terjadi di keluarganya.
Suatu hari si zahid merasakan keanehan dalam dirinya. Lalu ia berkata pada istrinya:
"Sungguh engkau telah berubah sikap kepadaku. Aku tidak mengerti yang menjadi penyebabnya, dan aku ingin engkau bersumpah kepadaku di atas suatu gunung. Gunung itu berada di luar kota, dan tidak ada seorang pun yang bersumpah di atas gunung tersebut selamat apabila ia berbohong."
"Apakah perasaanmu akan menjadi baik setelah aku bersumpah kepadamu..??" kata si istri.
"Ya," jawab si suami.
"Kapan engkau menginginkan aku bersumpah kepadamu..??" tanya si istri.
"Besok, insya Allah."
Tatkala sang suami pergi dari hadapan si istri, perempuan itu berkata pada pemuda selingkuhannya itu:
"Suamiku berkata demikian dan demikian. Dan aku berjanji akan bersumpah untuknya di atas gunung besok."
Pemuda itu pun bingung dan wajahnya pucat. Sesaat kemudian perempuan itu berkata:
"Tidak usah sedih, Besok aku akan memakai pakaian tipuan. Ambillah seekor himar, dan berdirilah di depan gerbang kota. Aku akan memanggil suamiku untuk memanggil penyewa himar. Ketika aku memanggilmu untuk menyewamu, cepat²lah dan bawalah himar itu kepadaku. Aku akan melakukan sesuatu yang dapat dibenarkan oleh sumpahku," ujar perempuan itu kepada selingkuhannya.
"Dengan senang hati," ungkap si pemuda.
Keesokan harinya, si pemuda keluar ke kota dan melakukan yang diperintahkan si perempuan. Ketika waktu sumpah tiba, si zahid memanggil istrinya untuk bersumpah.
“Aku tidak kuat berjalan kaki ke gunung itu. Maka pertimbangkanlah, aku ingin mengendarai tunggangan."
"Baiklah, mari kita berjalan. Barangkali di depan kita dapat menemukan himar yang dapat disewa," ucap si suami.
Di depan pintu kota, terdapat seorang pemuda yang berdiri menggandeng himar.
"Wahai penyewa himar, akankah engkau menyewakan himarmu untukku yang engkau tuntun sendiri menuju gunung itu dengan harga setengah dirham..??"
"Baik," jawab si pemuda.
Selanjutnya si pemuda membawa himar, dan mereka pun pergi bersama. Ketika mereka sampai di gunung yang dimaksud, Si perempuan berkata; "Turunkan aku dari himar ini!"
Tatkala si pemuda hendak menurunkannya, perempuan tersebut menjatuhkan diri di atas tanah, tanpa pakaian sama sekali. Aurat perempuan itu terbuka, dan perempuan itu mencaci maki si pemuda. Si pemuda berkata: "Demi Allah, aku tidak bersalah."
Selanjutnya si perempuan itu berdiri, dan menjulurkan tangannya ke gunung serta bersumpah bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui auratnya kecuali suaminya dan si pemuda penyewa himar. Namun tiba² gunung tersebut berguncang keras, dan bergeser jauh dari tempatnya. Hal itu sebagaimana firman Allah Swt.:

وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

"...Padahal, di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya, makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karena mereka." (QS. Ibrahim [14]: 46).
📚[An-Nawadir. Hal. 77_78]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH: "KECERDASAN YANG BERSINAR"

Diceritakan dari seseorang ulama: Kami membeli kambing panggang dari tetangga untuk dimakan, dan beberapa saat kemudian seorang fakir datang kepada kami. Kami memanggilnya untuk ikut makan bersama.kemudian ia mengambil satu suapan dan meletakkannya di mulut. Akan tetapi ia memuntahkannya dan pergi dari kami.
"Sesuatu yang mencegahku makan terjadi padaku, ucap si fakir itu.
"Kami tidak akan makan, kecuali engkau juga ikut makan bersama kami," kata kami.
"Aku adalah seorang fakir yang terbiasa tidak makan, dan kalian terserah kehendak kalian," ucap si fakir itu.
Selanjutnya ia pergi dari hadapan kami. Setelah itu kami enggan makan karena si fakir itu. "Seandainya kita memanggil tukang panggang, dan bertanya kepadanya tentang asal-usul daging kambing ini, barangkali ia mau bercerita kepada kita tentang hal yang tidak disukai itu."
Lalu kami memanggil tukang panggang, dan bertanya bagaimana sebenarnya kambing panggang pembeliannya.
"Daging kambing itu adalah bangkai," jawab tukang panggang. Hanya saja penjual itu memang hendak menjualnya karena menginginkan uang dari hasil penjualan. Mendengar ucapan itu, kami langsung memberikan daging kambing itu kepada anjing.
Setelah itu kami melihat si fakir serta bertanya kepadanya tentang penyebab ia menolak makan, dan sesuatu yang tiba² datang pada saat makan bersama itu?
"Demi Allah, selama bertahun² aku tidak tamak terhadap makanan. Ketika kalian menawariku daging panggang itu, sempat aku sangat berhasrat untuk memakannya. Namun aku mengetahui bahwa pada kambing itu terdapat cacat. Sehingga aku enggan memakannya," jelas si fakir.
Maka lihatlah perlindungan Allah Swt pada hamba pilihan-Nya.
📚[An-Nawadir. Hal. 78_79]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH SATU:  "SALAH ALAMAT DALAM MELAKUKAN KEBAIKAN DAN MENDAMAIKAN MUSUH"

