Kajian 205 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH SATU: "BERMACAM-MACAM ORANG YANG MEMILIKI AKAL"
Sebagian mereka berkata:
Aku bertamu kepada Sufyan ats-Tsauri di Makkah. Lalu aku menemukannya dalam keadaan sakit. Dan paada saat itu, ia telah minum obat. Aku berkata kepadanya:
"Aku hendak bertanya beberapa hal kepadamu."
"Sampaikan pertanyaanmu!" ujar Sufyan.
"Beri tahu aku, siapa manusia itu..??"
"Manusia adalah orang² yang mengerti!" jawab Sufyan.
"Siapa raja..??"
"Dia adalah orang yang zuhud, jawabnya.
"Siapa orang yang mulia..??"
"Dia adalah orang yang bertakwa," jawab Sufyan.
"Siapa penjahat..??"
"Dia adalah orang yang menulis hadits dan dengannya ia mengambil harta orang²," jawab Sufyan.
"Siapa orang yang rendah..??"
"Kezhaliman! Para pelakunya adalah anjing² neraka!" jelas Sufyan.
📚[An-Nawadir. Hal. 154]:
Kajian 206 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH DUA: "BUKTI KASIH ALLAH SWT KEPADA HAMBANYA"
(Kisah yang Bagus) Diriwayatkan bahwasanya seorang Badui datang kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan berkata: "Wahai Rasulullah, ketika aku hendak berkunjung kepadamu, aku melewati hutan. Di tengah perjalanan, aku mendengar suara anak² burung. Aku mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba² induknya datang dan berputar² di atas kepalaku. Aku membuka kain pembungkus anak burung itu. Tidak lama kemudian, induknya turun di tempat aku meletakkan anak²nya. Setelah itu, aku menutup kain tersebut."
Usai menceritakan itu, Nabi Muhammad ﷺ berkata kepadanya: "Lepaskan burung itu!"
Ia membuka kain penutup burung² tangkapannya. Namun si induk mematuk anak²nya dan terbang begitu saja. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada para sahabat:
"Apakah kalian kagum..?? Demi Dzat yang mengutusku dengan benar! Sesungguhnya Allah Swt mengasihi hamba-Nya daripada induk burung itu."
Nabi Muhammad ﷺ melanjutkan: "Kembalikan anak² burung tersebut pada tempatnya."
Setelah itu, ia pun mengembalikannya. Dalam perjalanan menuju tempat asal anak burung, induknya berputar² di atas kepalanya hingga ia meletakkannya.
📚[An-Nawadir. Hal. 154_155]:
الحكاية الثانية والسبعون بعد المائة : في إقامة الدليل على رحمة الله لعباده
(ظريفة) روي "أن أعرابيا جاء إلى النبي ﷺ فقال له : يا رسول الله إني لما أتيتك مررت بغيضة فسمعت فيها أصوات أفراخ طير ، فأخذتهن ووضعتهن في كسائي ، فجاءت أمهن واستدارت فكشفت لها عنهن فوقعت عليهم فلففتها في كسائي ، فقال له : ضعهن عنك ، فوضعهن فجعلت أمهن تزقهن . فقال ﷺ لأصحابه : أتعجبون ؟ فوالذي بعثني بالحق نبيا ، إن الله أرحم بعباده من أم هذه الأفراخ بأفراخها ، ثم قال للرجل : ارجع فضعهن في مكانها ، قال : فرجعت بهن وأمهن ترفرف على رأسي حتى وضعتهن".
💧والله أعلم💧
Kajian 207 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH TIGA: "SEBAB SAMPAINYA DZUN NUN DAN TAUBATNYA"
Ditanyakan kepada Dzun Nun al-Mishri: "Apa yang menyebabkan engkau bertaubat..??"
"Pada suatu, aku keluar dari Mesir menuju beberapa daerah. Di tengah perjalanan, aku tidur di tanah lapang. Tiba² aku dikagetkan oleh burung Qanbarah buta yang menjatuhkan sarangnya. Sarang burung itu pecah, dan keluarlah dua piring. Salah satunya dari perak, sementara yang lain dari emas. Di dalam piring satu terdapat biji wijen, sementara di piring yang lain terdapat air. Kemudian burung tersebut memakan biji wijen dan meminum air. Peristiwa itu yang menyebabkan aku bertaubat kepada-Nya dan selalu mengetuk pintu taubat-Nya. Kemudian Dia menerima taubatku."
