Rabu, 07 Juni 2023

PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN AJARAN 2022-2023 SDN TEBET BARAT 05

ASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH
Alhamdulillah, washolatu wassalamu 'ala rosulillah saw. Peserta Didik SDN TEBET BARAT 05 telah menyelesaikan pendidikan selama 6 tahun maka kami perlu mengumumkan hasil kelulusan peserta didik.
Oleh karena untuk mengetahui kelulusan harap mengisi NISN di bawah ini:

Demikian informasi yang kami berikan.
WASSALAMU'ALAIKUM WAROHMATULLOHI WABAROKATUH

Senin, 14 Juni 2021

PENGUMUMAN KELULUSAN TAHUN AJARAN 2020-2021 SDN TEBET BARAT 05

 

PROVINSI DAERAH KHUSUS IBU KOTA JAKARTA

SDN TEBET BARAT 05

NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL (NPSN) 20102263

         Jl. Tebet Dalam III Kec. Tebet 12810

          Jakarta Selatan – Telp. (021) 8309155, Fax – 021 22837676

 

Berdasarkan rapat dewan dan karyawan SDN TEBET BARAT 05 pada tanggal 1 Mei 2021 yang didasarkan atas :

1.    Surat Edaran Kemendikbud No. 1 Tahun 2021:

·      Kelulusan SD berdasarkan menyelesaikan pembelajaran yang dibuktikan dengan nilai rapot dari kelas 4 semester 1 sampai kelas 6 semester 2

·      Memperoleh sikap dan nilai perilaku baik

·      Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

2.    PP No. 13 Tahun 2015 tentang SNP kriteria kelulusan

 Menetapkan kelulusan siswa pada tanggal 15 Juni 2021 jam 10.00 wib dan dapat mengisi form berikut dengan 

No. peserta ujian :



Kamis, 25 Maret 2021

 Kajian 205 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH SATU: "BERMACAM-MACAM ORANG YANG MEMILIKI AKAL"


Sebagian mereka berkata:

Aku bertamu kepada Sufyan ats-Tsauri di Makkah. Lalu aku menemukannya dalam keadaan sakit. Dan paada saat itu, ia telah minum obat. Aku berkata kepadanya:

"Aku hendak bertanya beberapa hal kepadamu."

"Sampaikan pertanyaanmu!" ujar Sufyan.

"Beri tahu aku, siapa manusia itu..??"

"Manusia adalah orang² yang mengerti!" jawab Sufyan.

"Siapa raja..??"

"Dia adalah orang yang zuhud, jawabnya.

"Siapa orang yang mulia..??"

"Dia adalah orang yang bertakwa," jawab Sufyan.

"Siapa penjahat..??"

"Dia adalah orang yang menulis hadits dan dengannya ia mengambil harta orang²," jawab Sufyan.

"Siapa orang yang rendah..??"

"Kezhaliman! Para pelakunya adalah anjing² neraka!" jelas Sufyan.

📚[An-Nawadir. Hal. 154]:

Kajian 206 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH DUA: "BUKTI KASIH ALLAH SWT KEPADA HAMBANYA"


(Kisah yang Bagus) Diriwayatkan bahwasanya seorang Badui datang kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan berkata: "Wahai Rasulullah, ketika aku hendak berkunjung kepadamu, aku melewati hutan. Di tengah perjalanan, aku mendengar suara anak² burung. Aku mengambilnya dan meletakkannya di dalam pakaianku. Tiba² induknya datang dan berputar² di atas kepalaku. Aku membuka kain pembungkus anak burung itu. Tidak lama kemudian, induknya turun di tempat aku meletakkan anak²nya. Setelah itu, aku menutup kain tersebut."

Usai menceritakan itu, Nabi Muhammad ﷺ berkata kepadanya: "Lepaskan burung itu!"

Ia membuka kain penutup burung² tangkapannya. Namun si induk mematuk anak²nya dan terbang begitu saja. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada para sahabat:

"Apakah kalian kagum..?? Demi Dzat yang mengutusku dengan benar! Sesungguhnya Allah Swt mengasihi hamba-Nya daripada induk burung itu."

Nabi Muhammad ﷺ melanjutkan: "Kembalikan anak² burung tersebut pada tempatnya."

Setelah itu, ia pun mengembalikannya. Dalam perjalanan menuju tempat asal anak burung, induknya berputar² di atas kepalanya hingga ia meletakkannya.


📚[An-Nawadir. Hal. 154_155]:


الحكاية الثانية والسبعون بعد المائة : في إقامة الدليل على رحمة الله لعباده

(ظريفة) روي "أن أعرابيا جاء إلى النبي ﷺ فقال له : يا رسول الله إني لما أتيتك مررت بغيضة فسمعت فيها أصوات أفراخ طير ، فأخذتهن ووضعتهن في كسائي ، فجاءت أمهن واستدارت فكشفت لها عنهن فوقعت عليهم فلففتها في كسائي ، فقال له : ضعهن عنك ، فوضعهن فجعلت أمهن تزقهن . فقال ﷺ لأصحابه : أتعجبون ؟ فوالذي بعثني بالحق نبيا ، إن الله أرحم بعباده من أم هذه الأفراخ بأفراخها ، ثم قال للرجل : ارجع فضعهن في مكانها ، قال : فرجعت بهن وأمهن ترفرف على رأسي حتى وضعتهن".


💧والله أعلم💧

Kajian 207 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH TIGA: "SEBAB SAMPAINYA DZUN NUN DAN TAUBATNYA"

Ditanyakan kepada Dzun Nun al-Mishri: "Apa yang menyebabkan engkau bertaubat..??"
"Pada suatu, aku keluar dari Mesir menuju beberapa daerah. Di tengah perjalanan, aku tidur di tanah lapang. Tiba² aku dikagetkan oleh burung Qanbarah buta yang menjatuhkan sarangnya. Sarang burung itu pecah, dan keluarlah dua piring. Salah satunya dari perak, sementara yang lain dari emas. Di dalam piring satu terdapat biji wijen, sementara di piring yang lain terdapat air. Kemudian burung tersebut memakan biji wijen dan meminum air. Peristiwa itu yang menyebabkan aku bertaubat kepada-Nya dan selalu mengetuk pintu taubat-Nya. Kemudian Dia menerima taubatku."
📚[An-Nawadir. Hal. 155]

💧والله أعلم💧

Gubuk Admin Aswaja

Kajian 208 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

LIMA MACAM ORANG ALIM, APABILA MEREKA RUSAK, MAKA RUSAKLAH ALAM

Dikatakan: Sesungguhnya Allah Swt membagi umat ke dalam lima macam, yaitu: ulama, orang zuhud, pejuang, penguasa, dan pedagang. Ulama adalah pewaris para nabi, orang zuhud adalah raja bumi, pejuang adalah penolong agama Allah Swt, penguasa adalah penjaga Allah Swt atas makhluk, dan pedagang adalah orang kepercayaan Allah Swt.
Apabila ulama tamak mengumpulkan harta, maka dengan siapa petunjuk akan dicari..??
Apabila orang zuhud riya, maka siapa yang akan diikuti..??
Apabila pejuang berlaku curang, maka dengan siapa kemenangan akan diperoleh..??
Ketika pedagang berkhianat, maka dengan siapa kepercayaan akan diletakkan..??
Apabila penggembala seperti serigala, maka dengan siapa hewan piaraan dijaga..??
Maka tidak ada daya dan kekuatan selain milik Allah Swt.
Sebagian mereka berkata: "Manusia diciptakan dalam beberapa golongan, yaitu golongan berdakwah, golongan beribadah, golongan penolong, golongan pencari penghidupan, dan golongan pemimpin. Selain mereka adalah pengacau yang membuat keruh air, membuat mahal harga, dan menyempitkan jalan. Para pengacau itu terbagi dalam dua golongan, yaitu orang² yang hina dan orang² yang rendah."
📚[An-Nawadir. Hal. 155]:

(لطيفة : في أن العالم خمسة أنواع ، فإذا فسد ذلك فسد العالم) قيل : إن الله تعالى قسم الأمة خمسة أقسام : علماء ثم زهاد ثم غزاة ثم ولاة أمور ثم تجار ، فالعلماء ورثة الأنبياء ، والزهاد ملوك الأرض ، والغزاة أنصار الله ، والأمراء رعاة الله على خلقه ، والتجار أمناء الله ، فإذا طمع العلماء في جمع المال فبمن يهتدی ؟ وإذا راءی الزهاد فبمن يقتدي ؟ وإذا غل الغزاة فبمن يكون الظفر ؟ وإذا خان التجار فبمن يؤتمن ؟ وإذا كان الرعاة كالذئاب فبمن تحاط الرعية ؟ فلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم .
(وقال بعضهم) خلق الناس أصنافا : صنف للخطابة ، وصنف للعبادة ، وصنف للنجدة ، وصنف للمعاش ، وصنف للإمامة . وما عدا ذلك رجرجة يكدرون الماء ويغلون الأسعار ويضيقون الطرق ، والرجرجة بمهملتين وجيمين : هم الأرذال من الناس والسفلة منهم .

💧والله أعلم💧


Kajian 209 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

SEBAGIAN KEISTIMEWAAN AHLUL BAIT

Diriwayatkan bahwa Muhammad al-Jud bin 'Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja'far ash-Shadiq bin Muhammad al- Baqir bin 'Ali Zainul Abidin bin al-Husain bin 'Ali bin Abu Thalib bertanya kepada Yahya bin Aktam tentang suatu masalah di hadapan Al-Makmun. Ia berkata kepada Yahya:
"Apa pendapatmu tentang seorang laki² yang melihat perempuan pada permulaan siang dengan status haram, kemudian halal baginya ketika siang hari..?? Kemudian perempuan itu diharamkan kepadanya pada saat Zhuhur dan dihalalkan pada saat 'Ashar. Kemudian perempuan itu diharamkan pada saat Maghrib dan dihalalkan pada saat 'Isya. Kemudian perempuan itu diharamkan pada tengah malam, dan dihalalkan pada saat fajar..??"
Yahya menjawab: "Aku tidak mengetahui jawaban masalahmu. Semoga Allah Swt memberikan kebaikan kepadamu."
Lalu Khalifah al-Makmun ikut bicara: "Beri tahu kami tentang perempuan itu wahai anak Amirul Mukminin..??"
"Perempuan itu adalah seorang budak yang dilihat oleh orang lain pada permulaan siang, kemudian ia membelinya ketika matahari di atas kepala (siang). Kemudian ia memerdekakannya pada saat siang hari, kemudian ia menikahinya pada saat 'Ashar. Kemudian ia bersumpah zhihar pada saat Maghrib, kemudian ia membayar kafarat pada saat 'Isya. Kemudian ia menceraikannya pada pertengahan malam dengan thalaq raj'i, kemudian ia merujuk kembali pada saat fajar."
Mendengar uraian itu, al-Makmun berkata:
"Baik sekali, permasalahan yang engkau angkat ini! Sungguh engkau anak yang diridhai."
Begitu mengaguminya, Al-Makmun seketika itu menikahkan putrinya dengan Muhammad al-Jud. Setelah pernikahan, Muhammad al-Jud membawa istrinya ke Madinah. Beberapa waktu tinggal di Madinah bersama Muhammad al-Jud, putri al-Makmun mengirim sepucuk surat untuk ayahnya. Di dalam surat itu, ia mengeluh kalau suaminya mengajaknya pergi malam hari. Surat itu dibalas oleh al-Makmun:
"Aku tidak mengawinkan engkau dengannya untuk mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Swt kepadanya. Jangan ulangi lagi!"
Setelah kematian Al-Makmun, Muhammad al-Jud bersama istrinya pergi kepada Al-Mu'tashim di Baghdad karena permintaan Al-Mu'tashim. Kemudian Muhammad al-Jud tinggal di sana dari bulan Muharram 202 H sampai meninggal pada tahun 203 H. Muhammad al-Jud dikuburkan di kuburan Quraisy di kuburan kakeknya al-Kazhim. Ia meninggalkan dua anak laki² dan dua anak perempuan. Yang paling rupawan di antara mereka adalah al-Hasan al-Askari. Ia disifati demikian sebab tinggal di suatu kota yang bernama al-Askari. Ia mewarisi ayahnya dalam ilmu, pengetahuan, dan keberanian. Orang tuanya dilahirkan pada tahun 153 H, dan meninggal pada tahun 203 H.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa al-Hasan al-Askari telah ditawan oleh Al-Mutawakkil. Pada saat itu, orang² sedang tertimpa krisis pangan. Mereka melaksanakan shalat istisqa selama tiga hari, namun tidak juga diturunkan hujan. Kemudian al-Mutawakkil memerintahkan orang Yahudi dan Nasrani ikut bersama orang². Mereka keluar bersama orang² Islam, bahkan juga pendetanya. Pendeta itu mengangkat tangannya ke langit. Tiba² mendung gelap dan menurunkan hujan.
Pada hari kedua, mereka melakukannya tanpa orang Yahudi dan Nasrani dan pendeta. Akan tetapi hasilnya sama saja, tidak ada hujan. Berangkat dari sini, lahir suatu keraguan terhadap agama Islam dari orang² awam. Sebagian dari mereka bahkan murtad dari agama Islam. Masalah serius tampaknya dihadapi oleh mereka. Kondisi demikian membuat al-Mutawakkil kebingungan. Sehingga ia mempunyai pikiran untuk menghadirkan al-Hasan al- Askari. Al-Mutawakkil berkata:
"Temuilah umat kakekmu-Rasulullah ﷺ sebelum mereka hancur!"
"Perintahkan mereka agar keluar besok. Insya Allah keraguan mereka akan hilang," pinta al-Hasan al-Askari.
Orang² membicarakan khalifah karena melepaskan al-Hasan dari penjara. Keesokan harinya, ia keluar bersama orang² untuk menjalankan shalat istisqa'. Di lapangan, ketika si pendeta mengangkat tangannya bersama orang² Nasrani, mendung gelap menjadi nyata, pertanda hujan.
Al-Hasan yang melihat itu tidak bisa tinggal diam. Ia memerintahkan orang² agar menggenggamkan tangan pendeta. Setelah tangan pendeta digenggam, tiba² di dalam genggaman itu terdapat tulang manusia. Al-Hasan lantas mengambilnya dari tangan pendeta. Kemudian al-Hasan berkata kepada pendeta: "Sekarang angkat tanganmu!"
Pendeta itu mengangkat tangannya. Akan tetapi, mendung malah menghilang, matahari kembali muncul. Orang² yang melihat kejadian itu terkagum². Kemudian al-Mutawakkil berkatä kepada al-Hasan, "Apa itu wahai Abu Muhammad..??"
"Ini adalah tulang seorang nabi. Pendeta ini telah mendapatkannya. Sesungguhnya tulang seorang nabi yang dihadapkan ke langit pasti akan menghasilkan hujan."
Setelah mengerti penjelasan al-Hasan, mereka lantas mencobanya. Tidak salah, mereka telah membuktikan itu. Dari sini, keraguan tentang Islam menjadi sirna. Mereka yang telah murtad kembali lagi ke dalam agama Islam. Al-Hasan kembali ke rumahnya dengan terhormat. Sejak saat itu, ia selalu dihubungi oleh khalifah hingga meninggal dunia.
➖➖➖➖➖

Pada masa pemerintahan al-Mutawakkil, suatu peristiwa terjadi. Seorang perempuan mengaku diri sebagai syarifah di hadapannya. Maka al-Mutawakkil mencari orang yang bisa memberi tahu perihal itu kepadanya. Mereka menunjukkan bahwa al-Hasan al-Askari mampu memberi tahunya. Al-Mutawakkil menghadirkannya dan mendudukkannya bersama dirinya di atas alas sutra. Al-Mutawakkil bertanya tentang perempuan itu kepadanya. Al-Hasan al-Askari berkata:
"Sesungguhnya Allah Swt mengharamkan hewan buas memakan anak² Husain. Lemparkan saja dia di hadapan hewan itu. Apabila hewan itu tidak memakannya, maka perempuan itu benar."
Para pengawal memanggil perempuan itu dan hendak membuktikan pengakuannya. Akan tetapi ternyata ia mengaku bahwa dirinya telah berbohong. Sebagian orang berkata kepada khalifah:
"Tidakkah engkau menguji itu kepada al-Hasan al-Askari saja, atas pernyataannya..??"
Lalu al-Mutawakkil memerintahkan melepaskan tiga hewan buas dan meletakkannya di halaman istana. Dan agar pintu istana ditutup. Al-Mutawakkil duduk di istana seraya melihat tiga hewan buas tersebut. Kemudian para pengawal diperintahkan agar menghadirkan al-Hasan al-Askari masuk dari samping menuju istana untuk duduk bersama khalifah. Ia diminta menutup pintu samping. Binatang di halaman istana itu sangat buas, hal itu terlihat dari suaranya.
Setelah hewan buas itu melihat al-Hasan al-Askari, hewan itu diam dan berjalan menuju tempat dia berdiri. Hewan itu mengusap²kan badannya kepada al-Hasan dan mengelilinginya. Sementara al-Hasan mengusap punggungnya dengan tangan dan kainnya. Kemudian hewan itu kembali ke kandangnya. Lalu pintu istana dibuka dan al-Hasan masuk kepada al-Mutawakkil dan berbicara sesaat bersamanya.
Setelah itu, ia berpamitan. Di bawah, ia memperlakukan hewan buas itu sama seperti sebelumnya. Ia keluar dari istana diberikan suatu hadiah oleh khalifah. Kemudian orang² berkata:
"Mengapa engkau tidak melakukannya..??"
Khalifah berpikir panjang mendengar pertanyaan tersebut. Akhirnya khalifah tidak berani melakukan itu, dan berkata kepada mereka:
"Apakah kalian hendak membunuhku..??"
Kemudian mereka yang mengetahui perihal itu diperintahkan agar tidak menyebarkannya kepada siapa pun. Wallaahu a'lam.
📚[An-Nawadir. Hal. 155_158]

💧والله أعلم💧


Kajian 210 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH LIMA: "PERINTAH PEMIMPIN TIDAK AKAN DILAKSANAKAN KECUALI DIA SENDIRI YANG BERTINDAK"

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin 'Umar bin Halim suatu hari menasihati Umar bin Khathab. Umar berkata: "Siapa yang sanggup melakukan itu..??"
"Engkau wahai Amirul Mukminin, perintah itu apabila engkau berbicara, maka ditaati dan tidak ada seorang pun yang berani menyalahimu," jawab Sa'id.