Diceritakan: Bahwasanya pada suatu hari seorang laki² yang taat dalam agama dan kebaikan pergi keluar berburu, dan tiba² di tengah perjalanan ia bertemu dengan seekor ular yang sangat ketakutan.
"Lindungilah aku dari musuh di belakangku yang hendak membunuhku wahai Tuan, maka Allah Swt akan melindungimu," kata ular tersebut.
Si laki² itu hendak menutup ular dengan selendangnya. Namun ular berkata: "Musuhku masih bisa melihatku."
"Lalu apa yang harus aku perbuat..??" tanya si pemburu.
"Apabila engkau hendak melakukan kebaikan, bukalah mulutmu. Aku akan masuk ke dalam perutmu," kata ular.
"Aku tidak berani," kata si pemburu.
Untuk meyakinkan si pemburu, ular itu berjanji tidak akan menyakitinya dan juga menceritakan bahwa ia termasuk umat Nabi Muhammad ﷺ. Si pemburu pun yakin kepada ular itu.
Si pemburu itu membuka mulut hingga ular masuk ke dalam perutnya. Beberapa saat kemudian, seorang laki² yang membawa parang lewat. Ia bertanya kepada si pemburu tentang keberadaan ular?
Si pemburu menjawab bahwa ia tidak mengetahuinya. Lalu si pemburu beristighfar seratus kali karena ucapan bohongnya kepada orang itu.
Setelah pencari ular itu pergi, ular mengeluarkan mulutnya melihat musuhnya. Si pemburu memberi tahu bahwa pencari ular telah pergi, dan ia memerintahkan ular keluar dari perutnya. Akan tetapi keadaan menjadi berbeda.
"Wahai pemburu, pilihlah untuk diri kamu sendiri dua kematian; aku menghancurkan limpamu atau aku melubangi hatimu..??" ancam ular.
"Subhanallah. Di mana janji yang engkau ucapkan..??" kata si pemburu.
"Aku belum pernah melihat seorang yang lebih bodoh dari kamu. Apakah engkau melupakan permusuhanku dengan ayahmu, ketika aku mengeluarkannya dari surga..?? Apa yang mendorongmu melakukan kebaikan kepada makhluk yang tidak ahlinya..??" ungkap ular.
"Apabila engkau harus membunuhku, maka berikan aku waktu sejenak untuk membuat lubang di sebelah gunung ini untukku," kata si pemburu yang ketakutan.
"Terserah kamu," jawab si ular.
Selanjutnya si pemburu mengangkat tangannya ke langit dan berkata: "Wahai Dzat Pengasih, kasihanilah aku dengan sifat Kasih-Mu yang lembut. Wahai Dzat Pengasih dan Kuasa, aku meminta kepada-Mu dengan kekuatan-Mu yang menjadikan Engkau bersemayam di 'Arsy, maka Arsy tidak mengetahui di mana tempat tinggal-Mu. Wahai Dzat Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Tinggi, Maha Agung, Maha Hidup, dan Maha Berdiri. Ya Allah, selamatkanlah aku dari ular ini!" pinta si pemburu.
Si pemburu itu pun pergi ke arah gunung. Pada saat perjalanan, tiba² seorang tua yang bercahaya wajahnya, berbau harum, dan bersih pakaiannya datang kepada si pemburu dan memberikan daun hijau.
"Makanlah daun ini!" ucap orang tua kepada si pemburu.
Si pemburu itu memakan daun yang diberikan orang tua tersebut. Dan mendadak ular itu mati sepotong² hingga perasaan si pemburu menjadi tenang.
"Siapa kamu yang telah diutus Allah Swt kepadaku wahai orang tua..??" tanya si pemburu.
"Tatkala engkau berdoa kepada Allah Swt dengan doa itu, malaikat tujuh langit mengadu kepada-Nya. Kemudian Allah Swt berkata: "Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, aku melihat segala sesuatu yang dilakukan ular terhadap hamba-Ku.'
Akhirnya Allah Swt memerintahkan aku mengusir ular itu dari perutmu. Aku mengambil daun dari pohon Tuba dan memberikan itu padamu, namaku adalah Al-Ma'ruf, dan tempatku di langit. Engkau harus melakukan kebaikan, sebab itu menjaga dirimu dari serangan² kejelekan. Dan bahwa, lewatnya perbuatan yang dilakukan hamba tidak akan pernah hilang di mata Allah Swt."
Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 79_80]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH DUA: "PERISTIWA YANG TERJADI PADA ZAMAN SAYYIDINA MUSA 'ALAIHIS SHALAATU WAS SALAAM"

Diceritakan: Bahwasanya seorang laki² pada zaman Nabi Musa ﷺ sering menceritakan sesuatu kepada orang².
la selalu berkata: "Telah menceritakan kepadaku Musa kalimullaah, telah menceritakan kepadaku orang yang diselamatkan Allah Swt, dan telah menceritakan kepadaku orang yang dibersihkan oleh Allah Swt."
Hal itu berlangsung cukup lama. Sementara Nabi Musa tidak mengetahuinya. Kemudian seorang laki² datang kepada Nabi Musa, dan laki² itu membawa babi bertali hitam.
"Wahai Nabi Allah, apakah engkau mengetahui seseorang yang suka menyampaikan sesuatu kepada orang² dan menisbahkan itu kepadamu..??" Tanya laki² yang membawa babi bertali hitam itu kepada Nabi Musa.
"Aku mendengarnya," jawab Nabi Musa.
"Ia adalah babi ini," kata laki² itu.
Kemudian Nabi Musa berdoa kepada Allah Swt agar mengembalikannya seperti sedia kala. Ia ingin bertanya mengapa babi jelmaan tersebut melakukan hal itu.
Allah Swt berkata: "Wahai Musa, seandainya engkau berdoa kepada-Ku sebagaimana Adam dan anak keturunannya, maka Aku tidak mengabulkannya. Akan tetapi Aku beri tahu mengapa Aku melakukan ini? Sebab ia memakan dunia dengan menjual agama."
Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 80]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH TIGA: "MENGINGKARI MAKHLUK ALLAH SWT"

Diceritakan: Bahwasanya ada seorang laki² melihat kumbang. Lalu ia bergumam: "Ini adalah makhluk yang cacat. Bentuknya tidak bagus dan baunya juga tidak wangi. Apa yang hendak diinginkan Allah Swt dengan makhluk ini?"
Setelah itu, laki² tersebut dicoba oleh Allah Swt dengan suatu luka yang tidak ada seorang tabib pun mampu menyembuhkannya. Hingga ia pun putus asa berharap kesembuhan dari lukanya.
Suatu hari laki² itu mendengar suara dukun memanggil dari sebuah gang.
"Aku harus menemuinya, agar ia melihat penyakitku," ujar laki² itu.
"Kami tidak akan memanggilnya, sebab tabib² yang mahir tidak mampu mengatasi penyakitmu," kata orang² di sekitar laki² itu.
"Tidak. Ia harus didatangkan di sini. Tolong datangkan ia kesini," pinta laki² itu.
Ketika dukun itu melihat luka yang diderita laki² yang malang tersebut, sang dukun meminta orang² agar mendatangkan kumbang. orang² yang hadir pun tertawa.
Penderita sakit itu menjadi ingat dengan sikapnya ketika melihat kumbang.
"Datangkan yang ia minta, sebab orang ini mengetahui urusannya," ujar laki² malang kepada orang² di sekitarnya.
Setelah itu orang² mencarikan laki² malang itu seekor kumbang. Setelah diberikan, kumbang tersebut dibakar, dan ditaburkan debunya pada luka. Dengan izin Allah Swt luka orang itu sembuh.
"Ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt hendak memberi tahu aku bahwa makhluk yang paling hina sekalipun dapat menjadi obat yang sangat mujarab. Dia Dzat Yang Maha Bijaksana dan Mengetahui," ungkap laki² malang itu kepada para tamunya.
📚[An-Nawadir. Hal. 80_81]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH EMPAT: "TAWAKKAL KEPADA ALLAH SWT ATAS REZEKI"

