Selasa, 23 Maret 2021

 FAEDAH: TANDA KENABIAN


Diriwayatkan dari Wahab bin Munabbih berkata:

"Tidak seorang nabi pun diutus kecuali ada tahi lalat putih di tangan kanannya sebagai tanda kenabian. Kecuali Nabi Muhammad ﷺ. Beliau mempunyai cincin yang terkenal itu."

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله اعلم💧

Faedah: Sebagian Karamah Sulthan Aulia dan Selainnya


Diriwayatkan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah Swt menyucikan hatinya, bahwasanya suatu hari ia sedang duduk di kursi memberikan nasihat kepada orang². Lalu seekor burung pemangsa lewat. Burung itu berteriak dan mengganggu orang² yang hadir di majelis tersebut.

"Wahai angin, ambillah kepalanya, lemparkan di suatu tempat, ambillah badannya, lemparkan di tempat lain!" kata Syekh Abdul Qadir.

Kemudian Syekh duduk di kursi kembali dengan memegang dua bagian burung itu di tangannya. Lalu ia berkata: "Bismillaahiir rahmaani rahiim." Tiba² burung itu hidup kembali dan terbang ke angkasa. Orang² melihat karamahnya Syekh Abdul Qadir Radhiyallahu 'anh. Semoga keberkahannya memberikan manfaat kepada kita.

Syibl al-Marwazi juga meriwayatkan bahwa pada suatu hari, ia membeli daging dengan setengah dirham. Tiba² seekor burung mengambilnya. Setelah itu, ia pulang melewati masjid. Ia masuk ke dalam untuk melaksanakan shalat. Ketika kembali ke rumah, istrinya menyuguhkan daging. Si suami berkata:

"Dari mana daging ini..??"

"Dua ekor burung bertarung di atas rumah kita. Daging ini jatuh dari salah satu mereka. Aku mengambil dan memasaknya," jelas si istri.

"Segala puji bagi Allah Swt yang tidak melupakan Syibl, meskipun Syibl melupakan-Nya."

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-seratus lima puluh: "Jawaban yang Mendiamkan"


(Kisah langka) Seseorang dari mereka berkata:

Suatu hari aku mengunjungi temanku untuk bertamu. Aku meninggalkan keledaiku di depan pintu rumah, sebab tidak ada pembantu yang menjaganya. Ketika aku keluar, seorang anak kecil menaiki keledaiku. Aku berkata kepadanya:

"Engkau menaiki keledaiku tanpa izin dariku!"

"Aku khawatir keledai ini akan pergi. Maka aku menjaganya untukmu!" jawab anak kecil.

"Seandainya ia pergi, niscaya lebih mudah bagiku daripada di sini!" ungkap seseorang itu.

"Apabila demikian pendapatmu, bayangkanlah, seandainya keledaimu ini pergi dan biarkan ia untukku. Aku akan berterima kasih kepadamu!" jawab anak kecil itu.

Ungkapan anak kecil itu membuatku terdiam. Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa.

📚[An-Nawadir. Hal. 141_142]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Satu: "Jawaban yang Baik"


(Kisah Menakjubkan) Mu'tashim naik kendaraan menuju Khaqan untuk suatu kunjungan. Pada saat itu, Al-Fath bin Khaqan yang masih kecil berada di sampingnya. Al-Mu'tashim berkata kepadanya:

"Wahai Fath, mana yang lebih baik, rumah Amirul Mukminin atau rumah ayahmu..??"

"Rumah ayahku lebih baik daripada rumah Amirul Mukminin selama aku berada di sana."

Lalu al-Mu'tashim memperlihatkan cincin yang ada di tangannya, dan berkata:

"Wahai Fath, apakah engkau melihat sesuatu yang lebih baik daripada cincin ini..??"

"Ya, tangan yang memakai cincin itu lebih baik daripada cincin itu sendiri!"


(Faedah) Terdapat perbedaan antara Al-Bahtari dan Al-Bakhtari. Al-Bahtari (menggunakan huruf ha) adalah seorang penyair terkenal. Sedangkan Al-Bakhtari (menggunakan huruf kha) adalah seorang hakim di Madinah Rasulullah ﷺ. Ia menjadi penguasa di Baghdad setelah Abu Yusuf, murid Abu Hanifah. Ia meninggal pada tahun 180 H, pada pemerintahan al-Makmun.

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Dua: "Mencari Kebaikan dengan Isyarah


(Cerita Bagus) Diriwayatkan bahwa antara Ibnu Anin dan Ibnu al-Malik al-Mudhaffar (penguasa Damaskus), terdapat rasa cinta dan persahabatan. Suatu hari, Ibnu Anin kurang sehat sehingga menulis surat untuk Ibnu al-Malik:


Lihatlah aku dengan mata seorang budak yang selalu

Menguasai pemberian dan kehilangan sebelum kehilanganku

Aku seperti seorang yang membutuhkan sesuatu yang dibutuhkannya

Maka pintalah pahalaku dan pujian yang memenuhi


Kemudian Ibnu al-Malik datang langsung kepadanya membawa tiga ratus dinar seraya berkata:

"Ini adalah penyambung (shilah), dan aku adalah orang yang kembali (al-'aid)."

Sikap ini termasuk bagian dari kecerdasan dan kepekaannya, sekiranya memahami bahwa seseorang yang menjadi isim maushul membutuhkan shilah dan 'aid, dan ia menyerupakan dirinya dengan 'aid. Maka shilah adalah sesuatu yang diberikan itu, dan 'aid adalah Ibnu al-Malik. Atau bisa jadi, 'aid adalah sesuatu yang kembali kepadanya dengan menggunakan shilah satu kali sesudah yang lain. Atau dalam konteks kunjungan, 'aid adalah kunjungan terhadap orang yang sedang sakit. Wallaahu a'lam.


Sebuah Catatan: Sebab² Kecocokan


Malik bin Dinar berkata:

"Dua orang tidak akan cocok dalam pergaulannya, kecuali di antara keduanya terdapat sifat yang sejenis. Dua jenis burung tidak akan cocok, kecuali dalam keadaan demikian."

Suatu hari ia melihat seekor merpati dan gagak. Ia kagum, sebab mereka cocok, padahal mereka berbeda jenis. Ketika dua burung itu terbang, ia tahu bahwa dua burung tersebut cacat. Dalam hati, ia berkata:

"Dari sinilah, dua burung itu cocok. Sebab setiap orang tidak akan lembut hatinya, kecuali mempunyai kesamaan dengannya. Setiap burung tidak akan cocok, kecuali sejenis dengannya. Apabila tidak demikian, maka dua makhluk pasti akan pisah. Sebagaimana kata² seorang penyair:


Seorang berkata, bagaimana kalian berpisah

Aku menyampaikan suatu ungkapan menyadarkannya

Bahwa ia bukan bagian dari aku, maka aku berpisah dengannya

Maka jelaslah bentuk² manusia dan golongan²nya

📚[An-Nawadir. Hal. 142_143]


💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Tiga: "Sebab Turunnya Surat al-Jinn ayat 6


(Kisah Ganjil) Sebagian mereka berkata:

Suatu hari, aku bepergian bersama teman. Kami kemalaman dan sampai kepada seorang penggembala kambing. Pada pertengahan malam, seekor serigala yang membawa gerombolannya datang menuju kambingnya. Si penggembala meloncat dan berkata:

"Wahai penguasa lembah, aku telah disakiti tetanggamu!"