📚[An-Nawadir. Hal. 155]
💧والله أعلم💧
Gubuk Admin Aswaja
Kajian 208 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
LIMA MACAM ORANG ALIM, APABILA MEREKA RUSAK, MAKA RUSAKLAH ALAM
Dikatakan: Sesungguhnya Allah Swt membagi umat ke dalam lima macam, yaitu: ulama, orang zuhud, pejuang, penguasa, dan pedagang. Ulama adalah pewaris para nabi, orang zuhud adalah raja bumi, pejuang adalah penolong agama Allah Swt, penguasa adalah penjaga Allah Swt atas makhluk, dan pedagang adalah orang kepercayaan Allah Swt.
Apabila ulama tamak mengumpulkan harta, maka dengan siapa petunjuk akan dicari..??
Apabila orang zuhud riya, maka siapa yang akan diikuti..??
Apabila pejuang berlaku curang, maka dengan siapa kemenangan akan diperoleh..??
Ketika pedagang berkhianat, maka dengan siapa kepercayaan akan diletakkan..??
Apabila penggembala seperti serigala, maka dengan siapa hewan piaraan dijaga..??
Maka tidak ada daya dan kekuatan selain milik Allah Swt.
Sebagian mereka berkata: "Manusia diciptakan dalam beberapa golongan, yaitu golongan berdakwah, golongan beribadah, golongan penolong, golongan pencari penghidupan, dan golongan pemimpin. Selain mereka adalah pengacau yang membuat keruh air, membuat mahal harga, dan menyempitkan jalan. Para pengacau itu terbagi dalam dua golongan, yaitu orang² yang hina dan orang² yang rendah."
📚[An-Nawadir. Hal. 155]:
(لطيفة : في أن العالم خمسة أنواع ، فإذا فسد ذلك فسد العالم) قيل : إن الله تعالى قسم الأمة خمسة أقسام : علماء ثم زهاد ثم غزاة ثم ولاة أمور ثم تجار ، فالعلماء ورثة الأنبياء ، والزهاد ملوك الأرض ، والغزاة أنصار الله ، والأمراء رعاة الله على خلقه ، والتجار أمناء الله ، فإذا طمع العلماء في جمع المال فبمن يهتدی ؟ وإذا راءی الزهاد فبمن يقتدي ؟ وإذا غل الغزاة فبمن يكون الظفر ؟ وإذا خان التجار فبمن يؤتمن ؟ وإذا كان الرعاة كالذئاب فبمن تحاط الرعية ؟ فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .
(وقال بعضهم) خلق الناس أصنافا : صنف للخطابة ، وصنف للعبادة ، وصنف للنجدة ، وصنف للمعاش ، وصنف للإمامة . وما عدا ذلك رجرجة يكدرون الماء ويغلون الأسعار ويضيقون الطرق ، والرجرجة بمهملتين وجيمين : هم الأرذال من الناس والسفلة منهم .
💧والله أعلم💧
Kajian 209 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
SEBAGIAN KEISTIMEWAAN AHLUL BAIT
Diriwayatkan bahwa Muhammad al-Jud bin 'Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al- Baqir bin 'Ali Zainul Abidin bin al-Husain bin 'Ali bin Abu Thalib bertanya kepada Yahya bin Aktam tentang suatu masalah di hadapan Al-Makmun. Ia berkata kepada Yahya:
"Apa pendapatmu tentang seorang laki² yang melihat perempuan pada permulaan siang dengan status haram, kemudian halal baginya ketika siang hari..?? Kemudian perempuan itu diharamkan kepadanya pada saat Zhuhur dan dihalalkan pada saat 'Ashar. Kemudian perempuan itu diharamkan pada saat Maghrib dan dihalalkan pada saat 'Isya. Kemudian perempuan itu diharamkan pada tengah malam, dan dihalalkan pada saat fajar..??"
Yahya menjawab: "Aku tidak mengetahui jawaban masalahmu. Semoga Allah Swt memberikan kebaikan kepadamu."
Lalu Khalifah al-Makmun ikut bicara: "Beri tahu kami tentang perempuan itu wahai anak Amirul Mukminin..??"
"Perempuan itu adalah seorang budak yang dilihat oleh orang lain pada permulaan siang, kemudian ia membelinya ketika matahari di atas kepala (siang). Kemudian ia memerdekakannya pada saat siang hari, kemudian ia menikahinya pada saat 'Ashar. Kemudian ia bersumpah zhihar pada saat Maghrib, kemudian ia membayar kafarat pada saat 'Isya. Kemudian ia menceraikannya pada pertengahan malam dengan thalaq raj'i, kemudian ia merujuk kembali pada saat fajar."
Mendengar uraian itu, al-Makmun berkata:
"Baik sekali, permasalahan yang engkau angkat ini! Sungguh engkau anak yang diridhai."