Diceritakan: Bahwasanya orang² dari kota Asya'ri, diantara mereka yaitu Abu Musa, Abu lik, dan Abu Amir pergi bersama² kepada Rasulullah ﷺ. Di tengah perjalanan mereka kehabisan bekal. Maka mereka mengirimkan seseorang kepada Rasulullah ﷺ untuk memintakan bekal kepada mereka. Ketika sampai di rumah Rasulullah ﷺ, utusan itu mendengar beliau bersabda dari firman Allah Swt:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya..." (QS. Huud [11]: 6).

Dalam hati utusan itu berkata: "Orang² itu sama sekali tidak percaya kepada Allah Swt." Akhirnya utusan tersebut langsung kembali, dan tidak masuk menemui Rasulullah ﷺ. Setelah bertemu kembali dengan mereka, utusan tersebut berkata: "Bergembiralah kalian, telah datang kepada kalian suatu pertolongan."
Mereka menyangka bahwa orang yang diutus tersebut telah memberi tahu kepada Rasulullah ﷺ. Selang beberapa waktu, dua orang datang membawa mangkuk yang penuh dengan roti dan daging. Mereka ditawari, dan makan sesuka hati.
Kemudian sebagian berkata kepada yang lain: "Kembalikan sisa makanan ini kepada nabi."
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Rasulullah ﷺ. Sesampainya di rumah Rasulullah ﷺ, mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami belum pernah melihat makanan yang lebih enak dan baik daripada makanan yang engkau kirim kepada kami."
"Aku tidak mengirim makanan bagi kalian," jawab Rasulullah ﷺ. Mereka agak kaget. Kemudian mereka menceritakan bahwa telah mengutus seseorang untuk meminta makanan kepada Rasulullah ﷺ. Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ bertanya kepada utusan tentang yang ia lakukan.
Lalu beliau berkata: "Itu adalah rezeki Allah Swt untuk kalian sehingga kalian makan dengan kenyang."
📚[An-Nawadir. Hal. 81]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH LIMA: "TENTANG JAHAN DAN TASHRIF NAMANYA"

Diceritakan dari Hamzah al-Maidani, ia berkata:
"Jahan adalah seorang yang sangat bodoh. Di antara kebodohannya adalah bahwa suatu hari ia menggali lubang di padang pasir. Kemudian seorang laki² lewat di sampingnya dan bertanya: "Mengapa engkau menggali lubang di sini..??" la menjawab: "Aku menyimpan beberapa dirham, akan tetapi aku belum menemukannya." Laki² itu bertanya lagi: "Apakah engkau membuat tanda..??" Jahan menjawab: "Ya, aku membuatnya." Laki² itu kembali bertanya: "Apa tandanya..?? Jahan menjawab: "Awan yang menaungiku pada saat aku menyembunyikannya." Laki² itu pun langsung tertawa, dan pergi meninggalkan jahan.
Peristiwa bodoh lainnya yang dilakukan oleh Jahan adalah suatu hari, pada pagi yang masih gelap, ia keluar dari rumahnya melalui salah satu pintu. Tanpa sengaja ia menendang tubuh mayat di pintu rumahnya. Tanpa berpikir panjang ia pun membuangnya ke dalam sumur. Kemudian ayahnya mengetahui apa yang dilakukan anaknya. Maka sang ayah mengeluarkan, dan menguburkan mayat tersebut.
Setelah itu Jahan menangkap kambing, lalu melemparkannya ke dalam sumur yang sama. Setelah itu, keluarga korban berusaha mencari saudaranya di lorong² kota, tetapi tidak menemukannya. Di tengah pencarian, mereka bertemu dengan Jahan yang menyapa duluan. "Saudara kalian yang terbunuh berada di dalam sumur kami," ucap Jahan.
Kemudian mereka datang ke rumah Jahan, dan salah seorang di antara keluarga mayat itu turun ke sumur untuk mengambil mayat saudaranya. Ketika ia turun, Jahan bertanya: “Wahai keluarga yang tertimpa musibah, apakah saudara kalian yang meninggal itu mempunyai tanduk..??"
Mereka pun tertawa mendengar ucapan Jahan tersebut, dan mereka memahaminya.
Di antara sikap bodoh Jahan yang lain adalah bahwa Abu Muslim al-Khaulani mengutus seorang laki², yakni "Yaqthin" supaya memanggil Jahan agar datang menemuinya. Ketika Jahan sampai, ia tidak menemukan dalam majlis kecuali Abu muslim dan Yaqthin.
"Wahai Yaqthin, mana di antara kalian yang bernama Abu Muslim al-Khaulani..??"
Ketahuilah bahwa Jahan adalah isim yang tidak bisa ditashrif dari kata Jahin, seperti 'Umar dan 'Amir. Dikatakan: Jaha yajuhu jahwan. Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 81_82]