Dari kejauhan, sebuah suara berteriak: "Wahai serigala, lepaskanlah!"

Akan tetapi gerombolan serigala itu malah mendekat dan semakin kuat ancamannya hingga masuk ke dalam kambingnya.

Lalu Allah Swt menurunkan ayat:


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا


"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki² di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki² di antara jin. Maka jin² itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (QS. al-Jinn [72]: 6).

📚[An-Nawadir. Hal. 143]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang Ke-Seratus Lima Puluh Empat: "Burung Nasar dan Ikan Hiu saat Diturunkan dari Surga"


(Lathifah) Dikatakan bahwa ketika Nabi Adam turun dari surga ke bumi, tidak ada di sana kecuali burung Nasar di daratan dan ikan hiu di lautan. Pada suatu ketika burung Nasar pergi ke tempat ikan hiu dan bermalam di sana. Ketika burung Nasar melihat Nabi Adam, burung Nasar mendekat kepada ikan hiu dan berkata:

"Hari ini aku menemukan makhluk di atas bumi yang berjalan dengan dua kaki dan memukul dengan kedua tangannya."

"Apabila engkau benar, maka kita tidak mempunyai tempat berlindung, tidak di daratan dan tidak di lautan," kata ikan hiu.

Kemudian mereka pun berpisah seketika itu.

📚[An-Nawadir. Hal. 143]


 💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Lima: "Sebagian Pertanyaan yang Mengagumkan"


(Lathifah) Dikatakan bahwasanya terdapat seseorang datang kepada Imam al-Haramain. Kemudian ia mengadu kepada Imam bahwa dirinya mempunyai utang sebanyak seribu dinar. Ia duduk di samping Imam. Beberapa saat kemudian ia bertanya pada Imam: "Apakah Allah Swt mempunyai arah..??"

Imam al-Haramain menjawab: "Maha Suci Allah dari itu."

Orang² yang hadir bertanya: “Apa dalilnya..??"

"Sabda Nabi Muhammad ﷺ: "Janganlah mengutamakan aku daripada Yunus bin Mata," jawab Imam al-Haramain.

"Apa maksud hadits itu..??" tanya mereka.

"Aku tidak akan berkata kepada kalian tentang maksudnya, sampai kemudian kalian memberikan tamuku ini seribu dinar untuk membayar utang," jawab Imam al-Haramain.

Kemudian dua orang laki² berdiri dan sanggup memberikan uang itu. Lalu Imam al-Haramain menjelaskan:

"Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ ketika sampai ke ar- Rafats al-a'la (papan tertinggi) dan beliau mendengar bunyi pena saat penentuan takdir, lalu bermunajat kepada Allah Swt, dan Allah Swt memberikan wahyu kepadanya sesuatu yang diwahyukan, beliau tidak lebih dekat kepada Allah Swt daripada Yunus 'Alaihissalam ketika di perut ikan hiu dalam kegelapan malam." Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 144]

HIKAYAH YANG KE-SERATUS LIMA PULUH ENAM: "KUASA ALLAH SWT"


Dikatakan bahwa pada suatu hari, Nabi Sulaiman 'Alaihis Shalatu was Salam meminta kepada Allah Swt agar diberikan izin memberi jamuan kepada semua hewan. Allah Swt memberikan izin kepadanya. Maka Nabi Sulaiman mengumpulkan makanan dalam waktu yang cukup lama. Ketika tiba saatnya, Nabi Sulaiman meminta pelaksanaan janji yang diberikan kepadanya. Allah Swt pun memenuhi janji tersebut.

Kemudian seekor ikan hiu keluar dari laut, dan memakan semua makanan yang telah dikumpulkannya. Ikan itu berkata:

"Berikan tambahan wahai Sulaiman, Sebab aku belum kenyang."

"Aku sudah tidak mempunyai apa² lagi. Apakah semua makananmu seperti ini..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Makananku setiap hari sebanyak tiga kali lipat dari yang tersedia ini! Akan tetapi Allah Swt tidak memberikan aku makanan pada hari ini, selain ini. Sehingga dalam sisa hariku, aku akan kelaparan. Maka alangkah baiknya jika engkau tidak menjamuku!"

Oleh sebab itu, pandanglah wahai saudaraku kepada kekuasaan Allah Swt yang sempurna dan luasnya pemberian-Nya, Nabi Sulaiman As saja dengan kekuasaan, kerajaan, dan kekuatannya tidak mampu memenuhi makanan seekor hewan.


HIKMAH YANG BAGUS


Allah Swt menentukan hewan dengan makanan pokok dan makanan pagi, bukan yang lain. Sebab itu termasuk sifat Allah Swt. Seandainya Allah Swt meninggalkannya tanpa makanan dan makan pagi, niscaya ia akan mengaku sebagai Tuhan.

Maka, termasuk hikmah yang menakjubkan adalah kebutuhan makhluk terhadap makanan untuk menghilangkan pengakuan tersebut. Dia Maha Bijaksana dan Mengetahui.


MACAM² MAKHLUK


Sebuah hadits menyebutkan bahwa Allah Swt menjadikan jin dalam tiga golongan. Satu golongan seperti hewan, satu golongan lagi seperti kalajengking dan hewan yang hidup di tanah, dan satu golongan lagi seperti angin.


Allah Swt menciptakan manusia dalam tiga golongan juga. Satu golongan seperti hewan ternak yang mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami, mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar, mempunyai mata yang tidak digunakan untuk melihat. Satu golongan lain jasadnya seperti jasad anak Adam, akan tetapi ruhnya adalah ruh setan. Dan golongan lain seperti malaikat dalam naungan Allah Swt pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt.

📚[An-Nawadir. Hal. 144_145]


💧والله اعلم💧

KEISTIMEWAAN BURUNG² ELANG


Dikatakan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, ia mengadu karena kesepian. Maka Allah Swt menghiburnya dengan burung² elang dan menetapkan rumah untuknya yang bersamanya terdapat tanda² dari kitab Allah Swt, yaitu firman-Nya:


{لَوْ أَنزلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤) }


"Kalau sekiranya kami turunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah Swt, dan perumpamaan-perumpaman itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. Dan, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. al-Hasyr [59]: 21-24).



Pakaian Nabi Isa 'Alaihis Salam


Dikatakan bahwa ketika Allah Swt mengangkat Isa ﷺ, Allah Swt memberikan pakaian dari bulu, memakaikan cahaya, dan menghapus selera makan. Ia terbang bersama malaikat di sekitar 'Arsy.