Begitu mengaguminya, Al-Makmun seketika itu menikahkan putrinya dengan Muhammad al-Jud. Setelah pernikahan, Muhammad al-Jud membawa istrinya ke Madinah. Beberapa waktu tinggal di Madinah bersama Muhammad al-Jud, putri al-Makmun mengirim sepucuk surat untuk ayahnya. Di dalam surat itu, ia mengeluh kalau suaminya mengajaknya pergi malam hari. Surat itu dibalas oleh al-Makmun:
"Aku tidak mengawinkan engkau dengannya untuk mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Swt kepadanya. Jangan ulangi lagi!"
Setelah kematian Al-Makmun, Muhammad al-Jud bersama istrinya pergi kepada Al-Mu'tashim di Baghdad karena permintaan Al-Mu'tashim. Kemudian Muhammad al-Jud tinggal di sana dari bulan Muharram 202 H sampai meninggal pada tahun 203 H. Muhammad al-Jud dikuburkan di kuburan Quraisy di kuburan kakeknya al-Kazhim. Ia meninggalkan dua anak laki² dan dua anak perempuan. Yang paling rupawan di antara mereka adalah al-Hasan al-Askari. Ia disifati demikian sebab tinggal di suatu kota yang bernama al-Askari. Ia mewarisi ayahnya dalam ilmu, pengetahuan, dan keberanian. Orang tuanya dilahirkan pada tahun 153 H, dan meninggal pada tahun 203 H.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa al-Hasan al-Askari telah ditawan oleh Al-Mutawakkil. Pada saat itu, orang² sedang tertimpa krisis pangan. Mereka melaksanakan shalat istisqa selama tiga hari, namun tidak juga diturunkan hujan. Kemudian al-Mutawakkil memerintahkan orang Yahudi dan Nasrani ikut bersama orang². Mereka keluar bersama orang² Islam, bahkan juga pendetanya. Pendeta itu mengangkat tangannya ke langit. Tiba² mendung gelap dan menurunkan hujan.
Pada hari kedua, mereka melakukannya tanpa orang Yahudi dan Nasrani dan pendeta. Akan tetapi hasilnya sama saja, tidak ada hujan. Berangkat dari sini, lahir suatu keraguan terhadap agama Islam dari orang² awam. Sebagian dari mereka bahkan murtad dari agama Islam. Masalah serius tampaknya dihadapi oleh mereka. Kondisi demikian membuat al-Mutawakkil kebingungan. Sehingga ia mempunyai pikiran untuk menghadirkan al-Hasan al- Askari. Al-Mutawakkil berkata:
"Temuilah umat kakekmu-Rasulullah ﷺ sebelum mereka hancur!"
"Perintahkan mereka agar keluar besok. Insya Allah keraguan mereka akan hilang," pinta al-Hasan al-Askari.
Orang² membicarakan khalifah karena melepaskan al-Hasan dari penjara. Keesokan harinya, ia keluar bersama orang² untuk menjalankan shalat istisqa'. Di lapangan, ketika si pendeta mengangkat tangannya bersama orang² Nasrani, mendung gelap menjadi nyata, pertanda hujan.
Al-Hasan yang melihat itu tidak bisa tinggal diam. Ia memerintahkan orang² agar menggenggamkan tangan pendeta. Setelah tangan pendeta digenggam, tiba² di dalam genggaman itu terdapat tulang manusia. Al-Hasan lantas mengambilnya dari tangan pendeta. Kemudian al-Hasan berkata kepada pendeta: "Sekarang angkat tanganmu!"
Pendeta itu mengangkat tangannya. Akan tetapi, mendung malah menghilang, matahari kembali muncul. Orang² yang melihat kejadian itu terkagum². Kemudian al-Mutawakkil berkatä kepada al-Hasan, "Apa itu wahai Abu Muhammad..??"
"Ini adalah tulang seorang nabi. Pendeta ini telah mendapatkannya. Sesungguhnya tulang seorang nabi yang dihadapkan ke langit pasti akan menghasilkan hujan."
Setelah mengerti penjelasan al-Hasan, mereka lantas mencobanya. Tidak salah, mereka telah membuktikan itu. Dari sini, keraguan tentang Islam menjadi sirna. Mereka yang telah murtad kembali lagi ke dalam agama Islam. Al-Hasan kembali ke rumahnya dengan terhormat. Sejak saat itu, ia selalu dihubungi oleh khalifah hingga meninggal dunia.
➖➖➖➖➖
Pada masa pemerintahan al-Mutawakkil, suatu peristiwa terjadi. Seorang perempuan mengaku diri sebagai syarifah di hadapannya. Maka al-Mutawakkil mencari orang yang bisa memberi tahu perihal itu kepadanya. Mereka menunjukkan bahwa al-Hasan al-Askari mampu memberi tahunya. Al-Mutawakkil menghadirkannya dan mendudukkannya bersama dirinya di atas alas sutra. Al-Mutawakkil bertanya tentang perempuan itu kepadanya. Al-Hasan al-Askari berkata:
"Sesungguhnya Allah Swt mengharamkan hewan buas memakan anak² Husain. Lemparkan saja dia di hadapan hewan itu. Apabila hewan itu tidak memakannya, maka perempuan itu benar."