💧والله اعلم💧

Diceritakan: Bahwasanya seseorang manusia berlari kencang dari harimau. Kemudian ia terjatuh ke dalam sebuah sumur bersamaan dengan harimau itu juga. Di dalam sumur tersebut harimau melihat seekor beruang.
"Berapa lama engkau di sini..??" tanya harimau kepada beruang.
"Sudah beberapa hari, dan hampir saja lapar membunuhku," jawab beruang.
"Kalau begitu kita makan manusia ini. Niscaya lapar kita akan hilang," ungkap harimau.
"Apabila lapar datang lagi, apa yang harus kita perbuat..??, tanya harimau.
Betul juga ya, menurutku sebaiknya kita bersumpah tidak akan menyakiti manusia ini agar ia bisa membebaskan kita dari sini. Sebab ia lebih tau triknya daripada kita," kata beruang.
Kedua binatang buas itu pun bersumpah tidak akan menyakiti manusia hingga akhirnya mereka semua selamat dari lubang sumur tersebut.
Berdasarkan kisah tersebut, dapat diketahui; pandangan beruang lebih sempurna daripada pandangan harimau.
📚[An-Nawadir. Hal. 82]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH TUJUH: "TRIK YANG BAGUS"

Diceritakan: Bahwasanya seseorang manusia lari dari harimau. Kemudian ia berlindung dengan memanjat sebuah pohon. Tanpa diketahui ternyata di atas pohon terdapat beruang yang sedang memetik buah. Sementara di bawahnya ada harimau sedang menunggu orang tersebut turun, dan harimau itu merebahkan tubuhnya di bawah pohon. Kemudian orang itu menoleh kepada beruang. Maka tiba² si beruang memberi isyarah kepada orang itu dengan tangannya yang diletakkan pada mulutnya, yang berarti agar diam supaya si harimau tidak mengetahui keberadaan beruang. Orang itu pun bingung. Namun orang itu mempunyai pikiran dengan pisau yang ada di tangannya. Ia memotong dahan yang dinaiki beruang hingga putus, dan akhirnya beruang tersebut jatuh di atas tanah. Harimau yang sedang santai di bawah kaget sampai ia mencakar beruang, sehingga orang tersebut pulang dengan selamat atas izin Allah Swt.
📚[An-Nawadir. Hal. 82]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH DELAPAN: "SOMBONG ATAS NIKMAT DAN PERISTIWA YANG TERJADI"

Diceritakan: Bahwasanya terdapat seorang laki² yang sedang makan dengan hidangan ayam panggang. Waktu tengah makan ia kedatangan tamu yang ternyata adalah pengemis. Pengemis tersebut hendak meminta, akan tetapi laki² pemilik rumah menolaknya, padahal laki² ini mempunyai harta yang banyak.
Suatu hari terjadi masalah antara ia dengan istrinya hingga mereka bercerai. Si istri akhirnya menikah dengan laki² lain. Saat laki² kedua makan ayam panggang, tiba² seorang pengemis datang. Si laki² ini berkata kepada istrinya: "Berikan ayam panggang ini kepadanya."
Si istri pun memberikan beberapa potong ayam, akan tetapi betapa kaget, ternyata si istri mengetahui bahwa peminta itu tidak lain adalah suaminya yang pertama. Kemudian ia menceritakan itu kepada suaminya yang kedua.
"Demi Allah, waktu itu aku adalah si miskin yang meminta. Allah Swt telah memindahkan kenikmatan kepadaku dan keluargaku karena sedikitnya syukur yang ia panjatkan," ucap suami kedua.
📚[An-Nawadir. Hal. 83]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SEMBILAN PULUH SEMBILAN: "DERMA DAN PELIT DIKEMBALIKAN PADA ASALNYA"

Diceritakan bahwasanya seorang Badui berkata:
Suatu hari aku keluar untuk melakukan perjalanan. Namun malam menghalangiku, dan aku pun berlindung di sebuah tenda. Lalu seorang perempuan pemilik tenda melihatku.
"Siapa Anda..??" tanya perempuan pemilik tenda.
"Aku seorang tamu," jawabku.
"Apa yang akan dilakukan seorang tamu di samping kita..??" tanya si perempuan.
"Padang pasir ini sangat luas," ungkapku.
Kemudian perempuan tersebut memasak gandum dan mengolahnya menjadi roti. Ia duduk dan makan sendirian. Tatkala demikian, suaminya datang membawa susu.
"Siapa Anda..??" tanya suami dari perempuan itu.
"Aku adalah seorang tamu," jawabku.
"Selamat datang Tuan," sambutnya.
Kemudian suami itu menuangkan susu tersebut bagiku, dan ia melanjutkan kata²nya:
"Apakah engkau belum makan sedikit pun..??" tanyanya.
"Belum, demi Allah."
Mendengar ucapan itu, suami itu langsung masuk ke dalam menemui istrinya dengan marah.
"Celakalah kamu! Engkau makan, sementara tamumu engkau biarkan," ucap suami kepada istrinya dengan nada marah.
"Aku membuat makanan. Akan tetapi demi Allah, aku tidak akan memberikan itu kepadanya," jawab istrinya.
Selanjutnya terjadi pertengkaran antara keduanya. Suami perempuan itu tampak begitu kesal, ia keluar rumah mencari unta. Kemudian ia menemukan untaku dan menyembelihnya. Ia menyalakan api dan memanggang unta tersebut. Lalu ia pun memakannya bersamaku. Di sela² makan, ia berkata: "Demi Allah, tidak aku biarkan tamuku bermalam kelaparan."
Selang beberapa saat setelah selesai makan, suami itu pergi dariku. Dan tak lama kemudian, ia kembali menuntun unta yang sangat menyenangkan dan menggairahkan orang yang melihatnya. Suami itu berkata kepadaku: "Ambillah unta ini sebagai ganti dari untamu. Berikan aku bekal roti dan sisa dagingnya."
Aku senang melihat sikapnya. Setelah pamit, aku pun pergi darinya.
Malam hari berikutnya, aku terhalang oleh gelap. Kemudian aku mampir di sebuah tenda milik orang Badui. Perempuan pemilik tenda tersebut melihatku dan berkata: "Siapa Anda..??"
"Tamu!" jawabku.
"Selamat datang, Tuan."
Perempuan itu mengambil gandum, menggiling, dan menjadikannya roti. Di samping itu ia juga mencampurinya dengan susu dan minyak. Lalu ia menghidangkan itu kepadaku. Dan ia juga memberikan ayam panggang.
Perempuan itu berkata: "Makanlah, dan maaf, hanya ini yang dapat kami berikan."
Pada saat aku makan, suaminya datang. Ia bertanya: "Siapa Anda..??"
"Tamu," jawabku.
"Apa yang dilakukan tamu kepada kami..??"
Kemudian suami itu masuk ke dalam tenda menemui istrinya sembari berkata: "Di mana makananku..??"
"Aku berikan kepada tamu," jawab istrinya.
"Siapa yang memerintahkan kamu memberikan makananku kepada tamu..??" bentak suaminya.
Suaminya marah, dan aku pun tertawa.
Suami itu keluar sembari berkata: “Apa yang membuatmu tertawa..??"
Aku pun menceritakan kisahku kepadanya tentang pertemuanku dengan seseorang di tenda padang pasir sehari sebelumnya.
"Wahai Tuan, perempuan itu adalah saudaraku, sementara suaminya adalah saudara istriku," jawab laki² ini.
Maka ketakjubanku pun bertambah.
📚[An-Nawadir. Hal. 83_84]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS: "KISAH SEBAGIAN ORANG SHALIH"