📚[An-Nawadir. Hal. 158]:

الحكاية الخامسة والسبعون بعد المائة : في أن أمر الأمر لا ينفذ إلا إذا فعله
(لطيفة) روي أن سعید بن عمر بن حليم بمهملتين مكسورة فساكنة ، ثم تحتية مفتوحة وعظ عمر بن الخطاب يوما ، فقال عمر : ومن يطيق ذلك ؟ قال : أنت يا أمير المؤمنين ، ما هو إلا أن تقول فتطاع ولا يجسر أحد على مخالفتك .

💧والله أعلم💧

Kajian 211 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

MENUNAIKAN KEBUTUHAN

'Ali bin Abu Thalib berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang muslim harus menunaikan tiga puluh hak kepada muslim lain yang tidak ada pembebasan kecuali dengan penunaian atau pemaafan, yaitu: mengampuni kesalahan, mengasihani kesedihan, menutup aurat, mengurangi beban, menerima permintaan maaf, mengembalikan barang hilang, terus-menerus memberi nasihat, menjaga persahabatan, menjaga jaminan, mengunjungi yang sakit, menyaksikan kematian, memenuhi undangan, menerima hadiah, membalas pemberian (hadiah), mengucapkan terima kasih, membalas kebaikan, menjaga kehormatan, menunaikan kebutuhan, menerima pertolongan, tidak mengecewakan tujuan, menjawab ucapan bersin, menunjukkan barang hilang, menjawab salam, memperbaiki pembicaraan, menampakkan kesenangan, membenarkan pembagian, menolongnya karena zhalim dengan cara membuang kezhalimannya, menolongnya karena dizhalimi dengan cara memenuhi haknya, menyambungnya dan tidak menyakitinya, tidak menghina, tidak memaki, mencintai kebaikannya sebagaimana mencintai kebaikan pada dirinya, dan membenci keburukannya sebagaimana membenci keburukan pada dirinya. Maka hendaknya tidak ada satu pun yang ditinggalkan dari hal² di atas. Sebab ia akan mencarinya pada hari kiamat kelak." Wallaahul muwaaffiq.

📚[An-Nawadir. Hal. 158]:

(فائدة جامعة ، ولمعة ساطعة ، ومقالة نافعة ، ذكرها في الترغيب الأصبهاني في باب قضاء الحوائج )
عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله ﷺ "للمسلم على أخيه المسلم ثلاثون حقا، لا براءة منها إلا بالأداء أو العفو : يغفر زلته ، ويرحم عبرته ، ويستر عورته ، ويقيل عثرته ، ويقبل معذرته ويرد غيبته ، ويديم نصيحته ، ويحفظ خلته ، ويرعی ذمته ، ويعود مريضه ، ويشهد ميته ، ويجيب دعوته ، ويقبل هديته ، ويكافي صلته ويشكر نعمته ، ويحسن نصرته ويحفظ حرمته ، ويقضي حاجته ، ويقبل شفاعته ، ولا يخيب مقصده ، ويشمت عطسته ، وينشد ضالته ، ويرد سلامه ، ويطيب كلامه ، ويبرز إنعامه ، ويصدق إقسامه ، وينصر ظالما برده عن ظلمه ، ومظلوما بإعانته على وفاء حقه ، ويواليه ، ولا يعاديه ، ولا يخذله ، ولا يشتمه ، ويحب له من الخير ما يحب لنفسه ، ويكره له من الشر ما يكره لنفسه ، فلا يترك واحدا منها إلا طالبه به يوم القيامة ، والله الموفق .

💧والله أعلم💧Kajian 212 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

FAEDAH: SEBAGIAN MUJARRABAT ALBUNI

Dalam kitab al-Lum'atun Nuraniyyah min as-Sirajil Badi' wal Hirzil Mani', Albuni berkata: "Sesungguhnya manusia ketika takut jiwanya terancam karena kematian atau yang lain, seperti siksaan, maka hendaknya mengambil kambing gemuk yang bisa digunakan untuk berqurban, lalu menyembelihnya dengan cepat menghadap kiblat. Pada saat penyembelihannya, ia berkata:

"Ya Allah, ini untuk-Mu! Ya Allah, sesungguhnya kambing itu adalah tebusanku. Maka terimalah!"

Setelah itu, ia menggali lubang untuk memendam darah kambing sehingga tidak terinjak. Kemudian dagingnya dibagi menjadi enam puluh bagian, kulitnya satu bagian, kepalanya satu bagian, perutnya satu bagian, begitu seterusnya. Ia tidak memakan sama sekali daging itu, dan juga tidak untuk keluarganya. Semua diberikan kepada enam puluh orang miskin. Maka di situlah tebusannya. Hal ini bisa dicoba dan dilakukan."
Apabila seorang takut selain karena pembunuhan, maka hendaknya ia memberikan makanan kepada enam puluh orang miskin dari makanan terbaik dan mempersilakan mereka makan sampai kenyang, sambil berkata:

"Ya Allah, aku meminta kecukupan urusan ini yang aku takutkan terhadap mereka. Aku meminta-Mu dengan jiwa dan ruh mereka, agar Engkau membebaskan aku dari sesuatu yang aku takutkan dan aku jauhkan."

📚[An-Nawadir. Hal. 158_159]:

(فائدة : في بعض مجربات البوني) قال البوني في اللمعة النورانية من السراج البديع ، والحرز المنيع : إن الإنسان إذا خاف على نفسه من قتل أو غيره كعذاب فليأخذ كبشا سمينا يجزئ في الأضحية ويذبحه سریعا متوجها إلى القبلة ، ويقول عند ذبحه : اللهم هذا لك ومنك ، اللهم إنه فداي فتقبله مني ، ويكون قد حفرة لدمه حفرة فيردمه فيها حتى لا يوطأ ، ثم يبعضه ستين جزءا ؛ جلده جزء ، ورأسه جزء ، وبطنه جزء ، وهكذا . ولا يأكل منه هو ولا من في نفقته شيئا ويدفعه لستين مسکینا ، فذاك فداؤه مما يخافه ، وذلك بمحرب معمول ، فإن كان خائفا مما دون القتل فليطعم ستين مسكينا من أفضل الطعام ويشبعهم ، ويقول : اللهم إني أستكفي هذا الأمر الذي أخافه بهؤلاء ، وأسألك بأنفاسهم وأرواحهم أن تخلصني مما أخاف وأحذر ، فيفرج الله عنه ، : متفق عليه .

💧والله أعلم💧

Kajian 213 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

PROFESI SEBAGIAN SHAHABAT DAN LAINNYA

Abu Bakar ash-Shiddiq, 'Utsman bin 'Affan, Thalhah, dan 'Abdurrahman bin 'Auf adalah penjual kain. 'Umar bin Khathab adalah seorang makelar yang menjembatani dua orang yang sedang bertransaksi. Sa'd bin Abi Waqash bekerja sebagai pengasah panah. Walid bin al-Mughirah adalah seorang pencetak (pandai) besi, begitu juga Abu al-'Ash (saudara Abu Jahal). 'Uqbah bin Abi Mu'ith adalah penjual himar. Abu Sufyan bin Harb bekerja sebagai penjual minyak dan lauk. 'Abdullah bin Jad'an menjual budak perempuan. An-Nadhr bin al-Harits adalah penjual kayu.
Al-Hakam bin al-'Ash, Harits bin 'Amr, adh-Dhahak bin Qais al-Fahri, dan Ibnu Sirin bekerja sebagai penjaga dan penggembala kambing. Al-'Ash bin Wail bekerja sebagai dokter hewan. Putranya, yaitu 'Amr, al-'Abbas, dan Abu Hanifah (seorang pemikir) bekerja sebagai tukang penyembelih (jagal). Zubair bin 'Awwam, Qais bin Mukhrimah, dan 'Utsman bin Thalhah (pemegang kunci Ka'bah) adalah penjahit. Malik bin Dinar adalah sebagai penjual kertas. Yazid bin al-Mahlab adalah tukang kebun. Qutaibah adalah perawat unta. Sufyan bin 'Uyainah, adh-Dhahak bin Muzahim, Atha' bin Abi Rabah, al- Kamit adalah sang penyair, Hujjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, 'Abdul Hamid, Qasim bin Salam, dan al-Kassa'i adalah para pengajar.

📚[An-Nawadir. Hal. 159]:

(لطيفة : فيها ذكر صنائع بعض الصحابة وغيرهم) كان أبو بكر الصديق وعثمان بن عفان وطلحة وعبد الرحمن بن عوف بزازین ، وكان عمر بن الخطاب دلالا يسعى بين المتبايعين ، وسعد بن أبي وقاص يبري النبل ، والوليد بن المغيرة حدادا ، وكذا أبو العاص أخو أبي جهل ، وكان عقبة بن أبي معيط خمارا ، وأبو سفيان بن حرب يبيع الزيت والأدم ، وعبد الله بن جدعان يبيع الجواري ، والنضر بن الحارث يضرب بالعود ، والحكم بن العاص وحريث بن عمرو والضحاك بن قيس الفهري وابن سيرين يحفظون أي يجزون الغنم ، والعاص بن وائل بیطارا ، وابنه عمرو والعباس وأبو حنيفة صاحب الرأي جزارين ، والزبير بن العوام و قيس بن مخرمة وعثمان بن طلحة صاحب مفتاح الكعبة خياطين ، ومالك بن دینار وراقا ، ويزيد بن المهلب بستانيا ، وقتيبة جمالا ، وسفيان بن عيينة والضحاك بن مزاحم وعطاء بن أبي رباح والكميت الشاعر والحجاج بن يوسف الثقفي وعبد الحميد والقاسم بن سلام والكسائي معلمين .

💧والله أعلم💧
Kajian 214 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH ENAM: "SESUATU YANG MENGANGGAP BAIK OLEH ORANG² CERDIK"

(Lathifah) Pada suatu waktu, kapal seorang nelayan yang mahir hampir saja tenggelam, dan penumpang kapal itu adalah orang² Islam dan kafir. Si nelayan bingung menghadapi masalah tersebut. Kemudian mereka sepakat untuk bergabung menjadi satu, bercampur antara satu dengan yang lain, membentuk suatu lingkaran yang diedarkan hitungan tertentu kepada mereka. Setiap orang yang jatuh nomor urut terakhir, maka dilemparkan ke lautan. Mereka pun melakukan itu. Maka nomor hitungan pun selalu jatuh kepada semua orang kafir. Mereka dilemparkan ke laut. Sementara orang² Islam selamat. Gambaran percampuran mereka sebagaimana terdapat dalam bait ini:

Allah menetapkan setiap kemudahan
Dan memberikan rezeki kepada yang lemah keadaannya

Setiap huruf yang tak bertitik ditempati oleh orang Islam, dan setiap huruf yang bertitik ditempati oleh orang kafir. Jumlah mereka adalah sembilan, setelah sembilan dari permulaan bait yang disebutkan. Kemudian hitungan itu berputar pada hitungan lain. Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 159_160]:

الحكاية السادسة والسبعون بعد المائة : فيما استحسن من بعض الظرفاء
(لطيفة) اتفق أن بعض الملاحين الحذاق أشرفت سفينته على الغرق وفيها مسلمون وكفار ، فتحير في أمره ، ثم اتفق معهم على أن يمزج بعضهم ببعض ويجعلهم حلقة ويدور فيهم بعدد مخصوص ، وكل من وقع عليه آخر العدد يلقيه في البحر ففعل ذلك فوقع العدد على جميع الكفار فألقاهم في البحر ونجا المسلمون ، وصورة المزج تعلم من هذا البيت :
الله يقضي بكل يسر • ويرزق الضعيف حيت كانا
فكل حرف مهمل مکان مسلم ، وكل حرف منقوط مکان کافر ، و العدد فيهم تسعة بعد تسعة من أول البيت المذكور ويدور فيهم مرة بعد أخرى ، والله أعلم .

💧والله أعلم💧

Kajian 215 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH TUJUH: "MIMPI ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ"

Diriwayatkan bahwa pada suatu malam, Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq Ra, bermimpi tentang sesuatu yang sangat menakjubkan. Di dalam tidurnya ia menangis tersedu² hingga terdengar dari luar rumah. Kebetulan Sayyidina Umar bin Khatthab Ra lewat di samping rumah Abu Bakar sehingga terdengarlah tangisannya. Kemudian Sayyidina Umar mengetuk pintu sehingga Khalifah Abu Bakar pun terbangun dari tidurnya. Begitu terbangun, ia dengan segera membukakan pintu dengan air mata yang masih berlinang. Sayyidina Umar yang melihat ini, bertanya:
"Apa yang menyebabkanmu menangis..??"
"Kumpulkan semua sahabat, aku akan memberi tahu kepada mereka," pinta Abu Bakar.
Sayyidina Umar pun mengumpulkan para sahabat, dan setelah semuanya terkumpul, Khalifah Abu Bakar bercerita:
"Aku bermimpi bahwa kiamat telah terjadi, dan aku melihat banyak laki² berada di atas mimbar dari cahaya dengan wajah seperti bintang gemerlapan.
Aku bertanya kepada malaikat: "Siapa mereka..??"
Malaikat menjawab: Para nabi² terdahulu sedang menunggu Nabi Muhammad ﷺ, sebab di tangannya terdapat kendali syafaat.
Aku bertanya lagi: "Di mana Muhammad..?? Tolong bawa aku padanya, aku adalah pelayan dan sahabatnya, tanya dan pinta Abu Bakar."
Kemudian ia membawaku kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sesampai disana, tiba² aku melihatnya di bawah tiang 'Arsy, surbannya di sisinya, tangan kanannya memegang tiang 'Arsy, dan tangan kirinya memanjang hendak menutup pintu neraka. Beliau ﷺ berkata:
"Tuhanku, umatku! Tuhanku, umatku! Tuhanku, umatku! Di antara mereka adalah ulama, orang² shalih, para haji, para umrah, dan para pejuang." Tiba² sebuah suara memanggil: Wahai Muhammad, engkau menyebutkan golongan yang taat, dan tidak menyebutkan golongan yang lain. Sebutkan orang² zhalim, peminum khamar, pezina, dan pemakan riba."
Beliau ﷺ berkata: "Wahai Tuhanku, mereka sebagaimana yang Engkau sebutkan, akan tetapi tidak satu pun di antara mereka yang menyekutukan Engkau, mereka tidak menyembah berhala, mereka tidak menjadikan Engkau beranak, mereka tidak merusak tauhid. Maka terimalah syafaatku wahai Tuhanku! Kasihanilah air mataku mengalir sebab mereka."
Aku berkata: "Barang siapa menyia²kan kecintaanku kepada Muhammad, wahai Muhammad, kasihanilah diri kamu sendiri!"
Beliau ﷺ berkata: "Wahai Abu Bakar, engkau telah berdoa dengan sungguh² kepada Tuhanku. Maka aku memberikan syafaat kepada umatku." Aku meminta kepada-Nya, semua atau sebagian. Tiba² engkau mengetuk pintu wahai Ibnu al-Khathab (Sayyidina Umar) sebelum aku menjawabnya. Lalu dari dalam rumah, seseorang berkata: "Semua, Semua, Semua, Wahai Abu Bakar!"
Setelah mendengar ucapan dari Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar berkata: "Alhamdulillah"

📚[An-Nawadir. Hal. 160_161]:

الحكاية السابعة والسبعون بعد المائة : فيما وقع لأبي بكر الصديق في منامه
(نادرة ظريفة) روي أن أبا بكر الصديق رضي الله عنه نام ليلة فرأى مناما عجيبا ، فبكى في منامه حتى سمعه من خارج الدار ، فمر عمر بن الخطاب رضي الله عنه اتفاقا ، فسمع البكاء فدق الباب ، فانتبه الصديق وبادر بالباب ففتحه ودمعه پسیل ، فرآه عمر رضي الله عنه فقال له عمر : ما هذا البكاء ؟ فقال أبو بكر : اجمع الصحابة عندنا لأخبرك به ، فجمعهم كلهم ، فقال أبو بكر : إني رأيت القيامة قد قامت ورأيت رجالا على منابر من نور بوجوه کالأثجم الزاهرة ، فسألت ملكا : من هؤلاء ؟ فقال : الأنبياء ينتظرون محمدا ، فإن بيده زمام الشفاعة ، فقلت : وأين محمد ؟ احملني إليه ، فأنا خادمه وصاحبه أبو بكر ، فحملني إليه فوجدته تحت ساق العرش وعمامته بين يديه وقد مد يده اليمنى إلى ساق العرش ومد اليسرى فأغلق بها باب النار وهو يقول : إلهي أمتي ، إلهي أمتي ، إلهي أمتي ، فيهم العلماء والصالحون والحجاج والمعتمرون والغزاة والمجاهدون ، وإذا النداء : يا محمد تذكر الطائفة الطائعين ولا تذكر الطائفة الأخرى ، اذكر الظلمة و شراب الخمر والزناة وأكلة الربا ، فقال : يا رب هم كما قلت ، ولكن ما فيهم أحد أشرك بك ولا عبد صنما ولا جعل لك ولدا ولا حاد عن التوحيد ، فاقبل إلي شفاعتي فيهم ، وارحم جريان عبرتي عليهم واردد على لهفتي إليهم ، فقلت : من فرط شفقتي عليه ، ارفق بنفسك يا محمد . فقال : يا أبا بكر قد تضرعت لربي فشفعني في أمتي فسألته الكل أو البعض ، وإذا أنت طرقت علي الباب يا ابن الخطاب قبل الجواب ، وإذا بمناد ينادي من داخل الباب : الكل ثلاثا یا أبا بكر ، فقالا : الحمد لله

💧والله أعلم💧

Kajian 216 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH DELAPAN: "BERPIKIR TENTANG KEADAAN² AKHIRAT"

(Lathifah) Dikatakan kepada Ibrahim bin Adham:
"Seandainya engkau duduk bersama kami di masjid, niscaya kami akan mendengarkan sesuatu darimu..??"
Ia menjawab: "Aku disibukkan oleh empat hal, seandainya aku sempat, niscaya aku duduk bersama kalian."
Ditanyakan: "Apa empat hal itu..??"
Ibrahim bin Adham menjawab:
1) Aku teringat ketika Allah Swt mengambil janji anak Adam, Allah Swt berkata: "Mereka pergi ke surga, Aku tidak peduli. Dan mereka pergi ke neraka, aku tidak peduli." Maka aku tidak tahu termasuk golongan mana di antara dua itu..?
2) Aku teringat bahwa ketika Allah Swt menetapkan penciptaan anak di perut ibu dan ditiupkan ruh kepadanya, malaikat yang diserahi tugas berkata: "Wahai Tuhanku, apakah dia celaka atau bahagia..??" Maka aku tidak tahu di mana bagianku..??
3) Aku teringat ketika malaikat maut turun untuk mencabut ruh, ia berkata: "Bersama orang² yang selamat atau bersama orang² kafir..??" Maka aku tidak tahu bagaimana jawaban yang akan keluar dari mulutku..??
4) Aku teringat firman Allah Swt:

{فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ}

"...Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk neraka." (QS. asy-Syuura [42]: 7).