📚[An-Nawadir. Hal. 145]


💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Delapan: "Sebab Terbunuhnya al-Mutanabbi"


(Kisah Langka) Dikatakan bahwa Abu Thayyib al-Mutanabbi suatu hari kembali dari Paris menuju Baghdad dengan membawa hadiah pemberian 'Adhdu ad-Daulah. Ia tidak sendirian, tetapi bersama beberapa orang penunggang kuda. Tiba² muncul begal di hadapannya. Al-Mutannabi lari dari mereka. Budaknya berkata:

"Mengapa engkau lari, padahal engkau berkata dalam syairmu:

Kuda, malam, dan hamparan tanah mengenaliku

Pedang, tombak, kertas, dan pena


Kemudian ia kembali dan terbunuh di tempat tersebut pada tahun 354 H. Bait di atas menjadi penyebab kematiannya. Oleh sebab itu, mereka membuat bait perkataan Al-Khaththa'i dalam suatu uzlah:


Aku senang dalam kesendirian dan menempati rumahku

Maka kesenangan kekal dan kebahagiaan terus bertambah

Zaman telah mengajariku, namun aku tidak peduli

Aku hijrah, tidak dikunjungi maupun mengunjungi

Selama aku hidup, aku tidak akan meminta

Apakah kuda itu berjalan, atau amir itu yang menaikinya

📚[An-Nawadir. Hal. 145_146]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Sembilan: "Sebab Tidak Boleh Mendahulukan yang Bukan pada Tempatnya"


(Masalah yang lembut) Imam Ibnu Jinni belajar kepada Imam Abu Ali al-Farisi. Ibnu Jinni juga mengajar di Maushul. Suatu hari, Abu Ali melewatinya dan melihat Ibnu Jinni sedang mengajar. Kemudian ia menyapa:

"Engkau mengajarkan syair kepada orang², padahal engkau belum matang."

Lalu Ibnu Jinni meninggalkan majelis tersebut dan pergi ke gurunya. Ia tidak pernah berpisah dengannya sampai ia menguasainya.

Semoga rahmat Allah Swt tercurahkan kepada mereka.


(Masalah yang Lembut l: Kuda Diciptakan Sebelum Nabi Adam atau Sesudahnya)


Imam Taqiyyuddin ditanya tentang kuda: "Apakah kuda diciptakan sebelum Adam atau sesudahnya..?? Apakah pejantannya diciptakan terlebih dahulu sebelum betinanya..?? Apakah kuda diciptakan sebelum gerobaknya..?? Apakah ada dalil dari al-Qur'an atau hadits yang menjelaskan demikian..?? Berilah kami fatwa!"

Ia menjawab bahwa kuda telah diciptakan terlebih dahulu sebelum Adam, sekitar dua hari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat al-Qur'an dan hadits. Di antara dalilnya adalah penciptaan hewan² tunggangan terjadi pada hari Selasa atau Rabu, sedangkan Adam diciptakan pada hari Jum'at. Begitu juga, pejantan diciptakan terlebih dahulu daripada betina, sebab kemuliaan, kemandirian, dan kemanfaatannya. Dan kuda terlebih dahulu diciptakan sebelum gerobaknya. Sebab gerobak ada sebab suatu penyakit yang diderita pada induknya. Oleh sebab itu, kuda dihiasi. Sedangkan perhiasan tidak mungkin akan mendahului yang dihiasi. Banyak hadits yang menjelaskan kemuliaan kuda, keberkahan, kemanfaatan, pengabdian, diusapnya wajah dan ubun²nya, disentuhnya mata, larangan mengebiri dan mencukur ubun²nya, dan sebagainya. Makhluk pertama kali secara mutlak adalah benda mati, kemudian tumbuh²an, kemudian hewan, kemudian manusia.


Diriwayatkan dalam beberapa hadits bahwa roti tidak bundar. Ia diletakkan di depan orang yang memakannya sehingga ia menerimanya sejumlah tiga ratus enam puluh pekerja. Yang pertama kali adalah Mikail yang menakar air dari gudang rahmat. Lalu malaikat yang menggiring mendung, matahari, bulan, bintang, kerajaan angin, hewan melata, dan yang terakhir adalah pembuat roti.

📚[An-Nawadir. Hal. 146-147]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Enam Puluh: "Pendidikan Akhlak"


(Lathifah) Diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat Imam Syafi'i r.a, yaitu ar-Rabi' al-Jaizi, pada suatu hari ia berjalan di lorong kota Mesir. Tiba² ia dikejutkan oleh anak kecil yang berlumuran debu di kepalanya. Ar- Rabi' turun dari kudanya dan menghilangkan debu pada anak kecil tersebut dari pakaian dan tubuhnya. Lalu dikatakan kepadanya:

"Tidakkah engkau mencegah mereka..??"

"Barang siapa yang berhak atas api dan diperbaiki dengan debu, maka tidak pantas untuk dimarahi," jawab ar-Rabi'.

Ar-Rabi' meningga dunia pada tahun 250 H.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧

SESUATU YANG SEMESTINYA DIAMALKAN


Sebuah hadits menyatakan: "Apabila hewan salah seorang di antara kalian lepas di suatu tanah lapang, maka hendaknya ia menyeru:

"Wahai hamba Allah, tangkaplah hewan itu. Sebab Allah Swt melepaskan seorang penangkap yang bisa menangkapnya."

Apabila hewan salah seorang kalian ternyata jelek, atau kawannya, atau anaknya, maka hendaknya dibacakan pada telinganya:


أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ


"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah Swt...." (QS. Ali Imran [3]: 83).


Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa apabila seseorang menaiki kuda yang sedang mogok, maka sebaiknya dibacakan di telinganya surat al-Falaq. Maka apabila ia membacanya, kuda tersebut akan tunduk.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa barang siapa menunggang kuda dan membacakan:


بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء ، {سبحان الذي سخر لنا هذا} "الحمد لله رب العالمين" وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


(Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihii syai-un, Subhaanalladzii sakh-khara lanaa haadzaa. Alhamdu lillaahi rabbil 'alamiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihi wa sallam).

Maka dengan bacaan itu, kudanya akan berkata: "Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepada engkau yang mukmin, sebab engkau telah meringankan beban punggungku. Engkau taat kepada Tuhanmu dan melakukan kebaikan kepada dirimu sendiri. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepadamu dan memenuhi kebutuhanmu.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧


FAEDAH: SESUATU YANG SEBAIKNYA DIAMALKAN


Sebagian ulama berkata: "Barang siapa banyak makan dan takut akan kekenyangan, maka hendaknya ia mengusap perutnya dengan tangannya sambil berdoa:


"Malam ini adalah malam hari rayaku wahai perutku

Semoga Allah Swt meridhai Tuanku, Abu Abdillah al-Qursyi (Muhammad)."


Dengan izin Allah Swt, makan banyak tidak apa² baginya.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧

FAQIR TERPUJI, KAYA HINA


Diriwayatkan bahwa Allah Swt berkata kepada Musa ﷺ:

"Apabila engkau melihat seorang fakir menghadap kepadamu, maka katakan; "Selamat datang, syiar² orang shalih. Apabila engkau melihat orang kaya yang menghadap kepadamu, maka katakan; "Itu adalah dosa yang disegerakan siksanya di dunia."