Diceritakan: Syaiban adalah seorang penjual unta dan penggembala. Pada suatu hari ia dilemparkan di depan hewan buas agar dimakan. Hewan buas itu mencium kehadiran dan melihatnya.
Lalu ia ditanya: "Apa yang engkau katakan ketika engkau dilemparkan di depan hewan buas itu..??"
"Aku berpikir perkataan ahli fiqh tentang bisa hewan buas," jawab Syaiban.
Menurut suatu pendapat: Syaiban pernah berhaji bersama Sufyan ats-Tsauri, kemudian mereka menghadapi hewan buas. Dengan tanpa penolakan dari hewan tersebut, Syaiban memegang dan mengelusnya hingga hewan tersebut menjadi jinak di tangannya dengan digerak²an telinganya.
Bersamaan dengan itu, Syaiban berkata: "Demi Allah, seandainya tidak ada kekhawatiran tenar, aku letakkan selendangku di atas hewan ini sampai pergi ke Makkah al-Musyarrafah."
Suatu kabar menyatakan bahwa suatu waktu Imam Syafi'i dan Imam Ahmad lewat, sedangkan Syaiban sedang menggembala kambing.
"Sungguh aku akan bertanya kepada si penggembala ini agar aku tahu jawabannya" ucap Imam Ahmad.
"Jangan mendekatinya!" kata Imam Syafi'i.
"Aku harus melakukan itu," ungkap Imam Ahmad.
Imam Ahmad mendekat dan berkata: "Wahai Syaiban, apa pendapatmu tentang orang yang shalat empat rakaat dengan empat sujud, apa yang harus ia lakukan..??"
"Engkau bertanya kepadaku tentang madzhab kami atau madzhab kalian..??" jawab Syaiban.
"Apakah keduanya madzhab..??" timpal Imam Ahmad.
"Ya," jawab Syaiban.
"Baik, ceritakan dua²nya kepadaku," kata Imam Ahmad.
"Adapun menurut madzhab kalian, maka ia wajib menjalankan dua rakaat dan bersujud sahwi. Sedangkan berdasarkan madzhab kami, orang itu wajib menyertakan hatinya sehingga ia tidak sampai mengulang shalat," jelas Syaiban.
“Apa pendapatmu tentang orang yang mempunyai empat puluh kambing, lalu merekayasa syarat satu tahun, apa yang wajib ia lakukan..??" Tanya Imam Ahmad.
"Menurut kalian, orang itu harus membayar zakat satu kambing. Sedangkan menurut kami, hamba sama sekali tidak mempunyai apa² di hadapan Tuannya," jelas Syaiban.
Mendengar penjelasan itu, Imam Ahmad pingsan. Ketika sadar, mereka segera beranjak pergi.
Syaiban adalah seorang yang buta huruf. Apabila seorang buta huruf saja seperti ini, maka bagaimana dengan orang yang mempunyai ilmu..??
Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i berkata: "Apabila ulama bukan seorang wali, maka ia bukan kekasih Allah."
Di antara doa Syaiban adalah sebagai berikut:

يا ودود يا ودود يا ذا العرش المجيد يا مبتدیء یا معيد يا فعالا لما يريد ، أسألك بعزك الذي لا يرام ، وبملكك الذي لا يزول ، وبنور وجهك الذي ملأ أركان عرشك ، وبقدرتك التي قدرت بها على خلقك أن تكفيني شر الظالمين أجمعين .

"Wahai Dzat Maha Pengasih, wahai Dzat Maha Pengasih, yang mempunyai 'Arsy yang Agung, yang Memulai dan Mengembalikan, wahai Dzat Maha Melakukan segala sesuatu yang dikehendaki, aku meminta kepada-Mu dengan keagungan-Mu yang tidak dijangkau, dengan kerajaan-Mu yang tidak akan pernah sirna, dengan cahaya wajah-Mu yang memenuhi penjuru Arsy-Mu, dengan kekuasaan-Mu yang untuk menguasai makhluk-Mu, agar Engkau menjauhkan aku dari kejelekan orang² zhalim, semuanya."