Maka aku tidak tahu, aku berada di mana dari dua golongan itu..??"

📚[An-Nawadir. Hal. 161]:

الحكاية الثامنة والسبعون بعد المائة : في التفكر في أحوال الآخرة
(لطيفة) قيل لإبراهيم بن أدهم : لو جلست لنا بالمسجد لنسمع منك شيئا ؟ فقال : إني مشغول بأربعة أشياء ، لو تفرغت منها لجلست لكم ، قيل : وما هي ؟ قال : أولها أني تذكرت حين أخذ الله الميثاق على بني آدم فقال : هؤلاء إلى الجنة ولا أبالي ، وهؤلاء إلى النار ولا أبالي ، فلم أدر أنا من أي الفريقين ؟ ثانيها أني تذكرت أن الولد إذا قضى الله بخلقه في بطن أمه ونفخ فيه الروح يقول الملك الموكل به : یا رب شقي أم سعید ، فلم أدر من أيهما سهمي ؟ ثالثها أني تذكرت أنه حين ينزل ملك الموت لقبض الروح يقول : مع أهل السلامة أم مع أهل الكفر ، فلا أدري كيف يخرج الجواب لي ؟ رابعها أني تذكرت في قوله تعالى : {فريق في الجنة وفريق في السعير} (۱) فلا أدري من أي الفريقين أكون ؟

💧والله أعلم💧

Selasa, 23 Maret 2021

 FAEDAH: TANDA KENABIAN


Diriwayatkan dari Wahab bin Munabbih berkata:

"Tidak seorang nabi pun diutus kecuali ada tahi lalat putih di tangan kanannya sebagai tanda kenabian. Kecuali Nabi Muhammad ﷺ. Beliau mempunyai cincin yang terkenal itu."

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله اعلم💧

Faedah: Sebagian Karamah Sulthan Aulia dan Selainnya


Diriwayatkan dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah Swt menyucikan hatinya, bahwasanya suatu hari ia sedang duduk di kursi memberikan nasihat kepada orang². Lalu seekor burung pemangsa lewat. Burung itu berteriak dan mengganggu orang² yang hadir di majelis tersebut.

"Wahai angin, ambillah kepalanya, lemparkan di suatu tempat, ambillah badannya, lemparkan di tempat lain!" kata Syekh Abdul Qadir.

Kemudian Syekh duduk di kursi kembali dengan memegang dua bagian burung itu di tangannya. Lalu ia berkata: "Bismillaahiir rahmaani rahiim." Tiba² burung itu hidup kembali dan terbang ke angkasa. Orang² melihat karamahnya Syekh Abdul Qadir Radhiyallahu 'anh. Semoga keberkahannya memberikan manfaat kepada kita.

Syibl al-Marwazi juga meriwayatkan bahwa pada suatu hari, ia membeli daging dengan setengah dirham. Tiba² seekor burung mengambilnya. Setelah itu, ia pulang melewati masjid. Ia masuk ke dalam untuk melaksanakan shalat. Ketika kembali ke rumah, istrinya menyuguhkan daging. Si suami berkata:

"Dari mana daging ini..??"

"Dua ekor burung bertarung di atas rumah kita. Daging ini jatuh dari salah satu mereka. Aku mengambil dan memasaknya," jelas si istri.

"Segala puji bagi Allah Swt yang tidak melupakan Syibl, meskipun Syibl melupakan-Nya."

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-seratus lima puluh: "Jawaban yang Mendiamkan"


(Kisah langka) Seseorang dari mereka berkata:

Suatu hari aku mengunjungi temanku untuk bertamu. Aku meninggalkan keledaiku di depan pintu rumah, sebab tidak ada pembantu yang menjaganya. Ketika aku keluar, seorang anak kecil menaiki keledaiku. Aku berkata kepadanya:

"Engkau menaiki keledaiku tanpa izin dariku!"

"Aku khawatir keledai ini akan pergi. Maka aku menjaganya untukmu!" jawab anak kecil.

"Seandainya ia pergi, niscaya lebih mudah bagiku daripada di sini!" ungkap seseorang itu.

"Apabila demikian pendapatmu, bayangkanlah, seandainya keledaimu ini pergi dan biarkan ia untukku. Aku akan berterima kasih kepadamu!" jawab anak kecil itu.

Ungkapan anak kecil itu membuatku terdiam. Aku tidak tahu harus menjawab seperti apa.

📚[An-Nawadir. Hal. 141_142]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Satu: "Jawaban yang Baik"


(Kisah Menakjubkan) Mu'tashim naik kendaraan menuju Khaqan untuk suatu kunjungan. Pada saat itu, Al-Fath bin Khaqan yang masih kecil berada di sampingnya. Al-Mu'tashim berkata kepadanya:

"Wahai Fath, mana yang lebih baik, rumah Amirul Mukminin atau rumah ayahmu..??"

"Rumah ayahku lebih baik daripada rumah Amirul Mukminin selama aku berada di sana."

Lalu al-Mu'tashim memperlihatkan cincin yang ada di tangannya, dan berkata:

"Wahai Fath, apakah engkau melihat sesuatu yang lebih baik daripada cincin ini..??"

"Ya, tangan yang memakai cincin itu lebih baik daripada cincin itu sendiri!"


(Faedah) Terdapat perbedaan antara Al-Bahtari dan Al-Bakhtari. Al-Bahtari (menggunakan huruf ha) adalah seorang penyair terkenal. Sedangkan Al-Bakhtari (menggunakan huruf kha) adalah seorang hakim di Madinah Rasulullah ﷺ. Ia menjadi penguasa di Baghdad setelah Abu Yusuf, murid Abu Hanifah. Ia meninggal pada tahun 180 H, pada pemerintahan al-Makmun.

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Dua: "Mencari Kebaikan dengan Isyarah


(Cerita Bagus) Diriwayatkan bahwa antara Ibnu Anin dan Ibnu al-Malik al-Mudhaffar (penguasa Damaskus), terdapat rasa cinta dan persahabatan. Suatu hari, Ibnu Anin kurang sehat sehingga menulis surat untuk Ibnu al-Malik:


Lihatlah aku dengan mata seorang budak yang selalu

Menguasai pemberian dan kehilangan sebelum kehilanganku

Aku seperti seorang yang membutuhkan sesuatu yang dibutuhkannya

Maka pintalah pahalaku dan pujian yang memenuhi


Kemudian Ibnu al-Malik datang langsung kepadanya membawa tiga ratus dinar seraya berkata:

"Ini adalah penyambung (shilah), dan aku adalah orang yang kembali (al-'aid)."

Sikap ini termasuk bagian dari kecerdasan dan kepekaannya, sekiranya memahami bahwa seseorang yang menjadi isim maushul membutuhkan shilah dan 'aid, dan ia menyerupakan dirinya dengan 'aid. Maka shilah adalah sesuatu yang diberikan itu, dan 'aid adalah Ibnu al-Malik. Atau bisa jadi, 'aid adalah sesuatu yang kembali kepadanya dengan menggunakan shilah satu kali sesudah yang lain. Atau dalam konteks kunjungan, 'aid adalah kunjungan terhadap orang yang sedang sakit. Wallaahu a'lam.


Sebuah Catatan: Sebab² Kecocokan


Malik bin Dinar berkata:

"Dua orang tidak akan cocok dalam pergaulannya, kecuali di antara keduanya terdapat sifat yang sejenis. Dua jenis burung tidak akan cocok, kecuali dalam keadaan demikian."

Suatu hari ia melihat seekor merpati dan gagak. Ia kagum, sebab mereka cocok, padahal mereka berbeda jenis. Ketika dua burung itu terbang, ia tahu bahwa dua burung tersebut cacat. Dalam hati, ia berkata:

"Dari sinilah, dua burung itu cocok. Sebab setiap orang tidak akan lembut hatinya, kecuali mempunyai kesamaan dengannya. Setiap burung tidak akan cocok, kecuali sejenis dengannya. Apabila tidak demikian, maka dua makhluk pasti akan pisah. Sebagaimana kata² seorang penyair:


Seorang berkata, bagaimana kalian berpisah

Aku menyampaikan suatu ungkapan menyadarkannya

Bahwa ia bukan bagian dari aku, maka aku berpisah dengannya

Maka jelaslah bentuk² manusia dan golongan²nya

📚[An-Nawadir. Hal. 142_143]


💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Tiga: "Sebab Turunnya Surat al-Jinn ayat 6


(Kisah Ganjil) Sebagian mereka berkata:

Suatu hari, aku bepergian bersama teman. Kami kemalaman dan sampai kepada seorang penggembala kambing. Pada pertengahan malam, seekor serigala yang membawa gerombolannya datang menuju kambingnya. Si penggembala meloncat dan berkata:

"Wahai penguasa lembah, aku telah disakiti tetanggamu!"

Dari kejauhan, sebuah suara berteriak: "Wahai serigala, lepaskanlah!"

Akan tetapi gerombolan serigala itu malah mendekat dan semakin kuat ancamannya hingga masuk ke dalam kambingnya.

Lalu Allah Swt menurunkan ayat:


وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا


"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki² di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki² di antara jin. Maka jin² itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." (QS. al-Jinn [72]: 6).

📚[An-Nawadir. Hal. 143]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang Ke-Seratus Lima Puluh Empat: "Burung Nasar dan Ikan Hiu saat Diturunkan dari Surga"


(Lathifah) Dikatakan bahwa ketika Nabi Adam turun dari surga ke bumi, tidak ada di sana kecuali burung Nasar di daratan dan ikan hiu di lautan. Pada suatu ketika burung Nasar pergi ke tempat ikan hiu dan bermalam di sana. Ketika burung Nasar melihat Nabi Adam, burung Nasar mendekat kepada ikan hiu dan berkata:

"Hari ini aku menemukan makhluk di atas bumi yang berjalan dengan dua kaki dan memukul dengan kedua tangannya."

"Apabila engkau benar, maka kita tidak mempunyai tempat berlindung, tidak di daratan dan tidak di lautan," kata ikan hiu.

Kemudian mereka pun berpisah seketika itu.

📚[An-Nawadir. Hal. 143]


 💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Lima: "Sebagian Pertanyaan yang Mengagumkan"


(Lathifah) Dikatakan bahwasanya terdapat seseorang datang kepada Imam al-Haramain. Kemudian ia mengadu kepada Imam bahwa dirinya mempunyai utang sebanyak seribu dinar. Ia duduk di samping Imam. Beberapa saat kemudian ia bertanya pada Imam: "Apakah Allah Swt mempunyai arah..??"

Imam al-Haramain menjawab: "Maha Suci Allah dari itu."

Orang² yang hadir bertanya: “Apa dalilnya..??"

"Sabda Nabi Muhammad ﷺ: "Janganlah mengutamakan aku daripada Yunus bin Mata," jawab Imam al-Haramain.

"Apa maksud hadits itu..??" tanya mereka.

"Aku tidak akan berkata kepada kalian tentang maksudnya, sampai kemudian kalian memberikan tamuku ini seribu dinar untuk membayar utang," jawab Imam al-Haramain.

Kemudian dua orang laki² berdiri dan sanggup memberikan uang itu. Lalu Imam al-Haramain menjelaskan:

"Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ ketika sampai ke ar- Rafats al-a'la (papan tertinggi) dan beliau mendengar bunyi pena saat penentuan takdir, lalu bermunajat kepada Allah Swt, dan Allah Swt memberikan wahyu kepadanya sesuatu yang diwahyukan, beliau tidak lebih dekat kepada Allah Swt daripada Yunus 'Alaihissalam ketika di perut ikan hiu dalam kegelapan malam." Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 144]

HIKAYAH YANG KE-SERATUS LIMA PULUH ENAM: "KUASA ALLAH SWT"


Dikatakan bahwa pada suatu hari, Nabi Sulaiman 'Alaihis Shalatu was Salam meminta kepada Allah Swt agar diberikan izin memberi jamuan kepada semua hewan. Allah Swt memberikan izin kepadanya. Maka Nabi Sulaiman mengumpulkan makanan dalam waktu yang cukup lama. Ketika tiba saatnya, Nabi Sulaiman meminta pelaksanaan janji yang diberikan kepadanya. Allah Swt pun memenuhi janji tersebut.

Kemudian seekor ikan hiu keluar dari laut, dan memakan semua makanan yang telah dikumpulkannya. Ikan itu berkata:

"Berikan tambahan wahai Sulaiman, Sebab aku belum kenyang."

"Aku sudah tidak mempunyai apa² lagi. Apakah semua makananmu seperti ini..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Makananku setiap hari sebanyak tiga kali lipat dari yang tersedia ini! Akan tetapi Allah Swt tidak memberikan aku makanan pada hari ini, selain ini. Sehingga dalam sisa hariku, aku akan kelaparan. Maka alangkah baiknya jika engkau tidak menjamuku!"

Oleh sebab itu, pandanglah wahai saudaraku kepada kekuasaan Allah Swt yang sempurna dan luasnya pemberian-Nya, Nabi Sulaiman As saja dengan kekuasaan, kerajaan, dan kekuatannya tidak mampu memenuhi makanan seekor hewan.


HIKMAH YANG BAGUS


Allah Swt menentukan hewan dengan makanan pokok dan makanan pagi, bukan yang lain. Sebab itu termasuk sifat Allah Swt. Seandainya Allah Swt meninggalkannya tanpa makanan dan makan pagi, niscaya ia akan mengaku sebagai Tuhan.

Maka, termasuk hikmah yang menakjubkan adalah kebutuhan makhluk terhadap makanan untuk menghilangkan pengakuan tersebut. Dia Maha Bijaksana dan Mengetahui.


MACAM² MAKHLUK


Sebuah hadits menyebutkan bahwa Allah Swt menjadikan jin dalam tiga golongan. Satu golongan seperti hewan, satu golongan lagi seperti kalajengking dan hewan yang hidup di tanah, dan satu golongan lagi seperti angin.


Allah Swt menciptakan manusia dalam tiga golongan juga. Satu golongan seperti hewan ternak yang mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami, mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar, mempunyai mata yang tidak digunakan untuk melihat. Satu golongan lain jasadnya seperti jasad anak Adam, akan tetapi ruhnya adalah ruh setan. Dan golongan lain seperti malaikat dalam naungan Allah Swt pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt.

📚[An-Nawadir. Hal. 144_145]


💧والله اعلم💧

KEISTIMEWAAN BURUNG² ELANG


Dikatakan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi, ia mengadu karena kesepian. Maka Allah Swt menghiburnya dengan burung² elang dan menetapkan rumah untuknya yang bersamanya terdapat tanda² dari kitab Allah Swt, yaitu firman-Nya:


{لَوْ أَنزلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (٢٢) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (٢٣) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٢٤) }


"Kalau sekiranya kami turunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah Swt, dan perumpamaan-perumpaman itu kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. Dan, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" (QS. al-Hasyr [59]: 21-24).



Pakaian Nabi Isa 'Alaihis Salam


Dikatakan bahwa ketika Allah Swt mengangkat Isa ﷺ, Allah Swt memberikan pakaian dari bulu, memakaikan cahaya, dan menghapus selera makan. Ia terbang bersama malaikat di sekitar 'Arsy.

📚[An-Nawadir. Hal. 145]


💧والله اعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Delapan: "Sebab Terbunuhnya al-Mutanabbi"


(Kisah Langka) Dikatakan bahwa Abu Thayyib al-Mutanabbi suatu hari kembali dari Paris menuju Baghdad dengan membawa hadiah pemberian 'Adhdu ad-Daulah. Ia tidak sendirian, tetapi bersama beberapa orang penunggang kuda. Tiba² muncul begal di hadapannya. Al-Mutannabi lari dari mereka. Budaknya berkata:

"Mengapa engkau lari, padahal engkau berkata dalam syairmu:

Kuda, malam, dan hamparan tanah mengenaliku

Pedang, tombak, kertas, dan pena


Kemudian ia kembali dan terbunuh di tempat tersebut pada tahun 354 H. Bait di atas menjadi penyebab kematiannya. Oleh sebab itu, mereka membuat bait perkataan Al-Khaththa'i dalam suatu uzlah:


Aku senang dalam kesendirian dan menempati rumahku

Maka kesenangan kekal dan kebahagiaan terus bertambah

Zaman telah mengajariku, namun aku tidak peduli

Aku hijrah, tidak dikunjungi maupun mengunjungi

Selama aku hidup, aku tidak akan meminta

Apakah kuda itu berjalan, atau amir itu yang menaikinya

📚[An-Nawadir. Hal. 145_146]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Lima Puluh Sembilan: "Sebab Tidak Boleh Mendahulukan yang Bukan pada Tempatnya"


(Masalah yang lembut) Imam Ibnu Jinni belajar kepada Imam Abu Ali al-Farisi. Ibnu Jinni juga mengajar di Maushul. Suatu hari, Abu Ali melewatinya dan melihat Ibnu Jinni sedang mengajar. Kemudian ia menyapa:

"Engkau mengajarkan syair kepada orang², padahal engkau belum matang."

Lalu Ibnu Jinni meninggalkan majelis tersebut dan pergi ke gurunya. Ia tidak pernah berpisah dengannya sampai ia menguasainya.

Semoga rahmat Allah Swt tercurahkan kepada mereka.