Ketahuilah bahwa Allah Swt, apabila memberikan sesuatu di dunia kepada hamba yang bermaksiat dan tidak disukai oleh-Nya, maka itu semata hanyalah istidraj dari-Nya.

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله أعلم💧

KELAHIRAN DAN KEMATIAN ISA


Diriwayatkan bahwa Maryam mengandung Isa ﷺ saat ia berumur tiga belas tahun dan melahirkannya di Bait Lahm di kota Syam. Allah Swt memberikan wahyu kepada Isa saat ia berumur tiga puluh tahun. Dan ia diangkat saat berumur tiga puluh tiga tahun. Kemudian ibunya masih hidup selama enam tahun sesudah kematiannya.

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH SATU: "TERCELANYA 'UJUB (ANGKUH)"


(Kisah Luar Biasa) Diriwayatkan bahwa: pada suatu hari Muqatil bin Sulaiman duduk. Kemudian ia mengagumkan dirinya sendiri seraya berkata:

"Tanyalah sesuatu kepadaku selain tentang 'Arsy."

Lalu seorang laki² bertanya kepadanya:

"Siapa yang memotong rambut Nabi Adam ketika berhaji..??"

Bertanya yang lainnya:

"Di manakah usus semut..?? Berada di bagian depan atau belakang..??"

Maka ia tidak mengetahui apa yang dikatakan orang itu. Kemudian bisikan hatinya berkata:

"Ini bukan termasuk pengetahuan kalian. Akan tetapi diriku telah membuatku kagum. Maka aku diuji!"

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: JUMLAH ORGAN TUBUH MUNUSIA


Jalinus berkata: Jumlah tulang belakang manusia mulai dari otak sampai pantatnya adalah dua puluh empat tulang; tujuh di leher, dua belas di punggung, lima di pantat bersambung. Di perut dan tulang rusuk terdapat sebanyak dua puluh empat, yang di masing² sisi terdapat dua belas.

Jumlah tulang di tubuh manusia adalah dua ratus empat puluh delapan, selain tulang hati. Isi persendian bernama sumsum karena serupa dengan semut merah dalam hal kecilnya. Sebagian berkata bahwa jumlah tulang adalah tiga puluh enam. Semua anggota yang terbuka di dalam tubuh adalah dua belas, yaitu: dua telinga, dua mata, dua lubang hidung, mulut, dua lubang puting susu, lubang kemaluan dan lubang anus, dan lubang pusar. Adapun pori², maka itu tidak terhitung jumlahnya.

Sahal bin Abdullah at-Tusturi berkata: "Pada manusia terdapat tiga ratus enam puluh urat, sebagian diam dan sebagian lain bergerak."

Sebagian berkata sebagaimana disebutkan dalam hadits: "Sendi² tubuh berjumlah tiga ratus enam puluh sendi." Di dalam riwayat lain disebutkan, tiga ratus enam puluh. Dan di dalam tubuh manusia, terdapat lima ratus enam puluh otot yang tersusun dari daging dan urat kecil.


📚[An-Nawadir. Hal. 148_149]:


فائدة : في عدد أعضاء الإنسان) قال جالینوس : جملة خرزات الإنسان من دماغه إلى عجزه أربع وعشرون خرزة : سبع في العنق ، واثنا عشر في الظهر ، وخمس في العجز متصلة ، وفي البطن والأضلاع أربعة وعشرون ، في كل جانب اثنا عشر ، وجملة العظام في بدنه مائتان وثمانية وأربعون عظما ، ما عدا عظم القلب وحشو المفاصل المسماة بالسمسمية ، شبهها بالسمسم لصغرها وذكر بعضهم أنهم ستة وثلاثون . وجميع الثقب المنفتحة في بدنه اثنتا عشرة : الأذنان والعينان والمنخران والفم والثديان والفرجان و السرة ، وأما المسام فلا حصر لها ، انتهى . وقال سهل بن عبد الله التستري : في الإنسان ثلاثمائة وستون عرقا ، نصفها ساکن ونصفها متحرك . وقال بعضهم كما في الحديث : إن مفاصل البدن ثلاثمائة وستون مفصلا ، ورواية ستمائة وستين مردودة ، وأن فيه خمسمائة وستين عضلة مركبة من لحم وعصب .


💧والله أعلم💧


Kajian 196 kitab an-Nawadir:

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH DUA: "MURAH HATI DAN DERMAWAN"


(Masalah yang Lembut) Seorang perempuan datang kepada Qais bin Sa'd bin 'Ubadah. Perempuan itu berkata: "Tikus mondok rumahku berjalan di atas debu."

Qais berkata: "Aku akan mengundang mereka untuk menerkam seperti terkaman singa."

Kemudian ia memberi perempuan itu biji²an dan makanan yang memenuhi rumahnya. Dan Qais adalah seorang pemurah hati dan dermawan.

Maksud kata al-ifa' adalah debu. Sedangkan maksud dari cerita ini adalah; di rumah perempuan tersebut sudah tidak tersisa lagi sesuatu yang bisa dimakan oleh tikus.


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الثانية والستون بعد المائة : في الحلم والجود

(نكتة) جاءت امرأة إلى قیس بن سعد بن عبادة ، فقالت له : مشت جرذان بيتي على العفاء ، فقال : سأدعهم يثبون وثب الأسد ثم أرسل لها ما ملأ بيتها من سائر الحبوب والأطعمة وكان حليما جوادا ، والعفاء : التراب ، ومرادها أنه لم يبق في بيتها شيء يأكله الفأر .


💧والله أعلم💧


Kajian 197 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH TIGA: "KEAJAIBAN YANG LEMBUT"


(Kisah Keajaiban) Ruknu ad-Daulah mempunyai seekor kucing betina yang datang pada majelisnya. Ketika sebagian teman²nya sulit datang, sedangkan ia sangat membutuhkan kehadiran mereka, maka ia menulis selembar surat, lalu menggantungkannya pada leher kucing.

Kucing itu pergi kepada temannya, kemudian membawa suatu jawaban yang juga digantungkan pada leher kucing dan kembali kepada Ruknu ad-Daulah. Di istana, ia mengusir hewan lain dan memeranginya. Wallaahu a'lam.


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الثالثة والستون بعد المائة : في بعض الغرائب اللطيفة

(غريبة) كان لركن الدولة سنورة تحضر مجلسه ، وإذا تعسر حضور بعض إخوانه ودعت حاجة كتب ورقة وعلقها في عنقها فتذهب إليه فيحضر أو يكتب جوابها ويعلقه في عنقها فتعود إليه ، وإذا ألفت منزلا طردت غيرها عنه وحاربته أشد المحاربة ، والله أعلم .