Dalam sebuah risalah, Syaiban berada di rumah Abdullah al- Qusyairi yang dinamai dengan bait as-siba' (rumah hewan buas). Dinamakan demikian karena hewan² buas datang ke rumah tersebut, lalu Abdullah al-Qusyairi memberi makan dan minum, kemudian menjauh dari rumah tersebut.
Sahal bercerita: Suatu pagi, yakni hari Jum'at, aku berwudhu, dan pergi ke masjid. Aku sedikit terkejut, sebab orang² sudah berkumpul di sana. Akan tetapi aku kurang sopan, melangkahi orang² sampai dapat duduk di shaf awal. Lalu aku duduk, dan di sampingku ada seorang pemuda yang berparas tampan dan bersikap terpuji mendadak berkata:
"Bagaimana keadaanmu wahai Sahal..??"
"Baik, semoga Allah Swt memberikan kebaikan kepadamu," ungkapku.
Aku terkejut, sebab ia mengetahui tentang aku. Beberapa saat kemudian, rasa ingin kencing tidak tertahankan. Aku bingung dan ingin keluar tetapi harus melangkahi orang². Aku sudah tidak kuasa menahan lagi. Saat itu, pemuda di sampingku menoleh kepadaku.
"Aku akan mengambil rasa sakit karena menahan kencingmu, wahai Sahal!" ucap pemuda itu.
"Ya, silakan," terkejut tapi juga lega.
Pemuda itu melepaskan surban dari pundaknya. Ia menutupi aku dengan surban itu.
"Silakan berdiri, dan buanglah kencingmu di sini. Cepat! Sebab, shalat sebentar lagi dilaksanakan."
Aku langsung pingsan. Setelah sadar, ternyata aku berada di pintu terbuka, dan seseorang memanggilku; "Silakan masuk, wahai Sahal. Dan, buanglah hajatmu!"
Aku masuk ke dalam ruangan besar yang terdapat sebatang kurma bersih berada di sampingnya, terdapat juga siwak, handuk, dan tempat istirahat. Aku melepas pakaianku, dan buang air kecil di sana. Aku berwudhu dan mengusap wajahku dengan handuk.
Tiba² sebuah suara memanggil, "Wahai Sahal, apakah engkau sudah buang air kecil..??"
"Ya, sudah," jawabku.
Selanjutnya, pemuda yang berada di sampingku itu membuka surbannya dariku. Aku terkejut, sebab aku duduk di tempatku semula, yaitu di masjid. Tidak ada seorang pun mengetahui peristiwa itu. Aku berpikir keras, antara membenarkan atau tidak atas kejadian yang baru saja aku alami tersebut.
Setelah shalat, aku mengikuti langkah pemuda itu, dan mencari tahu tentangnya. Di suatu tempat, ia masuk ke dalam rumah, tempat aku membuang hajat. Ia menoleh kepadaku.
"Apakah engkau sudah percaya Sahal..??"
"Ya, aku percaya," jawabku.
Aku mengusap mataku, dan membukanya kembali untuk menambah keyakinanku. Setelah itu, aku tidak melihat bekas tentangnya sama sekali.
Semoga Allah Swt meridhainya dan aku juga.
📚[An-Nawadir. Hal. 84_85]

HIKAYAH YANG KE-SERATUS SATU: "PEMBERIAN ALLAH SWT KEPADA HAMBANYA YANG PALING RENDAH"

Diceritakan: Sesungguhnya pada awalnya Abdullah bin Jad'an adalah seorang miskin, jelek, suka bohong, dan banyak mencaci orang, hingga orang tua dan keluarganya sendiri membencinya. Bahkan mereka mengucilkannya dan bersumpah tidak akan menerimanya tinggal bersama mereka. Akhirnya Abdullah bin Jad'an pergi bersama rombongan ke Makkah dalam keadaan bingung, susah, dan berharap kematian menjemputnya. Ia terus meminta agar segera dimatikan.
Abdullah bin Jad'an melihat gua kecil di suatu gunung, dan ia masuk ke dalamnya, berharap ada ular atau apa saja yang akan membunuhnya. Ia ingin beristirahat dari kehidupan. Di sana ia melihat seekor ular besar bermata dua yang bersinar seperti lampu. Ular itu melongok kepadanya. Ia pun mundur dan lari.
Aneh, ular itu memalingkan tubuhnya dan menjauh dari Abdullah bin Jad'an. Maka Abdullah bin Jad'an pun bertanya² dan kembali kepada binatang melata itu. Ular tersebut melihatnya.
Sekarang Abdullah bin Jad'an tidak lari dari ular itu. Ia mendekat dan memegang binatang tersebut. Betapa kaget, ternyata ular itu diciptakan dari perak, dua bola matanya diciptakan dari intan. Tentu ular itu seperti patung. Kemudian ia memukulnya dan mengambil kedua matanya.
Di belakang ular itu terdapat sebuah tempat seperti rumah. Abdullah bin Jad'an pun masuk ke dalamnya, dan ia melihat sebuah batang besar dan panjang, di ujungnya terdapat plat terbuat dari perak yang terukir di atasnya sejarah orang² terkenal dan para raja. Ia maju dan melihat di tengah rumah, di sana terdapat tumpukan besar berupa intan, permata, zabrajud (batu mulia), dan emas. Dan ia pun mengambil barang² mewah itu semampunya. Lalu ia menutup pintu rumah tersebut sembari memberikan sebuah tanda.
Setelah itu, Abdullah bin Jad'an mengirimkan barang² tersebut kepada orang tuanya agar mereka ridha terhadapnya. Semua keluarga datang ke tempat itu dan menguasai hartanya. Mereka memberi makan orang², dan melakukan kebaikan dengan harta tersebut. Hingga Nabi Muhammad ﷺ berkata: 
"Aku bernaung dengan mangkuk besar Abdullah bin Jad'an dari kelebihannya."
"Wahai Rasulullah, apakah itu memberikan manfaat kepadanya..??" tanya Aisyah.
"Tidak, sebab ia sama sekali tidak berkata; 'Wahai Tuhan, ampunilah kesalahan²ku pada hari kiamat." Wallaahu a'lam
📚[An-Nawadir. Hal. 85_86]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS DUA: "SELIDIKI RAJA TERHADAP KERJA GUBERNUR"

Diceritakan: Az-Zuhri Radhiyallahu 'anh berkata:
Aku datang kepada Abdul Malik bin Marwan.
"Dari mana engkau..??" tanyanya.
"Dari Makkah," jawabku.
"Siapa yang menggantikanmu..??"
"Atha' bin Abi Rabah."
"Dari orang Arab atau luar..??"
"Ia dari luar."
"Mengapa engkau menyerahkan itu kepadanya..??"
"Karena alasan agama dan amanahnya."
"Ahli agama dan amanah sebaiknya memimpin orang²."
"Lalu siapa yang memimpin Yaman..??"
"Thawus bin Kaisan."
"Dari bangsa Arab atau yang lain..??"
Aku mengatakan kepadanya seperti sebelumnya.
Selanjutnya ia bertanya kepadaku, "Siapa yang memimpin Mesir..??"
"Yazid bin Habib," jawabku.
Lalu aku menceritakan kepadanya seperti sebelumnya.
"Siapa yang memimpin negeri Syam..??" tanyanya lagi.
"Makhul ad-Dimsyiqi."
Lalu aku menceritakan kepadanya seperti sebelumnya.
"Siapa yang memimpin penduduk Jazirah..??" tanyanya lagi.
"Maimun bin Mahran," begitu jawabku.
Aku menceritakan kepadanya seperti sebelumnya.
"Siapa yang memimpin penduduk Khurasan..??"
"Adl-Dlhahak bin Muzahim," jawabku.
Kemudian aku menjelaskan kepadanya seperti sebelumnya.
"Siapa yang memimpin penduduk Basrah..??"
"Hasan bin Abi Hasan," jawabku.
Kembali aku menceritakan kepadanya seperti sebelumnya.
"Siapa yang menmimpin penduduk Kufah..??"
"Ibrahim an-Nakha'i," begitu jawabku.
Kembali aku menceritakan kepadanya seperti sebelumnya.
Lalu aku menambahi:
"Dia dari Arab."
"Celaka engkau wahai Zuhri. Engkau menjauhkan kesenanganku. Demi Allah, engkau telah mengangkat pemimpin dari orang² luar atas orang Arab sehingga mereka berkhutbah di atas mimbar, sementara orang Arab berada di bawahnya," kata Abdul Malik.
"Wahai Amirul Mukminin, itu urusan Allah Swt, hak dan agama-Nya. Barang siapa mampu menjaganya, maka ia adalah pemimpin. Dan barang siapa menyia²kannya, maka ia akan jatuh. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Mengetahui."
📚[An-Nawadir. Hal. 86_87]