(Masalah yang Lembut l: Kuda Diciptakan Sebelum Nabi Adam atau Sesudahnya)


Imam Taqiyyuddin ditanya tentang kuda: "Apakah kuda diciptakan sebelum Adam atau sesudahnya..?? Apakah pejantannya diciptakan terlebih dahulu sebelum betinanya..?? Apakah kuda diciptakan sebelum gerobaknya..?? Apakah ada dalil dari al-Qur'an atau hadits yang menjelaskan demikian..?? Berilah kami fatwa!"

Ia menjawab bahwa kuda telah diciptakan terlebih dahulu sebelum Adam, sekitar dua hari. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ayat al-Qur'an dan hadits. Di antara dalilnya adalah penciptaan hewan² tunggangan terjadi pada hari Selasa atau Rabu, sedangkan Adam diciptakan pada hari Jum'at. Begitu juga, pejantan diciptakan terlebih dahulu daripada betina, sebab kemuliaan, kemandirian, dan kemanfaatannya. Dan kuda terlebih dahulu diciptakan sebelum gerobaknya. Sebab gerobak ada sebab suatu penyakit yang diderita pada induknya. Oleh sebab itu, kuda dihiasi. Sedangkan perhiasan tidak mungkin akan mendahului yang dihiasi. Banyak hadits yang menjelaskan kemuliaan kuda, keberkahan, kemanfaatan, pengabdian, diusapnya wajah dan ubun²nya, disentuhnya mata, larangan mengebiri dan mencukur ubun²nya, dan sebagainya. Makhluk pertama kali secara mutlak adalah benda mati, kemudian tumbuh²an, kemudian hewan, kemudian manusia.


Diriwayatkan dalam beberapa hadits bahwa roti tidak bundar. Ia diletakkan di depan orang yang memakannya sehingga ia menerimanya sejumlah tiga ratus enam puluh pekerja. Yang pertama kali adalah Mikail yang menakar air dari gudang rahmat. Lalu malaikat yang menggiring mendung, matahari, bulan, bintang, kerajaan angin, hewan melata, dan yang terakhir adalah pembuat roti.

📚[An-Nawadir. Hal. 146-147]


💧والله أعلم💧

Hikayah yang ke-Seratus Enam Puluh: "Pendidikan Akhlak"


(Lathifah) Diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat Imam Syafi'i r.a, yaitu ar-Rabi' al-Jaizi, pada suatu hari ia berjalan di lorong kota Mesir. Tiba² ia dikejutkan oleh anak kecil yang berlumuran debu di kepalanya. Ar- Rabi' turun dari kudanya dan menghilangkan debu pada anak kecil tersebut dari pakaian dan tubuhnya. Lalu dikatakan kepadanya:

"Tidakkah engkau mencegah mereka..??"

"Barang siapa yang berhak atas api dan diperbaiki dengan debu, maka tidak pantas untuk dimarahi," jawab ar-Rabi'.

Ar-Rabi' meningga dunia pada tahun 250 H.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧

SESUATU YANG SEMESTINYA DIAMALKAN


Sebuah hadits menyatakan: "Apabila hewan salah seorang di antara kalian lepas di suatu tanah lapang, maka hendaknya ia menyeru:

"Wahai hamba Allah, tangkaplah hewan itu. Sebab Allah Swt melepaskan seorang penangkap yang bisa menangkapnya."

Apabila hewan salah seorang kalian ternyata jelek, atau kawannya, atau anaknya, maka hendaknya dibacakan pada telinganya:


أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ


"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah Swt...." (QS. Ali Imran [3]: 83).


Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa apabila seseorang menaiki kuda yang sedang mogok, maka sebaiknya dibacakan di telinganya surat al-Falaq. Maka apabila ia membacanya, kuda tersebut akan tunduk.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa barang siapa menunggang kuda dan membacakan:


بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء ، {سبحان الذي سخر لنا هذا} "الحمد لله رب العالمين" وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم


(Bismillaahilladzii laa yadhurru ma'asmihii syai-un, Subhaanalladzii sakh-khara lanaa haadzaa. Alhamdu lillaahi rabbil 'alamiin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihi wa sallam).

Maka dengan bacaan itu, kudanya akan berkata: "Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepada engkau yang mukmin, sebab engkau telah meringankan beban punggungku. Engkau taat kepada Tuhanmu dan melakukan kebaikan kepada dirimu sendiri. Semoga Allah Swt memberikan keberkahan kepadamu dan memenuhi kebutuhanmu.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧


FAEDAH: SESUATU YANG SEBAIKNYA DIAMALKAN


Sebagian ulama berkata: "Barang siapa banyak makan dan takut akan kekenyangan, maka hendaknya ia mengusap perutnya dengan tangannya sambil berdoa:


"Malam ini adalah malam hari rayaku wahai perutku

Semoga Allah Swt meridhai Tuanku, Abu Abdillah al-Qursyi (Muhammad)."


Dengan izin Allah Swt, makan banyak tidak apa² baginya.

📚[An-Nawadir. Hal. 147]


💧والله أعلم💧

FAQIR TERPUJI, KAYA HINA


Diriwayatkan bahwa Allah Swt berkata kepada Musa ﷺ:

"Apabila engkau melihat seorang fakir menghadap kepadamu, maka katakan; "Selamat datang, syiar² orang shalih. Apabila engkau melihat orang kaya yang menghadap kepadamu, maka katakan; "Itu adalah dosa yang disegerakan siksanya di dunia."

Ketahuilah bahwa Allah Swt, apabila memberikan sesuatu di dunia kepada hamba yang bermaksiat dan tidak disukai oleh-Nya, maka itu semata hanyalah istidraj dari-Nya.

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله أعلم💧

KELAHIRAN DAN KEMATIAN ISA


Diriwayatkan bahwa Maryam mengandung Isa ﷺ saat ia berumur tiga belas tahun dan melahirkannya di Bait Lahm di kota Syam. Allah Swt memberikan wahyu kepada Isa saat ia berumur tiga puluh tahun. Dan ia diangkat saat berumur tiga puluh tiga tahun. Kemudian ibunya masih hidup selama enam tahun sesudah kematiannya.

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH SATU: "TERCELANYA 'UJUB (ANGKUH)"


(Kisah Luar Biasa) Diriwayatkan bahwa: pada suatu hari Muqatil bin Sulaiman duduk. Kemudian ia mengagumkan dirinya sendiri seraya berkata:

"Tanyalah sesuatu kepadaku selain tentang 'Arsy."

Lalu seorang laki² bertanya kepadanya:

"Siapa yang memotong rambut Nabi Adam ketika berhaji..??"

Bertanya yang lainnya:

"Di manakah usus semut..?? Berada di bagian depan atau belakang..??"

Maka ia tidak mengetahui apa yang dikatakan orang itu. Kemudian bisikan hatinya berkata:

"Ini bukan termasuk pengetahuan kalian. Akan tetapi diriku telah membuatku kagum. Maka aku diuji!"

📚[An-Nawadir. Hal. 148]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: JUMLAH ORGAN TUBUH MUNUSIA


Jalinus berkata: Jumlah tulang belakang manusia mulai dari otak sampai pantatnya adalah dua puluh empat tulang; tujuh di leher, dua belas di punggung, lima di pantat bersambung. Di perut dan tulang rusuk terdapat sebanyak dua puluh empat, yang di masing² sisi terdapat dua belas.

Jumlah tulang di tubuh manusia adalah dua ratus empat puluh delapan, selain tulang hati. Isi persendian bernama sumsum karena serupa dengan semut merah dalam hal kecilnya. Sebagian berkata bahwa jumlah tulang adalah tiga puluh enam. Semua anggota yang terbuka di dalam tubuh adalah dua belas, yaitu: dua telinga, dua mata, dua lubang hidung, mulut, dua lubang puting susu, lubang kemaluan dan lubang anus, dan lubang pusar. Adapun pori², maka itu tidak terhitung jumlahnya.

Sahal bin Abdullah at-Tusturi berkata: "Pada manusia terdapat tiga ratus enam puluh urat, sebagian diam dan sebagian lain bergerak."

Sebagian berkata sebagaimana disebutkan dalam hadits: "Sendi² tubuh berjumlah tiga ratus enam puluh sendi." Di dalam riwayat lain disebutkan, tiga ratus enam puluh. Dan di dalam tubuh manusia, terdapat lima ratus enam puluh otot yang tersusun dari daging dan urat kecil.


📚[An-Nawadir. Hal. 148_149]:


فائدة : في عدد أعضاء الإنسان) قال جالینوس : جملة خرزات الإنسان من دماغه إلى عجزه أربع وعشرون خرزة : سبع في العنق ، واثنا عشر في الظهر ، وخمس في العجز متصلة ، وفي البطن والأضلاع أربعة وعشرون ، في كل جانب اثنا عشر ، وجملة العظام في بدنه مائتان وثمانية وأربعون عظما ، ما عدا عظم القلب وحشو المفاصل المسماة بالسمسمية ، شبهها بالسمسم لصغرها وذكر بعضهم أنهم ستة وثلاثون . وجميع الثقب المنفتحة في بدنه اثنتا عشرة : الأذنان والعينان والمنخران والفم والثديان والفرجان و السرة ، وأما المسام فلا حصر لها ، انتهى . وقال سهل بن عبد الله التستري : في الإنسان ثلاثمائة وستون عرقا ، نصفها ساکن ونصفها متحرك . وقال بعضهم كما في الحديث : إن مفاصل البدن ثلاثمائة وستون مفصلا ، ورواية ستمائة وستين مردودة ، وأن فيه خمسمائة وستين عضلة مركبة من لحم وعصب .


💧والله أعلم💧


Kajian 196 kitab an-Nawadir:

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH DUA: "MURAH HATI DAN DERMAWAN"


(Masalah yang Lembut) Seorang perempuan datang kepada Qais bin Sa'd bin 'Ubadah. Perempuan itu berkata: "Tikus mondok rumahku berjalan di atas debu."

Qais berkata: "Aku akan mengundang mereka untuk menerkam seperti terkaman singa."

Kemudian ia memberi perempuan itu biji²an dan makanan yang memenuhi rumahnya. Dan Qais adalah seorang pemurah hati dan dermawan.

Maksud kata al-ifa' adalah debu. Sedangkan maksud dari cerita ini adalah; di rumah perempuan tersebut sudah tidak tersisa lagi sesuatu yang bisa dimakan oleh tikus.


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الثانية والستون بعد المائة : في الحلم والجود

(نكتة) جاءت امرأة إلى قیس بن سعد بن عبادة ، فقالت له : مشت جرذان بيتي على العفاء ، فقال : سأدعهم يثبون وثب الأسد ثم أرسل لها ما ملأ بيتها من سائر الحبوب والأطعمة وكان حليما جوادا ، والعفاء : التراب ، ومرادها أنه لم يبق في بيتها شيء يأكله الفأر .


💧والله أعلم💧


Kajian 197 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH TIGA: "KEAJAIBAN YANG LEMBUT"


(Kisah Keajaiban) Ruknu ad-Daulah mempunyai seekor kucing betina yang datang pada majelisnya. Ketika sebagian teman²nya sulit datang, sedangkan ia sangat membutuhkan kehadiran mereka, maka ia menulis selembar surat, lalu menggantungkannya pada leher kucing.

Kucing itu pergi kepada temannya, kemudian membawa suatu jawaban yang juga digantungkan pada leher kucing dan kembali kepada Ruknu ad-Daulah. Di istana, ia mengusir hewan lain dan memeranginya. Wallaahu a'lam.


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الثالثة والستون بعد المائة : في بعض الغرائب اللطيفة

(غريبة) كان لركن الدولة سنورة تحضر مجلسه ، وإذا تعسر حضور بعض إخوانه ودعت حاجة كتب ورقة وعلقها في عنقها فتذهب إليه فيحضر أو يكتب جوابها ويعلقه في عنقها فتعود إليه ، وإذا ألفت منزلا طردت غيرها عنه وحاربته أشد المحاربة ، والله أعلم .


💧والله أعلم💧


HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH EMPAT: "RENUNGAN YANG BAIK"


Disebutkan bahwa Lukman an-Nubi al-Hakim bin 'Anqa' bin Baruq, penduduk Ailah, pernah diberi seekor kambing oleh tuannya. Ia diperintahkan untuk menyembelihnya dan membawa bagian yang paling buruk. Maka ia menyembelihnya dan membawa hati dan lidahnya. Kemudian ia diberi kambing lain oleh tuannya dan diperintahkan agar disembelih dan dibawa bagian yang paling baik. Maka ia menyembelihnya dan membawa hati dan lidahnya. Si Tuan bertanya masalah itu. Si budak menjawab: "Wahai Tuanku, tidak ada yang lebih jelek dari keduanya, apabila keduanya jelek. Dan tidak ada yang lebih baik dari keduanya, apabila keduanya baik."


📚[An-Nawadir. Hal. 149]:


الحكاية الرابعة والستون بعد المائة : في حسن التدبير

و ذكر أن لقمان النوبي الحكيم بن عنقاء بن بروق من أهل أيلة أعطاه سيده شاة وأمره أن يذبحها ويأتيه بأخبث ما فيها فذبحها وأتاه بقلبها ولسانها ثم أعطاه شاة أخرى وأمره بذبحها ويأتيه بأطيب ما فيها فذبحها وأتاه بقلبها ولسانها ، فسأله عن ذلك ، فقال له : يا سيدي لا أخبث منهما إذا خبثا ، ولا أطيب منها إذا طابا .


💧والله أعلم💧

Kajian 199 Kitab an-Nawadir

➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Hikayah yang Ke-Seratus Enam Puluh Lima: "Mengecam Orang Cerdik"


Diceritakan oleh Sulaiman bin Mahran yang terkenal dengan nama Al-A'masy. Ia termasuk tokoh tabi'in yang memperoleh ilmu dari Malik bin Anas. Ia adalah seorang yang lembut, baik, dan banyak bercanda. Di antara candanya adalah saat Hisyam bin Abdul Malik mengutus utusannya kepada Sulaiman agar menuliskan sesuatu tentang kisah teladan khalifah 'Utsman bin 'Affan dan kisah buruk 'Ali bin Abi Thalib.

Kemudian ia mengambil selembar kertas dari utusan Hisyam dan memasukkannya pada mulut kambing. Kambing itu mengunyah kertas tersebut. Lalu ia berkata kepada utusan Hisyam: "Ini adalah jawabnya!"

Setelah itu, utusan itu pergi menuju Hisyam dan berkata:

"A'masy merencanakan pembunuhan, apabila aku tidak kembali kepadanya dengan suatu jawaban dalam selembar kertas."

Hisyam meminta pertolongan kepada saudara²nya. Mereka berkata: "Tebuslah pembunuhan itu!"

Maka ia mengambil selembar kertas dan menulis sesuatu:

"Amma ba'du. Apabila 'Utsman mempunyai kisah teladan penduduk bumi, maka itu tidak akan memberimu manfaat. Apabila 'Ali mempunyai kisah buruk penduduk bumi, maka itu tidak akan membuatmu bahaya. Oleh sebab itu, engkau harus memperhatikan urusanmu sendiri."

Di antara kisahnya yang lain; istrinya adalah perempuan yang cantik. Suatu hari ia marah kepadanya. Kemudian A'masy berkata kepada salah satu muridnya:

"Pergilah kepada istriku. Beri tahu dia tempatku sekarang. Bisa jadi ia akan meminta maaf kepadaku."

Muridnya pergi kepada istri A'masy dan berkata:

"Allah Swt membuat baik bagianmu, sekiranya menjadikan suamimu sebagai junjungan dan guru orang². Mereka mengambil ilmu agama tentang halal dan haram darinya. Mereka semua tunduk kepadanya. Penglihatannya yang lemah dan lengannya yang cacat tidak akan membahayakanmu."

Pada saat itu, A’masy sengaja mendengarkannya. Maka ketika bertemu si murid, ia sangat marah kepadanya dan berkata: “Hey si jelek, aku mengutusmu agar menceritakan kebaikan²ku, tetapi engkau malah menyebut cacatku. Semoga Allah Swt membunuhmu!" Kemudian A'masy mengeluarkannya dari rumah.

Di antara kisah candanya yang lain adalah suatu hari ia duduk di samping sungai dengan pakaian dari bulu. Seorang laki² datang, menariknya, dan berkata, "Berdirilah! Kembalikan aku pada tembok pinggir sungai!"

Lalu ia menaiki tembok tersebut dan berkata:


سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ


".Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya." (QS. az-Zukhruf [43]: 13).


Kemudian A'masy membawa orang itu berjalan ke tengah tembok dan melemparkannya ke sungai sembari berkata:


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


"..Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang² yang zhalim." (QS. al-Mu'minuun [23]: 28).


📚[An-Nawadir. Hal. 149_150]:


الحكاية الخامسة والستون بعد المائة : في نکات بعض الظرفاء

(نوادر) حکيت عن سليمان بن مهران المشهور بالأعمش ، وهو من أجل التابعين ، أخذ عن مالك بن أنس رضي الله عنه ، وكان لطيفا ظریفا مزاحا ، منها : أن هشام بن عبد الملك بعث إليه أن اكتب لي مناقب الخليفة عثمان بن عفان ومساوي علي بن أبي طالب ، فأخذ القرطاس من الرسول وأدخله في فم شاة فلاکته ، ثم قال له : هذا جوابه ، ثم عاد إليه وقال له : إنه قد صمم على قتلي إن لم أعد إليه جواب في قرطاس واستعان عليه بإخوته ، فقالوا : افده من القتل ، فأخذ قرطاسا و كتب فيه : أما بعد ، فلو كان لعثمان مناقب أهل الأرض ما نفعتك ، ولو كان لعلي مساوي أهل الأرض ما ضرتك ، فعليك بخويصة نفسك ، والسلام . ومنها : أن زوجته كانت جميلة فنشزت عليه فقال لواحد من تلامذته : اذهب إليها وأخبرها بمكاني لعلها تتوب ، فذهب الرجل إليها ، وقال لها : إن الله عز وجل قد أحسن قسمتك حيث جعل زوجك سيد الناس وشيخهم ، يأخذون عنه العلم والدين والحلال والحرام وينقادون إليه ، ولا يضرك عموشة عينيه ولا حموشة ساقيه ، وكان الأعمش يسمعه فغضب منه ونهره ، وقال له : يا خبيث أرسلتك لتذكر محاسني فأخبرتها بعيوبي ، قاتلك الله ، وأخرجه من بيته ، ومنها : أنه كان جالسا بجانب النهر وعليه فروة ، فجاء رجل وجذبه وقال له : قم عدبي هذا الخليج وركبه وقال (سبحان الذي سخر لنا هذا) الآية ، (۱) فمشى به الأعمش إلى وسط الخليج وألقاه وقال (رب أنزلني منزلا مباركا) الآية . (۲)


💧والله اعلم💧

Kajian 200 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH ENAM: "KEAJAIBAN YANG TERJADI PADA HASAN AL-BASHRI"

Hasan al-Bashri berkata: "Aku merebahkan seekor kambing ketika hendak menyembelihnya. Pada saat Abu Ayyub as- Sijistani lewat, aku menggorokkan parangku pada kambing itu. Aku berdiri menemui Abu Ayyub as-Sijistani untuk berbincang². Kemudian aku menunggu kambing itu benar² mati. Dalam waktu menunggu itu, aku pergi ke samping tembok dan menggali sebuah lubang. Setelah kedalamannya cukup, aku mengambil parang dan melemparkannya ke dalam lubang tersebut. Lalu aku memendamnya. Abu Ayyub yang berada di sampingku berkata: "Apa yang engkau lihat..??"
Mendengar ucapan itu, aku terkagum². Aku berkata dalam hati bahwa aku tidak akan menyembelih seekor hewan pun setelah itu selamanya.