💧والله أعلم💧


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH EMPAT: "RENUNGAN YANG BAIK"


Disebutkan bahwa Lukman an-Nubi al-Hakim bin 'Anqa' bin Baruq, penduduk Ailah, pernah diberi seekor kambing oleh tuannya. Ia diperintahkan untuk menyembelihnya dan membawa bagian yang paling buruk. Maka ia menyembelihnya dan membawa hati dan lidahnya. Kemudian ia diberi kambing lain oleh tuannya dan diperintahkan agar disembelih dan dibawa bagian yang paling baik. Maka ia menyembelihnya dan membawa hati dan lidahnya. Si Tuan bertanya masalah itu. Si budak menjawab: "Wahai Tuanku, tidak ada yang lebih jelek dari keduanya, apabila keduanya jelek. Dan tidak ada yang lebih baik dari keduanya, apabila keduanya baik."


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الرابعة والستون بعد المائة : في حسن التدبير

و ذكر أن لقمان النوبي الحكيم بن عنقاء بن بروق من أهل أيلة أعطاه سيده شاة وأمره أن يذبحها ويأتيه بأخبث ما فيها فذبحها وأتاه بقلبها ولسانها ثم أعطاه شاة أخرى وأمره بذبحها ويأتيه بأطيب ما فيها فذبحها وأتاه بقلبها ولسانها ، فسأله عن ذلك ، فقال له : يا سيدي لا أخبث منهما إذا خبثا ، ولا أطيب منها إذا طابا .


💧والله أعلم💧

Kajian 199 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Hikayah yang Ke-Seratus Enam Puluh Lima: "Mengecam Orang Cerdik"


Diceritakan oleh Sulaiman bin Mahran yang terkenal dengan nama Al-A'masy. Ia termasuk tokoh tabi'in yang memperoleh ilmu dari Malik bin Anas. Ia adalah seorang yang lembut, baik, dan banyak bercanda. Di antara candanya adalah saat Hisyam bin Abdul Malik mengutus utusannya kepada Sulaiman agar menuliskan sesuatu tentang kisah teladan khalifah 'Utsman bin 'Affan dan kisah buruk 'Ali bin Abi Thalib.

Kemudian ia mengambil selembar kertas dari utusan Hisyam dan memasukkannya pada mulut kambing. Kambing itu mengunyah kertas tersebut. Lalu ia berkata kepada utusan Hisyam: "Ini adalah jawabnya!"

Setelah itu, utusan itu pergi menuju Hisyam dan berkata:

"A'masy merencanakan pembunuhan, apabila aku tidak kembali kepadanya dengan suatu jawaban dalam selembar kertas."

Hisyam meminta pertolongan kepada saudara²nya. Mereka berkata: "Tebuslah pembunuhan itu!"

Maka ia mengambil selembar kertas dan menulis sesuatu:

"Amma ba'du. Apabila 'Utsman mempunyai kisah teladan penduduk bumi, maka itu tidak akan memberimu manfaat. Apabila 'Ali mempunyai kisah buruk penduduk bumi, maka itu tidak akan membuatmu bahaya. Oleh sebab itu, engkau harus memperhatikan urusanmu sendiri."

Di antara kisahnya yang lain; istrinya adalah perempuan yang cantik. Suatu hari ia marah kepadanya. Kemudian A'masy berkata kepada salah satu muridnya:

"Pergilah kepada istriku. Beri tahu dia tempatku sekarang. Bisa jadi ia akan meminta maaf kepadaku."

Muridnya pergi kepada istri A'masy dan berkata:

"Allah Swt membuat baik bagianmu, sekiranya menjadikan suamimu sebagai junjungan dan guru orang². Mereka mengambil ilmu agama tentang halal dan haram darinya. Mereka semua tunduk kepadanya. Penglihatannya yang lemah dan lengannya yang cacat tidak akan membahayakanmu."

Pada saat itu, A’masy sengaja mendengarkannya. Maka ketika bertemu si murid, ia sangat marah kepadanya dan berkata: “Hey si jelek, aku mengutusmu agar menceritakan kebaikan²ku, tetapi engkau malah menyebut cacatku. Semoga Allah Swt membunuhmu!" Kemudian A'masy mengeluarkannya dari rumah.

Di antara kisah candanya yang lain adalah suatu hari ia duduk di samping sungai dengan pakaian dari bulu. Seorang laki² datang, menariknya, dan berkata, "Berdirilah! Kembalikan aku pada tembok pinggir sungai!"

Lalu ia menaiki tembok tersebut dan berkata:


سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ


".Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya." (QS. az-Zukhruf [43]: 13).


Kemudian A'masy membawa orang itu berjalan ke tengah tembok dan melemparkannya ke sungai sembari berkata:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


"..Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang² yang zhalim." (QS. al-Mu'minuun [23]: 28).


📚[An-Nawadir. Hal. 149_150]:


الحكاية الخامسة والستون بعد المائة : في نکات بعض الظرفاء

(نوادر) حکيت عن سليمان بن مهران المشهور بالأعمش ، وهو من أجل التابعين ، أخذ عن مالك بن أنس رضي الله عنه ، وكان لطيفا ظریفا مزاحا ، منها : أن هشام بن عبد الملك بعث إليه أن اكتب لي مناقب الخليفة عثمان بن عفان ومساوي علي بن أبي طالب ، فأخذ القرطاس من الرسول وأدخله في فم شاة فلاکته ، ثم قال له : هذا جوابه ، ثم عاد إليه وقال له : إنه قد صمم على قتلي إن لم أعد إليه جواب في قرطاس واستعان عليه بإخوته ، فقالوا : افده من القتل ، فأخذ قرطاسا و كتب فيه : أما بعد ، فلو كان لعثمان مناقب أهل الأرض ما نفعتك ، ولو كان لعلي مساوي أهل الأرض ما ضرتك ، فعليك بخويصة نفسك ، والسلام . ومنها : أن زوجته كانت جميلة فنشزت عليه فقال لواحد من تلامذته : اذهب إليها وأخبرها بمكاني لعلها تتوب ، فذهب الرجل إليها ، وقال لها : إن الله عز وجل قد أحسن قسمتك حيث جعل زوجك سيد الناس وشيخهم ، يأخذون عنه العلم والدين والحلال والحرام وينقادون إليه ، ولا يضرك عموشة عينيه ولا حموشة ساقيه ، وكان الأعمش يسمعه فغضب منه ونهره ، وقال له : يا خبيث أرسلتك لتذكر محاسني فأخبرتها بعيوبي ، قاتلك الله ، وأخرجه من بيته ، ومنها : أنه كان جالسا بجانب النهر وعليه فروة ، فجاء رجل وجذبه وقال له : قم عدبي هذا الخليج وركبه وقال (سبحان الذي سخر لنا هذا) الآية ، (۱) فمشى به الأعمش إلى وسط الخليج وألقاه وقال (رب أنزلني منزلا مباركا) الآية . (۲)


💧والله اعلم💧

Kajian 200 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH ENAM: "KEAJAIBAN YANG TERJADI PADA HASAN AL-BASHRI"

Hasan al-Bashri berkata: "Aku merebahkan seekor kambing ketika hendak menyembelihnya. Pada saat Abu Ayyub as- Sijistani lewat, aku menggorokkan parangku pada kambing itu. Aku berdiri menemui Abu Ayyub as-Sijistani untuk berbincang². Kemudian aku menunggu kambing itu benar² mati. Dalam waktu menunggu itu, aku pergi ke samping tembok dan menggali sebuah lubang. Setelah kedalamannya cukup, aku mengambil parang dan melemparkannya ke dalam lubang tersebut. Lalu aku memendamnya. Abu Ayyub yang berada di sampingku berkata: "Apa yang engkau lihat..??"
Mendengar ucapan itu, aku terkagum². Aku berkata dalam hati bahwa aku tidak akan menyembelih seekor hewan pun setelah itu selamanya.