Para pengawal memanggil perempuan itu dan hendak membuktikan pengakuannya. Akan tetapi ternyata ia mengaku bahwa dirinya telah berbohong. Sebagian orang berkata kepada khalifah:
"Tidakkah engkau menguji itu kepada al-Hasan al-Askari saja, atas pernyataannya..??"
Lalu al-Mutawakkil memerintahkan melepaskan tiga hewan buas dan meletakkannya di halaman istana. Dan agar pintu istana ditutup. Al-Mutawakkil duduk di istana seraya melihat tiga hewan buas tersebut. Kemudian para pengawal diperintahkan agar menghadirkan al-Hasan al-Askari masuk dari samping menuju istana untuk duduk bersama khalifah. Ia diminta menutup pintu samping. Binatang di halaman istana itu sangat buas, hal itu terlihat dari suaranya.
Setelah hewan buas itu melihat al-Hasan al-Askari, hewan itu diam dan berjalan menuju tempat dia berdiri. Hewan itu mengusap²kan badannya kepada al-Hasan dan mengelilinginya. Sementara al-Hasan mengusap punggungnya dengan tangan dan kainnya. Kemudian hewan itu kembali ke kandangnya. Lalu pintu istana dibuka dan al-Hasan masuk kepada al-Mutawakkil dan berbicara sesaat bersamanya.
Setelah itu, ia berpamitan. Di bawah, ia memperlakukan hewan buas itu sama seperti sebelumnya. Ia keluar dari istana diberikan suatu hadiah oleh khalifah. Kemudian orang² berkata:
"Mengapa engkau tidak melakukannya..??"
Khalifah berpikir panjang mendengar pertanyaan tersebut. Akhirnya khalifah tidak berani melakukan itu, dan berkata kepada mereka:
"Apakah kalian hendak membunuhku..??"
Kemudian mereka yang mengetahui perihal itu diperintahkan agar tidak menyebarkannya kepada siapa pun. Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 155_158]
💧والله أعلم💧
Kajian 210 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH LIMA: "PERINTAH PEMIMPIN TIDAK AKAN DILAKSANAKAN KECUALI DIA SENDIRI YANG BERTINDAK"
Diriwayatkan bahwa Sa'id bin 'Umar bin Halim suatu hari menasihati Umar bin Khathab. Umar berkata: "Siapa yang sanggup melakukan itu..??"
"Engkau wahai Amirul Mukminin, perintah itu apabila engkau berbicara, maka ditaati dan tidak ada seorang pun yang berani menyalahimu," jawab Sa'id.
📚[An-Nawadir. Hal. 158]:
الحكاية الخامسة والسبعون بعد المائة : في أن أمر الأمر لا ينفذ إلا إذا فعله
(لطيفة) روي أن سعید بن عمر بن حليم بمهملتين مكسورة فساكنة ، ثم تحتية مفتوحة وعظ عمر بن الخطاب يوما ، فقال عمر : ومن يطيق ذلك ؟ قال : أنت يا أمير المؤمنين ، ما هو إلا أن تقول فتطاع ولا يجسر أحد على مخالفتك .
💧والله أعلم💧
Kajian 211 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
MENUNAIKAN KEBUTUHAN
'Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang muslim harus menunaikan tiga puluh hak kepada muslim lain yang tidak ada pembebasan kecuali dengan penunaian atau pemaafan, yaitu: mengampuni kesalahan, mengasihani kesedihan, menutup aurat, mengurangi beban, menerima permintaan maaf, mengembalikan barang hilang, terus-menerus memberi nasihat, menjaga persahabatan, menjaga jaminan, mengunjungi yang sakit, menyaksikan kematian, memenuhi undangan, menerima hadiah, membalas pemberian (hadiah), mengucapkan terima kasih, membalas kebaikan, menjaga kehormatan, menunaikan kebutuhan, menerima pertolongan, tidak mengecewakan tujuan, menjawab ucapan bersin, menunjukkan barang hilang, menjawab salam, memperbaiki pembicaraan, menampakkan kesenangan, membenarkan pembagian, menolongnya karena zhalim dengan cara membuang kezhalimannya, menolongnya karena dizhalimi dengan cara memenuhi haknya, menyambungnya dan tidak menyakitinya, tidak menghina, tidak memaki, mencintai kebaikannya sebagaimana mencintai kebaikan pada dirinya, dan membenci keburukannya sebagaimana membenci keburukan pada dirinya. Maka hendaknya tidak ada satu pun yang ditinggalkan dari hal² di atas. Sebab ia akan mencarinya pada hari kiamat kelak." Wallaahul muwaaffiq.