HIKAYAH SERATUS TIGA: "DIKABULKAN DOA ORANG SHALIH DAN KEBAIKAN MEREKA"

Diceritakan: Ya'kub bin al-Laits adalah pemimpin kota Khurasan, ia tertimpa penyakit yang tidak mampu disembuhkan oleh tabib².
"Di daerah Khurasan ada seorang laki² yang suka melakukan kebaikan. Namanya Sahal bin Abdillah. Seandainya engkau menghadirkannya untuk mendoakanmu bagaimana..??" kata orang².
"Aku harus menghadirkannya," jawab Ya'kub bin al-Laits.
Tatkala Sahal bin Abdullah datang, Ya'kub bin al-Laits berkata: "Berdoalah kepada Allah Swt agar menyembuhkan penyakitku ini."
"Bagaimana aku berdoa, sedangkan engkau masih melakukan kezhaliman..??" jawab Sahal bin Abdillah.
Mendengar ucapan itu, Ya'kub bin al-Laits berniat hendak bertaubat, menarik kezhaliman, melakukan kebaikan kepada rakyat, dan melepaskan tahanan.
Sahal bin Abdullah berkata: "Ya Allah, sebagaimana Engkau perlihatkan hinanya kemaksiatan, maka perlihatkan agungnya ketaatan, dan lepaskanlah penyakit yang membahayakannya."
Seketika itu juga Ya'kub bin al-Laits bangkit, seolah ia telah terlepas dari ikatan. Kemudian ia menawarkan harta kepada Sahal bin Abdullah. Namun orang yang baru menyembuhkan penyakitnya Ya'kub bin al-Laits itu menolak, dan kembali ke rumah. di tengah perjalanan Sahal ditanya: "Seandainya engkau menerima harta dan membebaskan orang² fakir." Menyikapi perkataan itu, Sahal bin Abdullah melihat tanah. Tiba² kerikil²nya berubah menjadi intan. Kemudian ia berkata: "Ambillah, terserah engkau! Apakah orang yang mempunyai harta seperti ini membutuhkan harta Ya'kub bin al-Laits?"
"Jangan menyiksa kami!" jawab penanya.
📚[An-Nawadir. Hal. 87]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS EMPAT: "MANAQIB (PERBUATAN LUAR BIASA) SYEKH 'ISA"

Diceritakan: Sesungguhnya Syekh 'Isa al-Hitan melewati di samping seorang pelacur. Syekh Isa al-Hitan berkata kepadanya: "Nanti malam aku akan datang kepadamu."
Perempuan itu pun sangat senang karena ada yang memesannya, dan ia berhias semenarik mungkin.
Ketika malam tiba, selesai mengerjakan shalat 'Isya`, Syekh 'Isa al-Hitan datang dan masuk ke rumah perempuan itu. Begitu masuk syekh 'Isa al-Hitan melaksanakan shalat dua rakaat. Lalu keluar dari rumah itu begitu saja.
"Mengapa engkau keluar..??" tanya perempuan itu.
"Tujuanku telah tercapai insyaAllah Ta'ala," kata Syekh.
Kata² yang diucapkan Syekh 'Isa al-Hitan itu menyinggung dan mengecewakan si perempuan tersebut. Perempuan itu mengikuti Syekh 'Isa al-Hitan dan bertaubat di depannya. Lalu Syekh 'Isa al-Hitan menikahkan perempuan itu dengan seorang fakir.
Pada hari pernikahan perempuan tersebut, syekh Isa al-Hitan berkata: "Lakukan walimah dengan bubur, dan jangan membeli lauk baginya." Mereka pun melakukan perintah Syekh 'Isa al-Hitan.
Kabar tentang ini akhirnya sampai kepada pemimpin kota tersebut, dan Sang pemimpin tidak lain adalah teman perempuan yang sedang menikah itu. Sang pemimpin mengirim dua botol dari khamar kepada Syekh 'Isa al-Hitan sebagai penghinaan kepadanya.
Sang pemimpin itu berkata kepada utusannya: “Katakan Kepada Syekh, telah sampai kepada kami apa yang kalian lakukan. Kami senang dengan itu. Maka ambillah lauk ini, dan nikmatilah."
Setelah bertemu Syekh 'Isa al-Hitan, utusan itu mengatakan yang diperintahkan oleh sang pemimpin.
"Kamu terlambat," ujar Syekh Isa al-Hitan.
Syekh 'Isa al-Hitan mengambil satu botol, lalu menuangkan dan mengaduk madu dengan khamar di dalamnya. Kemudian Syekh mengambil botol lain, lalu menuangkan dan mengaduk minyak samin dengan khamar di dalamnya. Setelah itu Syekh 'Isa al-Hitan berkata: "Makanlah bersama kami."
Utusan tersebut duduk dan makan lauk yang rasanya tidak ada bandingnya. Selesai makan, Ia kembali ke sang pemimpin dan menceritakan peristiwa yang dialaminya bersama Syekh 'Isa al-Hitan.
Sang pemimpin datang untuk memastikan kebenaran informasi utusannya. Pada saat itu, Syekh 'Isa al-Hitan menyambut dan menghidangkan makanan kepada pemimpin itu. Betapa kaget sang pemimpin merasakan makanan yang luar biasa. Lalu ia minta izin dari Syekh 'Isa al-Hitan dan bertaubat di depan tokoh agama tersebut. Taubatnya begitu baik berkat Syekh 'Isa al-Hitan.
📚[An-Nawadir. Hal. 87_88]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS LIMA: "KEADAAN DAN PERUBAHAN ZAMAN"