📚[An-Nawadir. Hal. 150]:

الحكاية السادسة والستون بعد المائة : في عجيبة وقعت للحسن البصري
(عجيبة) قال الحسن البصري : أضجعت شاة لأذبحها فمر بي أبو أيوب السجستانی فألقيت الشفرة وقمت لأتحدث معه وأخذنا ننظر الشاة ، فذهبت إلى جانب حائط وحفرت حفرة وأخذت الشفرة وألقتها فيها وردت التراب عليها ، فقال لي أبو أيوب : أما تری ؟ فتعجبنا غاية العجب ، ثم آليت على نفسي أن لا أذبح حيوانا بعد ذلك أبدا .

💧والله أعلم💧

Kajian 201 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH TUJUH: "SEBAB PENAMAAN JA'FAR ASH-SHAFIQ DINAMAKAN ASH-SHADIQ"

Disebutkan bahwa Ja'far ash-Shadiq dinamakan Shadiq karena kejujurannya dalam hal ucapan. Dialah orang yang meletakkan tulisan rahasia yang terkenal. Pendapat ini berbeda dengan yang mengaitkan nama Shadiq karena dihubungkan dengan kakeknya, Ali al-A'la. Ja'far pernah menulis sesuatu di sebuah kulit, kemudian hal itu dihubungkan dengannya. Dalam tulisan itu, terdapat pesan yang dibutuhkan oleh keturunannya hingga hari kiamat. Ia mempunyai pernyataan tentang kimia dan sejenisnya.
Di antara wasiat²nya kepada Musa al-Kazhim adalah:
"Wahai anakku, barang siapa qana'ah terhadap pemberian Allah Swt., maka ia menyangka Allah Swt akan menunaikan kebutuhannya. Barang siapa membuka hijabnya orang², maka kehormatan² rumahnya akan terbuka. Barang siapa menghunuskan pedang kepada perempuan penjaga diri, maka ia telah membunuhnya. Barang siapa menggali lubang untuk saudaranya, maka ia akan jatuh ke sana. Barang siapa masuk ke dalam kumpulan orang² bodoh, maka ia akan hina. Barang siapa berkumpul bersama ulama, maka ia akan mulia. Barang siapa masuk ke tempat² yang jelek, maka ia dituduh jelek. Barang siapa menganggap kecil hina dirinya, maka ia menganggap besar hina orang lain."
Ibnu Syibrimah berkata:
"Aku dan Abu Hanifah bertamu ke rumah Ja'far ash-Shadiq. Aku berkata kepadanya; "Ini adalah seorang laki² alim dari Irak."
"Barangkali ia yang mengukur agama dengan akalnya! Apakah ia Nu'man bin Tsabit..?? Aku tidak mengetahui namanya," timpal Ja'far ash-Shadiq.
Mendengar ucapan itu, aku hanya bisa diam.
Lalu Abu Hanifah berkata:
"Ya, aku orang yang Anda maksud. Semoga Allah Swt memberikan kebaikan kepadamu!"
"Bertakwalah kepada Allah Swt, dan jangan mengukur agama dengan akalmu! Sebab makhluk yang pertama kali mengukur agama dengan akal adalah iblis, sekiranya ia berkata: "Aku lebih baik daripada dia." Maka dia melakukan kesalahan melalui ukurannya itu. Ia telah tersesat."
Ja'far ash-Shadiq menambahkan, "Apakah engkau bisa mengukur dengan baik antara akalmu dengan jasadmu..??"
"Tidak!" jawab Abu Hanifah.
"Wahai engkau, beri tahu aku mengapa Allah Swt menciptakan asin pada dua mata, dan pahit pada dua telinga..?? Mengapa hidung berair dan rasa tawar pada dua bibir..??"
"Aku tidak tahu," jawab Abu Hanifah.
"Sesungguhnya Allah Swt menjadikan itu sebagai pemberian kepada hamba-Nya. Dua mata adalah dua lemak, seandainya tidak asin, niscaya akan rusak. Dua telinga sering dimasuki oleh hewan kecil, seandainya tidak pahit rasanya, niscaya akan menyakitinya. Dua lubang hidung menghirup udara yang bersih dan kotor, seandainya tidak berair niscaya tidak bisa mencium bau. Dua bibir untuk makan, seandainya tidak peka rasa, niscaya tidak akan ada kenikmatan padanya," jelas Ja'far ash-Shadiq.
"Wahai engkau, beri tahu aku sebuah kalimat, yang awalnya adalah syirik dan akhirnya adalah iman..??" lanjut Ja'far.
"Aku tidak tahu!" Jawab Abu Hanifah.
"Kalimat itu adalah laa ilaaha illallaah."
"Beri tahu aku dua hal yang lebih besar dosanya..?? Pembunuhan atau zina." lanjut Ja'far.
"Pembunuhan lebih besar dosanya!" jawab Abu Hanifah.
"Dalam pembunuhan, Allah Swt menerima dua orang saksi, sedang dalam zina, Allah Swt tidak menerimanya kurang dari empat!" tegas Ja'far.
Abu Hanifah pun terdiam.
"Mana dua hal yang lebih utama, puasa atau shalat..??" tanya Ja'far.
"Shalat lebih utama."
"Kalau begitu, mengapa Allah Swt mewajibkan orang haidh mengqadha puasa, akan tetapi tidak pada shalat..??" ungkap Ja'far.
Abu Hanifah terdiam lagi.
"Wahai engkau, bertakwalah kepada Allah Swt, dan jangan berkata dengan akalmu dalam agama. Sebab kita akan berdiri di hadapan Allah Swt, dan kita akan berkata, Allah Swt berkata, "Rasul berkata, Engkau dan teman²mu berkata: menurut kami. Sesungguhnya Allah Swt melakukan sesuatu kepada kita dan kalian, sekehendak-Nya," jelas Ja'far.
Aku berkata: "Mencari saksi dalam zina adalah untuk mencari tutup di dalamnya. Gugurnya shalat bagi orang haidh, sebab banyaknya jumlah shalat dan keberulangannya. Maka keringanan menjadi sesuai."