📚[An-Nawadir. Hal. 158]:
(فائدة جامعة ، ولمعة ساطعة ، ومقالة نافعة ، ذكرها في الترغيب الأصبهاني في باب قضاء الحوائج )
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله ﷺ "للمسلم على أخيه المسلم ثلاثون حقا، لا براءة منها إلا بالأداء أو العفو : يغفر زلته ، ويرحم عبرته ، ويستر عورته ، ويقيل عثرته ، ويقبل معذرته ويرد غيبته ، ويديم نصيحته ، ويحفظ خلته ، ويرعی ذمته ، ويعود مريضه ، ويشهد ميته ، ويجيب دعوته ، ويقبل هديته ، ويكافي صلته ويشكر نعمته ، ويحسن نصرته ويحفظ حرمته ، ويقضي حاجته ، ويقبل شفاعته ، ولا يخيب مقصده ، ويشمت عطسته ، وينشد ضالته ، ويرد سلامه ، ويطيب كلامه ، ويبرز إنعامه ، ويصدق إقسامه ، وينصر ظالما برده عن ظلمه ، ومظلوما بإعانته على وفاء حقه ، ويواليه ، ولا يعاديه ، ولا يخذله ، ولا يشتمه ، ويحب له من الخير ما يحب لنفسه ، ويكره له من الشر ما يكره لنفسه ، فلا يترك واحدا منها إلا طالبه به يوم القيامة ، والله الموفق .
💧والله أعلم💧Kajian 212 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
FAEDAH: SEBAGIAN MUJARRABAT ALBUNI
Dalam kitab al-Lum'atun Nuraniyyah min as-Sirajil Badi' wal Hirzil Mani', Albuni berkata: "Sesungguhnya manusia ketika takut jiwanya terancam karena kematian atau yang lain, seperti siksaan, maka hendaknya mengambil kambing gemuk yang bisa digunakan untuk berqurban, lalu menyembelihnya dengan cepat menghadap kiblat. Pada saat penyembelihannya, ia berkata:
"Ya Allah, ini untuk-Mu! Ya Allah, sesungguhnya kambing itu adalah tebusanku. Maka terimalah!"
Setelah itu, ia menggali lubang untuk memendam darah kambing sehingga tidak terinjak. Kemudian dagingnya dibagi menjadi enam puluh bagian, kulitnya satu bagian, kepalanya satu bagian, perutnya satu bagian, begitu seterusnya. Ia tidak memakan sama sekali daging itu, dan juga tidak untuk keluarganya. Semua diberikan kepada enam puluh orang miskin. Maka di situlah tebusannya. Hal ini bisa dicoba dan dilakukan."
Apabila seorang takut selain karena pembunuhan, maka hendaknya ia memberikan makanan kepada enam puluh orang miskin dari makanan terbaik dan mempersilakan mereka makan sampai kenyang, sambil berkata:
"Ya Allah, aku meminta kecukupan urusan ini yang aku takutkan terhadap mereka. Aku meminta-Mu dengan jiwa dan ruh mereka, agar Engkau membebaskan aku dari sesuatu yang aku takutkan dan aku jauhkan."
📚[An-Nawadir. Hal. 158_159]:
(فائدة : في بعض مجربات البوني) قال البوني في اللمعة النورانية من السراج البديع ، والحرز المنيع : إن الإنسان إذا خاف على نفسه من قتل أو غيره كعذاب فليأخذ كبشا سمينا يجزئ في الأضحية ويذبحه سریعا متوجها إلى القبلة ، ويقول عند ذبحه : اللهم هذا لك ومنك ، اللهم إنه فداي فتقبله مني ، ويكون قد حفرة لدمه حفرة فيردمه فيها حتى لا يوطأ ، ثم يبعضه ستين جزءا ؛ جلده جزء ، ورأسه جزء ، وبطنه جزء ، وهكذا . ولا يأكل منه هو ولا من في نفقته شيئا ويدفعه لستين مسکینا ، فذاك فداؤه مما يخافه ، وذلك بمحرب معمول ، فإن كان خائفا مما دون القتل فليطعم ستين مسكينا من أفضل الطعام ويشبعهم ، ويقول : اللهم إني أستكفي هذا الأمر الذي أخافه بهؤلاء ، وأسألك بأنفاسهم وأرواحهم أن تخلصني مما أخاف وأحذر ، فيفرج الله عنه ، : متفق عليه .