Diceritakan: Muhammad bin Abdurrahman al-Hasyimi berkata: Pada hari raya 'Idul Adha, aku masuk ke rumah ibuku. Di sampingnya aku melihat seorang perempuan yang berpakaian jelek.
"Apakah engkau mengenal perempuan ini..??" tanya ibuku.
"Tidak, Ibu," jawabku.
"Ia adalah ibu Ja'far al-Barmaki."
Kemudian ku mengucapkan salam kepadanya, dan bertanya:
"Ceritakan kepadaku tentang masalahmu.??"
"Aku menceritakan beberapa hal yang bisa menjadi pelajaran bagi orang yang mau mengambilnya. Waktu itu adalah hari raya seperti hari ini, dan aku mempunyai empat ratus pelayan muda. Namun anakku Ja'far telah menyakitiku. Hari ini aku telah datang kepada kalian. Aku minta kepada kalian dua kulit kambing qurban. Yang satu aku jadikan sebagai baju, dan yang lain aku jadikan sebagai selimut," kata ibu Ja'far al-Barmaki.
Aku memberinya lima ratus dirham, dan aku memberi tahu ia supaya datang lagi ke sini untuk memenuhi kebutuhan²nya hingga ajal menjemput. Ia pun melakukan itu.
Semoga Allah Swt. merahmatinya.
📚[An-Nawadir. Hal. 88]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM: "EFEK PENIPUAN"

Diceritakan: Dalam sebuah peperangan, seorang tentara perang menunggang kuda menyerbu penunggang himar. Akan tetapi kudanya tidak sanggup menandingi kecepatan himar tersebut. Kemudian penunggang himar ganti menyerangnya. Ia mencoba mendekatinya. Namun sama saja kuda tersebut tidak sanggup melakukan. Tentara itu berusaha menyerbu himar kedua dan ketiga. Namun tetap tidak mampu. Ia kembali dengan kecewa karena tidak sanggup membunuh penunggang himar, la juga kecewa dengan sikap kudanya yang amat lemah tersebut, padahal sebelumnya tidak demikian. Akhirnya tentara itu tertidur di bawah tiang kemah, sementara kudanya berdiri di depannya. Dalam mimpi ia melihat kudanya seolah berbicara kepadanya:
"Apakah engkau menghina aku karena tidak mampu mengalahkan musuhmu..?? Sebab engkau kemarin telah memberikan satu dirham palsu untuk membelikan aku makanan."
Setelah itu, tentara itu bangun dari tidur, dan pergi kepada penjual pakan kuda serta menggantikan uang palsu yang diberikan sebelumnya dengan yang lain (yang asli).
📚[An-Nawadir. Hal. 88_89]

💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH: "PENGANGKATAN PEMIMPIN"

Diceritakan: ketika Qais bin Harsyah bertamu kepada Rasulullah ﷺ, ia berkata:
"Wahai Rasulullah, aku berbaiat kepadamu atas wahyu yang didatangkan Allah Swt, dan aku berjanji akan berkata benar." "Apabila satu tahun kemudian engkau dicoba oleh Allah Śwt menjadi seorang pemimpin yang engkau tidak bisa berkata benar dan jujur kepada orang²!" kata Rasulullah ﷺ.
"Aku tidak berbaiat kepada engkau atas sesuatu, kecuali aku memenuhinya," ucap Qais bin Harsyah.
"Kalau begitu, tidak ada seorang pun yang akan membahayakannmu!" Kata Rasulullah ﷺ.
Qais bin Harsyah pernah mencerca Ziyad serta anaknya, sebab perbuatan mereka dinilai bertentangan dengan syareat, berbuat zhalim, dan sebagainya. Lalu hal itu didengar oleh 'Ubaidillah bin Ziyad (anak Ziyad). Maka ia mengutus seseorang mendatangkan Qais bin Harsyah di hadapannya. Setelah Qais datang, 'Ubaidillah bin Ziyad berkata kepada Qais bin Harsyah:
"Engkaulah orang yang membuat kebohongan atas Allah Swt dan Rasulullah."
"Tidak, akan tetapi, jika engkau sudi, aku akan memberitahumu tentang orang yang membuat kebohongan kepada Allah Swt dan rasul-Nya," jawab Qais bin Harsyah.
"Siapa ia..??"
la adalah orang yang meninggalkan amal dalam al-Qur'an dan hadits."
"Siapa ia..??"
"Engkau, ayahmu, dan orang² yang menjadikan kalian sebagai pemimpin umat."
"Engkaulah yang menyangka bahwa engkau tidak akan terkena bahaya dari siapa pun."
"Benar"
"Niscaya, engkau akan mengetahui hari ini bahwa engkau dusta. Datangkan kepadaku seorang algojo."
Ketika mereka mendatangkan seorang algojo, Qais bin Harsyah berkata: "Demi Allah, tidak ada jalan bagi kamu untuk menyakitiku."
Beberapa waktu kemudian, tiba² Qais bin Harsyah miring, berdiri tidak tegak. Orang² menggerak²kannya. Maka mereka segera mengetahui bahwa Qais bin Harsyah telah mati. Semoga Allah Swt mengampuni dan mengasihinya.
Dengan demikian, yang dikatakan Rasulullah adalah benar. Telah disepakati bahwa Qais bin Harsyah bersahabat dengan Ka'ab bin al-Ahbar. Suatu saat mereka menempuh suatu perjalanan hingga Shiffin. Ka'ab berhenti dan berpikir sejenak. Lalu ia berkata:
"Tiada Tuhan selain Allah, di tempat ini, niscaya akan tertumpah darah orang² Islam yang tidak pernah terjadi di tempat lain."
Qais bin Harsyah marah, dan berkata: “Mengapa engkau berkata demikian wahai Abu Ishak..?? Tidak lain ini adalah masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Swt."
"Tidak ada satu jengkal pun dari bumi ini, kecuali ditulis dalam Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa bin Imran, sesuatu yang terjadi sampai hari kiamat," kata Ka'b bin al-Ahbar.
📚[An-Nawadir. Hal. 89_90]

💧والله اعلم💧


Tidak ada komentar:

Posting Komentar