➖➖➖➖➖

(Faedah) Condongnya pelepah kurma dan tunduknya batu tidak dimiliki oleh seorang nabi, kecuali Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagian penyair bertutur:

Pelepah kurma condong kepadanya karena rindu dan santun
Ia mengembalikan suara seperti unta dan berulang kali
Maka seorang fakir segera mengumpulkannya
Untuk setiap orang dari masanya yang tidak terbiasa

📚[An-Nawadir. Hal. 150_152]:

الحكاية السابعة والستون بعد المائة : في سبب تسمية جعفر الصادق صادقا
(ظريفة غريبة) ذكر أن جعفرا الصادق سمي صادقا لصدقه في مقاله ، وهو الذي وضع الجفر المشهور خلافا لمن نسبه لجده على الأعلى و كتب في جلد جعفر فنسب إليه ، وفيه ما تحتاج ذريته إليه إلى يوم القيامة ، وله كلام في الكيمياء وغيرها . ومن وصاياه لابنه مرسی الكاظم : يا بني من قنع بما قسم الله له استغنى ، ومن مد عينيه لما في أيدي الناس افتقر ، ومن لم يرض بما قسم الله في قضائه ، ومن کشف حجاب الناس انكشفت عورات بيته ، ومن سل سيف البغي قتل به ، و من احتفر لأخيه بئر اسقط فيها ، من داخل السفهاء حقر ، ومن خالط العلماء وقر ، ومن دخل مداخل السوء اتهم ، ومن استصغر زلة نفسه استعظم زلة غيره . وقال ابن شبرمة : دخلت أنا وأبو حنيفة على جعفر الصادق ، فقلت له : هذا رجل من فقهاء العراق ، فقال : لعله الذي يقيس الدين برأيه ، أهو النعمان بن ثابت ؟ وكنت لا أعرف اسمه فسكت أنا ، فقال أبو حنيفة : نعم هر أنا ذاك أصلحك الله ، فقال له : اتق الله ولا تقس الدين برأيك ، فإن أول من قاسه برأيه إبليس ، حيث قال : أنا خير منه ، فأخطأ في قياسه وضل ، ثم قال له : أتحسن أن تقيس رأسك من جسدك ؟ قال : لا ، ثم قال له : يا هذا أخبرني لم جعل الله الملوحة في العينين والمرارة في الأذنين والماء في الأنف والعذوبة في الشفتين ؟ فقال : لا أدري ، فقال جعفر : إن الله جعل ذلك منا على عباده ، لأن العينين شحمتان لو لم تملحا لذابتا ، والأذنين للهوام ، فلو لم تمررا أكلتهما ، والمنخرين لاستنشاق الريح الطيب والرديء فلو لا الماء فيهما لم يشما ، والشفتين للطعم فلولا العذوبة فيهما لما حصل الذوق بهما ، ثم قال له : يا هذا أخبرني عن كلمة أولها شرك آخرها إيمان ؟ فقال : لا أدري ، فقال : هي لا اله الا الله ، ثم قال له : أخبرني أي الأمرين أعظم ؟ قال : القتل أو الزنا ، فقال أبو حنيفة : القتل أعظم . فقال له : قبل الله في القتل شاهدين و لم يقبل في الزنا أقل من أربع ؟ فسكت . فقال له جعفر : أي الأمرين أفضل : الصوم أو الصلاة ؟ فقال أبو حنيفة : الصلاة ، فقال : فلماذا أوجب الله على الحائض قضاء الصوم وأسقط عنها قضاء الصلاة ؟ فسكت ، ثم قال : يا هذا اتق الله ولا تقل في الدين برأيك فإنا نقف غدا بين يدي الله ، ونقول قال الله وقال رسوله وتقول أنت وأصحابك شفنا ورأينا ويفعل الله بنا وبكم ما يشاء ، انتهى قولهما . وأقول : إنما طلب زيادة الشهود في الزنا لطلب الستر فيه ، وسقوط الصلاة عن الحائض لكثرتها وتكررها فناسب فيها التخفيف .

(فائدة) لم يثبت حنين الجذع وتسليم الحجر لأحد من الأنبياء غير نبينا محمد ﷺ . قال بعضهم فيه نظما ، وهو هذان البيتان .
وحن إليه الجذع شوقا ورقة • ورجع صوتا كالعشار ورددا
فبادره ضما فقرا لوقته • لكل امرئ من دهره ما تعودا

💧والله أعلم💧

Kajian 202 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH DELAPAN: "KEWAJIBAN UTUSAN DAN ORANG YANG DIUTUS"

Yahya al-Barmaki berkata:
Ada tiga hal yang menunjukkan kecerdasan laki², yaitu hadiah, tulisan, dan utusan. Abu al-Aswad ad-Duali mendengar seorang laki² mendendangkan syair:

Apabila engkau membutuhkan orang yang diutus
Maka utuslah seorang hakim dan jangan memberinya wasiat

Kemudian ia berkata: "Orang yang mengatakan demikian adalah salah. Sebab apakah utusan mengetahui orang yang tidak ada..?? Apabila engkau tidak memberinya wasiat, maka bagaimana ia akan mengetahui sesuatu di dalam dirimu..??"
Lalu ia bersyair:

Apabila pada suatu masalah engkau menyuruh seseorang
Pahamilah ia, dan perintahlah supaya beradab
Jangan meninggalkan wasiat sesuatu kepadanya
Apabila ia seorang yang pintar dan cerdas
Apabila engkau menyia²kan ini, maka jangan mencerca
Apabila ia tidak mengetahui sesuatu yang samar

Jamaluddin al-Asnawi berkata: "Guru kami, Abu Hayyan, berkata: Al-Hafizh Ridha ad-Din Abdullah asy-Syathibi berkata, Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Faqid berkata, Abu Abdillah Rafi' berkata:

Abu al-Qasim bin Husain berkata, Abu Abdillah al-Gharr adh- Dharir al-Khatib berkata kepada dirinya sendiri:

Wahai kebaikan, mengapa engkau tidak berbuat baik
Kepada jiwa² pada kesenangan yang bercahaya
Engkau menulis dengan mawar dan pohon
Pada lembar pipi dengan gigi sebagai madzhab
Pelipismu enggan untuk menyatakan
Padahal kalajengkingnya telah menyengatku
Wahai kebaikannya, apabila ia berkata alangkah baiknya aku
Wahai yang menggunakan kata itu, alangkah baiknya Aku berkata kepadanya, keseluruhanmu bagiku adalah gigiku
Dan semua kata²mu begitu menyenangkan
Di atas busur, dan ia tidak melepaskan aku
Semenjak ia melihatku mati, aku terkadang membuatnya capek
Semoga Allah merahmatinya, sebab aku
Membunuhnya, dan tidak mengetahui dari mana arahnya

📚[An-Nawadir. Hal. 152_153]:

الحكاية الثامنة والستون بعد المائة : فيما يجب على الرسول والمرسل
(ظريفة) قال يحيى البرمکي : ثلاثة تدل على عقول الرجال : الهدية والكتاب والرسول ، وسمع أبو الأسود الدؤلي رجلا ينشد :
إذا كنت في حاجة مرسلا • فأرسل حكيما ولا توصه
فقال : قد أخطأ قائل هذا ، أيعلم الرسول الغيب ؟ وإذا لم توصه أنت فكيف يعلم ما في نفسك ؟ ثم قال :
إذا أرسلت في أمر رسولا • ففهمه وأرسله أديبا
ولا تترك وصيته بشيء • إذا ما كان ذا عقل أريبا
فإن ضيعت ذاك فلا تلمه • على أن لم يكن علم الغيوبا