📚[An-Nawadir. Hal. 150]:

الحكاية السادسة والستون بعد المائة : في عجيبة وقعت للحسن البصري
(عجيبة) قال الحسن البصري : أضجعت شاة لأذبحها فمر بي أبو أيوب السجستانی فألقيت الشفرة وقمت لأتحدث معه وأخذنا ننظر الشاة ، فذهبت إلى جانب حائط وحفرت حفرة وأخذت الشفرة وألقتها فيها وردت التراب عليها ، فقال لي أبو أيوب : أما تری ؟ فتعجبنا غاية العجب ، ثم آليت على نفسي أن لا أذبح حيوانا بعد ذلك أبدا .

💧والله أعلم💧

Kajian 201 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH TUJUH: "SEBAB PENAMAAN JA'FAR ASH-SHAFIQ DINAMAKAN ASH-SHADIQ"

Disebutkan bahwa Ja'far ash-Shadiq dinamakan Shadiq karena kejujurannya dalam hal ucapan. Dialah orang yang meletakkan tulisan rahasia yang terkenal. Pendapat ini berbeda dengan yang mengaitkan nama Shadiq karena dihubungkan dengan kakeknya, Ali al-A'la. Ja'far pernah menulis sesuatu di sebuah kulit, kemudian hal itu dihubungkan dengannya. Dalam tulisan itu, terdapat pesan yang dibutuhkan oleh keturunannya hingga hari kiamat. Ia mempunyai pernyataan tentang kimia dan sejenisnya.
Di antara wasiat²nya kepada Musa al-Kazhim adalah:
"Wahai anakku, barang siapa qana'ah terhadap pemberian Allah Swt., maka ia menyangka Allah Swt akan menunaikan kebutuhannya. Barang siapa membuka hijabnya orang², maka kehormatan² rumahnya akan terbuka. Barang siapa menghunuskan pedang kepada perempuan penjaga diri, maka ia telah membunuhnya. Barang siapa menggali lubang untuk saudaranya, maka ia akan jatuh ke sana. Barang siapa masuk ke dalam kumpulan orang² bodoh, maka ia akan hina. Barang siapa berkumpul bersama ulama, maka ia akan mulia. Barang siapa masuk ke tempat² yang jelek, maka ia dituduh jelek. Barang siapa menganggap kecil hina dirinya, maka ia menganggap besar hina orang lain."
Ibnu Syibrimah berkata:
"Aku dan Abu Hanifah bertamu ke rumah Ja'far ash-Shadiq. Aku berkata kepadanya; "Ini adalah seorang laki² alim dari Irak."
"Barangkali ia yang mengukur agama dengan akalnya! Apakah ia Nu'man bin Tsabit..?? Aku tidak mengetahui namanya," timpal Ja'far ash-Shadiq.
Mendengar ucapan itu, aku hanya bisa diam.
Lalu Abu Hanifah berkata:
"Ya, aku orang yang Anda maksud. Semoga Allah Swt memberikan kebaikan kepadamu!"
"Bertakwalah kepada Allah Swt, dan jangan mengukur agama dengan akalmu! Sebab makhluk yang pertama kali mengukur agama dengan akal adalah iblis, sekiranya ia berkata: "Aku lebih baik daripada dia." Maka dia melakukan kesalahan melalui ukurannya itu. Ia telah tersesat."
Ja'far ash-Shadiq menambahkan, "Apakah engkau bisa mengukur dengan baik antara akalmu dengan jasadmu..??"
"Tidak!" jawab Abu Hanifah.
"Wahai engkau, beri tahu aku mengapa Allah Swt menciptakan asin pada dua mata, dan pahit pada dua telinga..?? Mengapa hidung berair dan rasa tawar pada dua bibir..??"
"Aku tidak tahu," jawab Abu Hanifah.
"Sesungguhnya Allah Swt menjadikan itu sebagai pemberian kepada hamba-Nya. Dua mata adalah dua lemak, seandainya tidak asin, niscaya akan rusak. Dua telinga sering dimasuki oleh hewan kecil, seandainya tidak pahit rasanya, niscaya akan menyakitinya. Dua lubang hidung menghirup udara yang bersih dan kotor, seandainya tidak berair niscaya tidak bisa mencium bau. Dua bibir untuk makan, seandainya tidak peka rasa, niscaya tidak akan ada kenikmatan padanya," jelas Ja'far ash-Shadiq.
"Wahai engkau, beri tahu aku sebuah kalimat, yang awalnya adalah syirik dan akhirnya adalah iman..??" lanjut Ja'far.
"Aku tidak tahu!" Jawab Abu Hanifah.
"Kalimat itu adalah laa ilaaha illallaah."
"Beri tahu aku dua hal yang lebih besar dosanya..?? Pembunuhan atau zina." lanjut Ja'far.
"Pembunuhan lebih besar dosanya!" jawab Abu Hanifah.
"Dalam pembunuhan, Allah Swt menerima dua orang saksi, sedang dalam zina, Allah Swt tidak menerimanya kurang dari empat!" tegas Ja'far.
Abu Hanifah pun terdiam.
"Mana dua hal yang lebih utama, puasa atau shalat..??" tanya Ja'far.
"Shalat lebih utama."
"Kalau begitu, mengapa Allah Swt mewajibkan orang haidh mengqadha puasa, akan tetapi tidak pada shalat..??" ungkap Ja'far.
Abu Hanifah terdiam lagi.
"Wahai engkau, bertakwalah kepada Allah Swt, dan jangan berkata dengan akalmu dalam agama. Sebab kita akan berdiri di hadapan Allah Swt, dan kita akan berkata, Allah Swt berkata, "Rasul berkata, Engkau dan teman²mu berkata: menurut kami. Sesungguhnya Allah Swt melakukan sesuatu kepada kita dan kalian, sekehendak-Nya," jelas Ja'far.
Aku berkata: "Mencari saksi dalam zina adalah untuk mencari tutup di dalamnya. Gugurnya shalat bagi orang haidh, sebab banyaknya jumlah shalat dan keberulangannya. Maka keringanan menjadi sesuai."

➖➖➖➖➖

(Faedah) Condongnya pelepah kurma dan tunduknya batu tidak dimiliki oleh seorang nabi, kecuali Nabi Muhammad ﷺ.
Sebagian penyair bertutur:

Pelepah kurma condong kepadanya karena rindu dan santun
Ia mengembalikan suara seperti unta dan berulang kali
Maka seorang fakir segera mengumpulkannya
Untuk setiap orang dari masanya yang tidak terbiasa

📚[An-Nawadir. Hal. 150_152]:

الحكاية السابعة والستون بعد المائة : في سبب تسمية جعفر الصادق صادقا
(ظريفة غريبة) ذكر أن جعفرا الصادق سمي صادقا لصدقه في مقاله ، وهو الذي وضع الجفر المشهور خلافا لمن نسبه لجده على الأعلى و كتب في جلد جعفر فنسب إليه ، وفيه ما تحتاج ذريته إليه إلى يوم القيامة ، وله كلام في الكيمياء وغيرها . ومن وصاياه لابنه مرسی الكاظم : يا بني من قنع بما قسم الله له استغنى ، ومن مد عينيه لما في أيدي الناس افتقر ، ومن لم يرض بما قسم الله في قضائه ، ومن کشف حجاب الناس انكشفت عورات بيته ، ومن سل سيف البغي قتل به ، و من احتفر لأخيه بئر اسقط فيها ، من داخل السفهاء حقر ، ومن خالط العلماء وقر ، ومن دخل مداخل السوء اتهم ، ومن استصغر زلة نفسه استعظم زلة غيره . وقال ابن شبرمة : دخلت أنا وأبو حنيفة على جعفر الصادق ، فقلت له : هذا رجل من فقهاء العراق ، فقال : لعله الذي يقيس الدين برأيه ، أهو النعمان بن ثابت ؟ وكنت لا أعرف اسمه فسكت أنا ، فقال أبو حنيفة : نعم هر أنا ذاك أصلحك الله ، فقال له : اتق الله ولا تقس الدين برأيك ، فإن أول من قاسه برأيه إبليس ، حيث قال : أنا خير منه ، فأخطأ في قياسه وضل ، ثم قال له : أتحسن أن تقيس رأسك من جسدك ؟ قال : لا ، ثم قال له : يا هذا أخبرني لم جعل الله الملوحة في العينين والمرارة في الأذنين والماء في الأنف والعذوبة في الشفتين ؟ فقال : لا أدري ، فقال جعفر : إن الله جعل ذلك منا على عباده ، لأن العينين شحمتان لو لم تملحا لذابتا ، والأذنين للهوام ، فلو لم تمررا أكلتهما ، والمنخرين لاستنشاق الريح الطيب والرديء فلو لا الماء فيهما لم يشما ، والشفتين للطعم فلولا العذوبة فيهما لما حصل الذوق بهما ، ثم قال له : يا هذا أخبرني عن كلمة أولها شرك آخرها إيمان ؟ فقال : لا أدري ، فقال : هي لا اله الا الله ، ثم قال له : أخبرني أي الأمرين أعظم ؟ قال : القتل أو الزنا ، فقال أبو حنيفة : القتل أعظم . فقال له : قبل الله في القتل شاهدين و لم يقبل في الزنا أقل من أربع ؟ فسكت . فقال له جعفر : أي الأمرين أفضل : الصوم أو الصلاة ؟ فقال أبو حنيفة : الصلاة ، فقال : فلماذا أوجب الله على الحائض قضاء الصوم وأسقط عنها قضاء الصلاة ؟ فسكت ، ثم قال : يا هذا اتق الله ولا تقل في الدين برأيك فإنا نقف غدا بين يدي الله ، ونقول قال الله وقال رسوله وتقول أنت وأصحابك شفنا ورأينا ويفعل الله بنا وبكم ما يشاء ، انتهى قولهما . وأقول : إنما طلب زيادة الشهود في الزنا لطلب الستر فيه ، وسقوط الصلاة عن الحائض لكثرتها وتكررها فناسب فيها التخفيف .

(فائدة) لم يثبت حنين الجذع وتسليم الحجر لأحد من الأنبياء غير نبينا محمد ﷺ . قال بعضهم فيه نظما ، وهو هذان البيتان .
وحن إليه الجذع شوقا ورقة • ورجع صوتا كالعشار ورددا
فبادره ضما فقرا لوقته • لكل امرئ من دهره ما تعودا

💧والله أعلم💧

Kajian 202 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH DELAPAN: "KEWAJIBAN UTUSAN DAN ORANG YANG DIUTUS"

Yahya al-Barmaki berkata:
Ada tiga hal yang menunjukkan kecerdasan laki², yaitu hadiah, tulisan, dan utusan. Abu al-Aswad ad-Duali mendengar seorang laki² mendendangkan syair:

Apabila engkau membutuhkan orang yang diutus
Maka utuslah seorang hakim dan jangan memberinya wasiat

Kemudian ia berkata: "Orang yang mengatakan demikian adalah salah. Sebab apakah utusan mengetahui orang yang tidak ada..?? Apabila engkau tidak memberinya wasiat, maka bagaimana ia akan mengetahui sesuatu di dalam dirimu..??"
Lalu ia bersyair:

Apabila pada suatu masalah engkau menyuruh seseorang
Pahamilah ia, dan perintahlah supaya beradab
Jangan meninggalkan wasiat sesuatu kepadanya
Apabila ia seorang yang pintar dan cerdas
Apabila engkau menyia²kan ini, maka jangan mencerca
Apabila ia tidak mengetahui sesuatu yang samar

Jamaluddin al-Asnawi berkata: "Guru kami, Abu Hayyan, berkata: Al-Hafizh Ridha ad-Din Abdullah asy-Syathibi berkata, Abu ar-Rabi' Sulaiman al-Faqid berkata, Abu Abdillah Rafi' berkata:

Abu al-Qasim bin Husain berkata, Abu Abdillah al-Gharr adh- Dharir al-Khatib berkata kepada dirinya sendiri:

Wahai kebaikan, mengapa engkau tidak berbuat baik
Kepada jiwa² pada kesenangan yang bercahaya
Engkau menulis dengan mawar dan pohon
Pada lembar pipi dengan gigi sebagai madzhab
Pelipismu enggan untuk menyatakan
Padahal kalajengkingnya telah menyengatku
Wahai kebaikannya, apabila ia berkata alangkah baiknya aku
Wahai yang menggunakan kata itu, alangkah baiknya Aku berkata kepadanya, keseluruhanmu bagiku adalah gigiku
Dan semua kata²mu begitu menyenangkan
Di atas busur, dan ia tidak melepaskan aku
Semenjak ia melihatku mati, aku terkadang membuatnya capek
Semoga Allah merahmatinya, sebab aku
Membunuhnya, dan tidak mengetahui dari mana arahnya

📚[An-Nawadir. Hal. 152_153]:

الحكاية الثامنة والستون بعد المائة : فيما يجب على الرسول والمرسل
(ظريفة) قال يحيى البرمکي : ثلاثة تدل على عقول الرجال : الهدية والكتاب والرسول ، وسمع أبو الأسود الدؤلي رجلا ينشد :
إذا كنت في حاجة مرسلا • فأرسل حكيما ولا توصه
فقال : قد أخطأ قائل هذا ، أيعلم الرسول الغيب ؟ وإذا لم توصه أنت فكيف يعلم ما في نفسك ؟ ثم قال :
إذا أرسلت في أمر رسولا • ففهمه وأرسله أديبا
ولا تترك وصيته بشيء • إذا ما كان ذا عقل أريبا
فإن ضيعت ذاك فلا تلمه • على أن لم يكن علم الغيوبا

(نبذة) قال العلامة جمال الدين الأسنوي : أنشدني شيخنا أبو حيان ، قال : أنشدني الحافظ رضي الدين عبد الله الشاطبي ، قال : أنشدني أبو الربيع سليمان الفاقد ، قال : أنشدني أبو عبد الله رافع ، قال : أنشدني أبو القاسم بن حسين ، قال : أنشدني أبو عبد الله الغر الضرير الخطيب لنفسه :
یا حسنا ما لك لم تحسن • إلى نفوس في الهوى متبعه
رقمت بالورد وبالسوسن • صفحة وخد بالسنا مذهبه
وقد أبي صدغك أن أجتي • منه وقد ألدغتني عقربه
یا حسنة إن قال ما أحسني • ويا لذاك اللفظ ما أعذبه
قلت له كلك عندي سني • وكل ألفاظك مستعذبة
ففوق السهم ولم يخطني • ومذ رآني ميتا أعجبه
وقال كم من عاشق قد ضني • وحبه إياي قد أتعبه
يرحمه الله على أنني • قتلي له لم أدر من أوجبه

💧والله أعلم💧

Kajian 203 Kitab an-Nawadir
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

HIKAYAH YANG KE-SERATUS ENAM PULUH SEMBILAN: "PENEMU CATUR DAN DADU PERTAMA KALI"

(Kisah Luar Biasa) Nama pembuat catur adalah Shishshah. Ia seorang hakim di negeri India, menurut pendapat kuat. Shishshah membuat catur untuk raja Balhat atau Balhayat. Cerita pembuatannya adalah ketika Raja Persia Azdatsir berbangga diri mengalahkan raja India sebab telah membuat dadu, oleh sebab itu, permainan tersebut terkadang disebut dengan Naridtsir karena nisbah kepadanya. maka si hakim yang bernama Shishshash membuat catur. Ahli hikmah pada masanya menganggap bahwa catur lebih unggul daripada dadu. Sehingga Raja di daerah itu berbangga diri dengan permainan barunya dan berkata kepada pembuatnya: "Sekarang mintalah segala sesuatu yang engkau kehendaki."
Ia meminta agar Raja meletakkan dirham pada rumah depan dan melipat gandakan sampai bagian belakang. Raja menganggap mudah hal itu. Namun setelah dipikirkan, Raja berkata:
"Akalmu telah merusak kami. Aku tidak akan melakukan."
Kemudian menteri berkata: "Pergilah engkau wahai raja, ini sesuatu yang membuka gudang hartamu dan gudang harta para raja."
Raja berkata: "Imajinasimu lebih mengagumkan daripada permainanmu"
Sebagian orang mengatakan bahwa raja meletakkan gandum sebagai ganti dirham. Pada akhir permainan, ia menghabiskan tujuh wilayah yang ditanami gandum.
Sebagian mereka menganggap bahwa dadu lebih baik daripada catur. Sebab pembuatnya telah menjadikannya sebagai perumpamaan dunia. Maka lubang² dadu ada dua belas sebagaimana jumlah bulan dalam tahun, dengan empat bagian sebagaimana empat musim dalam setahun. Sementara jumlah potongannya adalah tiga puluh, seperti hitungan hari yang terbagi menjadi putih dan hitam seperti hari² dan malam² dalam satu bulan. Hitungan matanya sejumlah arah mata angin. Hitungan titik setiap arah dari mata dadu adalah tujuh, seperti bumi, langit, cakrawala, bintang yang beredar, dan hari² dalam seminggu. Dan hitungan yang terdapat pada mata dadu, kecil maupun besar, seperti Qadha dan Qadar. Permainan pelakunya menjelaskan pilihannya yang baik, sekaligus menunjukkan akal dan kecerdasannya. Sementara catur sama seperti dadu pada bagian akhir ini saja (menunjukkan akal dan kecerdasannya). Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 153_154]:

الحكاية التاسعة والستون بعد المائة : في أصل من وضع الشطرنج والنرد
(عجيبة) اسم واضع الشطرنج صصة ؛ بمهملتين أولاهما مكسورة والثانية مفتوحة مشددة ، وهو حکیم هندي على الأصح ، وصنعه للملك بلهت أو بلهيت ، وأصل وضعه أنه لما افتخرت ملوك فارس على ملوك الهند بوضع النرد من الملك نردشير لنفسه ، ولذلك سمي نردشير نسبة إليه ، فوضع الحكيم المذكور الشطرنج ، فقضى حكماء عصره بفضله على النرد ، وافتخر الملك الموضوع له بذلك ، فقال لواضعه : تمن على ما تريد . فقال : يأمر الملك بوضع درهم في أول بيوته ويضاعفه إلى آخرها ، فاستخف الملك بذلك وقال له : قد أفسد عقلك عليناما صنعت ، فقال له الوزير : مه أيها الملك ، فإن هذا شيء ينفذ خزائنك وخزائن الملوك دونه ، فعجب من ذلك وقال : إن تمنيتك أعجب من صنعتك . وعن بعضهم أنه وضع قمحة بدل الدرهم فاستغرق آخره قمح سبعة أقاليم ، وبعضهم فضل النرد عليه ، الأن واضعه جعله مثلا للدنيا ، فبيوته اثنا عشر شهور السنة مقسمة أربعة أقسام کفصول السنة ، وعدد قطعه ثلاثون كأيام الشهر مقسمة بيضاء وسوداء كأيام الشهر ولياليه ، وعدد فصوصه ستة بعدد الجهات ، وعدد نقط كل جهة من فصوصه سبعة کالأرضين والسموات والأفلاك والنجوم السيارة وأيام الأسبوع ، والعدد الذي تأتي به الفصوص قلة وكثرة كالقضاء والقدر وتصرف اللاعب مبين لحسن اختياره وعقله وجودة حذقه ، والشطرنج يشارك النرد في هذا الأخير فقط ، والله أعلم .