💧والله أعلم💧
Kajian 213 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
PROFESI SEBAGIAN SHAHABAT DAN LAINNYA
Abu Bakar ash-Shiddiq, 'Utsman bin 'Affan, Thalhah, dan 'Abdurrahman bin 'Auf adalah penjual kain. 'Umar bin Khathab adalah seorang makelar yang menjembatani dua orang yang sedang bertransaksi. Sa'd bin Abi Waqash bekerja sebagai pengasah panah. Walid bin al-Mughirah adalah seorang pencetak (pandai) besi, begitu juga Abu al-'Ash (saudara Abu Jahal). 'Uqbah bin Abi Mu'ith adalah penjual himar. Abu Sufyan bin Harb bekerja sebagai penjual minyak dan lauk. 'Abdullah bin Jad'an menjual budak perempuan. An-Nadhr bin al-Harits adalah penjual kayu.
Al-Hakam bin al-'Ash, Harits bin 'Amr, adh-Dhahak bin Qais al-Fahri, dan Ibnu Sirin bekerja sebagai penjaga dan penggembala kambing. Al-'Ash bin Wail bekerja sebagai dokter hewan. Putranya, yaitu 'Amr, al-'Abbas, dan Abu Hanifah (seorang pemikir) bekerja sebagai tukang penyembelih (jagal). Zubair bin 'Awwam, Qais bin Mukhrimah, dan 'Utsman bin Thalhah (pemegang kunci Ka'bah) adalah penjahit. Malik bin Dinar adalah sebagai penjual kertas. Yazid bin al-Mahlab adalah tukang kebun. Qutaibah adalah perawat unta. Sufyan bin 'Uyainah, adh-Dhahak bin Muzahim, Atha' bin Abi Rabah, al- Kamit adalah sang penyair, Hujjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, 'Abdul Hamid, Qasim bin Salam, dan al-Kassa'i adalah para pengajar.
📚[An-Nawadir. Hal. 159]:
(لطيفة : فيها ذكر صنائع بعض الصحابة وغيرهم) كان أبو بكر الصديق وعثمان بن عفان وطلحة وعبد الرحمن بن عوف بزازین ، وكان عمر بن الخطاب دلالا يسعى بين المتبايعين ، وسعد بن أبي وقاص يبري النبل ، والوليد بن المغيرة حدادا ، وكذا أبو العاص أخو أبي جهل ، وكان عقبة بن أبي معيط خمارا ، وأبو سفيان بن حرب يبيع الزيت والأدم ، وعبد الله بن جدعان يبيع الجواري ، والنضر بن الحارث يضرب بالعود ، والحكم بن العاص وحريث بن عمرو والضحاك بن قيس الفهري وابن سيرين يحفظون أي يجزون الغنم ، والعاص بن وائل بیطارا ، وابنه عمرو والعباس وأبو حنيفة صاحب الرأي جزارين ، والزبير بن العوام و قيس بن مخرمة وعثمان بن طلحة صاحب مفتاح الكعبة خياطين ، ومالك بن دینار وراقا ، ويزيد بن المهلب بستانيا ، وقتيبة جمالا ، وسفيان بن عيينة والضحاك بن مزاحم وعطاء بن أبي رباح والكميت الشاعر والحجاج بن يوسف الثقفي وعبد الحميد والقاسم بن سلام والكسائي معلمين .
💧والله أعلم💧
Kajian 214 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH ENAM: "SESUATU YANG MENGANGGAP BAIK OLEH ORANG² CERDIK"
(Lathifah) Pada suatu waktu, kapal seorang nelayan yang mahir hampir saja tenggelam, dan penumpang kapal itu adalah orang² Islam dan kafir. Si nelayan bingung menghadapi masalah tersebut. Kemudian mereka sepakat untuk bergabung menjadi satu, bercampur antara satu dengan yang lain, membentuk suatu lingkaran yang diedarkan hitungan tertentu kepada mereka. Setiap orang yang jatuh nomor urut terakhir, maka dilemparkan ke lautan. Mereka pun melakukan itu. Maka nomor hitungan pun selalu jatuh kepada semua orang kafir. Mereka dilemparkan ke laut. Sementara orang² Islam selamat. Gambaran percampuran mereka sebagaimana terdapat dalam bait ini:
Allah menetapkan setiap kemudahan
Dan memberikan rezeki kepada yang lemah keadaannya
Setiap huruf yang tak bertitik ditempati oleh orang Islam, dan setiap huruf yang bertitik ditempati oleh orang kafir. Jumlah mereka adalah sembilan, setelah sembilan dari permulaan bait yang disebutkan. Kemudian hitungan itu berputar pada hitungan lain. Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 159_160]:
الحكاية السادسة والسبعون بعد المائة : فيما استحسن من بعض الظرفاء
(لطيفة) اتفق أن بعض الملاحين الحذاق أشرفت سفينته على الغرق وفيها مسلمون وكفار ، فتحير في أمره ، ثم اتفق معهم على أن يمزج بعضهم ببعض ويجعلهم حلقة ويدور فيهم بعدد مخصوص ، وكل من وقع عليه آخر العدد يلقيه في البحر ففعل ذلك فوقع العدد على جميع الكفار فألقاهم في البحر ونجا المسلمون ، وصورة المزج تعلم من هذا البيت :
الله يقضي بكل يسر • ويرزق الضعيف حيت كانا
فكل حرف مهمل مکان مسلم ، وكل حرف منقوط مکان کافر ، و العدد فيهم تسعة بعد تسعة من أول البيت المذكور ويدور فيهم مرة بعد أخرى ، والله أعلم .