(نبذة) قال العلامة جمال الدين الأسنوي : أنشدني شيخنا أبو حيان ، قال : أنشدني الحافظ رضي الدين عبد الله الشاطبي ، قال : أنشدني أبو الربيع سليمان الفاقد ، قال : أنشدني أبو عبد الله رافع ، قال : أنشدني أبو القاسم بن حسين ، قال : أنشدني أبو عبد الله الغر الضرير الخطيب لنفسه :
یا حسنا ما لك لم تحسن • إلى نفوس في الهوى متبعه
رقمت بالورد وبالسوسن • صفحة وخد بالسنا مذهبه
وقد أبي صدغك أن أجتي • منه وقد ألدغتني عقربه
یا حسنة إن قال ما أحسني • ويا لذاك اللفظ ما أعذبه
قلت له كلك عندي سني • وكل ألفاظك مستعذبة
ففوق السهم ولم يخطني • ومذ رآني ميتا أعجبه
وقال كم من عاشق قد ضني • وحبه إياي قد أتعبه
يرحمه الله على أنني • قتلي له لم أدر من أوجبه

💧والله أعلم💧

Kajian 203 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH SEMBILAN: "PENEMU CATUR DAN DADU PERTAMA KALI"

(Kisah Luar Biasa) Nama pembuat catur adalah Shishshah. Ia seorang hakim di negeri India, menurut pendapat kuat. Shishshah membuat catur untuk raja Balhat atau Balhayat. Cerita pembuatannya adalah ketika Raja Persia Azdatsir berbangga diri mengalahkan raja India sebab telah membuat dadu, oleh sebab itu, permainan tersebut terkadang disebut dengan Naridtsir karena nisbah kepadanya. maka si hakim yang bernama Shishshash membuat catur. Ahli hikmah pada masanya menganggap bahwa catur lebih unggul daripada dadu. Sehingga Raja di daerah itu berbangga diri dengan permainan barunya dan berkata kepada pembuatnya: "Sekarang mintalah segala sesuatu yang engkau kehendaki."
Ia meminta agar Raja meletakkan dirham pada rumah depan dan melipat gandakan sampai bagian belakang. Raja menganggap mudah hal itu. Namun setelah dipikirkan, Raja berkata:
"Akalmu telah merusak kami. Aku tidak akan melakukan."
Kemudian menteri berkata: "Pergilah engkau wahai raja, ini sesuatu yang membuka gudang hartamu dan gudang harta para raja."
Raja berkata: "Imajinasimu lebih mengagumkan daripada permainanmu"
Sebagian orang mengatakan bahwa raja meletakkan gandum sebagai ganti dirham. Pada akhir permainan, ia menghabiskan tujuh wilayah yang ditanami gandum.
Sebagian mereka menganggap bahwa dadu lebih baik daripada catur. Sebab pembuatnya telah menjadikannya sebagai perumpamaan dunia. Maka lubang² dadu ada dua belas sebagaimana jumlah bulan dalam tahun, dengan empat bagian sebagaimana empat musim dalam setahun. Sementara jumlah potongannya adalah tiga puluh, seperti hitungan hari yang terbagi menjadi putih dan hitam seperti hari² dan malam² dalam satu bulan. Hitungan matanya sejumlah arah mata angin. Hitungan titik setiap arah dari mata dadu adalah tujuh, seperti bumi, langit, cakrawala, bintang yang beredar, dan hari² dalam seminggu. Dan hitungan yang terdapat pada mata dadu, kecil maupun besar, seperti Qadha dan Qadar. Permainan pelakunya menjelaskan pilihannya yang baik, sekaligus menunjukkan akal dan kecerdasannya. Sementara catur sama seperti dadu pada bagian akhir ini saja (menunjukkan akal dan kecerdasannya). Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 153_154]:

الحكاية التاسعة والستون بعد المائة : في أصل من وضع الشطرنج والنرد
(عجيبة) اسم واضع الشطرنج صصة ؛ بمهملتين أولاهما مكسورة والثانية مفتوحة مشددة ، وهو حکیم هندي على الأصح ، وصنعه للملك بلهت أو بلهيت ، وأصل وضعه أنه لما افتخرت ملوك فارس على ملوك الهند بوضع النرد من الملك نردشير لنفسه ، ولذلك سمي نردشير نسبة إليه ، فوضع الحكيم المذكور الشطرنج ، فقضى حكماء عصره بفضله على النرد ، وافتخر الملك الموضوع له بذلك ، فقال لواضعه : تمن على ما تريد . فقال : يأمر الملك بوضع درهم في أول بيوته ويضاعفه إلى آخرها ، فاستخف الملك بذلك وقال له : قد أفسد عقلك عليناما صنعت ، فقال له الوزير : مه أيها الملك ، فإن هذا شيء ينفذ خزائنك وخزائن الملوك دونه ، فعجب من ذلك وقال : إن تمنيتك أعجب من صنعتك . وعن بعضهم أنه وضع قمحة بدل الدرهم فاستغرق آخره قمح سبعة أقاليم ، وبعضهم فضل النرد عليه ، الأن واضعه جعله مثلا للدنيا ، فبيوته اثنا عشر شهور السنة مقسمة أربعة أقسام کفصول السنة ، وعدد قطعه ثلاثون كأيام الشهر مقسمة بيضاء وسوداء كأيام الشهر ولياليه ، وعدد فصوصه ستة بعدد الجهات ، وعدد نقط كل جهة من فصوصه سبعة کالأرضين والسموات والأفلاك والنجوم السيارة وأيام الأسبوع ، والعدد الذي تأتي به الفصوص قلة وكثرة كالقضاء والقدر وتصرف اللاعب مبين لحسن اختياره وعقله وجودة حذقه ، والشطرنج يشارك النرد في هذا الأخير فقط ، والله أعلم .

💧والله أعلم💧




HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH: "PENYEBB TIDAK TERKABULNYA DOA"


Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, Nabi Musa ﷺ melihat seorang laki² yang berdoa dan meminta dengan sungguh² untuk suatu kebutuhan. Nabi Musa berkata:

"Wahai Tuhanku, seandainya hajatnya berada di dalam genggamanku, niscaya sungguh aku penuhi."

Kemudian Allah Swt menurunkan wahyu kepada Musa:

"Wahai Musa, laki² itu mempunyai seekor kambing, sedangkan hatinya condong pada kambing itu. Dan Aku tidak akan mengabulkan doa hamba yang meminta kepada-Ku, sementara hatinya condong kepada yang lain."

Kemudian Musa memberi tahu laki² itu. Setelah itu, laki² tersebut menyerahkan total hati dan pikirannya kepada Allah Swt. Akhirnya doa laki² itu dikabulkan.

📚[An-Nawadir. Hal. 154]:



💧والله أعلم💧

Tidak ada komentar:

Posting Komentar