💧والله أعلم💧




HIKAYAH YANG KE-SERATUS TUJUH PULUH: "PENYEBB TIDAK TERKABULNYA DOA"


Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika, Nabi Musa ﷺ melihat seorang laki² yang berdoa dan meminta dengan sungguh² untuk suatu kebutuhan. Nabi Musa berkata:

"Wahai Tuhanku, seandainya hajatnya berada di dalam genggamanku, niscaya sungguh aku penuhi."

Kemudian Allah Swt menurunkan wahyu kepada Musa:

"Wahai Musa, laki² itu mempunyai seekor kambing, sedangkan hatinya condong pada kambing itu. Dan Aku tidak akan mengabulkan doa hamba yang meminta kepada-Ku, sementara hatinya condong kepada yang lain."

Kemudian Musa memberi tahu laki² itu. Setelah itu, laki² tersebut menyerahkan total hati dan pikirannya kepada Allah Swt. Akhirnya doa laki² itu dikabulkan.

📚[An-Nawadir. Hal. 154]:



💧والله أعلم💧

 HIKAYAH YANG KE-SERATUS EMPAT PULUH DELAPAN: "MAKNA FIRMAN ALLAH SWT: "BARANG SIAPA BERBUAT KEBAIKAN SEBESAR BIJI DZARRAH, MAKA IA AKAN MELIHATNYA..."


Nasihat yang bagus: disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa dua malaikat bertemu di langit keempat. Maka salah satu dari malaikat tersebut betanya:

"Ke mana engkau akan pergi..??"

"Untuk suatu perkara yang menakjubkan" Yaitu; disebuah negeri terdapat seorang Yahudi yang hampir meninggal, dan ia mengharapkan dapat makan ikan menjelang kematiannya. Dicarikan di laut, tetapi ikan itu tidak ditemukan. Kemudian Tuhan memerintahkan aku untuk menggiring dua ikan kepadanya melalui orang² yang sedang mencari ikan di sana. Hal ini terjadi karena amal kebaikan pasti akan dibalas oleh Allah Swt di dunia. Amal kebaikan orang itu tinggal satu. Maka Allah Swt hendak memenuhi keinginannya memakan ikan, supaya tidak ada kebaikan lagi setelah dia keluar dari dunia."

Malaikat lain berkata:

"Tuhan telah mengutusku untuk urusan yang sangat menakjubkan juga. Yaitu; di sebuah negeri terdapat seorang laki² shalih yang tidak melakukan satu kejelekan kecuali dihapus oleh Allah Swt melalui kebaikannya. Sekarang dia akan meninggal dunia. Dia menginginkan minyak zaitun, sementara dia masih tersisa satu dosa. Tuhan memerintahkan aku untuk menyodorkan minyak tersebut sehingga dia mengetahuinya, namun tidak diberikan langsung sebab dosa yang masih ditinggalkannya. Akhirnya dia bertaubat setelah mengetahui dosanya. Allah Swt menghapus dosa tersebut, dan ia bertemu dengan Allah Swt tanpa membawa dosa sama sekali."


Muhammad bin Ka'ab berkata: Ini adalah makna ayat:


{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ}


"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. al-Zalzalah [99]: 7).


Maksudnya, seorang kafir apabila melakukan suatu kebaikan seberat biji dzarrah, maka ia akan melihat pahalanya di dunia. Sedangkan orang mukmin yang melakukan kejelekan seberat biji dzarrah, maka ia akan melihat balasannya di dunia, sebelum di akhirat." Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 126_127]


💧والله اعلم💧

HIKAYAH YANG KE-SERATUS EMPAT PULUH SEMBILAN: "PERISTIWA YANG TERJADI ANTARA NABI SULAIMAN 'ALAIHIS SALAM BERSAMA SEMUT"


(Kisah yang bagus namun aneh) Dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika melewati suatu jalan yang terdapat rumah semut, Nabi Sulaiman ﷺ mendengar seekor semut berkata kepada teman²nya dengan rasa takut:

"Wahai para semut, masuklah ke rumah kalian."

Lalu Nabi Sulaiman mengucapkan salam kepadanya.

Ia menjawab, "Alaikas salaam wahai seorang yang sibuk dengan kerajaan! Demi Allah, aku hanyalah semut yang lemah. Aku mempunyai empat puluh ribu pengawal, setiap pengawal itu mempunyai empat puluh baris, setiap baris membentang seperti di antara timur dan barat."

"Kenapa kalian memakai pakaian hitam..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab dunia adalah tempat musibah, dan hitam adalah pakaian orang² yang tertimpa musibah," jawab semut.

"Apa arti bangunan yang ada di antara kalian..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Itu adalah tempat pengabdian untuk beribadah," jawab semut.

"Bagaimana keadaan kalian yang menjauhkan diri dari makhluk..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab mereka terlampau lalai. Maka menjauhi mereka lebih utama!"

"Mengapa kalian telanjang..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Seperti inilah kami berada di dunia, dan seperti inilah kami akan keluar darinya!" jawab semut.

"Berapa banyak makanan yang ditelan masing² dari kalian..??"

"Satu biji atau dua biji."

"Mengapa..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sebab kami dalam perjalanan. Seorang musafir apabila bawaannya ringan, maka akan ringan tubuhnya."

"Apakah engkau mempunyai keinginan..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Engkau lemah, dan meminta dari orang yang lemah tidak diperbolehkan," jawab semut.

"Meskipun demikian, engkau harus meminta sesuatu kepadaku," pinta Nabi Sulaiman.

"Baiklah, tambahkan rezekiku atau umurku," pinta semut.

"Pintalah sesuatu yang aku punya," ucap Nabi Sulaiman.

"Sesungguhnya penunaian kebutuhan hanya berasal dari Allah Swt." jawab semut.

"Siapa namamu..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Mundzirah (orang yang memberikan peringatan). Karena saya selalu memperingatkan teman²ku yang dilalaikan oleh dunia."

Setelah pertanyaan² itu ditujukan kepada semut, semut ganti bertanya kepada Nabi Sulaiman:

"Wahai Sulaiman, apa yang paling menyenangkan dari kekuasaan yang diberikan kepadamu..??"

"Sebuah cincin, karena ia berasal dari surga," jawab Nabi Sulaiman.

"Apakah engkau mengetahui maknanya..??" tanya semut lagi.

"Tidak," jawab Nabi Sulaiman.

"Maknanya adalah dunia yang engkau kuasai hanyalah seukuran lingkaran cincin itu. Apakah ada harta lain yang engkau sukai..??" tanya semut.

"Ya, sebuah alas dari surga yang bisa terbang di atas angin," jawab Nabi Sulaiman.

"Ini juga bukti bahwa semua yang ada bersamamu hanya seperti angin pada hari ini, dan besok tidak bersamamu," jelas semut.

"Tapi perjalanan pada waktu pagi dengan alas itu sama seperti satu bulan, dan perjalanan pada waktu sore dengan alas itu sama seperti satu bulan," kata Nabi Sulaiman.

"Ini adalah bukti bahwa umurmu sangat pendek, dan engkau tergesa² melakukan perjalanan," jelas semut.

"Engkau mengetahui ucapan burung..??" tanya Nabi Sulaiman.

"Sibukkan dirimu dengan bermunajat kepada Allah Swt, jangan berbicara dengan yang lain!" jawab semut.

"Jin dan manusia mengabdi kepadaku!" kata Nabi Sulaiman.

"Itu adalah isyarat bahwa Allah Swt berkata: "Engkau membuat sibuk makhluk dengan mengabdi kepadamu. Maka sibukkan dirimu dengan mengabdi kepada-Ku," jelas semut.

"Aku senang dengan cincin ini, sebab tertulis nama Allah Swt," kata Nabi Sulaiman.

"Bergembiralah dengan sesuatu yang dinamai, bukan nama," jelas semut.

📚[An-Nawadir. Hal. 127_128]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI 'ARSY


Wahab berkata:

"Allah Swt menciptakan 'Arsy sebelum Kursi dengan jarak waktu dua ribu tahun. Allah Swt juga menciptakan 'Arsy tiga ratus menara. Setiap dua menara berjarak tiga ratus tahun perjalanan, dan panjang setiap satu menara seribu tahun perjalanan. Di antara kedua menara tersebut terdapat malaikat seperti manusia dan jin yang memintakan ampunan untuk umat Muhammad ﷺ."

An-Nasafi berkata:

"Allah Swt menciptakan 'Arsy tiga ratus enam puluh tiang. Setiap tiang, sebesar dunia. Di antara dua tiang terdapat jarak lima ratus tahun perjalanan. Dalam sebuah riwayat menyatakan: Allah Swt menciptakan Al-Lauh di antara Kursi dan 'Arsy. Allah Swt juga menciptakan cahaya untuknya sebanyak empat cahaya. Dari masing² cahaya, Allah Swt menciptakan 'Arsy. Al-Lauh tersebut mempunyai tiga ratus enam puluh ribu tiang. Panjang masing² tiang adalah dua belas ribu tahun perjalanan. Di antara dua tiang terdapat tujuh puluh ribu kota. Masing² kota terdapat tujuh puluh ribu gedung. Setiap gedung mempunyai tujuh puluh ribu kumpulan malaikat. Panjang dan lebarnya tidak mempunyai batas akhir. Ia diberi pakaian setiap hari sebanyak tujuh puluh ribu pakaian dari cahaya yang seorang pun tidak kuasa melihatnya. Ia seperti kubah menyelimuti alam. Di dalam lingkarannya terdapat sapu tangan yang digantungkan, yang tidak mengetahui jumlah bilangannya kecuali Allah Swt. Di dalamnya terdapat gambaran semua makhluk, baik hewan, maupun yang lainnya. 'Arsy di alam dunia dipikul empat malaikat, dan di alam akhirat dipikul delapan malaikat."

Dalam sebuah riwayat disebutkan: 'Arsy mempunyai tujuh puluh ribu lisan yang bertasbih kepada Allah Swt dengan segala macam bahasa. Dalam riwayat yang lain: 'Arsy terbuat dari batu permata merah. Dalam riwayat lain menyebutkan: 'Arsy terbuat dari permata hijau. Jarak antara telinga dengan leher dari malaikat pemikul 'Arsy adalah perjalanan lima ratus tahun, ada yang bilang tujuh ratus tahun.

Dalam sebuah riwayat disebutkan: bahwa salah satu malaikat berbentuk manusia, yang kedua berbentuk banteng, yang ketiga berbentuk elang, dan yang keempat berbentuk singa.

Sebuah riwayat menyebutkan: ketika Allah Swt menciptakan 'Arsy, ia sombong, dan bergoncang seraya berkata: "Allah Swt tidak pernah menciptakan makhluk sebesar aku." Kemudian Allah Swt melilitnya dengan ular yang mempunyai tujuh puluh ribu sayap. Masing² sayap terdapat tujuh puluh ribu bulu. Setiap bulu, terdapat seribu wajah. Masing² wajah terdapat tujuh puluh ribu mulut. Masing² mulut terdapat tujuh puluh lidah, yang darinya keluar tasbih berjumlah tetesan air hujan, daun pohon, kerikil, tanah, hari² dunia, dan jumlah malaikat. Lalu ular tersebut melihat ke arah 'Arsy, sedangkan 'Arsy berada setengahnya ular.


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI Al-LAUH


Al-Lauh terbuat dari mutiara putih yang dilapisi dengan yaqut merah dan zamrud hijau. Lebarnya selebar langit dan bumi, panjangnya tidak mempunyai batas akhir, yaitu antara 'Arsy dan Kursi. Sebuah riwayat menyatakan bahwa Allah Swt melihat Lauh setiap hari sebanyak tiga ratus enam puluh kali, mencipta, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, melepas, mengganti, menghinakan, memuliakan, menghapus, menetapkan, dan seterusnya.

Sebagian orang sufi berkata: "Panjang Lauh adalah antara langit dan bumi. Lebarnya sebagaimana antara timur dan barat. Dan sesungguhnya pada Lauh hanya tertulis sepuluh baris catatan. Allah Swt menciptakan Qalam sebelum Lauh dari sebuah cahaya yang panjangnya seperti antara langit dan bumi. Kemudian Allah Swt melihatnya dengan pandangan wibawa. Maka ia terbelah dan meneteskan tetesan kepada Lauh. Kemudian Qalam pun menjadi lunak. Allah Swt berkata kepadanya: Tulislah! la menjawab: "Apa yang aku tulis..??" Allah Swt memerintah: Tulislah apa yang telah lalu dan yang akan datang hingga hari kiamat!"


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI KURSI


Kursi terbuat dari mutiara putih. Tidak ada yang mengetahui panjangnya kecuali Allah Swt. Ia mempunyai tiga ratus enam puluh tiang. Panjang masing² tiang adalah dua belas ribu tahun perjalanan, sedangkan atapnya sepanjang sepuluh ribu tahun perjalanan. Dalam sebuah hadits dinyatakan: "Sesungguhnya langit tujuh dan bumi tujuh berada di dalam Kursi ibarat hamparan gurun pasir."

📚[An-Nawadir. Hal. 129]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI BAITUL MAKMUR


Baitul Makmur terbuat dari emas merah dengan tujuh ratus pintu. Di antara dua pintu, terpisah jarak perjalanan seribu tahun. Sedangkan lebar masing² pintu adalah perjalanan lima ratus tahun, sebagaimana pula panjangnya. Malaikat mengelilinginya dan memintakan ampun bagi anak Adam. Mereka menangis karena maksiat yang dilakukan oleh anak Adam.

Di atasnya terdapat atap yang tinggi, dan di atasnya lagi terdapat laut dengan air yang berlimpah. Tempat ini dipenuhi oleh malaikat yang diwakili oleh seorang malaikat bernama Kalkayail. Di atas itu terdapat tujuh puluh ribu tutup dari besi yang tidak mempunyai batas karena saking panjang dan lebarnya tutup tersebut. Jarak tempuhnya adalah seribu tahun perjalanan. Di atas itu terdapat tujuh puluh ribu hijab yang terbuat dari permata merah. Di atas itu juga terdapat tujuh puluh ribu hijab yang terbuat dari permata merah. Diatas itu juga terdapat tujuh puluh ribu hijab dari perhiasan. Dan semua hijab tersebut dipenuhi dengan malaikat berwujud seperti anak Adam yang bertasbih kepada Allah Swt dengan tidak pernah lelah.


💧والله اعلم💧


CIRI-CIRI AL-KAUTSAR


Al-Kautsar berasal dari surga 'Adn. Lebarnya adalah seratus tahun perjalanan, sedangkan panjangnya tiga ribu tahun perjalan. Airnya mengalir tanpa henti²nya di bawah istana. Pemiliknya adalah Nabi Muhammad ﷺ.

Telaga ini mempunyai empat tiang. Salah satu tiang tertulis

"Abu Bakar, aku untuk orang² yang benar dan taat." Tiang kedua tertulis "Umar, aku untuk orang² yang mati syahid dan shalih." Tiang ketiga tertulis "Utsman, aku untuk orang² fakir yang taat sepanjang malam dan siang. Mereka adalah penghuni surga dan penduduk istimewanya." Tiang keempat tertulis "Ali, aku untuk para pejuang dan penolong Allah Swt."

Tanahnya terbuat dari misik yang sangat harum. Baunya yang semerbak memenuhi jagat langit. Dan di pinggirnya terdapat gelas dari mutiara dan permata.

📚[An-Nawadir. Hal. 130]


💧والله اعلم💧

CIRI-CIRI TEROMPET YANG DISERAHKAN KEPADA MALAIKAT ISRAFIL


Abu Hurairah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

"Allah Swt menciptakan terompet yang mempunyai mulut seperti pipa selebar dunia. Terompet tersebut mempunyai banyak cabang, cabang pertama berada di timur, kedua berada di barat, ketiga berada di bawah bumi yang ketujuh, dan keempat di atas langit yang ketujuh. Di dalam terompet itu terdapat pintu bagi sejumlah ruh; satu pintu untuk ruh para nabi, satu pintu untuk ruh malaikat, satu pintu untuk ruh jin, satu pintu untuk ruh manusia, begitu seterusnya untuk ruh setan, hewan buas, hewan galak, hewan melata, bahkan sampai semut dan kutu busuk, hingga mencapai tujuh puluh bagian dengan sempurna."