💧والله أعلم💧
Kajian 215 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH TUJUH: "MIMPI ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ"
Diriwayatkan bahwa pada suatu malam, Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq Ra, bermimpi tentang sesuatu yang sangat menakjubkan. Di dalam tidurnya ia menangis tersedu² hingga terdengar dari luar rumah. Kebetulan Sayyidina Umar bin Khatthab Ra lewat di samping rumah Abu Bakar sehingga terdengarlah tangisannya. Kemudian Sayyidina Umar mengetuk pintu sehingga Khalifah Abu Bakar pun terbangun dari tidurnya. Begitu terbangun, ia dengan segera membukakan pintu dengan air mata yang masih berlinang. Sayyidina Umar yang melihat ini, bertanya:
"Apa yang menyebabkanmu menangis..??"
"Kumpulkan semua sahabat, aku akan memberi tahu kepada mereka," pinta Abu Bakar.
Sayyidina Umar pun mengumpulkan para sahabat, dan setelah semuanya terkumpul, Khalifah Abu Bakar bercerita:
"Aku bermimpi bahwa kiamat telah terjadi, dan aku melihat banyak laki² berada di atas mimbar dari cahaya dengan wajah seperti bintang gemerlapan.
Aku bertanya kepada malaikat: "Siapa mereka..??"
Malaikat menjawab: Para nabi² terdahulu sedang menunggu Nabi Muhammad ﷺ, sebab di tangannya terdapat kendali syafaat.
Aku bertanya lagi: "Di mana Muhammad..?? Tolong bawa aku padanya, aku adalah pelayan dan sahabatnya, tanya dan pinta Abu Bakar."
Kemudian ia membawaku kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sesampai disana, tiba² aku melihatnya di bawah tiang 'Arsy, surbannya di sisinya, tangan kanannya memegang tiang 'Arsy, dan tangan kirinya memanjang hendak menutup pintu neraka. Beliau ﷺ berkata:
"Tuhanku, umatku! Tuhanku, umatku! Tuhanku, umatku! Di antara mereka adalah ulama, orang² shalih, para haji, para umrah, dan para pejuang." Tiba² sebuah suara memanggil: Wahai Muhammad, engkau menyebutkan golongan yang taat, dan tidak menyebutkan golongan yang lain. Sebutkan orang² zhalim, peminum khamar, pezina, dan pemakan riba."
Beliau ﷺ berkata: "Wahai Tuhanku, mereka sebagaimana yang Engkau sebutkan, akan tetapi tidak satu pun di antara mereka yang menyekutukan Engkau, mereka tidak menyembah berhala, mereka tidak menjadikan Engkau beranak, mereka tidak merusak tauhid. Maka terimalah syafaatku wahai Tuhanku! Kasihanilah air mataku mengalir sebab mereka."
Aku berkata: "Barang siapa menyia²kan kecintaanku kepada Muhammad, wahai Muhammad, kasihanilah diri kamu sendiri!"
Beliau ﷺ berkata: "Wahai Abu Bakar, engkau telah berdoa dengan sungguh² kepada Tuhanku. Maka aku memberikan syafaat kepada umatku." Aku meminta kepada-Nya, semua atau sebagian. Tiba² engkau mengetuk pintu wahai Ibnu al-Khathab (Sayyidina Umar) sebelum aku menjawabnya. Lalu dari dalam rumah, seseorang berkata: "Semua, Semua, Semua, Wahai Abu Bakar!"