Allah Swt menyerahkan terompet itu kepada Malaikat Israfil, dan ia meletakkannya di mulut, menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya. Pada waktunya nanti, Malaikat Israfil diperintahkan meniup sebanyak tiga kali; Tiupan pertama adalah tiupan peringatan. Maka pada saat itu semua makhluk langit dan bumi gempar, kecuali orang yang dikehendaki Allah Swt. Allah Swt memerintahkan agar tiupan itu dipanjangkan hingga gunung terguncang, langit tercerai berai, bumi bergetar keras seperti kapal di lautan, seorang hamil langsung melahirkan, ibu² yang menyusui kebingungan, dan anak² menjadi beruban.

Setan² berlarian sampai ujung dunia. Di sana setan² bertemu malaikat. Mereka dipukul wajahnya dan kembali lagi ke tempat semula.


يَوْمَ التَّنَادِ {٣٢} يَوْمَ تُوَلُّونَ مُدْبِرِينَ


"...Hari panggil-memanggil. (Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang..." (QS. al-Mukmin [40]: 32-33).


Pada saat itu, bumi terbelah. Ketika manusia melihat ke langit, bintang² berjatuhan. Matahari dan bulan lenyap. Langit juga jatuh satu per satu. Orang² yang mati saat itu adalah mereka yang lalai. Dan hal itu berlangsung terus selama empat puluh tahun atau lebih, sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Kemudian Allah Swt memerintahkan Malaikat Israfil melakukan tiupan kematian, dan berkata: "Wahai para ruh yang telanjang dan jasad yang rusak, keluarlah dengan perintah Allah Swt." Seketika itu, semua penduduk langit dan bumi mati, kecuali orang yang  dan dikehendaki Allah Swt, mereka adalah para saksi yang berjumlah dua belas, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, 'Izrail, dan delapan malaikat pembawa 'Arsy. Pada waktu itu, dunia diam tanpa kehidupan sama sekali, baik manusia, jin, maupun hewan. Pemandangan seperti inilah yang diperlihatkan oleh Allah Swt kepada iblis laknatullah.

Lalu Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut: "Aku yang menciptakan pembantu untukmu sejumlah penduduk dahulu dan terakhir. Aku menjadikan pada dirimu kekuatan penduduk bumi dan langit. Aku memakaikan pakaian marah pada hari ini. Maka turunlah dengan kemarahan-Ku dan kekuatan-Ku kepada iblis. Rasakanlah pada mereka kematian, dan bawalah dalam kematian, seperti pahitnya orang² sebelumnya dan orang² belakangan, baik dari jin maupun manusia. Lipatkanlah siksa itu hingga berlipat². Bawalah bersamamu Zabaniah (malaikat penjaga neraka) sebanyak tujuh puluh ribu, yang masing² membawa rantai dari neraka."

Malaikat Maut meminta izin kepada Malik agar dibukakan pintu neraka. Setelah pintu neraka terbuka, Malaikat Maut turun kepadanya dalam rupa yang seandainya turun kepada penduduk bumi dan langit, niscaya mereka mati semua. Malaikat Maut ini turun kepada iblis, dan langsung memukulnya. Seketika itu pula, iblis langsung pingsan. Seandainya suara rintihan iblis didengar oleh penduduk langit dan bumi, maka mereka akan pingsan.

Malaikat Maut berkata kepada iblis: "Diamlah makhluk jelek! Aku akan membuat engkau merasakan kematian. Berapa banyak umur yang diberikan kepadamu..?? Berapa banyak waktu yang engkau gunakan untuk menyesatkan..??"

Iblis langsung lari ke timur. Namun Malaikat Maut tiba² berada di depan matanya. Iblis kemudian lari ke barat. Di depan matanya, iblis kembali melihat Malaikat Maut. Ia hendak menyelam ke lautan, tetapi lautan tidak menerimanya. Ia terus lari, padahal tidak ada tempat lari baginya. Hingga di tengah dunia, di atas kubur Adam, iblis berkata:

"Wahai Adam, karena engkau, aku dikutuk dan dilaknat!"

Kemudian iblis berkata kepada Malaikat Maut:

"Dengan wadah apa engkau akan memberiku air..?? Dengan azab bagaimana engkau akan mencabut ruhku..??"

"Dengan tempat siksa neraka Sa'ir!" jawab Malaikat Maut.

Lalu iblis terhempas ke tanah sesekali. Terkadang iblis berteriak atau lari kencang. Hingga ia sampai di tempat dahulu diturunkan dan dilaknat. Di sana malaikat penunggu neraka siap dengan rantai. Bumi terasa seperti api yang membara. Mereka mengikatnya dengan rantai² itu sehingga kematian dan pencabutan nyawa begitu terasa menyakitkan.

Kemudian Allah Swt memerintahkan lautan agar mengering karena masanya telah habis. Lautan berkata: "Aku sangat sedih, di mana ombak dan keajaiban²ku?!" Maka Malaikat Maut berteriak dengan keras kepadanya. Air²nya langsung berantakan seolah tidak ada.

Setelah itu, Allah Swt memerintahkan agar gunung² dihancurkan sebab masanya telah habis. Gunung berkata: "Aku sangat sedih, di mana keluasan dan kebesaranku..??!" Maka Malaikat Maut berteriak keras hingga gunung itu hancur.

Lalu Allah Swt memerintahkan bumi agar hancur sebab masanya telah habis. Bumi berkata: "Aku sedih, di mana kerajaan, pohon, dan sungaiku..??" Malaikat Maut berteriak keras kepadanya hingga gundukan² tanah itu hancur berjatuhan dan airnya mengering. Setelah itu, Malaikat Maut naik ke langit. Di sana ia berteriak keras hingga matahari dan bulan menjadi redup, dan bintang² tidak bersinar kembali. Kemudian Allah Swt berkata:

"Wahai Malaikat Maut, siapa yang tersisa dari makhluk-Ku..??"

"Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail," jawab Malaikat Maut.

"Cabutlah nyawa Jibril" perintah Allah Swt.

Malaikat Maut lalu mencabut nyawa Jibril. Seketika itu, Jibril jatuh seperti onggokan tanah yang sangat besar. Kemudian Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut "Cabutlah nyawa Mikail."

Malaikat Maut segera mencabut nyawa Mikail. Dan seterusnya. Kemudian Allah Swt berkata kepada Malaikat Maut:

"Cabutlah nyawa Israfil." Malaikat Maut menjalankan perintah-Nya. Dan seterusnya.

Kemudian Allah Swt memerintahkan kepada Malaikat Maut: "Wahai Malaikat Maut, pergilah dan matilah di antara surga dan neraka."

Malaikat Maut pergi ke tempat yang dikehendaki Allah Swt, dan di sana ia mati. Kemudian dengan kebesaran-Nya, Allah Swt berkata:

"Siapakah yang mempunyai kekuasaan hari ini..??"

Tidak ada satu makhluk pun yang menjawab itu. Allah Swt berkata untuk kedua dan ketiga kalinya. Namun tidak ada satu makhluk pun yang menjawab. Lalu Allah Swt berkata:

"Kekuasaan itu milik Allah Yang Maha Memaksa!"

Kemudian Allah Swt berkata: "Di mana para raja dunia..?? Di mana para diktator..??"

Lalu Allah Swt membuat gunung seperti kapas yang beterbangan, melipat bumi yang penuh kemaksiatan, dan memasang Jahannam di atasnya. Setelah itu, Allah Swt menggantikannya dengan bumi yang putih, mendirikan di atasnya surga, yang kemudian semua makhluk digiring di atasnya.

Kemudian Allah Swt memerintahkan agar Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail hidup kembali. Yang pertama kali hidup adalah Israfil, lalu mengambil terompet dari 'Arsy. Setelah itu, ia pergi kepada Malaikat Ridwan, dan berkata kepadanya: "Hiasilah surga untuk Muhammad dan umatnya!"

Jibril datang dengan buraq yang dipelana dan dikendalikan dari surga, serta membawa "Bendera Pujian" dan dua pakaian dari surga.

Mereka (para malaikat) pergi mencari kuburan Nabi Muhammad ﷺ. Mereka saling bertanya satu sama lain, tetapi tidak mengetahuinya. Kemudian dari kuburnya, keluar cahaya terang menuju langit. Jibril berkata:

"Wahai Israfil, panggillah Muhammad. Sebab semua makhluk akan tergiring dengan panggilanmu."

"Engkau saja, wahai Jibril! Engkau adalah kekasihnya di dunia. Panggillah!" jawab Israfil.

"Aku malu kepada Muhammad," jawab Jibril.

"Panggillah Muhammad!" kata Israfil.

Akhirnya, Jibril memanggil:

"Wahai ruh yang baik, bangunlah menuju tempat penentuan nasib dan penghitungan amal, dan agar engkau bertemu dengan Allah Yang Maha Rahman!"

Setelah itu, kubur Nabi Muhammad ﷺ terbelah. Dan beliau terlihat sedang duduk dengan rambut dan jenggot kotor bercampur debu. Jibril menghadap kepada beliau, dan memberikan dua pakaian dari surga itu. Nabi Muhammad ﷺ bertanya kepada Jibril:

"Wahai Jibril, hari apa ini..??"

"Ini adalah hari kiamat, Hari Kebangkitan, dan Hari Penyesalan," jawab Jibril.

"Wahai Jibril, beri aku kabar gembira," kata Nabi Muhammad ﷺ.

"Aku membawa buraq dengan bendera Al-hamd dan mahkota."

"Aku tidak meminta itu," jawab Nabi Muhammad ﷺ.

"Surga telah disiapkan dan pintu neraka ditutup, karena kedatanganmu!" ungkap Jibril.

"Bukan itu pintaku! Aku bertanya tentang umatku yang berbuat dosa. Maka semoga engkau meninggalkan mereka di ash- Shirat," kata Nabi Muhammad ﷺ.

Israfil berkata: "Demi kemuliaan Tuhan, wahai Muhammad, aku belum meniup terompet!"

"Kalau begitu, aku senang dan tenang," kata Nabi Muhammad ﷺ.

Kemudian Nabi Muhammad ﷺ mengambil mahkota dan mendekat kepada buraq. Buraq itu berkata:

"Demi keagungan Tuhanku, aku tidak akan dinaiki siapa pun, kecuali Muhammad putra Abdullah at-Tihami, pemegang al-Qur'an."

"Hai buraq, aku adalah Muhammad," sahut Nabi Muhammad ﷺ.

Lalu Nabi Muhammad ﷺ menaikinya dan melesat ke pintu surga. Di sana beliau langsung tersungkur bersujud. Namun ada suara yang memanggil:

"Angkatlah kepalamu. Hari ini bukan hari ruku' dan sujud, melainkan hari penghitungan amal dan azab. Maka angkatlah kepalamu. Dan mintalah, maka engkau akan diberi."

"Tuhanku, apa yang Engkau janjikan kepada umatku..??" tanya Nabi Muhammad ﷺ.

"Aku akan memberikan sesuatu kepadamu yang membuatmu ridha."

Kemudian Allah Swt memerintahkan Israfil agar meniupkan terompet untuk tiupan kebangkitan. Israfil berkata:

"Wahai tulang² yang hancur, jasad² yang lebur, kulit² yang sobek, dan rambut² yang berguguran, bangkitlah kalian semua untuk pengadilan!"

Lalu mereka bangun dengan izin Allah Swt. Mereka melihat ke langit yang telah sobek, bumi telah diganti, matahari redup, unta² bunting telah ditinggalkan, timbangan ditegakkan, surga telah dihamparkan, dan seterusnya. Mereka berkata:

"Celakalah kami, siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami..??"

Orang² mukmin berkata:

"Ini adalah hari yang dijanjikan Tuhan dan dibenarkan oleh para rasul."

Mereka keluar dari kubur dalam keadaan lapar dan lesu. Lalu Allah Swt mengutus api agar menggiring mereka ke Mahsyar. Dan mereka menetap di sana selama tiga ratus tahun dalam keadaan semuanya menangis.


💧والله أعلم

MENARA FIR'AUN


Ketika Fir'aun takut jika kaumnya beriman kepada Musa, ia hendak melakukan sesuatu yang mampu menguatkan kekuasaan dan kerajaannya. Ia memerintahkan Menteri Haman untuk mendirikan menara. Lalu Haman memerintahkan membuat batu bata, perekat, dan segala hal yang dibutuhkan untuk membangun menara, seperti kayu dan lain sebagainya. Ia mengumpulkan para pekerja hingga mencapai lima puluh ribu, kecuali para pengikut dan pembantu yang dibayar. Ia membangunnya selama tujuh tahun dengan bentuk bangunan yang sangat tinggi dan tidak ada yang menyamainya selama diciptakan langit dan bumi. Ia melakukan itu berdasarkan hasrat dan kemauan Fir'aun.

Ketika menara itu selesai dibangun, Musa merasa cemas dan berat hati. Maka Allah Swt memerintahkan Musa agar meninggalkannya karena Allah Swt akan menghancurkannya dalam sekejap. Fir'aun dan beberapa orang penting kerajaan naik ke menara. Mereka membidik panah ke arah langit. Lalu panah tersebut kembali ke bawah berlumuran darah. Mereka berkata:

"Kami telah membunuh Tuhan Musa."

Kemudian Allah Swt memerintahkan Jibril agar menara tersebut dihancurkan menjadi tiga bagian. Satu bagian diletakkan di laut, satu bagian di India, dan satu bagian di Maghrib.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa satu potongan dari menara tersebut jatuh kepada kaum Fir'aun. Maka sebanyak satu juta orang mati terbunuh oleh potongan itu. Allah Swt menghancurkan itu saat terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. Ketika Fir'aun mengetahui hal itu, dan sadar bahwa dirinya gagal, ia menabuh genderang perang dengan Musa. Maka Allah Swt menguji Fir'aun dan kaumnya dengan sembilan hal, yaitu tongkat Musa, topan, belalang, kutu, katak, darah, kebutaan, dan terbelahnya lautan. Semuanya disebutkan dalam kitab² tafsir. Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 133_134]


💧والله اعلم💧

TIUPAN


Tiupan terbagi lima, yaitu:


1) Tiupan terompet Israfil pada hari kiamat


2) Tiupan ruh dari Jibril ke dalam rahim Maryam


3) Tiupan Isa pada tanah liat untuk menghidupkan burung


4) Tiupan Allah Swt kepada tanah liat Adam


5) Tiupan Dzul Qarnain pada besi untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj.

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧


FAEDAH: TENTANG KEBANGGAAN DUNIA


Terdapat sepuluh kebanggaan dunia yang tidak akan bermanfaat di akhirat kelak. Yaitu: harta, anak, kecantikan/kecakapan, kefasihan, kemuliaan, teman, pengikut, pangkat, pertolongan, dan rekayasa.

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: KESAMAAN PARA MAKHLUK


Terdapat sepuluh hal yang dilalui oleh para makhluk. Yaitu, kematian, pengumpulan, membaca buku catatan amal, hisab, timbangan, shirat, pertanyaan, balasan, kebangkitan, dan jeritan

📚[An-Nawadir. Hal. 134]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: PENYEBAB HANCURNYA NEGARA


Hancurnya Makkah oleh Habasyah, Madinah dan Bukhara oleh kelaparan, Kufah dan Irak oleh penjajahan Turki, Yaman oleh belalang, Hamdan oleh penjajahan Dailam. Armenia hancur oleh petir, Khalwan oleh angin, Balkh oleh air, Tirmidz oleh wabah, Mazmar oleh pasir, Hirah oleh hujan ikan yang memakan penduduknya.

Kirman hancur oleh tentara yang merobek² penduduknya, Sijistan dengan gunung, Kibrit dijatuhi api hingga semua penduduknya terbakar. Sind dan India hancur oleh penyerangan orang² kulit hitam, sebab penduduknya menjual orang² merdeka, Baitul Maqdis dan gunung Sinai terangkat. Adapun Samarkand, Syasy, Isbijab, dan Khawarizm dihancurkan oleh Banu Qanthura sehingga negara mereka menjadi seperti bangkai keledai.

📚[An-Nawadir. Hal. 134_135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: AWAL PENCIPTAAN ADAM


Dikatakan bahwa ketika Allah Swt menciptakan Adam dengan rupa tertentu, semua hewan buas, hewan galak, burung, dan ikan takjub melihatnya. Mereka berkata kepada yang lain:

"Berpisahlah, dan berpalinglah! Sebab seorang makhluk telah mengalahkan kalian."

Di antara mereka terdapat persahabatan. Sementara ikan² memberi tahu hewan² daratan tentang keajaiban lautan, begitu sebaliknya. Setelah itu, mereka memutus persahabatan tersebut. Hewan buas lari ke daratan, hewan galak lari ke gunung, hewan melata masuk ke tanah, burung² terbang ke sarang, dan ikan² berenang ke lautan.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

Faedah: Makna "Penciptaan manusia penuh keluh kesah"


Allah Swt berfirman:


ان الإنسان خلق هلوعا


"Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. al-Ma'aarij (70]: 19).


Ath-Thabari berkata: al-hulu' adalah hewan melata di belakang Gunung Qaf, yang setiap hari memakan rumput tujuh daratan dan meminum air sebanyak tujuh lautan. Pada malam hari, ia susah memikirkan rezeki yang akan dimakannya besok hari. Menurut pendapat lain; hewan tersebut memakan taman² seperti dunia dari timur ke barat setiap hari sebanyak tiga kali, dan minum seperti itu juga. Ketika waktu 'Isya tiba, salah satu bibirnya digigit karena lapar.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: ASAL MULA GARAM


Suatu pendapat menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim ﷺ hendak memberikan suguhan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ hingga hari kiamat. Allah Swt berkata: "Engkau tidak mampu melakukan itu"

"Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui keadaanku, dan Engkau kuasa mengabulkan permintaanku," ungkap Nabi Ibrahim.

Kemudian Allah Swt memerintahkan malaikat Jibril agar mendatangkan kepada Nabi Ibrahim satu genggam kapur surga. Lalu Nabi Ibrahim diperintahkan agar naik ke Gunung Abi Qubais dengan membawa garam tersebut, lalu ditiupkan ke angin. Nabi Ibrahim melakukan perintah tersebut. Maka kapur itu menyebar ke bumi. Setiap tempat yang kejatuhan kapur itu menjadi garam hingga hari kiamat. Dengan demikian, semua garam bumi adalah hidangan Nabi Ibrahim ﷺ.