Setelah mendengar ucapan dari Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar berkata: "Alhamdulillah"
📚[An-Nawadir. Hal. 160_161]:
الحكاية السابعة والسبعون بعد المائة : فيما وقع لأبي بكر الصديق في منامه
(نادرة ظريفة) روي أن أبا بكر الصديق رضي الله عنه نام ليلة فرأى مناما عجيبا ، فبكى في منامه حتى سمعه من خارج الدار ، فمر عمر بن الخطاب رضي الله عنه اتفاقا ، فسمع البكاء فدق الباب ، فانتبه الصديق وبادر بالباب ففتحه ودمعه پسیل ، فرآه عمر رضي الله عنه فقال له عمر : ما هذا البكاء ؟ فقال أبو بكر : اجمع الصحابة عندنا لأخبرك به ، فجمعهم كلهم ، فقال أبو بكر : إني رأيت القيامة قد قامت ورأيت رجالا على منابر من نور بوجوه کالأثجم الزاهرة ، فسألت ملكا : من هؤلاء ؟ فقال : الأنبياء ينتظرون محمدا ، فإن بيده زمام الشفاعة ، فقلت : وأين محمد ؟ احملني إليه ، فأنا خادمه وصاحبه أبو بكر ، فحملني إليه فوجدته تحت ساق العرش وعمامته بين يديه وقد مد يده اليمنى إلى ساق العرش ومد اليسرى فأغلق بها باب النار وهو يقول : إلهي أمتي ، إلهي أمتي ، إلهي أمتي ، فيهم العلماء والصالحون والحجاج والمعتمرون والغزاة والمجاهدون ، وإذا النداء : يا محمد تذكر الطائفة الطائعين ولا تذكر الطائفة الأخرى ، اذكر الظلمة و شراب الخمر والزناة وأكلة الربا ، فقال : يا رب هم كما قلت ، ولكن ما فيهم أحد أشرك بك ولا عبد صنما ولا جعل لك ولدا ولا حاد عن التوحيد ، فاقبل إلي شفاعتي فيهم ، وارحم جريان عبرتي عليهم واردد على لهفتي إليهم ، فقلت : من فرط شفقتي عليه ، ارفق بنفسك يا محمد . فقال : يا أبا بكر قد تضرعت لربي فشفعني في أمتي فسألته الكل أو البعض ، وإذا أنت طرقت علي الباب يا ابن الخطاب قبل الجواب ، وإذا بمناد ينادي من داخل الباب : الكل ثلاثا یا أبا بكر ، فقالا : الحمد لله
💧والله أعلم💧
Kajian 216 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH DELAPAN: "BERPIKIR TENTANG KEADAAN² AKHIRAT"
(Lathifah) Dikatakan kepada Ibrahim bin Adham:
"Seandainya engkau duduk bersama kami di masjid, niscaya kami akan mendengarkan sesuatu darimu..??"
Ia menjawab: "Aku disibukkan oleh empat hal, seandainya aku sempat, niscaya aku duduk bersama kalian."
Ditanyakan: "Apa empat hal itu..??"
Ibrahim bin Adham menjawab:
1) Aku teringat ketika Allah Swt mengambil janji anak Adam, Allah Swt berkata: "Mereka pergi ke surga, Aku tidak peduli. Dan mereka pergi ke neraka, aku tidak peduli." Maka aku tidak tahu termasuk golongan mana di antara dua itu..?
2) Aku teringat bahwa ketika Allah Swt menetapkan penciptaan anak di perut ibu dan ditiupkan ruh kepadanya, malaikat yang diserahi tugas berkata: "Wahai Tuhanku, apakah dia celaka atau bahagia..??" Maka aku tidak tahu di mana bagianku..??
3) Aku teringat ketika malaikat maut turun untuk mencabut ruh, ia berkata: "Bersama orang² yang selamat atau bersama orang² kafir..??" Maka aku tidak tahu bagaimana jawaban yang akan keluar dari mulutku..??
4) Aku teringat firman Allah Swt:
{فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ}
"...Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk neraka." (QS. asy-Syuura [42]: 7).
Maka aku tidak tahu, aku berada di mana dari dua golongan itu..??"
📚[An-Nawadir. Hal. 161]:
الحكاية الثامنة والسبعون بعد المائة : في التفكر في أحوال الآخرة
(لطيفة) قيل لإبراهيم بن أدهم : لو جلست لنا بالمسجد لنسمع منك شيئا ؟ فقال : إني مشغول بأربعة أشياء ، لو تفرغت منها لجلست لكم ، قيل : وما هي ؟ قال : أولها أني تذكرت حين أخذ الله الميثاق على بني آدم فقال : هؤلاء إلى الجنة ولا أبالي ، وهؤلاء إلى النار ولا أبالي ، فلم أدر أنا من أي الفريقين ؟ ثانيها أني تذكرت أن الولد إذا قضى الله بخلقه في بطن أمه ونفخ فيه الروح يقول الملك الموكل به : یا رب شقي أم سعید ، فلم أدر من أيهما سهمي ؟ ثالثها أني تذكرت أنه حين ينزل ملك الموت لقبض الروح يقول : مع أهل السلامة أم مع أهل الكفر ، فلا أدري كيف يخرج الجواب لي ؟ رابعها أني تذكرت في قوله تعالى : {فريق في الجنة وفريق في السعير} (۱) فلا أدري من أي الفريقين أكون ؟
💧والله أعلم💧
Tidak ada komentar:
Posting Komentar