📚[An-Nawadir. Hal. 135]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: BERMACAM-MACAM REZEKI


Allah Swt menciptakan rezeki makhluk dan menentukan kadarnya sekaligus menjelaskan sebab²nya. Allah Swt memberikan sebagian rezeki di air, yang apabila dia keluar dari air itu maka akan mati. Allah Swt memberikan sebagian rezeki di daratan, yang apabila ia masuk ke dalam lautan niscaya akan mati.

Sebagian rezeki makhluk berasal dari madu, seperti semut. Sebagian rezeki berasal dari kotoran, seperti kumbang busuk. Sebagian rezeki dari cuka, seperti ulat cuka. Sebagian rezeki hanya dari bau, seperti jin yang hidup dengan bau sebagai makanannya, dan kendaraannya dari bau kotoran hewan. Sebagian rezeki terdapat pada badan manusia, seperti kutu dan nyamuk.

Sebagian rezeki masuk ke dalam tumbuh²an, seperti ulat tebu. Sebagian rezeki berasal dari api, seperti burung unta. Sebagian rezeki berasal dari kerikil, seperti burung Qatha. Sebagian rezeki berasal dari darah, seperti janin. Sebagian rezeki berasal dari rumput, seperti kuda.

Sebagian rezeki berasal dari cinta kepada Allah Swt, mereka adalah orang² yang makrifat. Sebagian rezeki berasal dari dzikir kepada Allah Swt, mereka adalah malaikat. Dan sebagian rezeki berasal dari ulat, seperti burung Hudhud. Maha Suci Allah, lagi Maha Bijaksana.

📚[An-Nawadir. Hal. 135_136]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: MENJAGA BASMALAH


Dikisahkan dari al-Qadhi Tajud Din Ibnu binti al-'Azzi, bahwasanya ia menulis sebuah kitab, yang mana ia memulainya dengan basmalah agar keberkahan melimpah kepada semua tulisannya. Kemudian ia menghiasi kitab itu, menjaga, dan memuliakannya.

📚[An-Nawadir. Hal. 136]

FAEDAH: KEUTAMAAN HARI 'ASYURA


Pertama kali Jibril turun kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah pada hari Asyura. Dan pada hari itu (hari 'Asyura) diciptakan langit, bumi, Lauh, Qalam, Jibril, malaikat, gunung, bintang, buraq, dan bidadari. Pada hari itu pula, pohon Tuba diciptakan dan rahmat dibagikan. Adam dan Hawa diciptakan, dan masuk surga pada hari itu juga. Penerimaan taubat Adam juga pada hari 'Asyura.

Nuh ﷺ Diangkat, tegaknya perahu Nuh di atas banjir besar, taubat Daud, diangkat rajanya Sulaiman, kelahiran Yunus, selamatnya dari kezhaliman, dan terbuka kaumnya dari cobaan, semuanya terjadi pada hari 'Asyura.

Ibrahim diangkat sebagai kekasih, selamatnya dari api, dan permulaan pembangunan Ka'bah terjadi pada hari 'Asyura. Kelahiran Ishaq, Ismail, tebusannya dengan seekor kambing kibas, ditolaknya Yusuf oleh Ya'qub, keluarnya Yusuf dari sumur dan dari penjara, pernikahannya dengan Zulaikha, serta kelahiran dan diangkatnya Isa, semuanya terjadi pada hari 'Asyura.

Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, pernikahannya dengan Khadijah, dan masuknya ke kota Madinah juga terjadi pada hari 'Asyura. Kelahiran Fathimah, Hasan, dan Husain, juga pada hari 'Asyura. Kelahiran Musa, perkataan Allah Swt kepadanya, pertemuannya dengan Allah Swt disebuah begawan, pernikahannya dengan binti Syu'aib, tenggelamnya Fir'aun, dan selamatnya Bani Israil terjadi pada hari 'Asyura. Informasi ini disampaikan oleh sebagian sejarawan. Hendaknya dicek kembali.

Adapun dimasaknya biji²an di Mesir, maka asal-mulanya adalah ketika selesai topan. Nuh mengeluarkan biji²an yang tersisa bersamanya sejumlah tujuh butir, yaitu kacang, gandum, beras, bawang merah, kedelai, jagung, dan beras. Semuanya dimasak, dan peristiwa itu terjadi pada hari 'Asyura.

Puasa, sedekah, mandi sunnah, bercelak, mengusap kepala anak yatim, mengunjungi ulama, shalat sunnah, memberikan keluasan kepada keluarga, memotong kuku, dan membaca surat al- Ikhlas sebanyak seribu kali disunnahkan pada hari 'Asyura.


Sebagaimana aku telah menyairkannya:


Berziarahlah kepada orang alim, berpuasa, bersedekah, dan bercelaklah

Berikan keluasan kepada keluarga, bershalatlah, dan basuhlah

Kepala anak yatim dan usaplah, potonglah kuku

Dan, bacalah surat al-Ikhlas sebanyak seribu kali


Nuh dan Musa menjalankan puasa pada hari itu. Sebagian ulama berkata: "Burung dan bintang² berpuasa pada hari itu." Dikisahkan bahwa seorang tawanan lari dari orang² kafır pada hari 'Asyura. Mereka menaiki tunggangan untuk menemukannya. Akhirnya mereka menemukannya. Akan tetapi malam menghalangi mereka. Ketika ia mengetahui hal ini, ia mengangkat kepala ke langit dan berdoa:

"Ya Allah, demi kemuliaan hari ini yang penuh berkah, selamatkan aku dari mereka."

Maka seketika itu mata mereka menjadi buta sehingga ia selamat dari kejaran mereka. Pada hari itu ia sedang berpuasa, namun ia tidak menemukan sesuatu untuk berbuka. Dalam keadaan demikian, ia pun memilih tidur. Tiba² malaikat datang mengunjunginya, dan memberikan seteguk air. Setelah itu, ia hidup selama dua puluh tahun tanpa membutuhkan makanan dan minuman.

📚[An-Nawadir. Hal. 136_137]


Faedah: Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ pada Hari Jum'at


Diriwayatkan dari Anas R.a bahwasanya ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa membaca shalawat kepadaku pada hari Jum'at sebanyak seratus kali, maka Allah Swt menunaikan kebutuhannya sebanyak seratus kebutuhan; tujuh puluh kebutuhan adalah kebutuhan akhirat, dan tiga puluh kebutuhan adalah kebutuhan dunia. Dengan bacaan shalawatnya kepadaku, Allah Swt mewakilkan seorang malaikat yang kemudian membawa shalawat tersebut masuk ke dalam kuburku, sebagaimana suatu hadiah datang kepada salah seorang di antara kalian. Lalu ia memberi tahu kepadaku tentang namanya, maka ia menetapkannya di sampingku dalam sebuah tulisan putih, yang mana aku akan membekalinya kelak pada hari kiamat."

📚[An-Nawadir. Hal. 137]

 

💧والله اعلم💧


FAEDAH: KEUTAMAAN ULAMA


Diriwayatkan dalam suatu hadits bahwa pada hari kiamat nanti, didatangkan seorang alim dari umat Nabi Muhammad ﷺ. Ia didirikan di hadapan Allah Swt. Kemudian Allah Swt berkata:

"Wahai Jibril, ambillah tangannya dan pergilah dengan membawanya kepada Muhammad!"

Maka Jibril membawa orang alim itu kepada Nabi Muhammad yang sedang berada di pinggir telaga yang memberikan air kepada orang² dengan wadah mereka. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ berdiri dan memberikan air kepada orang itu (orang alim) dengan tangan beliau sendiri. Lalu orang² berkata:

"Wahai Rasulullah, engkau memberikan air kepada orang² dengan wadah. Sementara engkau memberikan air kepada ini (orang alim) dengan tanganmu sendiri."

"Benar. Sebab orang² sibuk dengan dunia melalui berdagang. Sedangkan orang ini sibuk dengan ilmu," jawab Nabi Muhammad ﷺ.

Kemudian orang yang sibuk dengan ilmu itu diperintahkan berjalan di atas Shirat. Tiba² seorang di bawah Shirat memanggilnya:

"Wahai seorang, tolonglah aku!"

Orang alim berkata; "Siapa kamu..??"

"Aku adalah salah seorang temanmu!" jawabnya.

"Wahai Tuhanku, tolonglah temanku!" pinta orang alim itu.

Kemudian teman orang alim itu pun diangkat dari bawah shirat. Wallaahu a'lam.

📚[An-Nawadir. Hal. 137_138]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: BERZIARAH DALAM SURGA


Abu Muhammad al-Harwi berkata:

"Sesungguhnya penduduk surga saling berkunjung antara satu dengan yang lain selama seminggu. Pada hari Sabtu, anak² berkunjung kepada orang tua mereka. Pada hari Ahad, orang tua mengunjungi anak² mereka. Pada hari Senin, murid² mengunjungi ulama. Pada hari Selasa, ulama mengunjungi murid²nya. Pada hari Rabu, umat mengunjungi nabi²nya. Pada hari Kamis, para nabi mengunjungi umatnya. Pada hari Jum'at, semua makhluk mengunjungi Tuhan mereka dan menyucikan-Nya."

📚[An-Nawadir. Hal. 138]


💧والله اعلم💧

FAEDAH: JASAD YANG TIDAK HANCUR


Disebutkan bahwa ada sepuluh orang yang jasadnya tidak hancur, yaitu: seorang yang berperang di jalan Allah Swt, orang alim, muadzin, pembawa al-Qur'an, nabi, orang yang mati syahid, perempuan yang mati pada saat nifas, orang yang menjalankan sunnah, orang yang terbunuh dengan zhalim, dan orang yang mati pada hari Jum'at.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa: "Allah Swt memuliakan syuhada dengan lima hal, yang mana Allah Swt tidak memuliakan seorang pun dari para nabi. Yaitu: ruh² mereka dalam genggaman-Nya, mereka tidak dimandikan dan dishalati, mereka dikafani dengan pakaian akhirat, disebutkan sebagai orang² yang masih hidup (meskipun sudah meninggal) di kuburan mereka, dan mereka mendapat syafaat dalam setiap harinya. Dan hal itu tidak diberikan kepada yang lain.

📚[An-Nawadir. Hal. 138]


💧والله اعلم💧

Faedah: Menganggap Baik Empat Hal dari Segala Sesuatu


Orang² bijak berkata:


1) Allah Swt menjadikan bulan yang dimuliakan sejumlah empat, sebagaimana malaikat pilihan berjumlah empat, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail.


2) Kitab² pilihan sebanyak empat, yaitu: Taurat, Injil, Zabur, dan al-Qur'an.


3) Fardhu wudhu sebanyak empat, yaitu: membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki.


4) Kalimat tasbih ada empat, yaitu: subhanallah, walhamdu lillah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.


5) Ilmu berhitung berjumlah empat, yaitu: tunggal, puluhan, ratusan, dan ribuan


6) Waktu berjumlah empat, yaitu: jam, hari, bulan, dan tahun.


7) Musim berjumlah empat, yaitu: musim semi, gugur, panas, dan dingin.


8) Tabiat berjumlah empat, yaitu: panas, dingin, basah, dan kering.


9) Percampuran berjumlah empat, yaitu: kuning, hitam, balgham, dan darah.


10) Unsur berjumlah empat, yaitu: udara, api, air dan debu.


11) Khulafaur Rasyidin berjumlah empat, yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.


12) Gunung besar berjumlah empat, yaitu: Sina, Lebanon, Uhud, dan Judi.


13) Perhiasan para nabi ada empat, yaitu: khalil (kekasih), kalim (nabi yang diajak bicara), ruh, dan habib (kekasih).


14) Perhiasan langit berjumlah empat, yaitu: Arsy, Kursi, surga, dan malaikat.


15) Perhiasan makhluk ada empat, yaitu ulama, syuhada, para wali, dan orang² yang bertakwa.


16) Perhiasan jiwa ada empat, yaitu: wudhu, shalat, puasa, dan haji.


17) Perhiasan hati ada empat, yaitu: ma'rifah, ilmu, akal, dan tauhid.


18) Perhiasan anggota ada empat, yaitu: mata, telinga, tangan, dan kaki.


Allah Swt mengutus empat malaikat saat jenazah hamba diangkat menuju kubur. Salah satu malaikat berkata: "Ajal telah datang, dan amal telah terputus." Malaikat kedua berkata: “Harta telah pergi, dan yang tersisa hanyalah amal." Malaikat ketiga berkata: "Kesibukan telah hilang, dan bencana akan datang." Malaikat keempat berkata: "Beruntunglah bagi orang yang makanannya adalah halal dan selalu sibuk mengabdi kepada Dzat yang mempunyai keagungan."

📚[An-Nawadir. Hal. 138_139]


💧والله اعلم💧

Faedah: Menganggap Baik Lima Hal pada Setiap Sesuatu


"Ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt menyembunyikan lima hal dalam lima hal:


1) Allah Swt menyembunyikan ridha-Nya dalam suatu ketaatan, agar orang² bersungguh² melakukan ketaatan dan berharap kepada ridha-Nya.


2) Allah Swt menyembunyikan kemarahan-Nya dalam suatu maksiat dilakukan manusia, agar mereka bersungguh² menjauhinya karena takut terjatuh ke dalamnya.


3) Allah Swt menyembunyikan Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan dari manusia, agar mereka bersungguh² menghidupkan malam²nya dan berharap tepat mengenai Lailatul Qadar.


4) Allah Swt menyembunyikan nama-Nya yang Yang Agung pada semua nama-Nya, agar manusia mau bersungguh² berdoa untuk semua nama-Nya dan berharap bertepatan dengannya.


5) Allah Swt menyembunyikan kekasih²-Nya dalam kumpulan manusia sehingga mereka tidak menghina seorang pun, dan orang² tidak meminta doa kepada para kekasih itu karena adanya berkah dari doanya.


Sebagian menambahkan bahwa Allah Swt menyembunyikan waktu dikabulkannya doa pada hari Jum'at, agar orang² berusaha berdoa pada hari itu. Allah Swt. juga menyembunyikan ash-shalat al-wustha pada hari Kamis, agar orang² menjaganya secara keseluruhan.

📚[An-Nawadir. Hal. 139]


💧والله أعلم💧

FAEDAH: PEMBAGIAN REZEKI


Serigala memakan musang, musang memakan landak, landak memakan ular, ular memakan burung pipit, burung pipit memakan belalang, belalang memakan lalat, lalat memakan nyamuk, nyamuk memakan semut, semut hidup dengan menghirup segala sesuatu yang membuat mereka hidup.

📚[An-Nawadir. Hal. 140]


💧والله اعلم💧

Faedah: Belalang Menyerupai Sepuluh Binatang Kuat


Para ulama berkata: bentuk belalang menyerupai sepuluh binatang kuat, yaitu: mulutnya seperti kuda, matanya seperti gajah, lehernya seperti banteng, tanduknya seperti rusa, dadanya seperti harimau, perutnya seperti ular, sayapnya seperti garuda, pahanya seperti unta, kakinya seperti burung unta, dan telinganya seperti kalajengking.


Mengenai hal ini, suatu syair berbunyi:


Paha belalang seperti paha unta, betisnya seperti betis burung unta ¤ Dua sayapnya seperti dua sayap burung garuda

Dadanya seperti dada singa

Perutnya seperti ular tanah, aku menikmatinya ¤ Seperti kuda pada wajah dan mulutnya

Matanya mengingatkanku pada mata gajah, kemudian tanduknya ¤ Menyerupai tanduk unta wahai orang yang pandai memahami!

Suatu leher yang seperti leher banteng, begitu tampak bagi yang mengamati ¤ Dan suatu ekor yang seperti ekor kalajengking hidup, maka ketahuilah!


Sebagian lagi bersyair:


Zaman rusak, sementara riya terus menyebar ¤ Di tengah makhluk, maka semua orang pamer

Seperti belalang yang merasa paling kaya ¤

la makan makanan yang diberikan kepada fakir

📚[An-Nawadir. Hal. 140]

Faedah: Manusia Mempunyai Benteng


Sebagian orang 'Arif berkata:

Allah Swt menjadikan tujuh benteng kepada manusia, yang mana manusia berada di dalamnya. Sementara setan berada di luarnya, dan melongok seperti anjing. Apabila manusia merobek salah satu benteng tersebut, maka setan akan masuk ke dalamnya. Oleh sebab itu, benteng tersebut harus dijaga dan diberikan perhatian, khususnya benteng pertama, dan yang keenam selalu utuh, maka tidak apa².

Benteng pertama terbuat dari permata basah, yaitu adab jiwa. Di dalam permata itu, terdapat benteng dari zamrud, yaitu jujur dan ikhlas. Di dalam permata, terdapat benteng dari benda mewah, yaitu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Di dalam benda itu, terdapat benteng dari batu, yaitu syukur dan ridha. Di dalam batu, terdapat benteng dari besi, yaitu tawakkal. Di dalam besi terdapat benteng dari perak, yaitu iman. Di dalam perak terdapat benteng dari emas, yaitu makrifah(mengetahui) Allah Swt.


Allah Swt berfirman:


إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ


"Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang² yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya." (QS. an-Nahl [16]: 99).

📚[An-Nawadir. Hal. 140_141]


💧والله اعلم💧

Faedah: Hinanya Perempuan Berakhlak Buruk


Disebutkan bahwa seekor kuda dengan keelokan yang disembunyikan menampakkan diri kepada Abu Muslim al- Khaulani. Abu Muslim al-Khaulani bertanya kepada pemiliknya:

"Mengapa kuda ini begitu bagus..?? Apakah untuk berjihad di jalan Allah Swt..??"

"Tidak," jawab pemilik kuda.

Kemudian orang² ikut bertanya:

"Apakah untuk bertemu musuh..??"

"Tidak," jawab pemilik kuda.

"Lalu mengapa kuda ini bagus, semoga Allah memberikan kebagusan kepadamu..??" tanya orang².

"Sebaiknya seorang laki² menaikinya untuk lari dari perempuan yang berakhlak buruk, dan tetangga yang buruk pula," jawab pemilik kuda.

📚[An-Nawadir. Hal. 141]


💧والله اعلم💧